REVIEW : Rangkaian SNP Prep Vitaronic, Kulit Cerah dalam 7 Hari

Staying at home ini gak lantas bikin kulit saya jadi lebih mulus karena minim terpapar sinar matahari. Justru karena saya merasa kulit saya aman-aman saja, saya jadi mengabaikan rutinitas perawatan kulit yang biasa saya lakukan dulu-dulu, sebelum pandemi ini terjadi. Padahal, yang namanya merawat kulit ya harus konsisten kalau ingin mendapatkan hasil terbaik. Alhasil, karena kemalasan saya ini, saya merasa kulit wajah menjadi lebih kusam, mulai timbul calon flek-flek. Bahkan, komedo di daerah hidung dan pipi, rasanya seperti berkembang biak!

Biasanya permasalahan kulit kusam gak terlalu saya pusingkan, karena ujung-ujungnya bisa diakali dengan make up. Tapi, karena situasi sekarang membuat aktivitas banyak dilakukan di dalam rumah, dan rasanya terlalu berlebihan buat saya memakai foundation di dalam rumah, saya pikir kenapa gak saya "betulin" langsung aja kulit wajah ini, supaya tanpa make up pun, muka ini masih enak dilihat.


Kebetulan, SNP punya rangkaian produk terbaru yang bernama SNP Prep Vitaronic. Rangkaian SNP Prep Vitaronic ini telah muncul di Indonesia dan menjadi skincare line unggulannya SNP. Dengan fitur Vitamin C dan 3 lapis Hyaluronic Acid, SNP Prep Vitaronic ini memiliki banyak sekali manfaat, yaitu mengembalikan vitalitas kulit, mencerahkan kulit, melembapkan kulit, dan menjaga elastisitas kulit. Rangkaian SNP Prep Vitaronic ini terdiri dari 4 produk yang akan saya review berdasarkan anjuran urutan pemakaiannya, yaitu SNP Prep Vitaronic Toner Pad, SNP Vitaronic SOS Ampoule Serum, SNP Vitaronic Ampoule Mask, dan SNP Vitaronic Gel Cream. Supaya saya bisa mengulas dengan baik, akan saya tuliskan ulasannya satu demi satu ya.

SNP Prep Vitaronic Toner Pad (135 ml, 60 pads, IDR 180.000)

Kemasan : Produk ini dikemas dalam tabung plastik yang kokoh dan tebal. Tutupnya model fliptop yang juga kokoh. Satu hal yang saya suka dari kemasannya SNP ini adalah semua produknya bersegel dengan rapi, sehingga meminimalisir terjadinya plagiarisme. 

Klaim : Toner pad dengan kandungan Vitamin C dan 3 lapis Hyaluronic Acids yang dapat mencerahkan dan melembapkan kulit lelah dan dan kusam. Memiliki formula untuk memudarkan noda pada wajah yang mudah menyerap hingga kulit terdalam dan dapat mengangkat sel kulit mati.

Kandungan : Water, Dipropylene Glycol, Pentylene Glycol, Propanediol, Butylene Glycol, Glycerin, Poncirus Trifoliata Fruit Extract, Sodium Ascorbyl Phosphate, Myrciaria Dubia Fruit Extract, Hippophae Rhamnoides Extract, Ficus Carica (Fig) Fruit Extract, Olea Europaea (Olive) Fruit Oil, Hippophae Rhamnoides Fruit Oil, Carbomer, Arginine, Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract, Sodium Hyaluronate, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Hyaluronic Acid, Panthenol, Polyglyceryl-10 Laurate, 1,2-Hexaneidol, Chlorphenesin, Ethylhexylglycerin, Disodium EDTA, Fragrance

Cara Pemakaian : Setelah membersihkan wajah, ucapkan ke seluruh wajah, hindari area mata. Dapat digunakan sebagai langkah awal skincare.

Hasil Pemakaian : SNP Prep Vitaronic Toner Pad ini berbentuk kapas yang bertekstur. Meskipun memiliki tekstur, kapas ini terasa lembut di wajah. Sensasi pertama yang saya rasakan adalah betapa segarnya wajah ketika memakai SNP Prep Vitaronic Toner Pad ini. Tekstur pada kapas ini membuat saya merasa kalau kotoran-kotoran di wajah dan sel-sel kulit mati lebih mudah terangkat, sehingga kulit wajah lebih bersih. Maka dari itu produk ini sangat direkomendasikan sebagai langkah awal dalam rutinitas skincare. 


Kapas ini mengandung toner (namanya juga toner pad!), yang bisa kita lihat di dalam tabungnya. Tonernya sangat cair, ya seperti toner pada umumnya. Wanginya segar. Saat diaplikasikan, tonernya langsung menyerap dan membuat kulit menjadi lebih lembap dan plumpy. Yang kadang bikin saya sayang, meskipun a kapas ini sudah digunakan ke seluruh wajah dan leher, tapi kapasnya masih aja basah. Kadang saya mikir, boleh gak sih ini kapas disimpen lagi buat besok-besok supaya gak mubadzir gitu #EmakEmakEmohRugi.

