kursor

Poka Dotted Bow Tie Pink Ribbon

Sunday, 13 May 2018

Imperfect/ I'm Perfect, Cerita Meira Anastasia tentang Mencintai Diri Sendiri

Semenjak langganan Gramedia Digital, aku lebih aware dengan buku-buku baru. Ini adalah salah satu buku yang menarik perhatianku. Awalnya karena judulnya, lalu begitu aku lihat penulisnya ternyata Mamak Meira, yang juga adalah istri dari Ernest Prakasa, secepat itu aku langsung download!


Buku ini bercerita banyak tentang proses Meira mencintai dirinya sendiri. Tentang bagaimana perjuangannya meningkatkan self acceptance, tentang betapa dulu ia sangat insecure, bagaimana pentingnya kita membahagiakan diri kita sendiri. 

Sejujurnya, aku tidak begitu mengikuti social media Meira ataupun Ernest Prakasa. Maka, setelah aku baca bukunya, tentang permasalahan yang ia rasakan sebagai ibu dari 2 anak dan menjadi istri seorang artis, aku cukup terkejut. Banyak part-part yang sangat menyentuh emosiku, terutama cerita tentang betapa insecurenya dia dahulu. Ada juga part yang membuat aku ikut marah dan sedih, betapa sadisnya netizen berkomentar di foto-foto Instagramnya. 

Mungkin beberapa orang bakal bilang "ya udahlah namanya juga social media, harus siap dibully", (no, it's not okay to bully anyone!) atau misalnya "ya elah baperan amat. bercanda kali ah.". Ini yang banyak terjadi sekarang, padahal kita tahu bahwa setiap orang berbeda. Ada orang yang lebih perasa dan tidak bisa menganggap angin lalu bercandaan orang. Ini bukan lebay, please. Kalian harus tau, bagi orang-orang yang level insecuritynya tinggi, ini bisa memicu depresi!
"Jadi, kalau ada dari kamu yang sempat berpikir 'Yaelah apaan sih, baca komen kayak gitu aja langsung bete,';mungkin enggak sih kalau sebenarnya yang perlu diperbaiki adalah sikap orang yang tega menulis komentar seperti itu, bukan orang yang merasa tersakiti atau sensitif terhadap komentarnya." (I'mperfect, 11)
Sebenarnya ini bukan pertama kali aku melihat komentar-komentar jahat netizen di foto artis. Kalau kalian follow instagram gosip, tentunya hal tersebut sudah biasa. Tapi tetap, mau sesering apapun aku melihat komentar tersebut, aku tetap marah melihat orang-orang ini, yang mungkin (sadly) tidak punya kerjaan selain mengadili orang lain lewat media. Ini juga dibahas oleh Meira, bahwa mostly netizen-netizen berjempol jahat ini adalah perempuan. Kenapa sih kenapa?

Aku juga bingung kenapa justru perempuan yang sering menjatuhkan perempuan lainnya. Tapi tunggu, mungkin dulu akupun pernah begitu. Jujur, dulu aku sering melihat Instagram orang lain, baik itu selebram atau siapapun itu, bawaannya ingin nyinyir, tapi aku memang tidak punya nyali sampai harus menulis komentar jahat di kolom komentarnya. Tapi aku menyadari, apa yang aku rasakan dahulu adalah bentuk luapan rasa insecure ku. Iya, semuanya muncul begitu saja kala aku sedang tidak percaya diri. Saat aku tidak bisa percaya diri, kenapa orang-orang ini bisa? Jadi untuk menjaga egoku, dulu aku mencari cela di orang itu. Yah begitulah, dan aku sadar bahwa itu salah dan aku tidak boleh seperti itu lagi. Dan mungkin itu adalah satu yang dirasakan oleh para netizen jahat itu. Itulah kenapa menurutku kepercayaan diri itu hal yang sangat penting.

Di buku ini, Meira juga membantu kita untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Memperbaiki diri ke arah yang lebih positif dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Ada beberapa hal yang Meira lakukan untuk membuat dirinya lebih baik lagi, secara psikis dan fisik. Dan jangan salah, yang memotivasinya untuk menjadi lebih baik justru komentar negatif dari suaminya. Bagaimanapun juga, jangan membatasi diri menjadi lebih baik dengan dalih sudah puas dengan diri sendiri.
"Kadang, kita merasa baik-baik saja, padahal kita hanya terlalu takut untuk mengakui kalau ada yang harus diperbaiki. Takut mengakui ada yang salah dengan cara kita menjalani hidup. Takut karena harus berubah.
Kesimpulannya, komentar negatif tentang fisik bisa berdampak positif pada "korban" kalau si "pelaku" secara sadar melakukan itu untuk kebaikan, bukan hanya untuk kepuasannya. Tentu perlu cara yang baik pula untuk menyampaikan komentar itu. Bukan dengan ejekan dan kata-kata menyakitkan, tapi dengan penuh kasih sayang dan empati. " (I'mperfect, 31)
Satu hal yang harus kita pahami adalah, we can't please everyone, whatever we do, some people won't like it. Mau secantik Raisa, sekaya Bill Gates, sepintar Cak Lontong, pasti bakal selalu ada orang yang gak suka sama kita. Gak percaya? Well, I prove you.

Aku sudah main ke Instagram Raisa, si cantik anggun yang menurutku sudah masuk kategori manusia tercantik parah sulit dicela, kupikir aku gak akan menemukan komentar jelek di Instagramnya, tapi ternyata..
"Cantik cantik tapi lututnya hitam.."
See?

