kursor

Poka Dotted Bow Tie Pink Ribbon

Monday, 24 April 2017

REVIEW : Missha Super Aqua D-Tox Peeling Gel

Untuk produk ini, aku benar-benar teracuni oleh Cc Luci di vlog nya. Kebetulan saat itu aku lagi cari produk exfoliator yang lembut dan scrubnya tidak terlalu besar, Saat itu aku masih memakai scrub dari Emina (kalian bisa lihat reviewnya DI SINI). Sebenarnya aku suka dengan scrubnya Emina, tapi pada awal penggunaan, saan gulanya belum meleleh, butirannya benar-benar sebesar gula, dan itu agak terlalu kasar sih menurutku. 

Setelah aku lihat vlognya Cc Luci dan kebetulan scrub Emina ini diminta Ibuku, jadi ada alasan untuk beli produk ini. Yeay!

Jadi, produk ini keluaran Missha, brand Korea yang awalnya terkenal dari BB Creamnya yang maha dahsyat itu. Seperti ini penampakannya:


KEMASAN

Dusnya dari karton dengan beberapa informasi di sisi-sisinya. Tapi memang ya, hampir semua produk Korea lebih banyak menggunakan Bahasa Korea dibanding Bahasa Inggris. Untuk produk inipun hanya beberapa informasi yang dicantumkan dalam Bahasa Inggris


Bentuknya lonjong dan pipih, terbuat dari plastik. Sebenarnya biasa saja, tapi yang bikin aku suka adalah produk ini mudah dikeluarkan dari botolnya. Lubangnya tidak terlalu besar sehingga memudahkan kita untuk mengontrol seberapa banyak produk yang mau kita pakai. Tutupnya jenis ulir membuat produknya lebih aman untuk dibawa-bawa. So, aku gak ada masalah dengan kemasannya.

MANFAAT


Gommage type peeling gel to help make clean and sleek skin. 
  • Papaya extract, Alpha-Hydroxy Acid and Cellulose adhere dead skin cells on the skin to remove
  • Oxygen water and Milk protein help make skin bright and clear after peeling and keep it clean
KANDUNGAN



Water, Glycerin, Cellulose, Butylene Glycol, Dipropylene Glycol, Morus Alba Bark Extract, Carica Papaya (Papaya) Fruit Extract, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Fruit Water, Milk Lipids, Camellia Sinensis Leaf Extract, Chlorella Vulgaris Extract, Actinidia Chinensis (Kiwi) Fruit Extract, Oxygen, Triethanolamine, Caprylyl Glycol, Polysorbate 20, Betaine, Dipotassium Glycyrrhizate, Sodium Citrate, Citric Acid, Mannitol, Pentylene Glycol, Sodium PCA, Disodium Adenosine Triphosphate, Lactic Acid, Serine, Sodium Lactate, Sorbitol, Urea, 1,2-Hexanediol, Algin, Sodium Chloride, Allantoin, Bromelain, Papain, Carbomer, Caffeine, Disodium EDTA, Phenoxyethanol, Fragrance (Parfum)

AROMA

Karena dia masih mengandung parfum, maka ada wewangiannya. Aromanya lembut, tidak menyengat. Bagi aku yang agak sensitif dengan bebauan di produk skincare, menurutku wanginya tidak megganggu.

TEKSTUR


Seperti yang dijelaskan pada kemasannya. Teksturnya gel pasta yang tidak terlalu kental dan di dalamnya ada butiran-butiran halus sehingga pada saat pemakaian tidak terasa kasar di wajah.

CARA PAKAI
  • Bersihkan wajah dan keringkan dengan menggunakan handuk
  • Ambil produk secukupnya dan aplikasikan ke seluruh wajah (hindari daerah mata dan bibir)
  • Pijat dengan lembut sampai kulit mati terangkat
  • Bersihkan wajah menggunakan air hangat
  • Pemakaian direkomendasikan 1-2 kali seminggu, tergantung kondisi kulit
Kalau aku, biasanya sebelum aku pijat, aku diamkan dulu sekitar 3 menit agar produknya meresap sehingga pada saat dipijat, kulit matinya benar-benar terangkat.