SNP Prep Vitaronic SOS Ampoule (1,5 ml x 7, IDR 180.000)

Kemasan : SNP Vitaronic SOS Ampoule berbentuk botol-botol kecil berbahan plastik semi kaca (mungkin ya, saya gak pandai mendeskripsikan bahan dari kemasan, maaf ya!) berukuran sebesar kelingking. 


Klaim : 7 hari perawatan intensif dari SOS ampoule yang dapat merawat kulit yang lelah dan kusam untuk membuat kulit lebih cerah dan halus. Dengan tambahan camu-camu ekstrak dan seaberry ekstrak yang kaya akan vitamin untuk meratakan semua warna kulit.

Kandungan : Water, Methylpropanediol, Butylene Glycol, Dipropylene Glycol, 1,2-Hexanediol, Niacinamide, Propanediol, Ascorbic Acid, Hyaluronic Acid, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Sodium Hyaluronate, Pncirus Trifoliata Fruit Extract, Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract, Rumex Crispus Root Extract, Hippophae Rhamnoides Extract, Myrciaria Dubia Fruit Extract, Panthenol, Glycereth-25 PCA Isostearate, Carbomer, Coptis Japonica Root Extract, Tromethamine, Glycerine, Diphenyl Dimenthicone, Triethylhexanoin, Polyglyceryl-10 Oleate, Hydrogenated Lecithin, Theobroma Cacao (Cocoa) Seed Extract, Portulaca Oleracea Extract, Dextrin, Ethylhexlglycerin, Disodium EDTA, Fragrance

Cara Pemakaian : Ketuk bagian atas ampoule agar cairannya turun ke bawah, patahkan bagian leher botol ampoule untuk mengeluarkan cairannya turun ke bawah, patahkan bagian leher ampoule untuk mengeluarkan cairannya, ratakan ampoule pada wajah setelah penggunaan toner, dan tepuk-tepuk wajah hingga ampoule terserap dengan sempurna.


Hasil Pemakaian : Saya gak terlalu familiar dengan yang namanya ampoule, jadi SNP Vitaronic SOS Ampoule ini adalah ampoule kedua saya. Teksturnya mirip dengan serum atau essence. Tadinya saya juga gak paham apa bedanya ampoule dengan serum dan essence. Ternyata, setelah saya cari informasi, ampoule ini memiliki konsentrasi zat aktif yang cukup tinggi, lebih tinggi dari serumd an essence, sehingga biasanya rekomendasi penggunaannya hanya untuk waktu singkat dan untuk kebutuhan yang mendesak.

Karena memiliki tekstur yang mirip dengan serum dan essence, SNP Vitaronic SOS Ampoule ini juga cepat menyerap. Memberikan efek lembap dan kenyal di kulit, dan sedikit lengket bagi saya penyuka hasil matte. Pada kemasannya gak dijelaskan takaran yang dipakai untuk 1x pemakaian. Saya pikir 1 ampoule ini harus dihabiskan dalam 1x pemakaian, dan menurut saya itu jatuhnya boros banget. Muka saya kan kecil, hanya 1/4 botol ampoule saja sudah mampu menjangkau seluruh wajah dan leher. Tapi, begitu saya tanya pada CS SNP, ternyata ampoulenya gak harus dihabiskan dalam 1x pemakaian, boleh dipakai untuk besok-besok lagi. Sayangnya, informasi penting ini gak dicantumkan di dalam kemasannya. Kebayang gak sih 1 ampoule dipaksakan untuk habis hanya dalam 1x pemakaian? Dompetku menangis.

Oh ya, meskipun ampoule ini punya konsentrat zat aktif yang lumayan tinggi, SNP Vitaronic SOS Ampoule ini aman untuk dipakai 7 hari berturut-turut, atau bahkan lebih dari itu. Dengan kandungannya yang oke dan pemakaian yang rutin, gak aneh kalau kulit wajah selama karantina di rumah ini menjadi lebih cerah dan bersih,

SNP Prep Vitaronic Ampoule Mask (25 ml, IDR 20.000)

Kemasan : Gak berbeda dengan sheet mask pada umumnya, dengan warna yang juga senada dengan seri Vitaronic lainnya, yaitu kuning cerah.  

