SNP Prep Cafferonic, Rawat Kulit dengan Ekstrak Biji Kopi Arabika dan 5 Jenis Hyaluronic Acid

Menggunakan ekstrak biji kopi sebagai salah satu kandungan skincare dan bodycare mungkin sudah biasa. Gak heran karena memang kopi punya banyak manfaat, gak cuma bagi kesehatan, tapi juga untuk kecantikan. Biji kopi kaya akan kandungan antioksidan alami yang bermanfaat bagi peremajaan kulit. Bubuk kopi juga dapat dimanfaatkan sebagai scrub kulit dalam mengangkat sel-sel kulit mati. Salah satu brand favorit saya, SNP, juga akhirnya melahirkan anak barunya, yaitu SNP Prep Cafferonic. Rangkaian SNP Prep Cafferonic ini terdiri dari 3 produk, yaitu SNP Prep Cafferonic Body Wash, SNP Prep Cafferonic Body Lotion, dan SNP Prep Cafferonic Body Scrub

 

Meskipun SNP bukan satu-satunya brand yang memiliki rangkaian perawatan berbasis kopi, tapi ada hal yang membuat saya tertarik dengan rangkaian SNP Prep Cafferonic ini. Kandungan utama dari Rangkaian SNP Prep Cafferonic bukan hanya biji kopi saja, tapi juga ada 5 jenis hyaluronic acid di dalamnya! Gak cuma 1 lho ini! Lima! Makanya, saya penasaran ingin tau, bagaimana sih rasanya merawat tubuh dengan biji kopi yang juga disertai 5 jenis hyaluronic acid? Yuk simak!

SNP Prep Cafferonic Body Wash (500 mL, IDR 180.000)

 

KLAIM : Body wash dengan kandungan Ekstrak Biji Kopi Arabika, 5 jenis Hyaluronic Acid, dan 3 jenis probiotik efektif untuk membersihkan tanpa menjadikan kulit terasa kering. SNP Prep Cafferonic Body Wash juga mampu untuk merawat dan menjadikan kulit terasa lebih lembut. Formulanya yang bebas sulfat cocok digunakan untuk kulit sensitif.

KANDUNGAN UTAMA :

  • Coffea Arabica Seed Extract 
  • 5 jenis Hyaluronic Acid 
  • 3 jenis probiotik

CARA PEMAKAIAN : Tuang sabun saat mandi, lalu usapkan ke seluruh tubuh, kemudian bilas hingga bersih 

KESAN PEMAKAIAN : 1x pump saja cukup untuk membersihkan seluruh tubuh. Tentu saja, saya selalu menggunakan shower puff, karena supaya irit, juga supaya busanya lebih keluar. Busa yang dihasilkan oleh SNP Prep Cafferonic Body Wash ini memang gak terlalu banyak, apalagi jika pemakaiannya tidak menggunakan shower puff. Bagi saya, ini justru hal yang bagus. Busa yang terlalu banyak pada produk sabun menandakan bahwa produk tersebut mengandung banyak SLS (Sodium Lauryl Sulfate), kandungan yang kurang baik untuk dipakai secara berlebihan karena dapat memicu kulit menjadi kering dan iritasi. Makanya, saya senang sekali ketika mendapati produk ini gak terlalu memberikan banyak busa, dan memang, setelah dibilas, kulit bukan hanya terasa bersih, tapi juga terasa lembap. 

 

Aroma dari SNP Prep Cafferonic Body Wash sangat lembut. Teksturnya gel dengan warna bening. Aroma kopinya dikombinasikan dengan aroma vanilla yang manis, pokoknya enak. Aromanya juga gak berlebihan, sangat lembut tapi tetap terasa segar.

SNP Prep Cafferonic Body Lotion (310 mL, 180.000)

KLAIM : Body lotion yang mengandung Ekstrak Biji Kopi Arabika, 5 jenis Hyaluronic Acid, 3 jenis probiotik, Shea Butter, dan Ceramide mampu membuat kulit lebih lembab, membantu menutrisi, dan menjaga kesehatan kulit. Formula hypoallergenic yang aman digunakan untuk seluruh tipe kulit, cepat meresap, dan tidak lengket. 


KANDUNGAN UTAMA :

  • Coffea Arabica Seed Extract 
  • 5 jenis Hyaluronic Acid 
  • 3 jenis probiotik 
  • Shea Butter
  • Ceramide NP

CARA PEMAKAIAN : Setelah mandi, tuang body lotion ke tangan lalu usapkan ke tubuh secara merata

KESAN PEMAKAIAN : Klaim yang dituliskan tadi, memang terbukti adanya. Pertama kali, saya sempat underestimate dengan teksturnya yang cenderung light. Meskipun tekstur ringan seperti ini membuat produk lebih cepat menyerap dan gak lengket, namun seringkali setelah terkena air, kulit menjadi licin dan gak nyaman. Tapi, hal tersebut gak terjadi pada produk ini. Produk ini cepat menyerap, tapi juga gak licin saat terkena air. Bagi saya, ini adalah poin penting yang harus dimiliki pada sebuah lotion.

 
Aroma kopinya sangat lembut, bukan tipe lotion yang kalau dipakai, seisi ruangan bisa jadi wangi. Tapi juga, bukan poin yang krusial karena sejatinya ini adalah lotion, bukan parfum. Kalau body washnya saja sudah membuat lembap sebegitunya, begitu saya bakai lotionnya, ditambah lagi lembapnya. Suka!

3. SNP Prep Cafferonic Body Scrub (180 mL, IDR 180.000)


KLAIM : Mild exfoliator yang mampu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kotoran pada tubuh dengan kandungan Serbuk Kopi Arabica dan Serbuk Cangkang Kenari. Kandungan 5 jenis hyaluronic acid dapat menjaga kelembapan kulit dan mencegah terjadinya iritasi.

KANDUNGAN UTAMA :

  • Coffea Arabica Seed Powder
  • 5 jenis Hyaluronic Acid 
  • Walnut Shell Powder

CARA PEMAKAIAN : Tuang secukupnya lalu gosok dengan lembut ke seluruh bagian tubuh kemudian bilas hingga bersih. Gunakan maksimal 3x seminggu.

KESAN PEMAKAIAN : Di antara 3 produk ini, menurut saya, aroma dari SNP Prep Cafferonic Body Scrub adalah yang paling tercium kopinya. Warnanyapun seperti kopi bercampur creamer betulan. Scrub dengan kemasan tube begini juga sangat mempermudah pemakaian. Saya sudah sering memakai scrub yang ada di kemasan jar, dan seringkali produknya jadi benyek-benyek karena saya harus mengambil langsung menggunakan tangan, yang terkadang tangan saya basah. Ukuran butiran scrubnya pas. Gak terlalu mikro, juga gak terlalu besar, sehingga kulit terasa bersih dan halus, tanpa membuatnya iritasi. 

Saya suka dengan teksturnya yang spreadable. Kebanyakan produk scrub atau lulur, mudah diaplikasikan hanya ketika tubuh sudah dibasahi air. Tapi untuk SNP Prep Cafferonic Body Scrub, meskipun tubuh belum dibasahi air, produknya tetap mudah diaplikasikan, gak seret, betul-betul seperti mentega rasanya. Saya punya tips untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menggunakan scrub. Jadi begini, gunakan pada saat tubuh kering, diamkan beberapa menit, lalu basahi tubuh sedikit demi sedikit sambil menggosok tubuh dengan gerakan memutar. Setelah semua bagian digosok, diamkan semenit, baru bilas. Saya sudah menerapkan teknik ini selama bertahun-tahun, dan saya rasa hasilnya jauh lebih baik daripada memakainya secara biasa-biasa saja. Alhasil, setelah menggunakan SNP Prep Cafferonic Body Scrub ini, kulit lebih halus, dan saya rasa lebih bersih. Saya yakin, untuk pemakaian yang teratur, hasilnya akan lebih baik lagi.

