MengASIhi dengan Penuh Nutrisi Bersama Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Saya teringat, sekitar 10 tahun lalu, ketika teman-teman lain sedang kebingungan memikirkan cita-cita dan harapan mereka di masa depan, saya dengan mantap bilang, kalau saya ingin menjadi seperti ibu saya. Sekilas memang terkesan dewasa dan mulia, padahal alasan saya saat itu adalah, karena saya ingin banyak bersantai dan memiliki banyak waktu luang. Ya, saat itu, saya pikir menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah dan santai. Ternyata, angan-angan itu luntur tepat ketika saya melahirkan seorang putri yang cantik, Baby Al.

Waktu luang yang saya impikan ternyata hanya ilusi. Kalau kalian mengikuti blog saya, kalian pasti ingat betapa saya frustasi melewati hari-hari awal menjadi seorang ibu. Gimana nggak, dari hari pertama saja saya gak bisa memenuhi kebutuhan ASI Baby Al, padahal ASI yang dibutuhkan bayi newborn hanyalah 7 ml, sedangkan produksi ASI saya saat itu hanya 3 ml. Iya, 3 ml. Berbagai upaya dilakukan untuk membuat produksi ASI meningkat. Sempat happy sesaat, tapi kemudian ujian lain datang lagi,  puting saya lecet sampai mengubah ASI menjadi berwarna pink karena tercampur darah.
 
Saat itu, rasanya ingin menyerah saja. Tapi kemudian saya ingat kembali, bahwa mengASIhi atau menyusui adalah satu tanggung jawab yang otomatis saya miliki ketika saya menjadi seorang ibu. Meminum ASI juga adalah hak seorang bayi saat terlahir di dunia, satu-satunya nutrisi yang ideal selama 6 bulan pertama kehidupannya. Makanya saya benci ketika ada seorang ibu yang bersikukuh untuk menolak memberi ASI hanya dengan alasan my body is my rule. Beda cerita kalau memang ada kondisi yang gak memungkinkan bagi seorang ibu untuk menyusui.

Kini, Baby Al sudah menginjak usia 11 bulan. Saya masih keras kepala tetap memberikannya ASI. Gak ada keraguan bagi saya untuk tetap mempertahankan ASI sebagai salah satu asupan makanan Baby Al. Ya jelas, wong manfaat ASI itu buanyak banget. Jadi, meskipun gak gampang, saya tetap mengupayakan Baby Al mendapatkan haknya.
 
Cara Membuat Produksi ASI Melimpah

Kebanyakan ibu-ibu, termasuk saya, berusaha keras untuk meningkatkan kuantitas ASI. Inginnya sekali pump, bisa 400 ml. Untuk mendapatkan produksi ASI yang melimpah seperti itu, banyak sekali tips-tips yang disampaikan para profesional, tapi ada 4 poin di antaranya yang memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi produksi ASI saya, yaitu:

1. Memijat Payudara

Memijat payudara ini bisa dilakukan sendiri, meskipun beberapa ada yang merasa lebih nyaman jika dibantu oleh praktisi laktasi profesional. Caranya gak sulit, kita hanya membutuhkan air hangat, washlap, olive oil (atau minyak lainnya) dan tangan tentunya. Untuk gerakan pijatnya, hmm... saya yakin kalian paham kalau menjelaskan teknik pijat melalui tulisan gak semudah melihat gerakannya sendiri, so.. go searching on youtube. Ketik aja "pijat laktasi", banyak sekali informasi yang akan kamu dapatkan,

2. Rutin MengASIhi/ memompa
 
Produksi ASI ini mengikuti teori supply dan demand. Semakin banyak ASI dikeluarkan, baik dengan cara menyusui atau pumping, maka produksi akan semakin banyak. Apabila bayi sudah kenyang menyusui, tapi payudara masih terasa penuh, lebih baik tetap dipompa, supaya keesokan harinya, produksi ASI tetap banyak.