Klaim : Sheet Mask yang aman digunakan setiap hari dengan kandungan Green Trifoliate Orange sebagai sumber antioksidan yang dapat mencerahkan kulit. Lembaran sheet mask yang transparan dapat menempel dengan sempurna yang kaya akan essence vitamin C,

Kandungan : Water, Glycerin, Niacinamide, Dipropylene Glycol, Pentylene Glycol, Butylene Glycol, Propanediol, Hydroxyethylcellulose, Carbomer, Poncirus Trifoliata Fruit Extract, Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract, Tocopheryl Acetate, Sodium Ascorbyl Phosphate, Hippophae Rhamnoides Fruit Oil, Olea Europaea (Olive) Fruit Oil, Myrciaria Dubia Fruit Extract, Pippophae Rhamnoides Extract, Ficus Carica (Fig) Fruit Extract, Polyglyceryl-10 Laurate, Panthenol, Allantoin, Arginine, Sodium Hyaluronate, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Hyaluronic Acid, Ethylhexylglycerin, Chlorphenesin, 1,2-Hexanediol, Disodium EDTA, Fragrance

Cara Pemakaian : Setelah wajah bersih, gunakan toner, kemudian ratakan sheetmask sesuai bentuk wajah, gunakan selama 10 - 20 menit, lepaskan, dan tepuk-tepuk wajah hingga essence menyerap sempurna.

Hasil Pemakaian : Lembaran tissue dari SNP Prep Vitaronic Ampoule Mask sangat lembut. Tadinya saya agak khawatir kalau lembarannya akan robek, tapi ternyata nggak. Lembaran yang tipis ini juga membuat proses pemasangan masker jadi lebih mudah, menempel dengan sempurna. Belum lagi, essencenya sangat melimpah. Sisa-sisa dari essencenya selalu saya oleskan ke bagian leher, lalu ke bagian-bagian tubuh yang dirasa kasar atau lebih gelap. Misalnya bagian siku dan lutut. 

Sheetmask ini memiliki aroma segar yang nggak mengganggu. Pada saat saya mengaplikasikan sheetmasknya, duuuhh.. adem sekali rasanya, segar. Padahal, saya belum sempat menyimpan sheetmask ini di dalam kulkas (seperti yang biasa saya lakukan). Ukuran dari sheetmask ini juga pas, apalagi karena lembarannya yang tipis, sangat mudah diadjust sesuai dengan ukuran wajah masing-masing orang. Biasanya, saya selalu kesulitan untuk membuat sheetmask terpasang dengan sempurna, pasti aja ada yang miring-miring, menyon-menyon.

Setelah 20 menit pemakaian, meskipun sheetmasknya masih banyak dan saya masih menyukai sensasi segarnya, sheetmasknya saya lepas. Essence-essencenya masih banyak tertinggal di wajah, lalu saya tepuk-tepuk pelan supaya dapat menyerap dengan optimal ke lapisan kulit yang paling dalam. Suprisingly, kerasa banget kalau tekstur kulit saya jauh lebih lembut, kenyal, lembap, dan tentunya terlihat cerah. Padahal hanya dalam 20 menit, tapi kulit saya jadi enak banget untuk dipegan-pegang, kenyal! It will be one of my fav sheetmask for sure!

SNP Prep Vitaronic Gel Cream

Kemasan : Kemasannya berupa tube dengan bahan plastik yang matte. Dikemas dengan aman karena bagian lubangnya disegel. Jadi kalau kalian nanti order dari tempat yang jauh, gak perlu takut produknya bakal bleberan begitu datang ke rumah kamu.

Klaim : Krim wajah yang mencerahkan, memudarkan noda pada wajah, melembapkan, dan memberikan vitamin pada kulit kering dan kusam.

Kandungan : Water, Glycerin, Butylene Glycol, Propanediol, 1,2-Hexaneidol, Niacinamide, C14-22 Alcohols, Vinyl Dimthicone, Hydrogenated Polydecene, Cetyl Ethylhexanoate, C12-20 Alkyl Glucoside, Glycereth-26, Panthenol, Cetearyl Alcohol, Carbomer, Tromethamine, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Fragrance, Coptis, Japonica Root Extract, Ethylhexylglycerin, Tricholoma Matsutake Extract, Hydrolyzed Cicer Seed Extract, Rhododendron Chrysanthum Leaf Extract, Disodium EDTA, Sodium Hyaluronate, Hyaluronic Acid, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract, Glucose, Glyceryl Polyacrylate, Pncirus Trifoliata Fruit Extract, Rumex Crispus Root Extract, Hippophae Rhamnoides Extract, Myrciaria Dubia Fruit Extract, Ascorbic Acid

Cara Pemakaian : Ambil cream secukupnya dari tube kemudian ratakan ke seluruh wajah hingga krim menyerap.

Hasil Pemakaian : Sebelum saya membahas tentang performa gel cream ini di wajah, saya ingin berkomentar mengenai informasi yang dituliskan di kemasannya. Saya gak melihat informasi mengenai waktu penggunaan krim ini, apakah ini untuk siang atau malam, sama seperti ketika saya akan menggunaan ampoulenya, gak ada keterangan kapan saya harus menggunakan produk ini. Alhasil, saya buka websitenya langsung, dan di sana tertulis jelas kalau krim ini dapat digunakan di pagi, siang, ataupun malam hari. 