Ya sudahlah. Kita tidak perlu berubah demi kesenangan, kebahagiaan, atau kepuasaan orang lain. Bahagialah untuk diri sendiri dan orang-orang yang tulus sayang sama kita. Dan buat teman-teman yang masih senang bully orang lain, sudahlah. We need more love and less hate!
"Dan yang paling penting, berubahlah karena kamu merasa perubahan itu akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik lagi daripada sebelumnya. Bukan HANYA karena apa yang orang pikirkan tentangmu. Atau karena orang lain yang memintamu berubah." (I'mperfect,32)
Overall, aku suka banget bukunya Mamak Meira ini. Aku bisa merasakan hal yang sama sebagai seorang perempuan yang pernah ada di level insecurity tingkat tinggi, dan bagaimana sulitnya merasa bahagia dengan diri sendiri. Tapi semua butuh waktu dan proses. Nikmati setiap proses. Be proud of each step you take toward reaching that goal. 

Btw, bukunya ini bisa dibeli di Gramedia dan katanya sold out mulu. Well done, Mamak Meira. I'm inspired!

"Do your little bit of good where you are, it's those little bits of good put together that overwhelm the world." -Desmond Tutu-

Wednesday, 2 May 2018

Newly Married Life in Lampung : Adaptasi Kulit!

Setelah mendapat kabar bahwa si Mas dimutasi ke Lampung, tepatnya di Pringsewu pada Januari kemarin, aku berdiskusi dengan keluarga dan juga si Mas perihal pekerjaanku, dan pada akhirnya aku harus ikhlas melepas pekerjaan yang telah kujalani selama 2 tahun demi mengabdi kepada suami di Lampung. Wohoo.

Aku belum pernah sekalipun ke Lampung. Satu-satunya wilayah yang pernah kukunjungi di Pulau Sumatra adalah Palembang, itupun waktu aku kecil. Satu-satunya yang terlintas saat berpikir tentang Lampung adalah gajah main barbel. Jakarta punya Agung Hercules yang bisa joget barbel, tapi kupikir dia akan jobless jika tinggal di Lampung. Kalah sama gajah. Apa sih kamu, Nis.

Sebelum pindah ke Lampung aku memang sudah prepare ini itu, terutama masalah perawatan kulit (as you know, kulitku sensitif banget dengan perubahan air dan cuaca). Beberapa bulan sebelum menikah, aku memang rutin menggunakan perawatan Erha Clinic untuk membuat kondisi kulitku tetap stabil sampai hari pernikahanku. Setelahnya, aku mulai mengurangi penggunaannya dan berencana untuk menggantinya dengan skincare drugstore yang sebelumnya biasa kupakai. Tapi yang bikin degdegan tentu saja, efek ketergantungannya. Kenapa? karena dulu aku pernah berjuang untuk mengembalikan kondisi kulit setelah menggunakan krim dokter, dan itu membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak singkat. 

Jadi, saat pindah ke Lampung, aku tetap membawa skincare dari Erha Clinic, kalau-kalau suatu saat kulitku bermasalah. Dan benar saja, perubahan cuaca dan air di sini membuat kulitku menjadi gradakan, kasar dan berminyak, ngerti kan? Padalah saat itu aku juga sudah memakai krim dokter Erha. Biasanya dengan krim dokter hanya butuh waktu beberapa hari untuk menbuat kulitku lebih baik. Tapi karena sudah 2 minggu tidak ada perubahan, jadi aku berasumsi bahwa ini karena air di sini yang tidak cocok dengan kulitku. Aku bisa menyimpulkan seperti itu karena aku merasa setiap kali aku selesai wudhu atau cuci muka, aku merasa kulit wajahku terlalu kering atau kadang terasa lengket. 

Setelahnya, setiap aku wudhu atau mencuci wajah, aku selalu membersihkannya kembali menggunakan kapas yang sudah kuberi air mineral. Tadinya sih mau sekalian cuci muka pakai air mineral, tapi ternyata harga air galon tidak murah. Hmm. Dan ternyata dugaanku benar. Sekitar seminggu setelahnya, wajahku membaik. Berarti aku benar, bahwa ini karena aku tidak cocok dengan airnya. Setelah aku tahu penyebab masalah kulitku, aku mengurangi penggunaan krim dokter dan mulai beralih ke skincare drugstore yang biasa kupakai.

Tentu saja, karena aku sekarang sudah tidak bekerja kantoran, aku sangat bisa meminimalisir penggunaan make up dan itu sangat membantu penyembuhan kulitku. Selain itu, ada 1 item yang menjadi holy grailku baru-baru ini, dan menjadi the one and only skincare yang kupakai saat kulitku bermasalah. Dan tentunya, ini murah banget!  I'll tell you soon! XO.


Thursday, 19 April 2018

Persiapan Menjelang Pernikahan Part III (Adat, MC, Musik, WO, perintilan!)

Seperti yang kubilang di postingan sebelumnya, bahwa keinginanku adalah pernikahan tradisional. Aku jatuh cinta dengan adat Indonesia. Tariannya, musiknya, bajunya, dan riasannya tentu! Lalu, saat aku memiliki kesempatan untuk mendapatkan semuanya dalam 1 hari istimewa, adakah alasan logis untuk melewatkannya?
Aku sih enggak mau.
Oke, postingan ini khusus untuk vendor-vendor yang memeriahkan acara upacara adat di pernikahanku.