3. Hindari stress, buat suasana yang menyenangkan

Hormon oksitosin, hormon yang datang ketika kita sedang bahagia ini punya peranan penting dalam kelancaran produksi ASI. Ini bisa saya rasakan, bagaimana perbedaan produksi ASI saat saya sedang merasa rileks dengan saat saya berada di bawah tekanan. Oleh karena itu, pengelolaan stress pada ibu menyusui sangat dibutuhkan. Bohong kalau saya bilang menghindari stress itu mudah. Buat saya yang pencemas, stress bahkan bisa datang dari hal-hal kecil yang menurut orang lain mungkin hanyalah hal sepele. Tapi balik lagi, kalau mengingat begitu pentingnya hormon ini bagi produksi ASI, sebisa mungkin saya akan menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi diri sendiri, yang juga didukung oleh suami dan keluarga. 

Bagi saya, peran suami kala menyusui sangat berpengaruh, gak usah sampai pijat oksitosin, bentuk perhatian sederhanapun dapat membuat saya merasa lebih bahagia. Misalnya, suami gak pernah membiarkan gelas di kamar kosong, supaya saya selalu ingat untuk minum. Sebagian besar pekerjaan rumah tanggapun diambil alih olehnya, dan yang saya amati, selama ini suami jarang bercerita tentang hal-hal negatif, terkecuali saya yang mengintrogasi. Dia tau saya orang yang mudah cemas dan stress, bercerita tentang hal-hal negatif hanya akan membuat hari-hari saya gak bergairah.

Kalau suami sedang kerja dan saya merasa butuh meningkatkan mood, biasanya saya menonton film atau acara-acara komedi. Ini juga lumayan membantu. Gak jarang di siang atau malam hari, saya mencari tontonan yang ada Kang Sule nya di youtube, karena beliau selalu sukses bikin saya ngakak dan bikin hari saya lebih baik. Hatur nuhun ah, Kang Sule!

4. Meminum banyak air putih

ASI keluar dalam bentuk cairan, 88% komposisi ASI adalah air. Jadi bisa dibilang kalau air adalah bahan dasar ASI. Kebutuhan air ibu menyusui adalah 2,8 liter, 800 ml lebih banyak dari orang lain. Kekurangan air pada ibu menyusui bukan hanya berdampak pada produksi ASI yang gak optimal, tapi juga berdampak pada kesehatan ibu menyusui. Dehidrasi, kram otot, sakit kepala adalah beberapa masalah yang akan dirasakan ketika busui kurang minum.
 
Nah, 4 poin yang telah saya uraikan di atas telah sukses membuat produksi ASI saya menjadi banyak.  Tapi kalau kita berbicara tentang ASI, tentu kita gak hanya bicara tentang kuantitasnya, tapi kualitasnya juga. Sayang sekali kalau produksi ASInya melimpah, tapi nutrisi yang terkandung di dalamnya gak diperhatikan. Untuk itu, saya akan lanjutkan dengan tips agar produksi ASI optimal, gak hanya secara kuantitas, tapi juga secara kualitasnya.
 
Cara Membuat Produksi ASI Berkualitas, Penuh dengan Nutrisi

Hanya 1 cara membuat produksi ASI kita berkualitas, dan satu-satunya cara itu adalah memperhatikan segala makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Selalu ingat bahwa apa yang kita makan, akan dimakan juga oleh bayi. Kalau sudah menanamkan pemahaman itu, gak mungkin kan kita seharian cuma makan seblak?

Makanan yang sehat dengan gizi seimbang adalah kunci utama ASI yang berkualitas. Tapi, terkadang, makanan yang kita makan dalam sehari, belum memenuhi nutrisi yang dibutuhkan, oleh karena itu perlu suplemen khusus untuk melengkapinya. Luckily, Kalbe Blackmores Nutrition memahami bahwa setiap Ibu berhak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan dan juga bayinya. Melalui produk yang mereka luncurkan, yaitu Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), Kalbe mendukung para ibu menyusui agar dapat selalu meberikan ASI yang bernutrisi kepada buah hatinya, karena Kalbe percaya bahwa setetes ASI yang diberikan oleh sang Ibu, adalah salah satu bentuk kasih sayang yang tulus.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) mengandung 17 nutrisi esensial yang dibutuhkan ibu menyusui, yaitu:

  • Asam Folat, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan ibu menyusui dan bayi. Bagi sang ibu, asam folat berguna untuk menghasilkan sel-sel baru, membantu memproduksi sel darah merah, sehingga ibu menyusui terhindar dari anemia. Sedangkan bagi bayi, asam folat memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan otak, membantu meningkatkan fungsi otak bayi, terutama kemampuan melihat dan memproses informasi.
  • Kalsium, yang berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah, mencegah pembekuan darah, dan memelihara kesehatan tulang dan gigi pada ibu menyusui dan bayi. Penting bagi ibu menyusui untuk selalu mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium. Apabila asupan kalsium kurang, bayi akan mengambil asupan kalsiumnya dari tulang dan gigi ibunya. Jika dibiarkan seperti itu, kalsium yang ada pada tulang dan gigi ibu akan semakin berkurang. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya osteoporosis.
  • Zat Besi, yang berperan dalam membentuk hemoglobin. Hemoglobin ini mengalirkan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Kekurangan zat besi dapat membuat ibu menyusui maupun bayi menjadi lemah, lelah, dan mudah terkena penyakit dikarenakan sel-sel tubuhnya kekurangan oksigen.
  • Omega 3/ DHA, yang memiliki peranan penting dalam perkembangan otak dan mata. Penelitian juga membuktikan bahwa ibu yang kadar DHA dalam darahnya tinggi, memiliki anak yang yang lebih baik dalam kemampuan inderawi, kognitif, dan gerak motorik.
  • Vitamin dan mineral lainnya, seperti niasin, vitamin C, zinc, magnesium, dan beberapa vitamin dan mineral lainnya yang juga dibutuhkan oleh ibu menyusui dan bayi.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Dengan deretan nutrisi yang terkandung dalam  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), membuat saya tenang. Kerap kali saya merasa bersalah kalau sekali-kali makan makanan favorit saya, seperti mie instan, seblak, batagor, dan jajanan lainnya. Padahal, katanya kan ibu menyusui harus selalu happy. Gimana bisa happy kalau saya gak bisa ngicip-ngicip jajanan favorit saya, meskipun hanya sesekali.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Dian, selaku Head of Marketing Kalbe Blackmores Nutrition memaparkan, “Kalbe Blackmores Nutrition melalui produk untuk ibu hamil dan menyusui, Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), berupaya untuk membantu ibu hamil dan menyusui mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi. Blackmores PBFG mengandung 17 nutrisi esensial yang dibutuhkan agar ibu dapat secara optimal memberikan asi bernutrisi, khususnya di masa 1.000 hari pertama kehidupan si buah hati."

Memperingati World Breastfeeding Week 2020, Kalbe Blackmores Nutrition, bersama blogger yang pernah atau sedang menyusui, memberikan serangkaian edukasi di media sosial (termasuk di websitenya), bagi sesama ibu hamil dan menyusui, mengenai pentingnya ASI dan masa menyusui serta pemenuhan ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi.

“Di Kalbe Blackmores Nutrition, kami menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk dapat menyukseskan pemberian ASI. Masih dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week 2020, selain  mengedukasi seputar ASI dan menyusui melalui akun Instagram @blackmoresid, Kalbe Blackmores Nutrition juga mengajak para ibu untuk berbagi pengalaman dan tantangan di masa-masa menyusui serta dukungan lingkungan dan orang-orang terdekat dalam membantu menghadapi tantangan di masa-masa menyusui,” ujar Tiffany Pratiwi Suwandi, Brand Manager Kalbe Blackmores Nutrition. “Harapannya agar dengan berbagi pengalaman dari dan dengan sesama ibu, para ibu hamil dan menyusui menyadari bahwa ia tidak sendiri, sehingga nantinya dapat lebih percaya diri menjalani masa-masa menyusui dan memberikan ASI bernutrisi bagi buah hati,” tambah Dian.

Jadi, bagi saya  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini semacam solusi bagi ibu menyusui yang merasa kesulitan dalam memenuhi nutrisi-nutrisi yang penting bagi dirinya dan juga bayinya karena  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini adalah suplemen dengan kandungan lengkap, 17 nutrisi esensial, bantu penuhi nutrisi ibu sehingga dapat memberikan ASI bernutrisi untuk buah hati. Artinya, mengonsumsi suplemen ini bukan hanya bentuk kasih sayang ibu buat sang buah hati, tapi juga untuk dirinya sendiri.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Setiap harinya, ibu hamil ataupun menyusui disarankan untuk meminum 2 kapsul. Namun, kembali lagi, dosis harus menyesuaikan kebutuhan masing-masing ibu. Gak ada kesulitan bagi saya dalam mengonsumsi kapsul Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) yang sebetulnya berukuran cukup besar ini, dikarenakan kapsulnya mudah ditelan dan gak berbau amis sama sekali. Ternyata Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold ini mengandung odourless fish oil (minyak ikan tanpa bau amis) yang juga kaya akan DHA untuk mendukung pertumbuhan otak bayi, mata, dan sistem saraf.