 
Seperti namanya, SNP Prep Vitaronic Gel Cream ini berbentuk gel tapi juga memiliki karakteristik krim. Biasanya skincare dengan berlabel gel mempunyai tekstur ringan dan langsung menyerap, cenderung memiliki hasil akhir matte di wajah. Namun, beda rasanya ketika saya mengaplikasikan SNP Prep Vitaronic Gel Cream ini, unik rasanya. Gel cream ini berwarna putih dengan wangi segar, mudah diratakan di wajah. Namun, seperti tadi saya bilang, teksturnya ini memang ringan dan dibaurkan seperti gel, tapi butuh waktu untuk meresap, sama halnya seperti krim wajah. Buat saya dengan kulit oily kombinasi, gel cream ini terasa lengket dan greasy di bagian-bagian wajah yang memang berminyak. Apalagi, pertama kali saya pakai sepertinya kebanyakan, saya jadi ngerasa kulit wajah saya menjadi lengket dan membuat debu-debu di bantal malah menempel di kulit dan ketika bangun di pagi hari saya malah menemukan beberapa komedo dan calon jerawat.

Maka solusinya, untuk pemakaian gel cream ini saya gunakan setipis mungkin. Selain gak bikin lengket, jadi hemat juga beb. Hasilnya juga jauh lebih baik. Kulit jadi lebih bersih dan halus, gak ada muncul komedo ataupun jerawat, yang artinya kemarin memang cara pakai saya gak tepat. Tapi kalau kulit kalian kering, saya rekomendasikan untuk memakai produknya seperti biasa, gak usah diirit-irit. Niscaya besok paginya, kulit wajah langsung glowy, plumpy, mantap pokoknya.

KESIMPULAN

Dari beberapa minggu penggunaan line skincare SNP Prep Vitaronic ini, saya bisa melihat progress yang signifikan di kulit. Selain kulit lebih cerah, saya sadar betul kalau tekstur kulit saya menjadi lebih baik saat dipegang. Halus dan lembap, tapi juga gak muncul komedo atau jerawat, seperti yang biasa terjadi ketika kulit saya sedang lembap. Karena saya pakai berbarengan, agak sulit buat saya menentukan produk yang paling berpengaruh di kulit ini, karena kayaknya semuanya saling melengkapi. Tapi kalau dipaksa untuk memilih, saya pilih.... ah, gak bisa. Semuanya punya fungsi yang sama baiknya. Karantina di rumah jadi lebih menyenangkan kalau kulit lebih cerah, halus, dan lembap. Gak perlu repot-repot pakai make up, udah cakep!

 
Kalian bisa cek produk ini di official store SNP di Sociolla, Shopee, Tokopedia, Lazada, dan jangan lupa juga untuk follow instagram SNP supaya kalian bisa mendapatkan informasi-informasi menarik yang paling update dari SNP. Ciao, salam glowing!

REVIEW : Lipghost Bare Nightmare, Lip Creamnya Jurnal Risa

Siapa di sini penonton Jurnal Risa? Dulu saya termasuk orang yang malas banget nonton konten Jurnal Risa, karena durasinya lama buangeeeet. Tapi, karena saya dikelilingi oleh orang-orang yang nonton Jurnal Risa, saya jadi penasaran apa yang bikin mereka betah banget mantengin konten yang durasinya berjam-jam. Ternyata, pertama kali saya nonton Jurnal Risa, saya langsung nonton beberapa episode sekaligus, ternyata emang senagih itu! 

Lipghost Bare Nightmare

Anyway... di sini saya gak akan bahas soal konten youtubenya Jurnal Risa, tapi saya mau bahas tentang project cewek-cewek Jurnal Risa, yaitu Teh Risa, Teh Riri, dan Indy. Jadi, akhir tahun 2020 kemarin, ketiga cewek Jurnal Risa tersebut mengeluarkan sebuah produk baru berupa lip cream, dengan nama Lipghost (mentang-mentang mainnya bareng huntu mulu ya!). Tapi, menurutku ini adalah ide yang brilian dan sesuai dengan karakter mereka. Ada 4 warna yang mereka keluarkan saat itu, yaitu Amethyst (lilac), Bare Nightmare (nude brown), Moonphase (blush pink), dan Phantom Phantasia (striking red) . Sebagai kolektor lippen nude, terang saja pilihan saya jatuh pada Bare Nightmare.

KEMASAN

 Kemasan Lipghost 
Kemasannya lain dari yang lain. Unik dan sesuai dengan image misteri. Bentuknya seperti tongkat sihir dengan warna ungu lilac, warna yang lagi ngehits saat ini. Dengan kemasan yang unik seperti ini, menurut saya punya nilai plus untuk brandnya sendiri. Kalau brand lain punya kemasan yang mirip satu sama lain, lip cream ini akan mudah dikenali meskipun kita hanya melihat sekilas. Minusnya sih karena ini pertama kali saya menggunakan kemasan seperti ini, agak canggung memegang tutupnya yang lancip. Gak menyulitkan saat aplikasi sih, cuma ya agak sedikit berbeda aja rasanya. 