3. Upacara Adat (IG: @dennykencanaarum)
Begitu banyak vendor upacara adat yang ada di Bandung. Salah satu yang tidak asing lagi adalah Inten Dewangga. Inten Dewangga ini terkenal karena sudah banyak mengisi acara-acara besar, penarinya cantic-cantik, dan tariannya beragam. Tapi entah kenapa, aku tertarik dengan timnya Kang Denny Kencana Arum. Seperti yang kubilang di awal, aku punya penilaian lebih untuk vendor yang bisa dekat dan paham aku secara personal. Pertama kali meet up sama Kang Denny, kami sudah ngobrol banyak. Saat itu aku baru tau kalau Kencana Arum ini juga mengiringi Raffi Ahmad dan Nagita pada saat ngunduh mantu di Bandung. Kang Denny orangnya sangat kooperatif dan menyenangkan. Beliau menawarkan beberapa tarian yang sempat bikin aku bingung karena saking banyaknya. Tapi pada akhirnya kami memilih Rampak gendang dan rama shinta. 

Awalnya aku gak mengharapkan sesuatu yang benar-benar istimewa dan luar biasa. Asal ada upacara adat, penari, mapag pengantin, beres! Ternyata, aku benar-benar takjub dengan penampilan mereka di hari H, benar-benar di atas ekspektasiku. Penarinya cantik, kostumnya mewah, kompak, dan pokoknya... meriah! Aku juga dikasih bonus kembang api di pelaminan sebanyak 3 buah di puncak tariannya. So pretty! Hatur nuhun, Kang Denny!

4. MC (IG: @ilmihasan)
Aku agak selektif memilih MC. Berkaca pada acara pernikahan teman-temanku, aku banyak menemukan MC yang kurang dapat membaca situasi, terkadang bercanda di waktu yang tidak tepat, terutama pada saat prosesi memasangkan cincin (tau kan bercandaan-bercandaan receh itu?). Bukannya ingin MC yang kaku, tapi aku ingin MC yang fleksibel. Dapat menyesuaikan diri di waktu-waktu khusus, serius dan khidmat di akad, dan menyenangkan pada saat resepsi, dan untungnya (lagi).. aku punya teman yang cocok dengan kualifikasi tersebut. Yeay!

Namanya Kang Ilmi, walaupun ia baru merintis karirnya di dunia MC (officially), tapi bakatnya memang sudah terlihat dari dulu. Kang Ilmi ini adalah teman satu komunitasku. Setiap ada acara di komunitas, Kang Ilmi selalu menjadi MC. Kang Ilmi ini sangat bisa membaca situasi dan sangat luwes. Acara akadku berlangsung dengan khidmat, dan resepsipun dapat berlangsung dengan menyenangkan. Tanggapan dari keluargaku, bahkan dari KUA, tentang Kang Ilmi positif. Mereka bilang MC nya bagus! Nuhun, Kang Ilmi!

5. Fun Java Wedding Band (IG: @funjavamusic)
Fun Java ini sudah cukup terkenal, dan salah satu pengelolanya adalah teman komunitasku juga, lebih tepatnya Ketua komunitasku, Kang Dwi. Untuk kualitas gak perlu diragukan lagi, karena pengalamannya sudah banyak, aku percaya aja deh sama Fun Java. Secara penampilan dan skill, oke punya!


6. Prinera Wedding Photo (IG: @prineraweddingphoto)
Vendor ini juga adalah temannya temanku. Kalau fotografer ini memang request khusus si Mas. Doi gak papa kalau fotografer dan videografernya mahal, yang penting bagus, katanya. Karena moment ini hanya sekali, jadi harus didokumentasikan dengan baik. Fotografer di Bandungpun sekarang sudah macam-macam, banyak, dan mudah ditemui. Tapi lagi-lagi, aku ingin yang terpercaya dan pada akhirnya aku memilih Prinera. Pertama kali aku suka Prinera karena mereka masih punya konsep dan karakter di setiap fotonya. Gak pasaran dan keren! Teh Candra dan Kang Adit, serta crewnya pun sangat kooperatif. Mereka benar-benar membantu kami dari mulai pembuatan konsep sampai pengambilan gambar.

Ada beberapa paket yang ditawarkan oleh Prinera, aku pilih paket foto prewedding, foto dan video di hari H. Untuk prewed, setelah meet up dengan KangAdit dan Teh Candra, ada beberapa konsep yang kami ambil, yaitu foto potrait, street style, dan musik (karena si Mas ini hobi main piano dan aku senang main gitar). Ini adalah beberapa hasil dari foto prewed kami, di sini agak pecah karena aku ambil dari instagramku, aslinya, keren banget!

 

Oh ya, Prinera juga membantu kami dalam membuat social media invitation, dan hasilnya cakep bangeeeet. Sesuai sama yang kumau, menyerupai poster film! Hatur nuhun, Teh Chandra, Kang Adit!


7. Undangan dan Souvenir (Percetakan Djitu Pagarsih)
Masalah ini, kalian benar-benar harus banyak survey, karena buanyak banget pilihan di luar sana dengan harga yang beragam. Untuk teman-teman di Bandung, aku lebih merekomendasikan kalian untuk cetak undangan di Pagarsih dibanding di Cibadak. Harganya jauh lebih murah , tapi dengan kualitas yang bagus. Sebenernya di Pagarsihpun banyak banget pilihannya, tapi yang terbaik menurutku adalah Percetakan Djitu yang dikelola oleh Kang Wawan. Akangnya super baik, banyak diskon yang dikasih dan hasilnya gak mengecewakan. Hatur nuhun Kang Wawan! AKu pilih warna hitam gold untuk undangannya, menyesuaikan dengan bajuku. Aku nggak berharap banyak, tapi ternyata hasilnya bagus banget. Mewah!