KESIMPULAN

Secara keseluruhan, saya bisa langsung menilai kalau SNP sangat memerhatikan kualitas kemasannya di seri Cafferonic ini. Dari mulai kemasan luar, hologram dan segel di setiap produk, informasi yang lengkap di setiap produknya, membuat SNP Prep Cafferonic ini terlihat ekslusif. Aroma dari ketiga produk ini, meskipun semuanya mengandung kopi, ada perbedaan sedikit, meskipun semua aroma kopinya lembut dan gak mengganggu, bahkan bagi saya yang bukan penikmat kopi, wanginya enak. 


Hal terakhir yang paling paling saya sukai dari ketiga produk ini adalah kelembapan yang diberikan tanpa membuat kulit menjadi lengket ataupun licin saat digunakan. Gak heran, produk ini menggunakan 5 jenis hyaluronic acid yang memang ditujukan untuk memberikan kelembapan bagi kulit. Jadi, tidak hanya bersih dan wangi, kulit tetap lembap dan sehat sepanjang hari.


Rangkaian SNP Prep Cafferonic ini hanya bisa kalian temukan di official storenya SNP di Tokopedia (exclusive launch), sementara untuk produk SNP lainnya, kalian bisa cek di Shopee, Lazada, Sociolla, dan iStyle. Kalian juga dapat follow akun resmi SNP Indonesia di Instagram , untuk mengetahui promo, produk baru, giveaway, dan informasi menarik lainnya! Selamat mencoba!

Grand Tropic Suites Hotel, Hotel Murah Mewah di Kawasan Jakarta Barat

Hai!
Saya padahal sudah janji untuk melanjutkan postingan sebelum ini, tentang review duo Avoskin Retinol, tapi mohon maaf harus saya seling dengan postingan yang ini. Ini darurat, urgen, perihal pemeliharaan ingatan. Saya mau sharing sekaligus review tentang hotel yang dijadikan menginap saya selama 3 hari di ibu kota, yang lumayan mengesankan. Harus saya tulis dan share secepatnya, mumpung saya masih ingat.
 

Nama hotelnya adalah Grand Tropic Suites Hotel. Terletak di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Bukan tanpa alasan saya memilih hotel tersebut. Saya memang sengaja mencari tempat menginap yang berada di kawasan Tanjung Duren, dekat dengan Jakarta Aquarium & Safari, salah satu destinasi yang saya tuju. Muncullah 2 opsi, yaitu hotel ini, dan yang lainnya adalah Hotel Pullman. Tentu saja, harga menjadi pertimbangan. Saya takjub begitu melihat biaya menginap di Grand Tropic Suites untuk kelas deluxe dengan luas kamar 74m² hanyalah 500 ribu saja, tanpa sarapan, tapi tetap saja masih terbilang murah! Bahkan untuk kelas bisnis dengan luas 48m² gak sampai 400 ribu! Hotel di Bandung dengan luas kamar yang 36 m² saja, biasanya gak kurang dari 600 ribu. Karena saya orangnya agak skeptis, sering parnoan, maka saya cari tau lebih banyak tentang hotel ini, takut siapa tau ada kisah di balik hotel ini, atau siapa tau pernah disebut sebut di jurnal risa. Tapi ternyata nggak. Yang saya dapatkan justru review-review yang positif. Hal-hal yang dikritisi hanyalah seputar pelayanan yang kurang cepat dikarenakan adanya pengurangan SDM. Maka dari itu, saya langsung booking hotel ini untuk 3 hari 2 malam di kelas deluxe. Kenapa saya pilih deluxe? Supaya lebih luas untuk area "aktif"nya Arsy dan karena ada 2 kamar, supaya saya dan Mas punya tempat untuk kencan malam :)

Setelah perjalanan Bandung-Jakarta yang cukup lengang, akhirnya saya sampai juga di Grand Tropic Suites Hotel. Bangunannya tampak sudah berumur, jadul, apalagi begitu masuk basement yang gelap, saya mulai parno lagi. Lampunya remang-remang, saya langsung merasa sedang ada di film Silent Hill. Ruangan depan lift basement pun bukan seperti hotel-hotel modern, saya mulai underestimate, sampai akhirnya pintu lift terbuka. Syukurlah, bagian dalam lift terlihat betul sudah direnovasi. 

Hotel ini besar, seperti apartemen karena banyak pilihan kamar dan kamarnya pun luar biasa luas-luas. Bahkan, ada penthouse juga yang luasnya mencapai 500m², menakjubkan! Tapi sayangnya, hotel sebesar ini memiliki lobby yang kecil dengan meja resepsionis yang hanya dijaga 2 orang. Mungkin, ini yang menjadi dasar dari kritik-kritik orang yang merasa pelayanannya lama. Kalau hotelnya besar dan kamarnya banyak, tamu yang datang juga gak akan sedikit, cukupkah hanya 2 orang yang bertugas melayani? Sepertinya ya akan repot juga. Selain itu, sandal hotel gak kita langsung dapatkan di kamar, kita harus memintanya sendiri. Ribet juga sih, harus bolak balik hanya perkara sendal.

 
Setelah selesai check in dan meninggalkan deposit di resepsionis, saya menuju ke lantai 15. Seperti yang saya duga, ternyata lorong-lorong kamarnya masih jadul juga. Tapi, begitu masuk kamar... wah, saya langsung gak nyesel buat ambil kamar di sini. Pertama, LUAS. Kedua, BERSIH. Ketiga, interiornya RAPI. Awalnya, saya agak-agak cemas karena ruangannya terlalu luas, banyak sekat, dan tempat-tempat tersembunyi, takut susah mengawasi Arsy, karena dia lagi senang sembunyi-sembunyi. Kamar tidurnya ada 2, 1 kamar dengan kasur size queen, 1 kamar lagi berisi kasur size single. Kamarnya cukup, gak bisa dibilang luas, tapi ya gak sempit-sempit amat. Apalagi untuk kamar kedua, yang berisi kasur single, di dalamnya terdapat closet yang sering dipakai Arsy untuk bersembunyi.
 

 
 
 
Selain 2 kamar tidur, ada juga meja makan, livingroom, dan (bekas) kitchen set. Saya bilang bekas karena memang seharusnya ini menjadi kitchen set, namun tempat kompornya sudah ditutup sehingga ya gak bisa dipakai masak-masak. Kalaupun kitchen set ini masih berfungsi, saya cukup yakin bakal terlalu malas untuk masak sendiri. Livingroom menjadi areaa utama tempat saya sekeluarga bercengkrama. Tempatnya luas dan dilengkapi TV. Jadi, saya bisa bersantai sambil menonton TV dan Arsy bermain susun balok di lantai.
 
 

 
Kamar mandinya bersih, toiletries sudah disediakan dengan lengkap. Gak ada masalah kalau saja saya gak punya balita. Saya gak ada masalah dengan toilet jongkok ataupun duduk, selama semprotannya ada. Saya paling kesal dengan jenis toilet yang tidak dilengkapi dengan semprotan terpisah. Saya juga bingung sih, rata-rata toilet sekarang diganti dengan toilet yang semprotannya otomatis keluar dari bawah (maaf, saya gak ngerti nama jenis toiletnya). Mungkin maksudnya supaya lebih praktis dan menjaga toilet agar tetap kering, Tapi kan, sulit untuk balita yang masih memakai pampers dan masih dicebokin. Aduh, saya bingung jelasinnya, intinya sih saya kesulitan tiap kali harus membersihkan Arsy setiap habis pup.

 
Selain bersantai di livingroom, saya juga bisa mengajak Arsy jalan-jalan ke lobby. Kolam ikannya besar, bagus, dan terawat. Bahkan, ada kura-kura juga! Cukup menjadi hiburan bagi anak-anak seusia Arsy. Lalu, setelahnya, kami juga berenang di kolam renang yang ada dekat lobby. Kolam renangnya dibagi 2, ada kolam anak, ada juga kolam dewasa yang dilengkapi dengan air terjun buatan. Saya bisa bilang menghabiskan 2 malam di Hotel Grand Tropic Suites adalah keputusan yang tepat. Lain kali, kalau saya ada kesempatan untuk ke Jakarta Barat lagi, mungkin saya akan kembali ke sini. Terima kasih, Grand Tropic Suites!