KLAIM

Warna nude-brown dari Bare Nightmare dapat menjadi wadah eksplorasi mu yang membuat mu leluasa untuk mengenakannya dengan sendiri atau mencampurkannya dengan warna lain.

Diformulasikan dengan Olive Oil, UV Protection, dan Paraben-Free, it definitely will protect your lip!

KANDUNGAN

 Kandungan Lipshost 
Hero Ingredients:

1. Olive Oil: Formula ini akan memberi kelembapan pada bibirmu.
2. UV Protection: Formula ini akan menjaga bibirmu dari radiasi sinar ultaviolet
3. Paraben – Free: Produk kami bebas dari bahan pengawet sehingga aman untuk ibu hamil / menyusui

TEKSTUR, AROMA, DAN WARNA

Karena judulnya saja sudah lip cream, teksturnya ya creamy. Tidak ada aroma apapun yang mengganggu. Dan untuk warnanya, bare nightmare ini adalah warna nude-brown, paling pucat di antara warna lainnya. 

Baca Juga : REVIEW : Maybelline Super Stay Matte Ink, 6 Warna Favorit!

HASIL PEMAKAIAN

Ada alasan dibalik mengapa saya memilih Bare Nightmare ini dibanding warna-warna lainnya (selain karena saya pecinta nude ya!). Jawabannya karena warna nude termasuk warna yang sulit untuk cocok di kulit saya. Jadi saya selalu penasaran dan mencari warna nude terbaik yang dapat dipakai di kulit sawo matang saya. Selain itu, warna nude adalah warna yang sudah pasti akan terpakai. Kalaupun terlalu terang, masih bisa diakali dengan dijadikan base ombre atau ditimpa dengan warna lain. Jadi intinya, gak akan rugi!

Coverage Lipghost

Kalau diswatch di tangan, warnanya sesuai dengan yang saya harapkan, nude brown. Tapi, ketika diaplikasikan di bibir, rasanya kok jadi lebih terang dari yang saya bayangkan. Kulit saya yang sawo matang jadinya terlihat kontras dengan warna lip cream ini. Tadinya saya agak sedih, tapi begitu saya pakai make up, kulit lebih flawless, lip cream ini jadi enak dilihat. Jadi, kesimpulan saya, untuk memakai Lipghost Bare Nightmare ini, kamu harus punya kulit yang cerah dan bersih, kalau nggak ya mau gak mau harus pakai make up. Kalau punya kulit dengan permasalahan seperti kulit saya, big pores, bekas jerawat, dan lainnya, warna nude lip cream ini bikin dosa-dosa di kulit mejadi lebih terlihat.

Untuk teksturnya sendiri, saya salut dengan kemampuannya dalam menutupi garis hitam di bibir. Menurut saya, garis hitam bibir saya sangat mencolok, jadi gak mudah mendapatkan produk lippen yang mampu menutupinya. Makanya, kalau ada produk yang mampu menutupinya, berarti produknya punya coverage yang emang luar biasa. Lip cream ini gak bikin kering, tapi ini mungkin karena saya selalu memakai lipbalm sebelum memakai lip cream merk apapun. Karena sepengalaman saya, semua lip cream matte memang punya potensi untuk bikin cepat kering, jadi memakai lipbalm sebelumnya itu adalah kewajiban.

Review Lipghost

Lip cream ini punya staying power yang menurut saya lumayan. Kalau cuma minum air putih aja sih ya gak akan hilang. Tapi ya masa iya seharian cuma minum air putih? Jadi saya coba tes dengan makan bakso dan makanan-makanan yang berminyak. Hasilnya? Bagian pinggirnya sedikit terhapus dan garis hitam di bibir mulai terlihat sedikit demi sedikit. Tapi untuk bibir bagian dalam, masih tetap stay meskipun teksturnya menjadi sedikit cracky

Staying Power Lipghost

Overall, saya gak menyesal punya lip cream ini, tapi belum kepikiran untuk nambah koleksi lainnya, berhubung warna-warna lainnya bukan warna yang biasa saya pakai. Mungkin kalau mereka ngeluarin warna lain yang menarik, gak menutup kemungkinan saya akan coba juga.