Lalu untuk souvenir, tadinya aku serahin semuanya ke Ibu karena gak begitu concern dengan souvenir. Apa ajalah, asal ada. Tadinya mau gelas atau pouch yang umum, tapi waktu aku lagi jalan-jalan ke Pasar Baru untuk cari seragam, aku lihat kemoceng mini ini imut dan cantik banget warnanya. Akupun belum pernaah mendapat ini sebagai souvenir dan belum pernah liat yang jual ini juga di toko-toko souvenir di Cibadak. Anti mainstream dan bermanfaat, aku suka! Banyak yang menyangka kalau harganya mahal, karena warnanya cantik dan dikemas dengan mika dan sudah ditempel stiker nama kita, padahal harganya sama dengan harga pouch. Untuk lokasinya di lantai paling bawah, yang banyak jualan celana-celana, aku kurang paham juga itu lantai berapa. Pokoknya, aku suka!


8. Wedding Organizer  (IG: @padmitawedding_inc)
The last but not least, WO! WO ini juga masih kenalan teman komunitasku, dan untuk PIC pernikahanku adalah Kang Opan.  Padmita ini terbilang baru, tapi servicenya bener-bener luar biasa. Bahkan vendorku yang lainpun mengakui itu. “Selama aku ngerias, belum pernah aku disediain makan dan minum kaya sekarang. WO nya apa sih? Baik banget.”, kata Teh Yuyun waktu sedang make upin aku. 


Sebenarnya, aku ambil paket service 1 hari saja, karena aku sadar aku gak bisa 100% hanya mengandalkan keluarga. Kasihan, nanti capek. Tapi ternyata, Teh Foggy dan Kang Opan ini membantuku dari mulai jauh-jauh hari. Aku sering konsultasi dengan Teh Foggy mengenai kesiapan pernikahanku. Bahkan dukungan morilpun mereka kasih, tau lah ya menjelang pernikahan, mental udah acak adut. Selama acara pun, semuanya terkoordinir dengan baik, tepat waktu, dan sesuai dengan rundown yang telah disusun oleh mereka Masing-masing personil punya tanggung jawab yang jelas, dan aku selalu didampingi oleh Teh Ocha. Hatur nuhun Teh Foggy, Kang Opan, Teh Ocha, dan semuanya yang sudah mendengar keluhanku dan sudah kurepotkan. I love youuu!

Apalah aku ini tanpa bantuan vendor-vendor tadi. Gak hanya pasangan yang berjodoh, tapi aku juga sangat bersyukur berjodoh dengan mereka yang sudah membantuku. Sekali lagi kubilang, mempersiapkan pernikahan memang tidak mudah, tapi pun tidak sesulit yang dibayangkan. See you!

P.s Bagian yang lucu adalah, waktu lempar bunga, geng ibuku udah bikin benteng pertahanan paling depan. Luar biasa! 






Thursday, 15 March 2018

Persiapan Menjelang Pernikahan Part II (Catering dan Make Up)

1. Catering (IG : @henicatering) 

Catering adalah hal yang paling utama dan paling sering dikomentari di acara pernikahan. Dan dikarenakan kebanyakan tamu undangan adalah ibu-ibu, maka aku serahkan percateringan ini ke ibuku, mengikuti selera doi. Catering yang menjadi andalan ibu selama ini adalah Heni Catering (HC). Orang Antapani pasti sudah familiar dengan catering ini, atau setidaknya ibu-ibu di Antapani. Ibu selalu menggunakan jasa catering ini untuk setiap acara yang diadakan di rumah, dan memang tidak pernah mengecewakan. Jadi pada saat pemilihan catering, tidak ada kandidat lainnya. Fix kami akan menggunakan Heni Catering.


HC berlokasi di Ruko Puri Dago Jl. Terusan Jakarta No. 308 dan untuk paket pernikahan dihandle oleh Kang Inung. Kang Inung ini sangat kooperatif, sangat membantu kami dari mulai pemilihan paket, pemilihan menu, dan yang terpenting.. ramah banget plus kocak! Ada beragam paket pernikahan yang ditawarkan oleh HC, dan pada akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, kami memilih Paket Carnation yang menurut kami adalah paket yang paling pas jika menyesuaikan dengan jumlah tamu undangan dan luas gedung.


Aku sangat puas dengan pelayanan HC, terbukti dari komentar orang yang sangat positif tentang makanan di pernikahanku kemarin. Tidak hanya 1 atau 2 orang yang memuji, bahkan ada juga yang  menghubungi ibuku hanya ingin menyampaikan bahwa makanannya enak. Hanya satu yang mengganjal di hati, yaitu aku tidak sempat menyicipi makanannya! Hiks. Dikarenakan lelah dan pusing karena seharian memakai siger, aku sama sekali tidak nafsu untuk makan. Baru sehari setelahnya, aku menyesal. Terutama pada saat teman-temanku bilang, " Gila sumpah Nis, demi apa pasta dan satenya enak banget". Antara senang dan bete.
 >.<

Ngomongin tentang catering, pasti menyambung soal dekorasi. Untuk dekorasi, kami menggunakan Lia wedding decoration yang bekerja sama juga dengan HC. Sayangnya, ada sedikit miss komunikasi dengan pihak dekor sehingga dekorasi tidak sesuai dengan harapan dan bayanganku. Huhu.