Buat saya, mengonsumsi Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini semacam investasi kesehatan jangka panjang bagi saya dan juga Baby Al. Mungkin dalam jangka waktu pendek, manfaat yang diberikan nutrisi-nutrisi ini gak banyak terlihat terkecuali daya tahan tubuh yang semakin kuat sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit. Tapi justru ini kan yang disebut suplemen, bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Apalagi, jika kembali melihat daftar nutrisi yang terkandung dalam Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), sangat banyak manfaat yang akan saya dan Baby Al dapatkan kelak. Saya yakin, semua ibu juga pasti sepakat dalam hal ini. Ibu mana sih yang gak mau mengusahakan yang terbaik untuk anaknya?

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Ada hal lain yang bikin saya salut dan kagum dengan Kalbe Blackmores Nutrition. Kalian pernah dengar yang namanya Yayasan Bumi Sehat? Yayasan Bumi Sehat adalah organisasi non-profit yang terletak di desa Nyuh Kuning, Ubud, Bali, yang awalnya berfokus pada pelayanan ibu yang akan melahirkan. Ibu Robin, selaku pendiri Yayasan Bumi Sehat, mengutarakan bahwa berdirinya Yayasan Bumi Sehat ini dilatarbelakangi oleh pengalaman pribadi yang dirasakannya mengenai proses melahirkan yang terjadi di beberapa rumah sakit komersil yang menyebabkan beberapa kerabatnya tidak sukses dalam mengantarkan bayi ke dunia. Menurutnya, rumah sakit bersalin gak selalu mengupayakan para ibu hamil untuk melahirkan secara normal, hanya demi kepentingan profit yang didapat dari ibu-ibu yang melahirkan caesar (meskipun gak semua rumah sakit seperti itu). Akhirnya, Ibu Robin mulai memberikan layanan kesehatan secara gratis dan memperkenalkan gentle birthing service. Itulah awalnya Yayasan Bumi Sehat dibentuk dan masih bertumbuh hingga sekarang menjadi organisasi non-profit yang berfokus pada penyediaan akses layanan kesehatan berkualitas, higienis, serta pengupayaan kelahiran anak secara layak.

Lalu, apa hubungannya dengan Kalbe Blackmores Nutrition? Jadi, aksi Kalbe dalam mendukung Ibu menyusui gak berhenti sampai di peluncuran produk-produknya saja, tapi ada aksi nyata lainnya yang ditunjukkan berupa kerja sama dengan Yayasan Bumi Sehat sejak tahun 2017 melalui pembagian 12.000 botol  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat yang tersebar di 3 kota, yaitu Denpasar, Papua, dan Aceh. Saya takjub, kagum, sekaligus sedih. Takjub dan kagum meliat betapa seriusnya orang-orang dalam mengampanyekan pentingnya setiap tetesan ASI seorang ibu bagi anaknya, tapi juga sedih melihat masih banyak ibu-ibu yang nyatanya mampu, tapi lebih memilih "jalan ninja" dengan memberikan nutrisi lain.

 
Terakhir, seperti yang tadi saya bilang, seorang ibu mampu melakukan segala macam cara untuk memastikan anaknya mendapatkan yang terbaik. Begitu juga dengan apa yang saya lakukan. Pilihan saya untuk tetap mengASIhi dengan penuh nutrisi bersama Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) adalah keputusan yang akan selalu saya syukuri. Sekarang, dan juga nanti, ini akan menjadi salah satu wujud cinta saya pada anak. Makanya, saya sangat merekomendasikan Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini pada siapapun yang mencintai dirinya sendiri dan juga buah hatinya. Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) adalah sebuah jalan untuk mendapatkan ASI yang bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini memiliki 3 kemasan, yaitu kemasan yang berisi 60 kapsul, 120 kapsul, dan 180 kapsul. Juga, bisa didapatkan dengan mudah di e-commerce manapun, seperti Tokopedia, Lazada, dan Shopee, yang bertuliskan Official Store.