REVIEW : Avoskin Miraculous Retinol Toner, Retinol Untuk Kulit Sensitif

Avoskin bukanlah brand yang terlalu asing untuk didengar, bahkan banyak yang berpendapat bahwa Avoskin justru salah satu brand lokal yang sukses mengeluarkan produk-produk skincarenya. Bahkan, PHTEnya pun mendapatkan pernghargaan di female daily awards 2020. Sebetulnya, saya juga sempat mencoba produk yang disebut-sebut sebagai dupenya SK II itu, tapi sayangnya, emang bukan jodohnya kulit saya yang banyak maunya ini.

Setelah itu, saya gak terlalu penasaran lagi dengan produk-produk yang dikeluarkan oleh Avoskin. Bukan karena jelek, tapi saya menduga kalau ya.. memang gak cocok aja di kulit saya. Namun, begitu ia mengeluarkan produk baru, seri retinolnya, yang mana saya adalah fans berat retinol, saya mulai kembali lirik-lirik, penasaran, dan membaca serta menonton lebih banyak review tentangnya, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya.

Avoskin Retinol series ini terdiri dari 3 produk, toner, ampoule, dan eye creamnya. Saya beli 2 di antaranya, yaitu toner dan ampoule. Eye creamnya gak saya coba karena stok eye cream di rumah masih ada, dan saya sedang dalam fase gak suka numpuk-numpuk produk yang punya fungsi sama. Tadinya, saya mau langsung menggunakan keduanya, tapi karena saya ingin tau performa masing-masing produk, maka saya gunakan tonernya terlebih dulu, baru seminggu kemudian saya gunakan berbarengan dengan ampoule nya, supaya saya bisa mendapatkan kesimpulan yang akurat untuk 2 produk ini. Maka dari itu, saya pun akan mereviewnya secara terpisah. Artikel kali ini, saya khususkan untuk membahas tonernya, Avoskin Miraculous Retinol Toner.
 
Avoskin Miraculous Retinol Toner

KEMASAN
 
Saya gak ada masalah dengan kemasan Avoskin. Dari mulai botol, box, bahkan, saya suka dengan design kemasannya yang minimalis namun informatif. 
 
Avoskin Miraculous Retinol Toner
 
Hanya 1 masalahnya, rangkaian Avoskin retinol ini sangat mirip pek ketiplek dengan rangkaian refiningnya. Menurut saya ini cukup menjadi masalah bagi orang awam yang gak begitu mengikuti Avoskin dan produk-produknya. Sangat gak menutup kemungkinan terjadi kekeliruan pada saat memesan produk, apalagi bagi orang-orang yang mengidentifikasi produk melalui warnanya. Seperti saya yang biasa menyebut rangkaian Olay Retinol dengan sebutan Olay yang ungu, karena saya gak selalu mengingat nama produk secara lengkap. Ini masih menjadi pertanyaan sih, dari sekian banyak warna, mengapa Avoskin bersikeras memakai warna yang sama?
 
KANDUNGAN
 
Avoskin Miraculous Retinol Toner
 
Water, Propylene Glycol, Niacinamide, Glycerin, Polysorbate 20, Phenoxyethanol, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Polyglyceryl-2 Stearate, Caprylic/Capric Triglyceride, Glyceryl Stearate, Stearyl Alcohol, Camellia Sinensis (Green Tea) Leaf Extract, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Polyglutamic Acid, Tetrasodium EDTA, Retinol, Hydrogenated Lecithin, Ethylhexylglycerin, Cholesterol, Xanthan Gum, Tocopheryl Acetate, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, BHT, Punica Granatum (Pomegranate) Fruit Extract, Butylene Glycol, Phaseolus Radiatus Seed Extract, BHA, Avena Sativa (Oat) Meal Extract, Palmitoyl Hexapeptide-12

KLAIM
 
Avoskin Miraculous Retinol Toner memiliki ingredients terbaik sebagai perawatan kulit anti aging. Perpaduan kandungan Niacinamide, Retinol, Peptide, yang diperkaya dengan ekstrak buah pomegranate akan bekerja secara efektif untuk mengatasi garis halus, meratakan tekstur kulit, dan mencerahkan kulit. Selain itu, produk ini juga berfungsi untuk memaksimalkan proses regenerasi sel kulit serta meningkatkan produksi kolagen secara alami.
 
Avoskin Miraculous Retinol Toner
 
Toner ini bebas fragrance dan mengandung 1% Actosome Retinol yaitu sekitar 0,03% Active Retinol, 0,1% Hexapeptide, sehingga cocok untuk kulit yang sensitif.
 
CARA PEMAKAIAN
  1. Tuang secukupnya produk Miraculous Retinol Toner pada telapak tangan setelah membersihkan kulit wajah. 
  2. Usap dari area tengah wajah ke arah luar dengan gerakan ke atas dan biarkan menyerap. 
  3. Bilas keesokan harinya, dan jangan lupa gunakan sunscreen favoritmu.

Tips: Jika muncul kemerahan atau iritasi, kurangi frekuensi penggunaan.

HASIL PEMAKAIAN

Sebetulnya, dalam pemakaian semalam saja, saya sudah bisa sedikit menyimpulkan performa dari produk ini. Tapi, lagi-lagi, saya ingin lebih akurat, jadi saya menunggu kurang lebih seminggu. Setiap malam, saya aplikasikan 4 tetes toner ini untuk seluruh wajah dan leher, ini sudah lebih dari cukup. Yang menarik dari toner ini adalah teksturnya. Meskipun namanya toner, tapi teksturnya sedikit lebih kental dari toner pada umumnya. Meskipun begitu, toner ini mudah sekali menyerap, meninggalkan kesan lengket sesaat yang kemudian hilang dan berganti menjadi sensasi lembap dan plumpy. Mudah-mudahan kalian paham dengan apa yang saya maksud ya!
 
Avoskin Miraculous Retinol Toner
 
Ada yang unik dari aroma Avoskin Miraculous Retinol Toner. Meskipun fragrance free-dan memang saat dicium dari botolnya pun tidak ada aroma apapun-, namun begitu diaplikasikan, saya bisa mencium aroma yang jika dideskripsikan mungkin bisa dibilang aroma-aroma asam. Tapi tenang, aroma ini akan menghilang dengan cepat pada saat produknya sudah menyerap ke dalam kulit.
 
Pagi hari setelah pemakaian Avoskin Miraculous Retinol Toner, kulit terasa lebih bersih. Padahal baru sekali pemakaian, tekstur kulitpun menjadi super haluuus. Biasanya, produk-produk yang mengandung retinol, meskipun membuat kulit menjadi lebih bersih, kadang membuat kulit menjadi lebih kering. Namun, produk ini tidak. Justru sebaliknya, saya merasa kulit tetap lembap dan kenyal. Setelah 2 minggu pemakaian, sama sekali gak ada reaksi negatif yang saya rasakan, alhamdulillah, artinya produk ini cocok di kulit acne prone dan sensitif saya. Mungkin ya itu tadi, kandungan retinol pada Avoskin Miraculous Retinol Toner ini bukan retinol biasa, sehingga untuk kulit sensitif.
 
Ada satu hal yang agak bikin saya bingung, saya mendapatkan manfaat lain di luar yang diklaim oleh produk ini, yaitu tentang whitehead di kedua pipi saya yang tiba-tiba jauh berkurang. Berkurangnya komedo di pipi ini juga membuat pori-pori di pipi saya menjadi bersih dan menjadi terlihat kecil. Ajaib memang, saya juga bingung, tapi ya tentu gak akan komplain juga. Maka dari itu, saya jadi optimis, sepertinya pemakaian dalam jangka waktu lama yang juga dilengkapi dengan Avoskin Miraculous Retinol Ampoule sepertinya akan memberikan hasil yang menakjubkan di kulit saya.
 
