Menjaga Tubuh Tetap Bugar Selama Pandemi COVID 19

Selama tahun 2020 ini, Covid 19 rasanya selalu menjadi trending topic. Sampai gak kerasa, kalau sebetulnya kita sudah menghabiskan waktu hampir setengah tahun. Gak banyak yang kita tahu tentang virus ini, bahkan ilmuwanpun masih meneliti dan mengembangkan vaksinnya. Karena belum ada vaksinnya, upaya terbaik yang bisa kita lakukan hanyalah membantu mengendalikan penyebaran virus ini, salah satunya adalah dengan menjaga daya tahan tubuh untuk tetap sehat. Gimana sih caranya untuk tetap sehat, segar bugar, tanpa ke luar rumah?

1. Asupan Makanan dan Vitamin


Poin ini adalah yang paling penting. Tubuh kita gak bisa kuat dengan sendirinya. Semuanya dipengaruhi dari asupan gizi kita. Bukan hanya untuk menghindari Covid 19, makan dengan gizi seimbang diwajibkan untuk menghindari segala macam penyakit. Jika perlu, tambahkan vitamin C dan E untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita, dan tentu saja jangan lupa untuk banyak-banyak minum air putih ya!

2. Olahraga Yang Cukup


Olahraga gak perlu yang fancy-fancy, jangan dulu datang ke gym. Buat saya yang ibu rumah tangga, sebetulnya aktivitas sehari-hari saja sudah banyak mengeluarkan keringat. Pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyapu, mengepel, sebetulnya juga sudah banyak membakar kalori. Tapi, kalau kamu ingin jenis olahraga yang 'lebih olahraga', kamu bisa melakukan work out dengan dibantu oleh youtube. Tapi ingat, piih olahraga yang ringan-ringan dan tidak berbahaya ya, jangan melakukan olahraga berat tanpa bibingan PT. Alih-alih sehat, nanti badan malah jadi sakit-sakit.

3. Berjemur


Ada yang bilang kalau berjemur di bawah sinar matahari dapat membunuh virus corona. Ini sebenarnya adalah pernyataan yang keliru. Sampai saat ini belum ada penelitian bahwa virus corona akan mati di bawah sinar matahari. Berjemur disarankan bukan untuk membunuh virus ini, tapi untuk memperkuat imun kita sehingga tidak mudah terserang virus. Sinar ultraviolet yang terkandung pada matahari akan merangsang tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Nah, vitamin D inilah yang punya banyak manfaat, salah satunya meningkatkan daya tahan atau sistem imun dalam tubuh. Tapi jangan lupa untuk selalu menggunakan sunscreen saat berjemur ya!


4. Hindari Berpergian (Jika Tidak Mendesak)


Saya memang bukan orang yang senang berpergian, tapi pandemi ini bikin saya enek juga lama-lama di rumah. Tapi ya mau gimana lagi. Mau ga mau, suka gak suka, kalau kita mau pandemi ini cepat berakhir, ya harus gak enak dulu. Sekali-kalinya saya keluar, cuma untuk vaksin Al, itupun janjian dulu dengan DSA nya. Bahkan suami saya sudah 2 bulan lebih gak pulang ke Bandung karena menghindari resiko apapun. Makanya, saya gemes banget waktu tau berita orang-orang yang berkerumun untuk hal-hal yang gak penting, seperti shopping-shopping, atau sekedar menonton McDonald ditutup (ngeselin banget!). Tapi, kalau kamu-kamu yang terpaksa harus keluar rumah karena keadaan yang mendesak seperti urusan nafkah dan perut orang-orang rumah, jangan lupa untuk selalu pakai masker dan jaga kebersihan ya!

5. Hindari Stress


Siapa di sini yang gampang banget stress? *Saya ikut tunjuk jari* Kita semua tau kalau stress ini bisa menjadi sumber segala penyakit. Tapi, mengelola stress bukanlah hal yang mudah, sulit banget malah. Apalagi kalau kita dikelilingi oleh hal-hal negatif yang sekarang ini banyak beredar, terutama masalah Covid 19 yang belum tau ujungnya ini. Saya sendiri lebih memilih untuk menghindari berita-berita negatif, perbanyak berita yang bikin optimis. Berita negatif tentang Covid 19 cukup dibaca seperlunya saja dan jangan lupa berdo'a untuk tenaga-tenaga medis di luar sana yang sudah banyak berkorban demi keselamatan kita semua.