Di bawa ini adalah foto pengaplikasian produk di tangan aku


HASIL

Dalam jangka waktu singkat, produk ini dapat membuat wajah halus dan lembut tanpa memberikan efek kering di wajah. Untuk sel kuli mati yang terangkat aku belum bisa banyak review karena menurutku butuh waktu lebih lama untuk itu. Namun yang aku rasakan, dia memang membantu proses pemudaran bekas jerawat menjadi lebih cepat.

KESIMPULAN
+ Teksturnya enak, butiran peelingnya lembut
+ Tidak kasar di wajah
+ Mengangkat kotoran di wajah
+ Membuat wajah menjadi lembut
+ Membantu proses pemudaran bekas jerawat
+ Aromanya lembut, tidak menyengat
+ Harga terjangkau

- Agak sulit dicari, harus beli online


Harga : 120.000 untuk 100 ml
Beli di? Online shop. Pastikan yang terpercaya ya!
Nilai : 4.5/5
Beli lagi? YES YES YES!




Saturday, 15 April 2017

Make Up Character : Belle from Beauty and The Beast


Siapa di sini yang sudah nonton film Beauty not The Beast? Pasti paham banget gimana cantiknya Emma Watson di setiap scenenya. Aku sampai mikir, kapan cewek ini keliatan jeleknya. -__-


Oke, balik lagi ke Beauty and The Beast, sudah banyak blogger yang bikin make up character ini, sampai untuk komunitas beauty bloggerpun ngadain kontes make up character ini. Seperti biasa, karena perintilan hidup, gak sempat untuk ikutan. 


Postingan kali ini, selain karena aku ingin mencoba make up character Belle, postingan ini spesial untuk melepas domain blog aku yang lama yaitu beautynothebeast.blogspot.com yang juga terinspirasi dari Beauty and The Beast. Yap, now this blog is officially anisafirdausi.com ! yeaaay!

Sebenernya untuk make up Belle ini sangat natural, seperti make up semi formal yang biasanya aku gunakan. Justru yang jadi ciri khasnya adalah rambutnya yang setengah terurai dan gaun kuningnya. Untuk postingan kali ini aku akan mencoba untuk membuat make up character Belle, dengan persiapan seadanya. 

WAJAH

Di sini aku menggunakan foundation FIT ME dari Maybelline, dan sampai saat ini produk ini menjadi favorit aku. Setelah itu aku gunakan Translucent Powder dari LT Pro untuk membuat tampilan wajah lebih halus,

Di sini aku gak banyak pakai contour/higlight karena memang sengaja dibikin natural dan tidak berlebihan, jadi penggunaan contournya tipis-tipis saja. Tapi yang penting tetep, blush on!

MATA


Matanya di sini aku buat natural, lagkah-langkahnya:

1. Bubukan eyeshadow, perpaduan antara warna Gold, cream, coklat muda, coklat, tua, dan hitam.
2. Gunakan eyeliner dengan wing yang tidak berlebihan, natural saja
3. Jepit bulu mata dan pasang bulu mata yang natural
4. Jangan lupa maskara!

BIBIR


Warna lipstik Belle juga terlihat natural. Jadi di sini aku pakai LT Pro Lip Cream No 04 yang memiliki warna pink rose.

FINAL LOOK

Setelah semua oke, jangan lupa gunakan gaun atau baju bernuansa kuning dan ikat rambutmu setengahnya ke belakang.

Karena rambutnya Belle panjang, jadi di sini aku pakai hair clip. Tapi hair clip yang kupunya warnanya merah, tadinya mau aku edit jadi hitam tapi skill belum memadai jadi hanya 1 foto yang bisa aku ganti. Aku gak ahli edit-edit photosho. Jadi, harap maklum ya! Anggap aja Bellenya abis main layangan ~




Voila~ Jadi deh. Mudah kan?