KESIMPULAN

+ Tekstur tonernya enak
+ Gak ada aroma yang mengganggu
+ Kandungan retinolnya aman untuk kulit sensitif
+ Membuat kulit lebih bersih
+ Komedo jauh berkurang, pori-pori terlihat lebih bersih
- Kemasannya mirip dengan seri refining
 
Harga : 169.000/ 100 ml
Nilai : 5/5

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement

REVIEW : Azalea Deep Hydration Rose Water, Bukan Sekedar Air Mawar Biasa

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang punya manfaat. Lalu, bagaimana dengan skincare? Bagi saya juga, sebaik-baiknya skincare adalah yang punya banyak manfaat, dan halal, juga murah (banyak maunya memang!). Terdengar mustahil, tapi ternyata banyak kok produk semacam itu yang saya temukan, termasuk yang akan saya ulas kali ini, produk terbaru dari Azalea. Sebelum saya mengulas tentang produknya, kalian pasti sudah pernah dengar brand Azalea kan? Brand yang dikenal dengan produk-produknya, gak hanya di perawatan badan dan rambut tapi kini semakin berkembang di area perawatan wajah, dan tentunya halal! Ini bukan kali pertama saya mencoba produk Azalea, produk-produk haircarenya masih menjadi favorit saya karena membuat rambut saya tetap wangi dan segar meskipun tertutup hijab. Makanya, ketika saya tahu bahwa Azalea mengeluarkan produk baru, saya langsung penasaran!

Review Azalea Deep Hydration Rose Water

Nah, produk terbaru yang mereka keluarkan kali ini, adalah sesuatu yang mengandung mawar. Hmm, langsung ketebak gak sih? Haha. Iya, Rose Water! Nama anak barunya Azalea ini adalah AZALEA DEEP HYDRATION ROSE WATER.

KEMASAN 

Dikemas dalam botol plastik dengan design ala Azalea, warna cerah dengan gambar wanita berhijab, yang secara gak langsung sudah menunjukkan kalau produk-produknya halal. Botolnya sendiri terbuat dari plastik yang aman untuk dibawa berpergian, dan berukuran 75 ml. Tutup botolnya bermodelkan flip top yang kokoh sehingga rasanya gak mungkin produknya akan tumpah saat dibawa berpergian.

Review Azalea Deep Hydration Rose Water

KLAIM   

Review Azalea Deep Hydration Rose Water

  • Mengandung ekstrak bunga mawar asli, zaitun oil, allantoin, dan niacinamide yang berfungsi untuk menyejukkan, melembapkan, dan mencerahkan kulit wajah. 
  • Dapat digunakan sebagai campuran masker dan cairan untuk sheet mask
  • Cepat menyerap, sehingga nyaman untuk digunakan
  • Cocok untuk kulit sensitif 

Selain itu, Azalea Deep Hydration Rose Water juga no alcohol, no paraben, no fragrance, halal, dan sudah BPOM.

CARA PEMAKAIAN

  1. Teteskan ke kapas, aplikasikan ke wajah secara merata
  2. Aplikasikan perlahan ke arah atas untuk penyerapan yang lebih maksimal
  3. Gunakan rutin setiap pagi dan malam hari (ketika skincare-an)

REVIEW 

Azalea Deep Hydration Rose Water. Jika dibaca sekilas, kita mungkin hanya memahami bahwa  produk ini hanya menitikberatkan pada fungsi melembapkan secara maksimal saja, padahal ternyata kandungannya yang beragam punya fungsi yang juga beragam. Kandungan utamanya sudah jelas, ekstrak bunga mawar asli. Dari dulu, bunga mawar ini sudah dikenal memiliki manfaat untuk kulit wajah. Dengan kandungan vitamin E, vitamin K, vitamin B, zat tanin, geraniol, nerol dan flavanoid, bunga mawar dipercaya mampu membuat kulit lebih sehat, cerah, dan lembap. Makanya, gak heran kalau produsen skincare berbondong-bondong membuat produk skincare berbasis bunga mawar.

Hebatnya, meskipun judulnya rose water, Azalea Deep Hydration Rose Water ini gak hanya mengandalkan bunga mawar saja, tapi juga zaitun oil, allantoin, dan niacinamide. Bagi kalian pengguna skincare, mungkin sudah familiar dan paham mengenai zaitun oil dan niacinamide, berikut dengan manfaatnya. Tapi untuk allantoin, saya juga baru pertama kali dengar. Naah.. setelah membaca beberapa artikel, akhirnya saya paham mengapa Azalea memasukkannya ke dalam produk terbarunya. Dikuti dari fimela.com, kandungan allantoin ini bersifat anti-inflamasi dan mampu menghidrasi kulit dengan baik. Bahkan allantoin mampu melindungi kulit dan bisa memperbaiki luka ringan. Allantoin juga mempunyai sifat antioksidan yang tinggi, dan bisa bekerja sebagai bahan exfoliant, serta merangsang pertumbuhan kolagen pada kulit. Sungguh manfaat yang luar biasa kan? 

Review Azalea Deep Hydration Rose Water

Tekstur dari produk ini sangat cair. Bahkan rasanya ya seperti air putih biasa, namun memiliki aroma saat dicium. Aromanya khas bunga mawar, lembut, dan gak mengganggu bahkan buat saya yang sensitif terhadap wewangian pada skincare. Ada beberapa cara dalam menggunakan Azalea Deep Hydration Rose Water. Saya biasanya menggunakan rose water ini sebagai campuran masker bubuk, efeknya masker terasa lebih dingin dan adem saat diaplikasikan di wajah. Selain itu, terkadang saya menyelipkannya dalam urutan rutinitas skincare, yaitu setelah melakukan double cleansing. Ada sensasi nyesss adem dan segar begitu mengusap wajah menggunakan kapas yang sudah dituangi oleh Azalea Deep Hydration Rose Water ini. Saya juga yakin betul bahwa produk ini membuat kulit wajah saya lebih rileks dan bersih, sehingga saya merasa kalau penyerapan skincare lainnya menjadi lebih optimal.

Ada 1 lagi hal menyenangkan tentang produk ini. Dengan sebegitu banyaknya deretan manfaat yang didapat dari kandungan-kandungan yang sudah saya jelaskan tadi, Azalea Deep Hydration Rose Water ini bisa kalian dapatkan di supermarket terdekat di kota kalian dengan harga kisaran 9.000 saja, gak lebih mahal dari semangkok bakso di rumah saya! Hayooo, pilih makan bakso atau punya kulit wajah yang sehat? Pasti kalian jawab dua-duanya deh ah! Sama kayak saya.

5 Love Language, Belajar Memahami Bahasa Cinta Pasangan

Saya ingat betul, betapa dulu saya menyukai hal-hal yang romantis dalam segala hal, the real hopeless romantic. Maka, ketika saya punya pacar seorang penikmat puisi, yang juga penulis, rasanya menyenangkan. Mendapat surat dengan bait-bait cinta yang indah adalah definisi jatuh cinta yang sempurna. Tadinya saya pikir, kata-kata romantis ini adalah satu-satunya cara mengekspresikan cinta, tapi ternyata tidak seperti itu.
 
Pada akhirnya, saya menikah dengan suami. Selama pendekatan, saya sudah bisa menilai kalau laki-laki ini bukan laki-laki yang terbiasa dengan kata-kata manis. Gak bisa dibilang dingin, tapi jelas bukan seorang yang banyak berkata-kata. Ekspresinya gak mudah ditebak, kadang saya bingung, kapan dia marah, sedih, dan bahagia. Semuanya sama, seperti ekspresi Kristen Stewart waktu main film Twilight. Kadang, kalau saya sedang kesal, saya sebut ia tumpul emosi. Tapi, meskipun begitu, entah kenapa, saya tetap merasa diberikan cinta yang berlimpah olehnya. Mulai dari sinilah, akhirnya saya paham bahwasanya cinta itu dapat dikomunikasikan dalam bentuk yang berbeda-beda. Inilah yang disebut dengan bahasa cinta (love language).