2. Make Up (IG : @yuyunmakeup)

Masalah make up dan kebaya adalah hal kedua terpenting setelah catering. Setidaknya, itu menurutku. Aku sendiri mencari MUA yang menguasai make up tradisional, karena mimpi pernikahanku adalah full tradisional. Aku ingin menggunakan riasan sunda putri di akad, dan siger untuk resepsi. Dengan banyaknya MUA yang ngehits sekarang, semakin bingung aku mencari MUA yang berkarakter.  Beberapa kali aku mendatangi MUA yang direkomendasikan oleh teman-teman, di antaranya:

a. Aas Riyanti
Kalau lihat Instagramnya, Teh Aas ini punya hasil riasan yang soft flawless. Aku tidak ada masalah sama sekali. Aku suka tipe make up baik itu soft ataupun bold, aku gak masalah selama hasilnya rapi dan flawless. Teh Aas ini punya galeri di Antapani juga, dekat dengan Heni Catering. Tadinya aku sempat memutuskan untuk menggunakan Aas Riyanti ini, karena lokasi yang dekat akan memudahkan aku dan keluarga untuk mengurus segala sesuatunya. Namun, Aas Riyanti memiliki stok kebaya yang terbatas. Aku sendiri tipe yang gak mau repot, aku gak mau kalau make upnya di A, kebayanya di B. Aku ingin Make Up dan kebaya di tempat yang sama. Sayangnya, kebaya-kebaya koleksi Aas Riyanti belum ada yang cocok denganku. 

b. Naire Official
Kolaborasi Nanath dan Iren ini emang lagi ngehits banget di Bandung. Hasil make upnya flawless dan karena mereka masih muda juga, karakter make upnya memang youth. Koleksi kebayanya pun cantik-cantik. Sayangnya, mereka full booked di Bulan Januari kemarin. 

c. Danika Davisca
MUA ini punya galeri bareng dengan Vera Ferial. Hasil riasannya pun tidak jauh berbeda dengan Vera. Walaupun terbilang baru, hasil make upnya juga oke. Tapi, lagi-lagi, koleksi kebayanya sangat terbatas. Sebenarnya, Danika bekerja sama dengan Ivan Belva dan Ayung Berinda untuk kebayanya, namun tidak semua kebaya dapat dipakai secara gratis. Jika kebaya yang kita mau punya harga sewa yang mahal, kita akan kena charge

d. Yuyun Make Up (IG : @yuyunmakeup)

Teh Yuyun adalah yang terakhir kali aku datangi, dan pada akhirnya aku memilihnya sebagai MUA aku. Awalnya aku iseng konfirmasi mengenai jadwal dia di Januari. Gak berharap banyak karena Teh Yuyun udah exist di dunia permakeupan dari jaman dulu. Termasuk salah satu MUA senior. Teh Yuyun bekerja sama dengan Belva kebaya, sehingga koleksinya buanyaaaaak banget! Sampai bingung milihnya. Jadi, untuk mempersempit pilihan,  aku fokuskan untuk akad aku akan memakai kebaya putih, sedangkan untuk resepsi aku ingin gold. Di sana kita bisa fitting maksimal 4x. Entah berapa kali aku mencoba kebaya yang ada di sana, dan tetep pusing karena bagus semua. Tapi akhirnya, pilihanku jatuh pada kebaya gold yang dikombinasi oleh bludru hitam. Cantik banget! Ini dia penampakannya 


Aku suka banget detailnya, dari mulai detail kerah, lengan, badan, sampai ekor, aku suka semuanya. Simple but elegant. Si Mas juga oke. Jadi fix, kami pilih ini untuk acara resepsi. Tinggal cari kebaya untuk akad. Mencari baju akad menurutku sulit. Karena semuanya terlihat mirip, dan aku ingin sesuatu yang beda, yang cantik tapi unik. Dan akhirnya aku mendapat baju akad H-2 minggu. Mepet tapi aku senang karena aku suka banget dengan modelnya. 

Foto-foto di bawah ini adalah penampakan baju akad dan resepsi pada saat acara berlangsung. Tangan ajaibnya Teh Yuyun emang gak meragukan lagi. Teh Yuyun sudah paham karakter tiap orang dan baju yang kita pakai, jadi dia selalu menyesuaikan. Untuk akad, riasanku dibuat soft, sedangkan untuk resepsi riasanku dibuat lebih bold menyesuaikan dengan attire yang super mewah


  
Overall aku suka banget dengan hasilnya. Bagian tersedih adalah saat melepas siger dan menghapus make upnya. Ya Tuhan, siger emang cakep banget. Si Mas aja sampai speechless dan geleng-geleng liat aku waktu pertama kali dirias pakai siger. "Luar biasa", katanya. *blush*



Vendor-vendor selanjutnya akan kubahas di postingan selanjutnya, agar postingan ini gak terlalu panjang dan bikin keblenger.


Sunday, 4 March 2018

Persiapan Menjelang Pernikahan Part I (Gedung)

Blogger macam apa, mengaku blogger tapi vakum ngeblog berbulan-bulan. Adalah aku ini salah satu dari blogger yang rajin ngeblog di pikiran dan angan-angan, tapi prakteknya sulit banget. Maka dari itu, postingan ini adalah semacam alasan dari menghilangnya aku di blog ini selama beberapa bulan. Sesuai dengan judulnya, yes, I was busy planning on my marriage.  Yet, I'm married.*blush*

Menikah di awal tahun 2018 bukanlah resolusiku di tahun ini, tapi memang Tuhan adalah sutradara terbaik. Tiba-tiba di penghujung Bulan Agustus, seorang laki-laki ini, yang bisa mengambil hati keluargaku walaupun baru kukenal beberapa tahun yang lalu dan mulai dekat dalam setengah tahun terakhir ini memintaku untuk menjadi partner dalam menyelesaikan misinya di dunia. 31 Agustus 2017, tepat di malam Idul Adha, diiringi takbir yang menggema, "Will you marry me?", tanyanya.

Sekian untuk prolog yang agak sedikit sinetron. I just need something to keep reminding me about those day. 

6 bulan untuk mempersiapkan pernikahan dari 0 memang tidak semudah yang dibayangkan, tapi pun tidak sesulit yang dikhawatirkan. Tapi tentu, selama 6 bulan ini aku tidak sendiri,aku dibantu oleh Vendor-Vendor yang luar biasa kooperatif sehingga acara berjalan sesuai dengan yang kumau.