Untuk make up utama yang aku pakai di sini adalah :


Gampang banget kan ternyata?

Sebelum postingan ini ditutup, aku mau sedikit review tentang filmnya. Filmnya bagus, mungkin karena aku penggila film Disney, jadi ya aku menikmati, walaupun karakter Belle yang diperankan oleh Emma Watson ini menurutku kurang greget. Beda dengan Lily James waktu jadi Cinderella atau Lily Collins waktu jadi Sow White.

Tapi untuk karakter Belle nya sendiri, aku suka. Pintar! Dia diaggap aneh oleh penduduk desanya karena hobinya baca buku, sedangkan di desa itu jarang sekali yang dapat membaca karena menurut mereka tugas wanita adalah di rumah, di dapur. Agak berbeda dengan Cinderella si baik hati yang cenderung pasif dan menunggu ibu peri, ia berani. Tidak mau hidupnya hanya sebatas di desa. Ia ingin lebih, lebih, dan lebih~

"I want adventure in the great wide somewhere. I want it more than I can tell." -Belle-

See you again on my next post!



Thursday, 13 April 2017

Skin Aqua UV Moisture Gel, Sunblock untuk Kulit Berminyak (A Review)

Pencarian sunblock untuk tipe kulitku ini emang butuh perjuangan. Tipe kulitku yang seringkali berminyak dan terkadang sensitif membuat pemakaian sunblock malah menjadi masalah. Padahal yang namanya sunblock adalah skincare pertama yang sangat sangat aku andalkan. 

Setelah pemakaian EMINA Sunblock (kalian bisa lihat reviewnya DI SINI), aku mencoba Sunblock keluaran Erha Apothecary khusus untuk kulit berminyak. Hebatnya, hanya dalam 2x penggunaan, sukses membuat wajah break out. Padahal sudah jelas dikhususkan untuk kulit berminyak, tapi teksturnya tetap cream dan benar-benar bikin lengket yang menyebabkan kulit wajahku semakin bersinar a.k.a berminyak parah.

Sampai suatu hari, aku lihat produk Skin Aqua punya temanku. Brand yang ada di bawah naungan Rohto Japan ini sebenernya sudah tidak asing lagi karena punya varian sunblock yang beragam. Di bawah ini adalah variannya:



Nah, punya temanku adalah yang gel, khusus untuk kulit berminyak. WAktu aku iseng keluarin isi produknya, aku amaze dengan teksturnya yang sooo watery! Agak sedikit mirip dengan sunblock Wardah tapi agak lebih cair lagi. Esoknya, tanpa ba bi bu, aku pergi ke Hypermart  BIP untuk beli si Skin Aqua ini, dan ternyata yang gel habis, tinggal sisa yang milk. Udah bĂȘte mau pulang dengan tangan kosong, barulah ingat kalau di BIP juga ada Century. Setelah ke sana ternyata ada.  Yippie!

Nah, aku berani nulis ini karena aku sudah pakai selama 2 minggu dan aku rasa untuk sunblock yang biasanya efek ketidakcocokannya cepat muncul, sudah pantas aku buatkan review.

KEMASAN

Sunblock ini dikemas dengan kardus yang cukup informatif. Banyak sekali informasi mengenai sunblock ini yang ada di sisi tiap kardusnya. Untuk produknya sendiri, dia berbentuk botor ulir. Aku nyaman-nyaman aja pakai botol seperti ini, karena meminimalisir tumpah-tumpah kalau di bawa di tas.



Harga tergantung tempat kamu beli. Aku beli di Century sekitar 55.000. Kalau di Hypermart masih sekitar 48.000. Isinya sebanyak 80 gr yang menurutku banyak banget. Jadi dengan harga segitu, menurutku sangat terjangkau!

HIGHLIGHTS


KANDUNGAN



Cukup informatif kan? Benar-benar menjelaskan manfaat dan fungsi setiap zat yang terkandung dalam sunblock ini.