Basically, love language ini adalah bahasa cinta (ya itu mah jelas dong). Gak, gak, jadi intinya love language ini merupakan bentuk "komunikasi" antar pasangan. Komunikasi di sini, gak hanya melulu soal kata-kata, ucapan cinta, puisi, dan yang lainnya. "What makes one person feel loved emotionally is not always the thing that makes another person feel loved emotionally", kutipan tersebut adalah dasar pemikiran Gary Chapman, bahwasanya tiap orang memiliki love language yang berbeda. Jadi, love language yang dijabarkan oleh Gary Chapman ini terdiri dari 5 jenis, yaitu Words of Affirmation, Act of Service, Physical Touch, Quality Time, dan Receiving Gift. Tujuan dari love language ini adalah untuk membuat love tank kita dan pasangan selalu penuh. Tentu saja, dengan love tank yang penuh, hubungan kita dan pasangan juga akan terasa lebih memuaskan.


Tiap orang pasti memiliki kelima bahasa cinta tersebut. Akan tetapi, pasti ada salah satu yang  primer, yang utama, yang paling mendominasi, yang menjadi tolak ukur bagi dirinya saat menyimpulkan perasaan seseorang padanya. Saya akan menjelaskan sedikit mengenai perbedaan antara tiap bahasa, mudah-mudahan mudah dimengerti ya, karena buku ini saya baca sudah beberapa tahun yang lalu. Artikel ini juga sebetulnya sudah ada di draft dari beberapa bulan yang lalu tapi gak pernah terselesaikan. Thank God, kolaborasi Bandung Hijab Blogger bulan Agustus mengangkat tema ini, jadi saya punya penyemangat untuk menyelesaikannya.

1. Words of Affirmation

Ini yang tadi saya bilang di awal, tentang betapa dahsyatnya efek kata-kata. "Kamu cantik banget", "rambut baru kamu bikin lebih fresh", "aku suka ide kamu, pintar!" mungkin terdengar cringe bagi sebagian orang. Tapi, bagi sebagian orang, mendapatkan apresiasi dan validasi atas pencapaian diri, rasanya sangat menyenangkan. 

WOA ini juga gak melulu tentang isi dari ucapan saja, tapi juga tentang cara penyampaiannya. Misalnya, suami saya memang jarang memuji dan berkata-kata, tapi sekali dia melakukannya, nada dan intonasinya lembut, adem rasanya.


2. Quality Time

Beberapa orang kadang salah mengartikan mengenai quality time. Hanya dengan berdua bersama dengan pasangan di waktu dan tempat yang sama, gak bisa disebut sebagai quality time. Quality time di sini adalah tentang lebih banyak mendengar satu sama lain, menjaga eye contact saat berbicara, tidak melakukan hal lain saat bersama dengan pasangan. 

Anyway, ini adalah fakta menarik, bahwa rata-rata setiap orang hanya bertahan selama 17 detik sebelum akhirnya menginterupsi lawan bicaranya. Yes as I said before, we need more listening.

3. Receiving Gift

Memberikan hadiah adalah bukan tentang seberapa besar rupiah yang kita keluarkan untuk membelikan pasangan sebuah benda, tapi ini semacam simbol bahwa kita sedang memikirkan dia saat melihat benda tersebut. Bagi seseorang yang primary love languagenya adalah menerima hadiah, harga dari hadiahnya sendiri bukan jadi masalah besar, kecuali kalau memang terlalu gak wajar jika dibandingkan dengan kemampuan pasangannya. Misalnya, kamu bekerja sebagai CEO top company, tapi saat pacarmu ulang tahun, kamu kasih dia jepit heartwarmer, ya gimana ya.

4. Act Of Service

Ini mungkin sering terjadi di kehidupan rumah tangga. Biasanya akan ada konflik istri yang komplain kalau suaminya gak ngapa-ngapain, tapi suaminya merasa kalau seharian dia merasa sudah melakukan berbagai macam hal.

Kesalahan yang seringkali terjadi adalah kita kerapkali melakukan banyak hal, yang kita kira demi kepentingan pasangan, padahal menurut pasangan, itu bukan hal yang penting dan mendesak. Akhirnya, pasangan kita gak menerima bentuk aksi kita sebagai wujud cinta.  

Di samping itu, meminta tolong dan menyuruh adalah dua hal yang berbeda dalam hal ini. Semua pasti tau, kita lebih senang dimintai tolong, dibanding disuruh-suruh. 

5. Physical Touch

Menurut saya, sentuhan fisik ini akan sangat mudah disalah artikan. Love language ini bisa mempererat atau malah menghancurkan hubungan. Oleh karenanya, consent adalah hal pertama yang perlu dipahami. Jangan pernah berpikiran bahwa sentuhan fisik yang kamu sukai, juga disukai oleh pasanganmu. Di sinilah pentingnya komunikasi verbal, sampaikan satu sama lain, apa yang disukai dan tidak disukai. 

Saya jadi ingat pertama kali suami saya menunjukkan cintanya melalui sentuhan fisik. Kala itu, kami berdua berjalan di pinggir jalan, melewati gerombolan laki-laki yang berjalan berlawanan arah dengan kami. Seketika itu, Si Mas langsung menukar posisinya sambil menggandeng tangan saya, dia menghalangi saya berdempetan dengan gerombolan itu. That was sweet, dan saya sering sampaikan juga pada si Mas, "thank you for the love", yang dijawab dengan gumaman "hmmmm.." seperti biasa. :))

Beberapa orang mungkin masih bingung dengan primary love language mereka. Bahkan terkadang saat mengikuti tesnya, hasilnya setara, gak ada yang menonjol. Gary Chapman juga mendapatkan pertanyaan-pertanyaan serupa dari pembacanya. Ada 3 hal yang beliau ungkapkan tentang cara mengetahui Bahasa Cinta utama kita, yaitu :

1. Perhatikan bagaimana caramu mengekspresikan cinta kepada orang lain. Kalau kamu seringkali memuji orang lain, menyemangatinya dengan kata-kata penuh cinta, maka Words of Affirmation adalah love language mu. Seperti yang berlaku pada saya dan si Mas. Mas seringkali menunjukkan cintanya melalui sentuhan fisik karena pada dasarnya, memang itu pula yang ia sukai.

2. Perhatikan apa yang sering kamu keluhkan pada pasangan, misalnya kamu seringkali mengeluh kalau kalian jarang menghabiskan waktu bersama, itu adalah indikasi bahwa love languagemu adalah Quality time (kalau kamu gak ingat apa yang sering kamu keluhkan, coba tanya pasanganmu. Biasanya mereka lebih ingat :p)

3. Perhatikan apa yang sering kamu minta pada pasangan. Seperti contoh sebelumnya, jika love language mu adalah Quality Time maka kemungkinan besar kamu akan sering meminta hal-hal yang berkaitan dengan menghabiskan waktu bersama-sama, misalnya "Gimana kalau kita liburan akhir minggu ini?"


Dari kelima love language itu, saya langsung bisa memahami apa primary love language saya dan si Mas. Saya, yang tadinya words of affirmation, kini entah kenapa lebih suka dengan physical touch. Sepertinya, ini karena pengaruh suami yang primary love languagenya physical touch juga. 

Memahami love language pasangan ini hukumnya wajib, menurut saya. Kita akan lebih paham bagaimana cara memperlakukan pasangan, sesuai dengan love languagenya. Banyak sekali orang merasa sudah mencintai pasangannya sedemikian rupa, tapi merasa kalau pasangannya gak mengapresiasinya. Ya gimana, orang yang love languagenya act of service lalu dikasih words of affirmation, yaaa gak masuk, yang ada dongkol "talk less, do more!" halam hati. Namanya juga bahasa, ibaratnya saya yang terbiasa berbahasa sunda, diajak ngomong Inggris, yes little little I can lah..

REVIEW : Fruitlab Fruit Toner Green Apple dan Fruit Sleeping Cream Blueberry, Kulit Cantik dengan Buah-Buahan

Kita semua pasti sudah paham betul, bahwa buah-buahan dan sayuran punya peranan penting dalam mempercantik kulit kita dari dalam. Deretan artikel mengenai buah-buahan yang wajib dikonsumsi demi mendapatkan kulit yang bersih dan bebas jerawat sudah pasti pernah kita baca. Tapi, pernah gak sih kalian denger, kalau buah-buahan juga dapat merawat kulit dari luar? Mungkin pernah ya, tentang bagaimana bahan-bahan alami dapat merawat kecantikan kulit. Lemon untuk mengobati jerawat, bengkoang untuk mencerahkan kulit, atau timun untuk mengatasi kantung mata. Dulu saya juga sering melakukan itu, memakai lemon untuk mengatasi jerawat, tapi sayangnya gak pernah cocok, jerawat saya malah semakin parah. 

