Vertigo Akibat Stress Berat? Begini Cara Menanganinya

Merasakan pusing adalah hal yang biasa bagi saya. Pusing mikirin cicilan, pusing mikirin biaya sekolah anak, pusing mikirin perekonomian Indonesia, dan pusing-pusing lainnya. Saking seringnya, saya kadang jadi kebal dan bodo amat dengan pusing yang saya rasakan. Tapi, ada masanya saya merasakan pusing yang sangat mengganggu, rasanya seperti sedang gempa, ruangan seakan berputar-putar, dan otomatis membuat saya menjadi kehilangan keseimbangan.

Vertigo, itu sebutannya. Mungkin beberapa orang juga familiar dengan istilah ini. Saya juga baru tau kalau perasaan pusing yang luar biasa ditambah dengan sensasi berputar yang terkadang membuat mual dan muntah ini bukanlah sebuah penyakit, namun gejala atas suatu penyakit, seperti stroke, penyakit meniere, vestibular neuroniti, tumor, dan lain-lain. Maka dari itu, vertigo tidak bisa dianggap sepele.

Dalam kasus saya, saya yakin betul kalau vertigo yang saya alami dikarenakan stres berat yang terlalu lama dipendam. Kenapa bisa yakin? Karena setelah saya melakukan berbagai aktivitas-aktivitas yang fokus pada stress release, saya gak pernah lagi mengalami vertigo, paling mentok cuma sakit kepala biasa saja. Tadinya saya juga heran, kenapa stress bisa sampai mengakibatkan vertigo sebegininya. Ternyata memang ada penjelasannya, bahwa adrenalin mengalir sangat deras pada saat stress, sehingga menimbulkan gejala-gejala yang kurang menyenangkan, salah satunya vertigo. Lalu, aktivitas apa yang saya lakukan dalam menangani vertigo ini? 


 
Untuk menangani vertigo, kita harus paham dulu penyebab terjadinya vertigo. Karena saya tau bahwa penyebabnya adalah stress yang berkepanjangan, maka saya harus mencari cara untuk mengurangi stres tersebut. Nah, ini adalah hal-hal yang saya lakukan untuk meredakan stres yang mengakibatkan vertigo:
 
 1. Inhale Exhale

 
 
Lakukan pernafasan dengan benar dan tenang. Tarik napas dalam-dalam, dan keluarkan secara perlahan. Seperti yang tadi saya bilang, pada saat stress, adrenalin mengalir dengan deras dan menimbulkan berbagai perasaan tidak nyaman. Bernapas dalam dengan otot diafragma mampu menghentikan reaksi tubuh atas derasnya aliran adrenalin tersebut.

2. Tidur

 
 
Buat saya, berbaring dan memejamkan mata memiliki efek yang sangat signifikan dalam hal meredakan stress. Penelitian pun menunjukkan bahwa seseorang yang kelelahan dan memiliki jam tidur yang kurang, akan lebih beresiko mengalami stres, cemas, dan depresi. Pasalnya, tahapan REM (rapid eye movement) pada saat tidur, masalah-masalah kejiwaan akan “diperbaiki” oleh otak. Oleh karena itu, gak heran kalau setiap bangun tidur, rasanya mood seperti di”reset” ulang.

3. Dengarkan Musik

 
 
Pilih musik dengan tempo yang tenang dan lambat. Meskipun saya suka musik-musik keras terektek dung ces, tapi saya merasa instrument piano adalah pilihan terbaik dalam hal rileksasi. Musik juga sudah terbukti mampu mengaktifkan sistem neurokimia dan struktur otak terkait suasana hati yang positif. Tapi ingat, pilih musik yang sesuai selera, jangan sampai musik yang didengar malah menjadi boomerang, bikin kamu makin pusing.

4. Perbaiki Pola Hidup 


 
Makan dengan benar dan olahraga yang teratur membuat fisik menjadi lebih bugar. Memiliki fisik yang sehat membuat hari-hari saya lebih bersemangat dan gak mudah lelah. Apalagi, olahraga juga membuat produksi hormon endorfin meningkat, sehingga mampu mengurangi stress-stress yang kita rasakan. Tapi tentu saja, pilih olahraga yang sesuai dengan kondisi fisikmu.

5. Konsultasikan Masalah Vertigo dengan Dokter




Nah, poin terakhir ini adalah yang terpenting. Kalau ternyata kamu sudah melakukan poin-poin yang telah saya sebutkan tadi, tapi vertigomu tak kunjung hilang, maka kamu perlu konsultasikan ke dokter. Seperti yang di awal, bahwa pengobatan vertigo tidak dapat di pukul rata. Gak semua orang yang vertigo adalah akibat dari stres berat seperti yang saya rasakan, bahkan banyak penyakit-penyakit berat yang juga disertai gejala vertigo. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mencari tau lebih banyak mengenai vertigo yang kita alami. Jangan pakai alasan gak bisa ke dokter karena sedang pandemi, atau karena jauh, atau alasan-alasan lainnya.

Di zaman serba canggih sekarang, konsultasi ke dokterpun menjadi sangat mudah. Kamu tinggal konsultasi di Halodoc. Gak perlu ke luar rumah, konsultasi dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa pilih sendiri dokternya di sana dan mendapatkan informasi yang valid dari dokter-dokter profesional. Ingat ya, periksa kesehatanmu secara rutin, jangan menunggu hingga parah. Wong, untuk konsultasi sama dokternya aja semudah ini, jangan dinanti-nanti!

No comments

Post a comment