TEKSTUR


Seperti yang kubilang sebelumnya, teksturnya watery sekali. Sangat mudah menyerap dan nyaman di kulit, sama sekali tidak lengket. Poin plusnya lagi, karena tidak mengandung parfum, aku tidak mencium bau apapun dari sunblock ini, dan aku suka!

CARA PAKAI


Sebelum pakai, produknya harus dikocok terlebih dahulu. Aku biasanya pakai ini setelah pakai pelembab, sebelum memakai bedak. Bedak akan lebih menempel setelah aku pakai sunblock ini. Disarankan untuk reapply sunblock ini setelah 4 jam penggunaan pertama. Aku masih nakal masalah ini, jarang reapply karena aku kurang suka memakai sunblock di atas wajah yang sudah make upan. Kalau harus bersihin muka sebersih-bersihnya, agak rempong juga.

Oh ya, sebenarnya sunblock ini juga bisa untuk badan, tapi aku belum pernah pakai kalau untuk di badan. 

HASIL

Overall aku suka dengan sunblock ini. Beda dengan sunblock yang lain yang akan membuat wajah super lengket dan berminyak, sunblock ini benar-benar menyerap dengan sempurna dan tidak meninggal efek white cast. Dan yang terpenting adalah dia sama sekali gak bikin break out atau masalah apapun di wajah.

KESIMPULAN

+ Harga terjangkau, isinya banyak
+ Mudah didapat
+ Kemasan informatif
+ Tidak ada wangi apapun
+ Tekstur watery, cepat menyerap, tidak bikin berminyak ataupun lengket
+ Tidak memberikan efek white cast
+ Tidak menyebabkan break out
+ Dapat dijadikan alas bedak

- Masih mengandung paraben

Nilai : 4.5/5
Harga : 55.000 untuk 80 gr
Beli di? Dept. store atau di Drug Store

Beli lagi? YES, definitely!

Tuesday, 11 April 2017

Ngebolang di Jakarta

Hello, pretty ladies! Sebulan kemarin gila parah sibuknyaa kerjaan.
Jadi waktu bulan kemarin, aku harus tinggal di Jakarta selama sebulan. Tujuannya sih untuk training, memperkaya ilmu, dan sebagainya. Sebelumnya aku selalu berpikir kalau hidup di Jakarta itu sulit. Seperti yang orang bilang, ibu kota lebih kejam dari ibu tiri. Tapi ternyata tidak seperti itu. 

Aku menikmati setiap momen yang aku lalui di sana. Tapi entahlah, tampaknya tinggal di Jakarta gak akan terasa semudah itu, kalau aku gak tinggal di apartemen yang sudah disediakan kantor dengan segala fasilitasnya. Jadi selama sebulan aku tinggal di apartemen bersama 3 orang temanku yang berasal dari Bali, Yogya, dan Lampung. 

Ini adalah tinggal di Jakarta terlama bagi kami berempat, sehingga kami selalu memanfaatkan hari libur untuk menjelajahi tempat-tempat wisata di Jakarta. Kami sengaja menghindari mall-mall, karena sudah kebanyakan mall di dunia ini tolooong. Ada beberapa tempat yang kami datangi selama di Jakarta, di antaranya:

1. Kota Tua
Ini adalah tempat yang kami datangi di weekend pertama kami di Jakarta. Menurut teman-teman kami, kota tua ini akan terlihat lebih indah di malam hari. Tapi yang harus kalian tahu, kami kesana tepat jam 12 siang. Hebat kan? Jadi kota tua adalah salah satu tempat bersejarah yang di dalamnya berisi bangunan-bangunan tua yang pada zaman dahulu kala digunakan sebagai pusat kota dan aktivitas perdagangan. 


Sekarang Kota Tua menjadi salah satu tempat wisata di Jakarta yang banyak diminati karena bangunan-bangunannya yang cantik. Museumnya cukup terawat, sehingga buat kalian pecinta sejarah pasti suka deh ke tempat ini.