KESIMPULAN

+ Packaging unik, lucu
+ Tekstur creamy mudah dibaurkan
+ Coverage oke, menutup garis hitam di bibir
+ Staying power lumayan oke
+ Gak bikin bibir kering selama pakai lipbalm sebelumnya 
+ Mengandung UV protection dan paraben free
+ Cocok untuk jadi base ombre
- Terlalu terang untuk dipakai di kulit sawo matang (harus make up dulu)
- Pilihan warna masih sedikit
- Harganya lumayan pricey 

Harga : 120.000
Nilai : 3/5
 
Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement

REVIEW : Olay Regenerist Retinol 24 Night Serum , Penyelamat Kulit Yang Menua

Waktu saya mengulas tentang Olay Regenerist Micro Sculpting Serum, saya pernah bilang kalau saya penasaran dengan Olay Regenerist yang versi Retinol 24 nya. Saya merasa kalau di penghujung 20 an ini, saya butuh lebih dari sekedar niacinamide untuk mengatasi masalah-masalah kulit mendatang. Merawat kulit itu memang sesuatu ya, saat kuliah dulu, saya gemar sekali mencari produk yang berembel whitening (jelas sekali ya, kurang informasi dan kebanyakan makan iklan cantik itu putih). Semakin kesini, produk whitening justru saya hindari karena seringkali malah menimbulkan break out di wajah. Lalu, sekarang, saat menua, saya mulai mengganti rangkaian skincare saya dengan produk yang memberikan kelembapan khusus dalam rangka mencegah penuaan kulit. Itulah alasan saya mengganti skincare night routine saya dengan produk-produk Retinol, salah satunya ini, Olay Regenerist Retinol 24 Night Serum.

Revew Olay Retinol 24

Sebagian dari kalian mungkin masih punya pertanyaan mengenai manfaat Retinol. Mengapa Retinol sangat populer di kalangan produk-produk anti aging. Jawabannya yaaa.. karena manfaatnya itu! Retinol dikatakan dapat membantu  mengelupaskan sel kulit mati pada lapisan kulit wajah dan memudarkan tanda-tanda pigmentasi maupun garis-garis halus tanda penuaan. Melalui riset, peneliti juga setuju bahwa retinol termasuk agen anti-aging yang bagus (Source: minimalist.co.id)

Kemasan Olay Retinol 24

Maka dari itulah, saya mulai mencari produk yang mengandung Retinol. Berhubung sebelumnya saya berjodoh dengan rangkaian Olay Regenerist yang Micro Sculpting Cream, saya berasumsi kalau Olay Regenerist Retinol ini juga akan sama bagusnya. Selain itu, Olay Regenerist Retinol 24 Serum ini juga masih mengandung niacinamide. Kenapa memangnya kalau mengandung niacinamide? Nah, jadi ladies, si retinol ini punya efek samping yang membuat kulit menjadi lebih sensitif, iritasi, dan kemerahan.  Pemakaian bersamaan dengan niacinamide bisa mengatasi masalah tersebut. Pasalnya, niacinamide dapat menstabilkan lapisan kulit wajah, mengurangi tingkat air yang keluar atau menguap dari kulit, dan meningkatkan hidrasi kulit secara keseluruhan (Source: minimalis.co.id). 

Sekarang udah paham kan kenapa saya merasa harus memiliki produk ini? Lalu bagaimana hasilnya di kulit? Mari lanjut dibaca!

KEMASAN

 
Untuk seri Retinol24 ini kemasannya lebih ekslusif dibanding seri Micro Sculpting. Lebih tebal dan berat. Saya agak bingung menjelaskan kemasannya. Pasalnya, ini pertama kalinya saya punya produk dengan kemasan seperti ini. Kemasannya bukan pump, bukan pipet pada umumnya juga. Jadi bisa dibilang ini tuh the next level of pipet. Maaf ya kurang menjelaskan, tapi intinya bagi saya kemasannya ya mewah.

KLAIM

Manfaat Olay Retinol 24
  • Bangun tidur dengan kulit yang lebih kenyal dan tampak lebih muda dengan Olay Retinol 24! 
  • Memperbarui dan meremajakan kulit sepanjang malam, dengan kelembaban 24 jam 
  • Serum yang efektif dengan formula bioavailable Retinoid dari Olay's Niacinamide TM 
  • Cocok untuk penggunaan harian, tanpa membuat kulit menjadi kering 

KANDUNGAN 

 Kandungan Olay Retinol 24

WATER, DIMETHICONE, GLYCERIN, DIMETHICONE CROSSPOLYMER, POLYACRYLAMIDE, RETINYL PROPIONATE, TITANIUM DIOXIDE, C13-14 ISOPARAFFIN, LAURETH-4, POLYSORBATE 20, HYDROXYACETOPHENONE, DIMETHICONOL, LAURETH-7, PHENOXYETHANOL, DISODIUM EDTA, NIACINAMIDE, BENZYL ALCOHOL, CAPRYLIC/CAPRIC TRIGLYCERIDE, RETINOL, PALMITOYL PENTAPEPTIDE-4, CI 77019. 

CARA PEMAKAIAN

Gunakan di malam hari. Pijat serum secara pada wajah. Buka tutup dan produk otomatis akan masuk ke dalam pipet. Tekan pompa pipet untuk mengeluarkan produk. Untuk pemakaian refill otomatis, kencangkanlah tutup setelah digunakan. Untuk pemakaian manual refil, tekat pompa pipet dan masukan.

TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA

Serum ini berwarna putih dengan teksur yang ringan. Serum ini cepat menyerap dan memberikan hasil velvet. Gak lengket, tapi juga bukan tipe serum yang menyerap dan langsung berasa hilang dari permukaan kulit. Meskipun begitu, gak ada rasa gak nyaman di kulit, malahan saya merasa kulit saya dijaga untuk tetap terhidrasi dengan baik.

HASIL PEMAKAIAN

Kesan pertama saya pakai Olay Regenerist Retinol 24 Night Serum ini adalah betapa kemasannya sangat canggih. Tapi apa gunanya kemasan yang oke kalau produknya sendiri gak bekerja dengan baik, bukan? Selain kemasannya, tekstur dan aromanya pun bikin saya jatuh cinta. Teksturnya pas, light, dan menyerap dengan baik. Aromanya? Tidak ada! Makanya saya jatuh cinta, karena serum ini fragrance free, sehingga cocok untuk kulit-kulit yang sensitif terhadap penggunaan fragrance dalam skincare.

Review Olay Retinol 24

Review ini saya bikin setelah sebulan lebih pemakaian, jadi sepertinya saya sudah bisa menyimpulkan hasilnya. Kondisi kulit saya sebelumnya memang gak parah-parah amat (Thanks to Olay Regenerist Micro Sculpting Serum & Cream). Seperti yang saya bilang, semakin menua, kulit kita butuh asupan yang lebih baik, dan retinol adalah salah satu yang bisa diandalkan. Saya sudah jarang sekali jerawatan, kecuali komedo ya (ini masalah yang sepertinya harus mulai saya terima dengan legowo). Masalah utama saya kini adalah kulit yang kering, warna kulit yang gak merata, seperti muncul calon flek-flek hitam, you know lah, masalah-masalah penuaan.

Bertambahnya umur membuat jenis kulit saya berubah drastis, yang biasanya minyak dimana-mana, sekarang malah terasa terlalu matte. Hadeh, memang manusia pakarnya berkeluh kesah ya. Dikasih A minta B, dikasih B minta A, gitu aja terus. Tapi, ya akhirnya, saya mencoba mengembalikan kelembapan kulit saya dengan produk ini. Hasilnya? Luar biasa! Hasil pemakaian dalam semalam membuat kulit saya plumpy, lembap, dan terlihat glowy tanpa memunculkan komedo atau calon jerawat. Semua itu adalah indikasi utama kalau saya cocok dengan suatu produk. Hamdallah, jadi saya gak perlu merasa menyesal dengan isi dompet yang saya keluarkan. 

Tekstur Olay Retinol 24

Saya sangat bisa merasakan perbedaan kondisi kulit saya saat memakai produk ini dengan saat saya tidak memakainya. Kalau hanya dilihat oleh mata saja, yang terlihat mungkin hanya perbedaan tingkat kecerahan kulit. Tapi jika diraba, sangat terasa bagaimana permukaan kulit begitu halus dan kenyal ketika memakai produk ini. Whitehead jauh berkurang, jerawat cepat mengering. Hanya memang, serum ini gak banyak membantu permasalahan blackhead.

Meskipun sepertinya butuh waktu untuk mengatasi kerutan dan mengembalikan keremajaan kulit, somehow saya yakin kok kalau kulit saya sedang dalam progress ke arah yang jauuuuh lebih baik. Nah, karena saya merasa cocok dengan serum ini, saya gak mau melewatkan produk lain dari rangkaian ini, yaitu night creamnya, soon akan saya review juga ya!

KESIMPULAN

+ Kemasan dan aplikatornya mewah
+ Tekstur light, mudah menyerap, tidak lengket
+ Tidak mengandung wewangian
+ Menghaluskan tekstur kulit
+ Mencerahkan dan meratakan warna kulit wajah
+ Mengontrol kadar minyak, mengurangi jerawat
- Lumayan pricey untuk brand drugstore, but it's worth every penny, I swear

Harga : 200.000/ 30 ml
Nilai : 5/5 (WOW! This is the first time loh)
 
Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement

Vertigo Akibat Stress Berat? Begini Cara Menanganinya

Merasakan pusing adalah hal yang biasa bagi saya. Pusing mikirin cicilan, pusing mikirin biaya sekolah anak, pusing mikirin perekonomian Indonesia, dan pusing-pusing lainnya. Saking seringnya, saya kadang jadi kebal dan bodo amat dengan pusing yang saya rasakan. Tapi, ada masanya saya merasakan pusing yang sangat mengganggu, rasanya seperti sedang gempa, ruangan seakan berputar-putar, dan otomatis membuat saya menjadi kehilangan keseimbangan.