Tulisan ini akan kubagi menjadi beberapa part, karena kalau disatukan rasanya terlalu panjang dan menjemukan, menurutku. Oh iya, postingan ini aku buat untuk beberapa tujuan. Selain untuk membantu teman-teman di Bandung yang akan melangsungkan pernikahan (siapa tau tulisan ini bisa menjadi referensi untuk memilih Vendor-vendor di pernikahan kalian), tulisan ini juga sebagai salah satu bentuk ungkapan terima kasih aku untuk Vendor-vendor yang kemarin sudah banyak membantuku. Tentu saja, semua yang kutulis di sini adalah jujur, tidak dibuat-buat atau palsu. This is an honest review. Jika ada hal-hal yang ingin kalian tanyakan, silahkan tuliskan di kolom komen ya!

Ketakutan pertama datang pada pencarian gedung. Tadinya kami akan menikah di Bulan Desember, tapi karena menurutku masih banyak hal yang belum dipersiapkan, akhirnya diundur ke Bulan Januari, untuk tanggalnya kami sepakat untuk menyesuaikannya dengan gedung.

Tapi ternyata, hanya dalam 2 minggu, kami menemukan gedung yang masuk dengan kriteria gedung yang kami inginkan, yaitu 
- Kapasitas gedung minimal 1000 orang
- Parkiran yang cukup luas
- Lokasi strategis dan tidak terlalu jauh dengan rumah kami
- Gedung bersih dan terawat
- Catering bisa dari luar tanpa kena charge

Gedung apakah itu?

Sebelum kujawab, ada beberapa gedung yang kami incar sebelumnya tapi tidak cocok karena beberapa hal, di antaranya : 

1. GSG Kampus STT Tekstil
Lokasi di Jl. Terusan Jakarta, gedungnya hanya bisa dipakai di Hari Minggu karena kadang pihak kampus mengadakan acara di Hari Sabtu. Gedungnya cukup luas dan terawat. Langit-langitnya tinggi. Harga sewanya terbilang murah dibanding dengan gedung lainnya dengan kapasitas yang sama, tahun 2017 itu  harga sewanya 11 juta dan kemungkinan tiap tahun harganya naik. Yang aku suka dari gedung ini adalah pelaminannya. Pelaminannya sangat panjang, 16 meter. Jadi kamu pasti butuh upgrade dekor pelaminan kalau gak ingin pelaminannya 'corengcang' atau kosong. Gedung ini banyak banget peminatnya, jadi sampai Maret 2018 sudah terisi. Coret!

2. Gedung Senbik
Lokasinya di Jl. Soekarno Hatta dekat RS Al Islam. Gedungnya cukup luas dan ada masjidnya. Parkirannya luas. Untuk tahun 2017 harga sewanya 13 juta. Untuk gedungnya sebenarnya standar. Karena gedung lama, untuk lantainya ada beberapa yang pecah, jadi agak ganggu. Si Mas pun dari awal kurang sreg dengan gedung ini. Coret!

3. Gedung Keuangan Negara
Lokasi di Jl. Asia Afrika, yang mana sangat strategis. Harga sewa 16 juta. Aku sebenarnya suka dengan gedungnya, tapi marketingnya judes dan di Januari sudah full booked. Coret!

4. Setia Bintang Graha
Lokasinya di Jl. erusan Jakarta, sangat dekat dengan rumahku. Ibuku merekomendasikan ini karena dekat dengan rumah. Ini gedung baru jadi bersih dan terawat. Di sini harganya sudah paketan dengan kateringnya. Sebenarnya terbilang murah kalau kamu ambil gedung dan katering di sini. Hanya saja aku merasa langit-langit gedungnya kurang tinggi dan tempat parkirnya kecil. Kasian kalau tamu undangan gak dapat parkir karena jalan disekitarnya pun area macet.

5. Gedung Sopo Sulaksana
Lokasinya di Jl. Sekolah Internasional, juga dekat dengan rumahku. Tempat parkirnya luas, kalau kata Si Mas bisa buat main bola. Tapi kami kurang sreg dengan gedungnya yang terlihat kurang terawat, tipe tipe gedung lama gitu.

Sempat bingung karena gedung lainnya, gedung-gedung favorit di Bandung, rata-rata sudah full booked. Akhirnya suatu hari, ibu mertuaku merekomendasikan kami untuk ke Hotel Posters Mice. Dari dulu aku gak pernah terpikir untuk menikah di hotel karena yang aku tau selama ini, kita gak bisa pakai katering dari luar. Tapi ternyata di sini bisa. Akhirnya aku janjian ketemu marketingnya, namanya Teh Kristin. Tetehnya super baik banget! Dia jelasin sedetail mungkin tentang fasilitas yang kami dapat nantinya. Kebetulan pada saat itu ada yang nikah juga, aku diajak Teh Kristin untuk liat venuenya langsung. Gedungnya beda dengan gedung pada umumnya, karena pintu masuknya ada2, tapi kata Teh Kristin, pihak dekor punya banyak akal untuk membuat pintu masuknya menjadi satu terpusat. Gedungnya luas dan bersih, namanya juga hotel ya. Parkirannya cukup luas walaupun jalan masuk ke gerbang hotelnya agak nanjak, tapi gak mengganggu kok. Teh Kristin juga bilang, untuk di tahun 2018 pihak hotel akan membuat kebijakan mengenai keharusan menggunakan catering dari hotel untuk pernikahan di sana. Tapi, karena belum ketuk palu, untuk di tahun 2017 mereka masih menggunakan kebijakan yang lama, yaitu membolehkan catering dari luar.
Dan pada saat itu tanggal yang kosong adalah tanggal 21, 27, 28. Aku serahkan ke ibu untuk tanggal pernikahannya. Tiba-tiba ibu bilang, "tanggal 28 aja, tanggal cantik, 28012018", katanya. Aku dan Si Mas pun akhirnya sepakat untuk tanggal 28 Januari 2018 di Hotel Posters Mice.

http://i64.tinypic.com/23jlczl.jpg


So, untuk gedung, checklist!