2. Kebun Raya Bogor

Minggu kedua kami diajak pergi ke Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor. Kebun Raya Bogor ini memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan di dalamnya. Walaupun kesini panas, tapi terobati deh dengan melihat pohon-pohon dan tanaman yang ada di sini.


Kalau kamu gak kuat jalan kaki, di sini juga disediakan bus untuk keliling-keliling di sini. Tapi karena kami memang ingin keliling-keliling ke semua tempat yang ada di kebun ini tanpa batas waktu, akhirnya kami jalan kaki deh.


3. Dufan
Minggu ketiga, karena kami ingin ke tempat yang lebih aktif dan seru, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Dufan. Setelah sekian lama gak kesini, akhirnya bisa ke Dufan lagi. Saat itu kami menggunakan promo aplikasi Dufan sehingga tiket masuknya hanya 150 ribu saja. 


Saat itu Dufan sedang sepi, agak mendung dan sempat hujan sedikit, tapi sama sekali gak ngurangin keseruannya. Ada beberapa wahana baru yang baru aku temui di sini, salah satunya Ice Age. Konsepnya cukup asyik. Kita menggunakan perahu, masuk ke dalam gua dan masuk ke dalam cerita Ice Age tersebut. Dari mulai disiram air, turun dari air terjun, dan sebagainya. Pokoknya harus sip basah-basahan. Tapi seru!


4. Seaworld
Aku adalah pecinta ikan. Walaupun udah sering ke Seaworld, gak akan pernah bosen kalau ke sini. Alhasil di minggu terakhir di Jakarta, aku berhasil membujuk temanku dengan susah payah untuk menemaniku ke sini. Dia bilang "kalau hanya lihat ikan, ke pasar aja!" Grrr.

Ngeliat ikan dan air itu bikin adem kan ya? Setuju gak setuju gak? Dan karena keasyikan, aku lupa untuk foto di sini.

Sebenarnya masih ada tempat-tempat yang kami kunjungi, seperti Monas, Car Free Day, dan berbagai mall yang ada di Jakarta. Tapi keempat ini adalah yang paling berkesan, setidaknya buatku. 

Tapi satu hal yang harus kalian perhatikan kalau kalian ingin pergi-pergi ke tempat wisata seperti ini. 
1. Pastikan kalian bawa jaket, mau panas mau dingin. Bawa jaket is a must!
2. Pakai sunblock, bukan masalah takut hitam, tapi takut akan jahatnya sinar matahari di siang bolong
3. Gunakan outfit yang nyaman digunakan, dan yang paling penting adalah yang menyerap keringat
4. Karena kalian akan banyak melakukan aktivitas jalan, penting hukumnya menggunakan sepatu yang nyaman

Nomor 4 ini is a must, jangan kayak aku. Aku kurang prepare sehingga waktu ke Jakarta aku hanya membawa 2 sepatu dan keduanya adalah sepatu cantik. Walaupun flat shoes, karena model dan bahannya kurang nyaman, bikin kaki aku pegal banget. Jadi usahakan pakai sepatu yang paling nyaman, kalau bisa sih pakai sneakers.

Kebanyakan cewek kadang males pakai sneakers, karena biasanya model sepatu sneakers gitu-gitu aja, kurang menarik. Tapi aku sudah menemukan sepatu sneakers yang cocok dengan seleraku. Sepatu sneakers yang nyaman, banyak modelnya, up to date, dan gak pasaran. That's kinda pretty good deal, right? Sepatu yang nyaman dan stylish merupakan perpaduan yang sangat harmonis. Penasaran brand apa? Yes, KEDS! Keds adalah salah satu brand sneakers kesukaanku. Pilihan modelnya macam-macam dan gak pasaran. Kalau kamu kesulitan untuk mencari sneakers ini, kami bisa cari di Zalora untuk menemukan sepatu keds yang cocok dengan style mu.

Jadi jangan sampai aktivitas yang menyenangkan malah jadi ngebetein gara-gara kakimu lecet atau pegal karena sepatu yang tidak nyaman. 

Nah, kalau menurut kalian, tempat apa yang akan kalian kunjungi kalau kalian ada di Jakarta?