Mungkin gak banyak yang tau, tapi belakangan, saya baru paham bahwa meskipun dikatakan "alami", tapi buah-buahan gak bisa begitu saja langsung diaplikasikan ke kulit wajah. Contohnya lemon. Banyak skincare yang menggunakan lemon sebagai bahan dasar utamanya, tapi bukan berarti lemon aman digunakan langsung ke wajah. Kandungan lemon pada skincare sudah diformulasikan secara khusus, konsentratnya sudah disesuaikan untuk penggunaan di kulit wajah. Sedangkan lemon yang langsung diambil di dapur memiliki pH di angka 2, yang berarti sangat rendah, sedangkan pH kulit kita secara alami ada di angka 4-5,5. Makanya, gak jarang terjadi iritasi, sensasi cekit-cekit dan terbakar ketika kita menggunakan lemon secara langsung ke wajah.


Luckily, FruitLab, brand lokal yang baru saja meluncurkan produk-produknya, sangat paham dengan kondisi-kondisi tersebut. Betapa banyak wanita-wanita yang ingin cantik secara alami, mati-matian menghindari produk skincare hanya karena takut mendengar kata-kata kimiawi. Padahal, seperti yang saya bilang tadi, buah-buahan dalam skincare justru melalui proses sedemikian rupa dengan tujuan agar dapat diterima oleh kulit kita. Fruitlab mengeluarkan beberapa produk, dan semuanya terinspirasi dari buah-buahan yang punya banyak manfaat bagi kulit. Saya sendiri, menggunakan 2 produk yang saya rasa sesuai dengan kondisi kulit saya, yaitu Green Apple Fruit Toner dan Blueberry Fruit Sleeping Cream

FRUITLAB GREEN APPLE FRUIT TONER

KEMASAN

Kemasan Fruitlab Fruit Toner Green Apple 
Kemasannya berupa botol ulir berukuran 100 ml. Botol ini juga dikemas daam box yang dilengkapi oleh informasi-informasi tentang produk di setiap sisinya. Gak ada masalah tentang kemasannya, hanya saja saya agak pegal membaca informasi mengenai manfaat dan cara pakainya. Terlalu panjang jika dijabarkan dalam bentuk paragraf. Saya pikir, kalau dibuatkan poin-poin angka akan lebih nyaman untuk dibaca.

KANDUNGAN
 
Kandungan Fruitlab Fruit Toner Green Apple

KLAIM

Fruitlab menghadirkan Fruit Toner yang terinspirasi dari buah Green Apple. Toner yang terbuat dari ekstrak Green Apple ini berfungsi untuk menyeimbangkan tingkat pH pada kulit wajah, mengurangi produksi sebum wajah, mencegah timbulnya komedo, mengeksfoliasi secara lembut kulit mati pada wajah sehingga membuat kulit wajah lebih bersih dan terhidrasi. 

CARA PAKAI

Gunakan setelah membersihkan wajah dengan facial wash, gunakan toner di pagi dan malam hari, tuangkan toner secukupnya ke kapas atau ke telapak tangan lalu diaplikasikan ke seluruh wajah, kemudian tepuk-tepuk wajah secara perlahan hingga toner menyerap dengan sempurna.

AROMA, TEKSTUR, WARNA

Tekstur Fruitlab Fruit Toner Green Apple 
Namanya saja sudah Fruit Toner Green Apple, wanginya ya wangi apel. Segar dan gak bikin pusing. Teksturnya super cair, terasa seperti air saja. Warnanya bening kehijauan, menyesuaikan nama produknya sendiri.

HASIL PEMAKAIAN

An apple a day keeps the doctor away… and the dermatologist too. Ini adalah semacam tagline yang saya ulang-ulang begitu merasakan manfaat dari Fruitlab Fruit Toner Green Apple. Seringkali orang menyepelekan manfaat toner bagi wajah, tapi buat saya toner adalah langkah awal dalam merawat kulit. Toner membuat pH kulit kita menjadi seimbang dan membuat kulit kita menyerap skincare selanjutnya secara optimal.

Review Fruitlab Fruit Toner Green Apple

Saya suka dengan tekstur toner yang seperti ini, pure cair dan gak meninggalkan kesan lengket. Wangi apelnya membuat kulit lebih segar dan memberikan efek menenangkan yang menyenangkan. Kulit terasa lebih adem, dingin. Saya masih ingat pertama kali mencoba toner ini saat puasa. Kurangnya asupan cairan membuat kulit wajah terasa kering dan kusam karena dehidrasi. Tapi begitu saya aplikasikan menggunakan tangan, ditepuk-tepuk, kulit terasa segar. Ya, saya sering mengaplikasian toner dengan menggunakan tangan. Rasanya gak rela kalau harus menyisakan tetesan toner di kapas.

Mungkin sebagian orang sangsi dengan manfaat toner, karena hasil yang diberikan gak signifikan. Tapi saya malah merasa sebaliknya. Saya malah merasa serum, moisturizer, dan skincare saya yang lainnya, lebih ampuh dan terlihat hasilnya ketika saya memakai toner ini. Betul kan seperti yang saya bilang, kalau toner punya fungsi untuk 'mempersiapkan" kult untuk dapat menerima nutrisi-nutrisi dari luar secara optimal.

Yang saya suka, meskipun toner ini cair seperti air, namun dia tetap memberikan kelembapan yang pas. Bukan lembap yang bikin kulit malah menjadi berminyak. Jadi kalau dilihat di cermin, seperti gak ada perbedaan signifikan, tapi kalau dipegang, terasa sekali kalau kulit lebih halus.

FRUITLAB FRUIT SLEEPING CREAM BLUEBERRY

KEMASAN

Kemasan Fruitlab Fruit Sleeping Cream Blueberry
Terbuat dari jar kaca yang aman dan kokoh, saya suka dengan kemasannya, apalagi ditambah dengan spatula sebagai aplikatornya, membuat pemakaian produk menjadi lebih higienis. Untuk kemasan boxnya, ga ada masalah. Saya suka dengan semua design kemasannya, pemilihan warnanya cute and bright. Menarik aja gitu dilihatnya, eye catching!

KANDUNGAN

Kandungan Fruitlab Fruit Sleeping Cream Blueberry

KLAIM   

Skin Revitalizing, berfungsi untuk meremajakan kulit dengan meningkatkan pembaharuan sel kulit dengan meningkatkan pembaharuan sel kulit dan merangang pembentukan kolagen, yang dapat menghaluskan dan mencerahkan kulit wajah. Terinspirasi dari buah blueberry yang kaya akan vitamin C, serat, dan mineral. FruitLab menghadirkan Fruit Sleeping Cream, Cream malam yang terbuat dari ekstrak buah blueberry yang dapat menutrisi, meregenerasi, memperbaiki, serta menjaga kelembapan dan keelastisan kulit wajah di malam hari, sehingga membuat kulit wajah tetap lembap, kencang, dan terhindar dari penuaan dini.

CARA PEMAKAIAN

Gunakan FruitLab Sleeping Cream setelah menggunakan toner dan serum. Aplikasikan produk ke bagian wajah dan leher yang sudah dibersihkan secara merata, kemudian pijat lembut agar krim menyerap dengan sempurna.

AROMA, TEKSTUR, DAN WARNA

Tekstur Fruitlab Fruit Sleeping Cream Blueberry
Wanginya lebih soft dibanding tonernya, segar dan lembut, tentu terasa aroma blueberry. Dengan warna ungu transparan, tekturnya seperti gel yang agak cair.

HASIL PEMAKAIAN

Kalau diperhatikan, saat membuka produknya, kalian akan melihat 2 lapisan yang terpisah. Saya sendiri kurang paham itu apa, namun saya jadi paham kenapa produk ini diberi spatula. Selain untuk menjaga kebersihan, juga untuk mencampur kedua lapisan tadi. Tenang, gak ada sensasi aneh kok. Saat tercampur, ya rasanya seperti gel cream biasa.

