Grand Tropic Suites Hotel, Hotel Murah Mewah di Kawasan Jakarta Barat

Hai!
Saya padahal sudah janji untuk melanjutkan postingan sebelum ini, tentang review duo Avoskin Retinol, tapi mohon maaf harus saya seling dengan postingan yang ini. Ini darurat, urgen, perihal pemeliharaan ingatan. Saya mau sharing sekaligus review tentang hotel yang dijadikan menginap saya selama 3 hari di ibu kota, yang lumayan mengesankan. Harus saya tulis dan share secepatnya, mumpung saya masih ingat.
 

Nama hotelnya adalah Grand Tropic Suites Hotel. Terletak di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Bukan tanpa alasan saya memilih hotel tersebut. Saya memang sengaja mencari tempat menginap yang berada di kawasan Tanjung Duren, dekat dengan Jakarta Aquarium & Safari, salah satu destinasi yang saya tuju. Muncullah 2 opsi, yaitu hotel ini, dan yang lainnya adalah Hotel Pullman. Tentu saja, harga menjadi pertimbangan. Saya takjub begitu melihat biaya menginap di Grand Tropic Suites untuk kelas deluxe dengan luas kamar 74m² hanyalah 500 ribu saja, tanpa sarapan, tapi tetap saja masih terbilang murah! Bahkan untuk kelas bisnis dengan luas 48m² gak sampai 400 ribu! Hotel di Bandung dengan luas kamar yang 36 m² saja, biasanya gak kurang dari 600 ribu. Karena saya orangnya agak skeptis, sering parnoan, maka saya cari tau lebih banyak tentang hotel ini, takut siapa tau ada kisah di balik hotel ini, atau siapa tau pernah disebut sebut di jurnal risa. Tapi ternyata nggak. Yang saya dapatkan justru review-review yang positif. Hal-hal yang dikritisi hanyalah seputar pelayanan yang kurang cepat dikarenakan adanya pengurangan SDM. Maka dari itu, saya langsung booking hotel ini untuk 3 hari 2 malam di kelas deluxe. Kenapa saya pilih deluxe? Supaya lebih luas untuk area "aktif"nya Arsy dan karena ada 2 kamar, supaya saya dan Mas punya tempat untuk kencan malam :)

Setelah perjalanan Bandung-Jakarta yang cukup lengang, akhirnya saya sampai juga di Grand Tropic Suites Hotel. Bangunannya tampak sudah berumur, jadul, apalagi begitu masuk basement yang gelap, saya mulai parno lagi. Lampunya remang-remang, saya langsung merasa sedang ada di film Silent Hill. Ruangan depan lift basement pun bukan seperti hotel-hotel modern, saya mulai underestimate, sampai akhirnya pintu lift terbuka. Syukurlah, bagian dalam lift terlihat betul sudah direnovasi. 

Hotel ini besar, seperti apartemen karena banyak pilihan kamar dan kamarnya pun luar biasa luas-luas. Bahkan, ada penthouse juga yang luasnya mencapai 500m², menakjubkan! Tapi sayangnya, hotel sebesar ini memiliki lobby yang kecil dengan meja resepsionis yang hanya dijaga 2 orang. Mungkin, ini yang menjadi dasar dari kritik-kritik orang yang merasa pelayanannya lama. Kalau hotelnya besar dan kamarnya banyak, tamu yang datang juga gak akan sedikit, cukupkah hanya 2 orang yang bertugas melayani? Sepertinya ya akan repot juga. Selain itu, sandal hotel gak kita langsung dapatkan di kamar, kita harus memintanya sendiri. Ribet juga sih, harus bolak balik hanya perkara sendal.

 
Setelah selesai check in dan meninggalkan deposit di resepsionis, saya menuju ke lantai 15. Seperti yang saya duga, ternyata lorong-lorong kamarnya masih jadul juga. Tapi, begitu masuk kamar... wah, saya langsung gak nyesel buat ambil kamar di sini. Pertama, LUAS. Kedua, BERSIH. Ketiga, interiornya RAPI. Awalnya, saya agak-agak cemas karena ruangannya terlalu luas, banyak sekat, dan tempat-tempat tersembunyi, takut susah mengawasi Arsy, karena dia lagi senang sembunyi-sembunyi. Kamar tidurnya ada 2, 1 kamar dengan kasur size queen, 1 kamar lagi berisi kasur size single. Kamarnya cukup, gak bisa dibilang luas, tapi ya gak sempit-sempit amat. Apalagi untuk kamar kedua, yang berisi kasur single, di dalamnya terdapat closet yang sering dipakai Arsy untuk bersembunyi.
 

 
 
 
Selain 2 kamar tidur, ada juga meja makan, livingroom, dan (bekas) kitchen set. Saya bilang bekas karena memang seharusnya ini menjadi kitchen set, namun tempat kompornya sudah ditutup sehingga ya gak bisa dipakai masak-masak. Kalaupun kitchen set ini masih berfungsi, saya cukup yakin bakal terlalu malas untuk masak sendiri. Livingroom menjadi areaa utama tempat saya sekeluarga bercengkrama. Tempatnya luas dan dilengkapi TV. Jadi, saya bisa bersantai sambil menonton TV dan Arsy bermain susun balok di lantai.
 
 

 
Kamar mandinya bersih, toiletries sudah disediakan dengan lengkap. Gak ada masalah kalau saja saya gak punya balita. Saya gak ada masalah dengan toilet jongkok ataupun duduk, selama semprotannya ada. Saya paling kesal dengan jenis toilet yang tidak dilengkapi dengan semprotan terpisah. Saya juga bingung sih, rata-rata toilet sekarang diganti dengan toilet yang semprotannya otomatis keluar dari bawah (maaf, saya gak ngerti nama jenis toiletnya). Mungkin maksudnya supaya lebih praktis dan menjaga toilet agar tetap kering, Tapi kan, sulit untuk balita yang masih memakai pampers dan masih dicebokin. Aduh, saya bingung jelasinnya, intinya sih saya kesulitan tiap kali harus membersihkan Arsy setiap habis pup.

 
Selain bersantai di livingroom, saya juga bisa mengajak Arsy jalan-jalan ke lobby. Kolam ikannya besar, bagus, dan terawat. Bahkan, ada kura-kura juga! Cukup menjadi hiburan bagi anak-anak seusia Arsy. Lalu, setelahnya, kami juga berenang di kolam renang yang ada dekat lobby. Kolam renangnya dibagi 2, ada kolam anak, ada juga kolam dewasa yang dilengkapi dengan air terjun buatan. Saya bisa bilang menghabiskan 2 malam di Hotel Grand Tropic Suites adalah keputusan yang tepat. Lain kali, kalau saya ada kesempatan untuk ke Jakarta Barat lagi, mungkin saya akan kembali ke sini. Terima kasih, Grand Tropic Suites!

No comments

Post a Comment