Sunday, 9 April 2017

Menghilangkan Komedo dengan Blackhead Removal Activated Carbon (A Review)

Menurut aku, masalah wajah yang paling menyebalkan dan menguji mental adalah jerawat! Apalagi untuk kulit berminyak seperti aku, sulit banget untuk menghindari masalah iniKadang sirik ngeliat orang-orang yang tipe kulitnya kering, masalahnya gak serumit tipe berminyak.

Kalau di Indonesia ada strip pore pack yang dikhususkan untuk mengangkat komedo hidung. Tapi ada juga yang jenis peel off mask seperti Garnier, Vienna, sama apa lagi ya... Kalau produk lokal sih aku cuma tau itu aja. Sedangkan untuk produk luar udah lumayan banyak yang ngeluarin masker model begini. Selama ini yang pernah kucoba adalah dari The Face Shop dan Etude. Dan kemariiiin lagi booming lagi satu produk di kalangan beauty blogger. Produk ini dari My Scheming yaitu Blackhead Removal Activated Carbon (selanjutnya disebut BRAC), dan jujur ini pertama kali aku dengar brand ini.

Produk ini lagi banyak banget direview karena keampuhannya dalam mengangkat komedo membandel. Memang jika dibandingkan dengan pore strip pack, beli masker model begini bisa dibilang lebih hemat karena dapat digunakan berkali-kali. Tapi apa benar produk ini bisa ngangkat komedo dengan maksimal? Yuk simak terus reviewnya!

KEMASAN


Box nya berisi 3 produk, seperti ini.



 

Setiap produk ada fungsinya masing-masing, dan dijelaskan juga di kemasannya bagaimana langkah-langkah penggunaannya.

Jadi botol putih yang pertama berfungsi untuk membuka pori dan melunakkan komedo yang ada sehingga mempermudah untuk pengangkatan komedo
Tube hitam yang kedua adalah produk utamanya, yaitu masker pengangkat komedonya.
Dan yang ketiga, ini fungsinya untuk menutup kembali pori yang tadi telah terbuka.
Aku agak kurang sreg sama kemasan botolnya. Agak terlihat (sorry) murahan, soalnya tulisan dan designnya kurang menarik menurutku.


KANDUNGAN
Yang ada keterangan kandungan hanya si maskernya saja. 


AROMA

Ketiganya sama, aromanya menyengat. Aku agak sulit mendeskripsikannya, yang jelas ketiganya punya aroma kimi yang cukup kuat, apalagi si maskernya. Aku pakainya sampai tahan napas. -_-

TEKSTUR

Teksturnya ini seperti lebih kental dari Vienna, dan lebih cair dari The Face Shop. Ya pas lah. Gak terlalu sulit untuk pengaplikasiannya.

HASIL

Okay girls. I'm so sorry, aku gak ada foto saat pengaplikasian, karena begini ceritanya...
Pertama aku pakai, aroma si maskernya kuat banget, menusuk hidung, dan bikin pusing. Setelah itu, waktu aku lepas maskernya, blackhead tetap ada, apalagi whitehead, jauh dari ekspektasiku. Jadi intinya, aku agak nyesal beli itu karena kemakan iklan di mana-mana. 

Selain ketidakampuhannya dalam mengangkat blackhead dan whitehead, yang bikin aku mundur untuk menggunakan ini adalah karena baunya sumpah bikin gak nahan. Jadi emang bener harus pinter-pinter beli produk, yang lagi booming belum tentu oke.

Biasanya di akhir review aku akan merangkum kelebihan dan kekurangan produk. Tapi untuk produk ini aku sama sekali gak nemu kelebihannya. So sorry :(

KESIMPULAN

- Kemasan terkesan produk abal/ murahan
- Bau kimia menyengat
- Tidak mengangkat whitehead maupun blackhead

Nilai :  1/5
Di mana belinya? Banyak di online shop
Harga : Kisaran 150.000

Beli lagi: Definetely NO. 