Satu hal yang gak diduga sebelumnya, ternyata di akhir tahun 2017, Hotel Posters l ini memfasilitasi karpet untuk gedungnya. Aku gak menyangka sama sekali, karena di Bandung masih jarang gedung pernikahan yang lantainya full berkarpet. Kalaupun ada, harganya terbilang mahal. Pada saat aku booking dan melakukan pembayaran DP pun, yang diberikan oleh pihak Posters adalah harga normal, harga sebelum gedungnya berkarpet. Bahagia!


Next : Persiapan Menjelang Pernikahan Part II (Catering & Dekorasi)

Saturday, 3 June 2017

How to Make Your Eyeshadow Go On More Pigmented? (A Review for Mizzu Essential Eyebase)

Ada beberapa hal yang bikin aku kadang jadi turn off sama eyeshadow, di antaranya adalah :
1. Powdery parah
2. Sulit diblend
3. Pigmentasi yang payah

Nah, yang ketiga ini yang paling sering aku temukan dan paling bikin bete. Warnanya gak keluar dan jatohnya gengges banget di mata. Esensi dari eyeshadow adalah sebagai produk dekoratifnya mata. Kalau warnanya gak keluar, lah fungsinya jadi buat apa?

Tapi, ada cara untuk membuat eyeshadow bisa lebih pop out, vibrant, atau pigmentasinya lebih nyala. Sejauh ini ada 2 cara yang aku biasa gunakan, yang pertama dengan menggunakan air. Sebelum pengaplikasian eyeshadow, kamu semprot dulu eye brushnya dengan air, lalu di tap-tap ke eyeshadownya. Dijamin warnanya lebih keluar. Tapi cara ini jarang kugunakan karena aku ngerasa brush aku malah jadi kotor. Nah, biasanya aku pakai cara kedua, yaitu dengan menggunakan eyeshadow base. 

Yang belum tau apa itu eyeshadow base/primer, di sini aku kutip penjelasannya ya:
Eyebase or eye primer A lightweight cream/emulsion that is applied as the first layer to prepare eyelids for eyeshadow application and is usually a neutral color or invisible on skin. A primer creates a barrier between your skin and makeup. It seals the oils of your skin away from eyeshadow for long lasting wear and provides protection against creasing and fading of your makeup. It can also help to make eyeshadow easier to blend. (http://thefancyface.blogspot.co.id)
Jadi intinya adalah, eyebase ini adalah cream atau gel atau apapun bentuknya itu, yang digunakan sebelum penggunaan eyeshadow yang biasanya warnanya netral atau transparan. Fungsinya adalah untuk menahan minyak di daerah kelopak mata agar tidak membuat eyeshadow mudah pudar dan membuatnya lebih tahan lama. Eyeshadow base ini juga dapat membuat eyeshadow lebih vibrant dan lebih mudah untuk diblend.

Banyak sekali brand yang menjual eyeshadow base ini, termasuk brand lokal. Sejauh yang kutau, brand lokal yang punya produk seperti ini adalah Viva, La Tulipe, Inez,Mizzu, LT Pro, Aubeau, dan Poppy Dharsono. Di antara jejeran eyebase tersebut, yang bikin aku penasaran adalah keluarannya Mizzu dan LT Pro. 

Tapi kali ini, Mizzu adalah yang berhasil mencuri perhatian karena packagingnya lucu abiiizzz (banci packaging). Udah banyak banget yang rekomendasiin eyebase Mizzu ini, salah satunya adalah vlogger favorit aku, yaitu Suhay Salim. Doi sering banget pakai Mizzu ini sebagai eyebasenya dan hasilnya selalu wow!


KEMASAN


Mizzu ini punya kemasan yang agak berbeda dibandingkan eyebase pada umumya,  aplikatornya berbentuk doe foot, sehingga cukup mudah untuk digunakan. I bet noone is gonna complain about it.

KANDUNGAN
Aku gak melihat keterangan mengenai kandungannya, karena Mizzu ini hanya dibungkus dengan mika. Dan so stupid aku langsung buka dan buang mikanya, gak ngecek di mika itu ada tulisannya nggak. So, sorry..

AROMA
Too bad this product has a strong chemical scent, walaupun pada saat diaplikasikan tidak tercium apa-apa.

TEKSTUR



Teksturnya lebih kental dari essence namun lebih cair dari krim. Masih mudah untuk diaplikasikan, namun butuh waktu sekitar 1 menit untuk kering. Warnanya beige transparent, langsung menyatu dengan warna kulit.

HASIL


Untuk menguji fungsi dari si eyebase ini, aku akan memakai eyeshadow keluaran Wardah. Menurutku, eyeshadow Wardah ini punya pigmentasi yang "nanggung", jadi warnanya sih keluar, tapi gak secantik di palettenya. Aku bisa toleransi sama fall out, tapi untuk warna yang kurang keluar kadang bikin bete parah. Padahal warna-warna eyeshadow Wardah ini cantik-cantik. 


Di sini aku sengaja bikin perbedaannya langsung di sampingnya, agar lebih mudah untuk membandingkannya.

Warna-warna yang di sebelah kanan adalah setelah pengaplikasian Mizzu eyebase. Kelihatan cukup signifikan kan ya.