Review Fruitlab Fruit Sleeping Cream Blueberry


Fruit Sleeping Cream Blueberry ini saya pakai di malam hari, tepat setelah pemakaian toner. Meskipun teksturnya cair dan terasa ringan sekali, tapi saat diaplikasikan rasanya lembap banget. Tapi ingat, lembapnya bukan yang bikin lengket. Senangnya lagi, dengan takaran sebesar 1 biji jagung saja mampu menjamah seluruh wajah dan juga leher. Ini takaran yang pas menurut saya, karena terlalu banyakpun rasanya gak nyaman untuk dibawa tidur. 

Saya bisa merasakan efektifitas produknya dari mulai hari pertama setelah pemakaian. Setelah bangun tidur, terasa betul kalau kulit saya lebih halus, plumpy, dan kenyel-kenyel. Ngerti gak sih, maksudnya? Pokoknya, kulit lebih terhidrasi.

Pengalaman yang menarik juga saya rasakan waktu saya sedang puasa. Setiap kali saya puasa, saya gak pernah banyak berharap dengan kondisi kulit. Kering dan kusam sudah biasa terjadi. Tapi sepertinya, pemakaian Fruit Sleeping Cream Blueberry ini secara rutin mampu mempertahankan kelembapan kulit, termasuk ketika saya kekurangan cairan saat puasa. Kulit tetap terasa lembap dan kenyal, dipegangpun masih terasa halus, gak bersisik seperti yang biasa terjadi.

Kandungan blueberry emang cocok banget untuk produk-produk yang punya tujuan anti aging. Buah yang memiliki andungan antioksidan tinggi ini akan membantu melawan senyawa radikal bebas dalam tubuh sehingga bermanfaat dalam mencegah penuaan dini. Meskipun saya sendiri sadar kalau usia saya memang tak lagi muda, tapi berusaha untuk memperlambat proses penuaan pada wajah kan gak ada salahnya!

KESIMPULAN

+ Design produknya fresh dan eye catching
+ Mengandung buah-buahan yang memiliki banyak manfaat
+ Tonernya memiliki tekstur yang cair dan mudah menyerap, membuat kulit lembap, dan segar.
+ Sleeping creamnya memiliki tekstur yang ringan dan mudah menyerap, membuat kulit lembap dan kenyal, menghidrasi kulit dengan baik, gak bikin kulit berminyak.
+ Saya menggunakan produk ini saat puasa, dan sukses membuat kulit saya tetap lembap sepanjang hari

Wajah Bebas Jerawat, Begini 6 Cara Mengatasi Wajah Berminyak!

Memiliki kulit wajah berminyak memang seringkali membuat seseorang menjadi tidak percaya diri. Meski produksi minyak alami atau sebum sendiri sejatinya punya manfaat untuk melembabkan kulit. Namun, produksi yang berlebihan justru dapat memicu timbulnya jerawat dan membuat wajah tampak mengkilap. Oleh sebab itu, yuk kenali cara mengatasi wajah berminyak berikut ini!

Mengatasi Kulit Berminyak

1. Rutin Membersihkan Kulit Wajah

Guna menjaga agar produksi sebum terkendali dengan baik, maka kamu perlu rajin membersihkan kulit wajah setiap harinya. Disarankan untuk mencuci wajah maksimal 2 kali dalam sehari, yakni di pagi hari serta malam hari atau bisa juga setelah berolahraga dan ketika wajah terasa sedang berkeringat banyak.

Untuk jenis kulit berminyak sendiri, sabun cuci muka yang baik digunakan adalah dengan kandungan asam salisilat atau benzoil peroksida karena kandungannya tergolong lembut. Dalam hal ini, hindari penggunaan sabun cuci muka yang mengandung alkohol maupun wewangian, karena berisiko menyebabkan kulit iritasi, dan malah membuat kulit jadi lebih banyak memproduksi sebum. Namun penting untuk diingat, cara mengatasi wajah berminyak setelah mencuci muka harus dikeringkan dengan benar dan lembut, karena banyak sekali orang yang mengeringkan wajah dengan cara menggosoknya menggunakan gerakan menarik, bahkan handuk yang digunakan berbahan kasar, padahal ini bisa memicu kulit untuk kembali memproduksi lebih banyak sebum.

2. Mengaplikasikan Toner

Kelebihan minyak dapat menyumbat pori-pori kulit dan membuat timbulnya jerawat. Untuk itu, pengaplikasian toner penting untuk dilakukan. Toner dengan kandungan salicylic acid dan glycolic acid, dapat membantu mengurangi kelebihan minyak dan mengikis kotoran yang menempel di wajah, bahkan kandungan ini juga sekaligus membuat tekstur kulit wajah menjadi lebih baik. Kendati demikian, penggunaan toner juga sebaiknya jangan berlebihan jika tidak ingin membuat wajah menjadi kering, terlebih jika tipe kulit kamu ternyata adalah jenis kombinasi. 

Untuk itu, sebaiknya aplikasikan toner di area T zone atau pada bagian dagu, hidung, dan dahi yang mana produksi minyak biasanya lebih banyak di area ini. Kamu bisa mendapatkan berbagai produk skincare dan perawatan wajah lainnya melalui Ecommerce kecantikan lokal yakni Beauty Haul.

3. Oleskan Pelembab

Cara mengatasi wajah berminyak ternyata tetap membutuhkan pelembab. Hal ini biasanya membuat orang salah kaprah, karena sebagian besar orang mengira bahwa penggunaan pelembab akan membuat kulit tambah berminyak sehingga bisa menimbulkan jerawat. Namun, kulit berminyak pun butuh pelembab agar tetap terhidrasi dan mengurangi dampak penuaan dini. Agar tidak membuat wajah mengkilap, pilihlah pelembab yang berbahan dasar air alih-alih cream. 

Produk yang berlabel oil free juga bisa mencegah pori-pori tersumbat karena banyaknya produksi minyak. Kamu juga bisa memilih produk pelembab berupa gel lidah buaya, karena kandungan gel lidah buaya diyakini baik untuk mengobati jerawat pada kulit wajah berminyak. 

4. Melakukan Eksfoliasi

Melakukan eksfoliasi secara rutin dapat membantu mengangkat sel sel kulit mati di wajah sehingga penting untuk dilakukan pemilik kulit berminyak, karena sel sel kulit mati ini bisa menyebabkan pori pori tersumbat dan memicu timbulnya jerawat. Apalagi, eksfoliasi juga dapat mengecilkan dan menyamarkan pori pori, sehingga wajah akan lebih sulit terpapar radikal bebas.

Akan tetapi, pastikan kamu tidak melakukan eksfoliasi setiap hari sebagai cara mengatasi wajah berminyak. Karena eksfoliasi kulit ini adalah mengangkat sel sel kulit mati yang ada pada lapisan terluar kulit. Dengan kata lain, kulit kamu bisa bertambah tipis apabila dilakukan terlalu sering. Oleh karena itu, penggunaan produk eksfoliasi juga tidak boleh berlebihan.

5. Rutin Memakai Masker Wajah

Rutin menggunakan masker wajah bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kulit wajah sehat. Bagi kulit yang berminyak, produk seperti clay mask atau mud mask merupakan produk yang dinilai paling manjur, karena masker ini mengandung mineral seperti bentonite dan smectite, yang bisa mengangkat minyak berlebih pada wajah. Namun, sama halnya dengan eksfoliasi kulit, aplikasi masker wajah seperti clay mask atau mud mask juga tidak boleh setiap hari. 

Sebaiknya gunakan masker seminggu sekali agar wajah terlihat kurang mengkilap tanpa membuatnya iritasi. Lalu jangan lupa untuk mengoleskan pelembab setelahnya, agar kulit wajah tetap terhidrasi dengan baik.

6. Gunakan Kosmetik Khusus Kulit Berminyak

Tidak hanya terkait produk skincare saja, cara mengatasi wajah berminyak juga harus memperhatikan produk kosmetik yang digunakan. Pasalnya untuk para wanita, kosmetik merupakan produk sehari hari yang digunakan ketika beraktivitas di luar rumah. Ternyata pemilihan kosmetik pun tidak boleh sembarangan, dan harus memperhatikan kondisi kulit wajah.