Saturday, 14 January 2017

Wajah Tirus dalam 5 Menit dengan City Color Contour Effects (A Review)

Badanku kurus, everybody knows that. Tapi pipiku enggak. Entah kenapa semua makanan yang kumakan Cuma sampai di pipi aja. Nah, kebetulan banget, karena sekarang contour dan highlight lagi ngehits di dunia permakeupan, kali ini aku mau coba pakai contour di wajahku. Apa benar bisa bikin tirus?

di foto ini aku belum pakai palettenya

Contour yang aku gunakan di sini adalah punyanya City Color yaitu Contour Effect Palette. Karena emang lagi ngehits, buanyaaak banget pilihan untuk produk contour.  Tadinya mupeng juga sih sama L.A Girl yang bener-bener booming itu, tapi ada beberapa pertimbangan yang bikin aku mundur untuk beli. Yang pertama dan yang terakhir adalah teksturnya. Tipe kulitku yang berminyak ini kurang cocok untuk dipakaikan produk yang teksturnya cream-cream, akan mudah menyebabkan jerawat. Jadi biar aman, akhirnya aku memutuskan beli City Color ini. Dan lagi, aku udah banyak cari review  tentang City Color ini dan kebanyakan reviewnya positif. Nah, apa aku juga akan memberikan kesan positif? Baca terus ya!

KEMASAN


Kemasannya seperti ini. Warnanya hitam berbahan dope. Dia bermagnet, jadi ngelocknya cukup ditempel saja. Untuk kemasannya kurang kuat menurutku. Jadi harus hati-hati kalau mau dibawa-bawa.

KANDUNGAN


Aku khilaf gak cek kandungannya sebelum beli. Ternyata ada mineral oilnya! Semoga gak kenapa-kenapa.

TEKSTUR

Teksturnya powder. Over powdery malah. Jadi bakal banyak serbuk-serbuk berterbangan kalau kamu pakai ini. Kadang highlighternya jadi ikut kotor kena serbuk contournya. Pokoknya saat memakai contour palette ini harus benar-benar apik deh! Tapi positifnya, teksturnya ini mudah diblend.

PIGMENTASI

Ini juara! Saat aku membuat review ini adalah pertama kalinya aku menggunakan contour! Setelah sekian lama baru kali ini aku sendiri yang mengaplikasikan contour. Biasanya aku gak pernah pakai sekalinya pakai yaa dipakaikan oleh orang lain. Aku gak tau kalau pigmentasinya bagus banget, jadi agak shock waktu pengaplikasiannya, muka ku jadi kaya cemong-cemong kotor.

Foto di bawah ini terlalu terang, aslinya warnanya pigmented baget.



Untuk bronzer dan highlighter, pigmentasinya juga lumayan oke. Untuk kalian yang ngerasa contournya terlalu kegelapan, bisa  yang bronzernya aja. Tapi untuk highlighternya, teksturnya kurang halus menurutku. Dia agak sedikit kasar :(

CARA PENGGUNAAN


Di dalam kemasannya pun terdapat cara penggunaannya. Di mana kita harus mengaplikasikan contour, bronzer, dan highlighter, karena itu akan sangat berpengaruh. Kalau kamu salah menggunakannya, hasilnya bakal aneh. Contohnya, kalau kamu pakai contournya terlalu panjang ke bawah, malah bisa bikin efek tua. Bukannya tirus cantik, tapi tirus yang kurang makan gitu loh.

HASIL


Di bawah ini adalah foto before after penggunaan. Kelihatan kan bedanya? Sebelumnya aku hanya make up biasa. Setelah memakai contour effects city color ini, aku merasa lebih tirus. Tapi emang aku mesti banyak belajar lagi agar hasilnya lebih natural, karena aku ngerasa yang di foto ini kurang natural. Malah jadi kelihatan aneh. Tapi itu bukan salah di city colornya, tapi di aku. Jadi penilaiannya tetap objektif kok. Aku suka palette ini!