So, here is the highlights

+ Cute packaging
+ Easy to use, easy to blend
+ Murah banget!
+ Yang paling penting, berfungsi dengan baik untuk meningkatkan pigmentasi eyeshadow, hore!

- Masih sulit dicari karena hanya dijual di counter Mizzu atau toko-toko kecantikan tertentu
- Again, the chemical scent :(

HARGA : Sekitar 50.000
NILAI : 4/5
BELI LAGI : Kalau habis, mau nyoba LT Pro Eye Primernya.

Jadi, untuk eyebase seharga 50.000 an, this is such a great deal!

Monday, 24 April 2017

REVIEW : Missha Super Aqua D-Tox Peeling Gel

Untuk produk ini, aku benar-benar teracuni oleh Cc Luci di vlog nya. Kebetulan saat itu aku lagi cari produk exfoliator yang lembut dan scrubnya tidak terlalu besar, Saat itu aku masih memakai scrub dari Emina (kalian bisa lihat reviewnya DI SINI). Sebenarnya aku suka dengan scrubnya Emina, tapi pada awal penggunaan, saan gulanya belum meleleh, butirannya benar-benar sebesar gula, dan itu agak terlalu kasar sih menurutku. 

Setelah aku lihat vlognya Cc Luci dan kebetulan scrub Emina ini diminta Ibuku, jadi ada alasan untuk beli produk ini. Yeay!

Jadi, produk ini keluaran Missha, brand Korea yang awalnya terkenal dari BB Creamnya yang maha dahsyat itu. Seperti ini penampakannya:


KEMASAN

Dusnya dari karton dengan beberapa informasi di sisi-sisinya. Tapi memang ya, hampir semua produk Korea lebih banyak menggunakan Bahasa Korea dibanding Bahasa Inggris. Untuk produk inipun hanya beberapa informasi yang dicantumkan dalam Bahasa Inggris


Bentuknya lonjong dan pipih, terbuat dari plastik. Sebenarnya biasa saja, tapi yang bikin aku suka adalah produk ini mudah dikeluarkan dari botolnya. Lubangnya tidak terlalu besar sehingga memudahkan kita untuk mengontrol seberapa banyak produk yang mau kita pakai. Tutupnya jenis ulir membuat produknya lebih aman untuk dibawa-bawa. So, aku gak ada masalah dengan kemasannya.

MANFAAT


Gommage type peeling gel to help make clean and sleek skin. 
  • Papaya extract, Alpha-Hydroxy Acid and Cellulose adhere dead skin cells on the skin to remove
  • Oxygen water and Milk protein help make skin bright and clear after peeling and keep it clean
KANDUNGAN



Water, Glycerin, Cellulose, Butylene Glycol, Dipropylene Glycol, Morus Alba Bark Extract, Carica Papaya (Papaya) Fruit Extract, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Fruit Water, Milk Lipids, Camellia Sinensis Leaf Extract, Chlorella Vulgaris Extract, Actinidia Chinensis (Kiwi) Fruit Extract, Oxygen, Triethanolamine, Caprylyl Glycol, Polysorbate 20, Betaine, Dipotassium Glycyrrhizate, Sodium Citrate, Citric Acid, Mannitol, Pentylene Glycol, Sodium PCA, Disodium Adenosine Triphosphate, Lactic Acid, Serine, Sodium Lactate, Sorbitol, Urea, 1,2-Hexanediol, Algin, Sodium Chloride, Allantoin, Bromelain, Papain, Carbomer, Caffeine, Disodium EDTA, Phenoxyethanol, Fragrance (Parfum)

AROMA

Karena dia masih mengandung parfum, maka ada wewangiannya. Aromanya lembut, tidak menyengat. Bagi aku yang agak sensitif dengan bebauan di produk skincare, menurutku wanginya tidak megganggu.

TEKSTUR


Seperti yang dijelaskan pada kemasannya. Teksturnya gel pasta yang tidak terlalu kental dan di dalamnya ada butiran-butiran halus sehingga pada saat pemakaian tidak terasa kasar di wajah.

CARA PAKAI
  • Bersihkan wajah dan keringkan dengan menggunakan handuk
  • Ambil produk secukupnya dan aplikasikan ke seluruh wajah (hindari daerah mata dan bibir)
  • Pijat dengan lembut sampai kulit mati terangkat
  • Bersihkan wajah menggunakan air hangat
  • Pemakaian direkomendasikan 1-2 kali seminggu, tergantung kondisi kulit
Kalau aku, biasanya sebelum aku pijat, aku diamkan dulu sekitar 3 menit agar produknya meresap sehingga pada saat dipijat, kulit matinya benar-benar terangkat.

Di bawa ini adalah foto pengaplikasian produk di tangan aku


HASIL

Dalam jangka waktu singkat, produk ini dapat membuat wajah halus dan lembut tanpa memberikan efek kering di wajah. Untuk sel kuli mati yang terangkat aku belum bisa banyak review karena menurutku butuh waktu lebih lama untuk itu. Namun yang aku rasakan, dia memang membantu proses pemudaran bekas jerawat menjadi lebih cepat.

KESIMPULAN
+ Teksturnya enak, butiran peelingnya lembut
+ Tidak kasar di wajah
+ Mengangkat kotoran di wajah
+ Membuat wajah menjadi lembut
+ Membantu proses pemudaran bekas jerawat
+ Aromanya lembut, tidak menyengat
+ Harga terjangkau

- Agak sulit dicari, harus beli online


Harga : 120.000 untuk 100 ml
Beli di? Online shop. Pastikan yang terpercaya ya!
Nilai : 4.5/5
Beli lagi? YES YES YES!