Vertigo, itu sebutannya. Mungkin beberapa orang juga familiar dengan istilah ini. Saya juga baru tau kalau perasaan pusing yang luar biasa ditambah dengan sensasi berputar yang terkadang membuat mual dan muntah ini bukanlah sebuah penyakit, namun gejala atas suatu penyakit, seperti stroke, penyakit meniere, vestibular neuroniti, tumor, dan lain-lain. Maka dari itu, vertigo tidak bisa dianggap sepele.

Dalam kasus saya, saya yakin betul kalau vertigo yang saya alami dikarenakan stres berat yang terlalu lama dipendam. Kenapa bisa yakin? Karena setelah saya melakukan berbagai aktivitas-aktivitas yang fokus pada stress release, saya gak pernah lagi mengalami vertigo, paling mentok cuma sakit kepala biasa saja. Tadinya saya juga heran, kenapa stress bisa sampai mengakibatkan vertigo sebegininya. Ternyata memang ada penjelasannya, bahwa adrenalin mengalir sangat deras pada saat stress, sehingga menimbulkan gejala-gejala yang kurang menyenangkan, salah satunya vertigo. Lalu, aktivitas apa yang saya lakukan dalam menangani vertigo ini? 


 
Untuk menangani vertigo, kita harus paham dulu penyebab terjadinya vertigo. Karena saya tau bahwa penyebabnya adalah stress yang berkepanjangan, maka saya harus mencari cara untuk mengurangi stres tersebut. Nah, ini adalah hal-hal yang saya lakukan untuk meredakan stres yang mengakibatkan vertigo:
 
 1. Inhale Exhale

 
 
Lakukan pernafasan dengan benar dan tenang. Tarik napas dalam-dalam, dan keluarkan secara perlahan. Seperti yang tadi saya bilang, pada saat stress, adrenalin mengalir dengan deras dan menimbulkan berbagai perasaan tidak nyaman. Bernapas dalam dengan otot diafragma mampu menghentikan reaksi tubuh atas derasnya aliran adrenalin tersebut.

2. Tidur

 
 
Buat saya, berbaring dan memejamkan mata memiliki efek yang sangat signifikan dalam hal meredakan stress. Penelitian pun menunjukkan bahwa seseorang yang kelelahan dan memiliki jam tidur yang kurang, akan lebih beresiko mengalami stres, cemas, dan depresi. Pasalnya, tahapan REM (rapid eye movement) pada saat tidur, masalah-masalah kejiwaan akan “diperbaiki” oleh otak. Oleh karena itu, gak heran kalau setiap bangun tidur, rasanya mood seperti di”reset” ulang.

3. Dengarkan Musik

 
 
Pilih musik dengan tempo yang tenang dan lambat. Meskipun saya suka musik-musik keras terektek dung ces, tapi saya merasa instrument piano adalah pilihan terbaik dalam hal rileksasi. Musik juga sudah terbukti mampu mengaktifkan sistem neurokimia dan struktur otak terkait suasana hati yang positif. Tapi ingat, pilih musik yang sesuai selera, jangan sampai musik yang didengar malah menjadi boomerang, bikin kamu makin pusing.

4. Perbaiki Pola Hidup 


 
Makan dengan benar dan olahraga yang teratur membuat fisik menjadi lebih bugar. Memiliki fisik yang sehat membuat hari-hari saya lebih bersemangat dan gak mudah lelah. Apalagi, olahraga juga membuat produksi hormon endorfin meningkat, sehingga mampu mengurangi stress-stress yang kita rasakan. Tapi tentu saja, pilih olahraga yang sesuai dengan kondisi fisikmu.

5. Konsultasikan Masalah Vertigo dengan Dokter




Nah, poin terakhir ini adalah yang terpenting. Kalau ternyata kamu sudah melakukan poin-poin yang telah saya sebutkan tadi, tapi vertigomu tak kunjung hilang, maka kamu perlu konsultasikan ke dokter. Seperti yang di awal, bahwa pengobatan vertigo tidak dapat di pukul rata. Gak semua orang yang vertigo adalah akibat dari stres berat seperti yang saya rasakan, bahkan banyak penyakit-penyakit berat yang juga disertai gejala vertigo. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mencari tau lebih banyak mengenai vertigo yang kita alami. Jangan pakai alasan gak bisa ke dokter karena sedang pandemi, atau karena jauh, atau alasan-alasan lainnya.

Di zaman serba canggih sekarang, konsultasi ke dokterpun menjadi sangat mudah. Kamu tinggal konsultasi di Halodoc. Gak perlu ke luar rumah, konsultasi dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa pilih sendiri dokternya di sana dan mendapatkan informasi yang valid dari dokter-dokter profesional. Ingat ya, periksa kesehatanmu secara rutin, jangan menunggu hingga parah. Wong, untuk konsultasi sama dokternya aja semudah ini, jangan dinanti-nanti!