Jadi, kesimpulannya

+ Harga terjangkau, 110.000 udah dapet contour, bronzer, dan highlighter. Such a great deal, kan?!
+ Sudah banyak online shop yang jual, jadi mudah mencarinya
+ Pigmentasi juara
+ Easy to blend

- Terlalu powdery, serbuknya berterbangan
- Mengandung mineral oil
- Kemasannya ringkih

Harga : 110.000 
Nilai : 3.5/5

Beli lagi? Karena aku jarang pakai contour kayanya sih engga. Tapi kalau ada brand lain yang oke, mungkin akan coba.

Gimana menurut kalian? Tertarik untuk nyoba? Atau kalian ada rekomendasi produk contour yang oke? Comment di bawah yaa! Thank you!
XOXO.

Shiny Straight Hair with Philips Kerashine Hair Straightener

Halo semuaa!
Biasanya aku review produk makeup atau skincare ya.
Nah sekarang aku mau share tentang alat pelurus rambut alias hair straightener, atau lebih kerennya lagi catokan.

Sebelumnya, saat rambutku panjang, aku jaraaaaang banget catok rambut, biasanya rambutku hanya aku gelung lalu setelahnya kuurai, jadinya jadi big curly hair gitu. Kalian bisa lihat tutorialnya DI SINI.

 Tapi semenjak rambutku pendek, dan tipe rambutku ini ngembang banget, jadi lebih butuh perthatian dibanding dengan saat rambutku panjang. Soalnya kalau gak dipakein apa-apa, ini rambut kaya singa, apalagi setelah keramas.

Nah setelah rambutku pendek, aku langsung cari catokan. Aku udah beberapa kali pakai catokan, yang terakhir kupakai adalah merknya Vidal Sassoon. Tapi karena rusak, jadi aku akhirnya memutuskan untuk beli yang baru. Tadinya pengen GHD atau glampalm, tapi... Hmmmm.... kalian pasti tau alasannya! Ya, selain mahal, akupun gak akan selamanya pakai catokan. Saat rambutku panjang nantipun aku bakal jarang banget pakai catokan.

Nah, setelah browsing sana sini, akhirnya pilihanku jatuh pada catokan ini, yaitu Philips Kerashine Hair Straigtener, Ini adalah salah satu produk dari seri Philips Kerashine, selain catokan, ada juga hair dryer dan Essential Care Air Hairstraightner.

Alasan aku beli ini adalah karena aku juga pernah pakai hair dryer dan catokan Philips, lalu aku suka sama hasilnya, dengan harga yang masih masuk akal, hasilnya tidak mengecewakan. Dan dia juga awet, gak gampang rusak. Selain itu, aku tergiur dengan embel-embel Kerashine dan ionnya, yang katanya bakal bikin lambut berkilau dan meminimalisir terjadinya kerusakan rambut. Pssst! Tapi tetep ya, gak ada catokan yang bakal bikin rambutmu tetap sehat!

Produk Philips ini bisa kamu beli di toko-toko Elektronik, ataupun di toko yang menjual peralatan salon. Harganya variatif tapi mungkin kisaran 400.000 - 600.000, tergantung di mana belinya.

Untuk hasilnya sih aku puas, dia cepet ngelurusinnya. Biasanya rambut aku ini agak sulit dilurusin dan butuh sampai 20 menitan untuk dicatok, tapi pakai ini hanya 8-9 menit juga udah rapi. 

Yang aku sayangkan dari produk ini adalah, kita gak bisa ngatur temperaturnya. Jadi hanya ada tombol on offnya, dan saat dinyalakan dia otomatis panas sendiri, dan panasnya kalau gak salah hingga 210 C. Padahal biasanya aku kalau pakai catokan pakai yang panasnya paling rendah, kasian rambutnya. oleh karena itu, untuk meminimalisir kerusakan rambut, penggunaan vitamin sebelum catokan adalah wajib hukumnya!

Penasaran sama catokan ini? Di sini aku cantumin video aku saat menggunakan Philips Kerashine Hair Straightener ini. Hope you like it!




XOXO