Dalam hal ini, sebaiknya gunakan kosmetik yang water based dan memiliki label oil free agar hasil penggunaannya menjadi matte di wajah. Selain itu, kamu juga bisa mencari berbagai produk kecantikan yang memiliki kandungan L-carnitine, teh hijau, niacinamide, atau ekstrak licorice yang dikenal mampu mengontrol minyak berlebih. Disarankan juga untuk menggunakan skincare untuk kulit berminyak agar kulit bisa kembali normal. 

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kulit wajah berminyak. Di samping itu, kamu juga dapat menerapkan pola hidup sehat dan menjaga pikiran agar terhindar dari stress, sebab makanan yang dikonsumsi hingga stress termasuk sebagai salah satu faktor pemicu jerawat dan membuat kulit memproduksi sebum lebih banyak.



REVIEW : Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution, Atasi Komedo Tanpa Facial

Lagi-lagi saya menulis tentang komedo dan jerawat. Ya, gimana nggak, kalau permasalahan kulit saya sendiri seputar itu. Jadi rasanya, saat menemukan satu produk baru yang katanya mampu mengatasi permasalahan-permasalahan itu, saya langsung tertarik. Salah satunya ya ini, produk yang dikeluarkan oleh Somethinc. Ngomongin Somethinc, saya antara salut dan keblinger sama produk-produk mereka, buanyaaaaakkk banget. Tiap mau beli produknya, kadang ujung-ujungnya lupa mau beli apa, karena saking banyaknya. But ya, akhirnya saya penasaran ingin coba produk ini, yang katanya mampu membersihkan pori-pori yang tersumbat, yaitu Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution.
 
Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution

Membersihkan pori-pori tersumbat memang selalu dikaitkan dengan facial sebagai satu satunya solusi yang paling tepat. Namun, saya, yang toleransi akan rasa sakitnya sangat-sangat rendah, mendengar facial seperti mendengar siksa romusha. Gak, gak, gak. Makanya, kalau ada solusi untuk membersihkan pori tanpa harus pencet-pencet muka, akan saya coba! AHA BHA PHA ini kan memang dimanfaatkan sebagai eksfoliator bagi kulit. Bahan-bahan ini bekerja dengan mengangkat kotoran pada kulit termasuk komedo, serta mengelupaskan sel kulit mati sehingga kulit tampak lebih cerah. Makanya, mari kita coba!

KEMASAN

Kemasan Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution

Dikemas dalam botol kaca dengan aplikator pipet, seperti produk-produk skincare Somethinc pada umumnya. Gak dikemas dalam box apapun, hanya dilapisi dengan plastik mika. Minimalis, namun informasi tentang produknya tetap tersampaikan pada botol kemasannya.

KLAIM

Kandungan Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution

Membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat, mengangkat sel kulit mati, membantu mencerahkan kulit, dan menjaga kelembapan level kulit.

CARA PEMAKAIAN

  1. JANGAN DIGUNAKAN PADA KULIT YANG BASAH.
  2. Cuci muka dan tunggu hingga kulit mengering. 
  3. Gunakan pipet untuk mengaplikasikan 5-10 tetes ke area wajah dan leher, hindari area mata.
  4. Tunggu selama kurang lebih 10 menit (maksimal)
  5. Basuh dengan air hangat hingga bersih.
  6. Dapat digunakan 2x/ minggu.

KANDUNGAN

AHA 3% BHA 1% PHA 2%, Aqua, Glycerin, Niacinamide, Lactobionic Acid, Salicylic Acid, Glycolic acid, Lactic Acid, Citric Acid, Hydroxyethylcellulose, Daucus Carota Leaf Extract, Hibiscus Sabdariffa extract, Triethanolamine, Panthenol, Sodium Hyaluronate, Phenoxyethanol.

WARNA, TEKSTUR, DAN AROMA

Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution 
Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution ini memiliki tekstur yang sangat cair, betul-betul seperti air, hanya saja berwarna merah. Ada aroma asam yang samar, namun gak terlalu mengganggu.

HASIL PEMAKAIAN

Pertama kali saya mencoba Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution ini mungkin sekitar 2 bulan yang lalu. Saran penggunaannya adalh 2x/ minggu. Tapi, namanya ibu-ibu rempong, kadang ingat kadang nggak. Tapi meskipun begitu, saya masih bisa menilai bagaimana efek dari penggunaan Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution ini, karena hasilnya memang bisa dilihat bahkan hanya dalam 1x pemakaian.

Review Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution

Biasanya saya menggunakan Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution ini setelah membersihkan wajah dengan menggunakan cleansing oil. Saya biasanya cukup menggunakan 5 tetes untuk diaplikasikan ke seluruh wajah dan juga leher. Ada sensasi cekit-cekit dan sedikit gatal di kulit saya yang sensitif, tapi gak mengganggu dan gak berlangsung lama. Setelah 10 menit, saya bilas wajah dengan menggunakan air hangat. Setelahnya, baru saya cuci muka kembali menggunakan facial wash.

Hasilnya? Kulit wajah terlihat lebih cerah dan halus, pori-pori lebih bersih, dan minyak di wajah lebih terkontrol. Kalau untuk komedo yang super dalam seperti yang terjadi pada kulit saya sih gak terlalu berpengaruh. Tapi seenggaknya, permukaan kulit yang berkomedo terasa lebih halus, tidak kasar gradakan. Hasil yang lebih baik lagi terlihat di keesokan harinya. Asumsi saya sih karena skincare yang saya pakai setelah penggunaan Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution ini menjadi lebih terserap ke dalam kulit secara optimal.

Review Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution

Foto di atas adalah hasil pemakaian selama semalam. Mungkin gak ada perbedaan signifikan selain tone warna foto karena pengaruh cahaya haha. Tapi, kalau dipegang, kerasa banget kalau kulit saya jauh lebih halus dan bersih dari beruntusan atau apapun itu yang bikin tekstur kulit wajah kurang rata.

Baca Juga : REVIEW : Rangkaian Skincare DEWPRE, Rasakan Manfaat Ekstrak Peaonia dalam Hitungan Hari

Selama 2 bulan, mungkin saya sudah memakainya sampai 8x. Hasilnya masih sama seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution ini gak berpengaruh apa-apa untuk komedo saya yang jenisnya blackhead. Tapi dia mampu mengontrol minyak berlebih sehingga gak memperparah komedo, dan saya rasa Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution ini juga punya andil dalam mengurangi jerawat. Saya bisa merasakan jerawat yang awalnya mau tumbuh, jadi kembali mengecil setelah saya gunakan produk ini. Jadi, meskipun gak bisa membersihkan pori-pori secara optimal, minimal produk ini menjadikan kondisi kulit saya jauh lebih baik, dan menurut saya, itu sudah cukup baik. Jadi tetap, apabila saya disuruh memilih facial atau memakai Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution, saya akan tetap memilih memakai produk ini. Meskipun komedo masih tetap ada, tapi kulit saya terlihat jauh lebih bersih. Dan yang paling utama, gak sesakit difacial!

Oh ya, satu hal lagi, karena produk ini mengurangi minyak berlebih di wajah, ada baiknya untuk memakai skincare yang mengandung hyaluronic acid setelahnya, dan hindari skincare dengan bahan-bahan eksfoliator lainnya, supaya kulit kalian gak menjadi kering.

KESIMPULAN

+ Harga cukup terjangkau
+ Cara pakainya praktis
+ Membuat kulit lebih halus
+ Mengangkat kotoran-kotoran di wajah
+ Mengontrol kadar minyak di wajah
+ Mencegah timbulnya jerawat 
+ Tidak membuat kulit menjadi kering
- Tidak terlalu ampuh dalam mengatasi komedo, terutama blackhead
- Ada sensasi cekit-cekit dan sedikit gatal
- Kurang direkomendasikan kalau kulit kalian sedang kering
 
HARGA : IDR 116.000
NILAI : 3.5/5