6. Kenali Gejala Covid 19


Covid 19 ini seringkali mengelabui orang-orang dikarenakan gejalanya yang sangat umum, seperti flu biasa. Ini bikin kita (terutama saya) jadi paranoid. Berkali-kali saya merasa kalau saya sepertinya terkena Covid 19 karena suhu tubuh yang tiba-tiba tinggi dan tenggorokan yang sakit, padahal ternyata saya hanya kebanyakan makan gorengan dan sambal. Di sisi lain, beberapa orang yang positif terkena Covid 19 bahkan ada beberapa yang gak merasakan gejala apapun. Jadi, memang kita gak bisa pukul rata kalau semua yang merasakan demam, batuk, dan sesak nafas berarti positif terkena Covid 19.

Kadang kita gak sadar seberapa besar resiko kita tertular Covid 19. Tapi, untuk langkah awal, kamu bisa cek di sini CEK VIRUS CORONA melalui website Halodoc. Dengan mengetahui seberapa besar resiko kita tertular Covid 19, kita bisa lebih aware atau sigap dalam menghadapi pandemi ini.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu juga bisa minta bantuan dokter di sana untuk mengevaluasi kesehatanmu, misalnya jika kamu merasa diri sendiri atau keluarga ada yang mengidap Covid 19. Kamu juga bisa konsultasi untuk masalah kesehatan lain di sana. Pilihan dokternya ada banyak, tinggal pilih sesuai dengan masalah kesehatan yang kamu rasakan. Apabila kamu memerlukan obat atau vitamin, kamu juga bisa pesan di sana. Sangat mudah dan praktis kan! Kamu bisa tetap konsultasi kesehatanmu di rumah. Jadi meskipun #stayathome jangan lupa kalau #healthisnumberone.


REVIEW : X-Pert Eyelash Adhesive, Lem Bulu Mata Untuk Sehari-hari

Pakai bulu mata palsu emang bikin mata semakin cantik. Dulu saya anti banget pakai bulu mata, karena ganjel dan bikin mata rasanya perih.  Semakin saya besar, saya semakin banyak belajar sama teman-teman yang sudah terbiasa pakai bulu mata, dan akhirnya saya paham kalau kemarin-kemarin salahnya ada pada bulu mata dan lem yang saya gunakan. Ternyata, kalau kita pilih bulu mata yang lembut dan lem bulu mata yang nyaman, pakai bulu mata palsu gak semenyiksa itu.

Beberapa tahun yang lalu, masih jarang brand kosmetik yang ngeluarin produk lem bulu mata. Kalaupun ada, harganya di atas 100.000. Tapi sekarang, karena banyak orang yang mulai menggunakan bulu mata dalam keseharian mereka, beberapa brand lokal mulai mengeluarkan produk lem bulu mata, salah satunya adalah yang akan saya bahas sekarang, yaitu X-pert Eyelash Adhesive.

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)

X-Pert ini termasuk kosmetik yang banyak dipakai di dunia persalonan. Awal-awal ngehits dengan produk-produk perawatan rambutnya yang super oke (saya pernah coba hair masknya yang bikin rambut super duper lembut). Makin kesini, produknya semakin variatif, dan ya termasuk lem bulu mata ini.


KEMASAN

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)

Kemasan dari X-Pert Eyelash Adhesive ini seperti lem bulu mata pada umumnya. Bebentuk kuas tipis yang memudahkan kita untuk mengaplikasikan produknya ke tulang bulu mata palsu.

KANDUNGAN

Water, alcohol, polyvinyl pirroilidone, polyvinyl alcohol


TEKSTUR DAN AROMA

Teksturnya seperti lem pada umumnya, lem bening. Ada aroma yang mengingatkan saya dengan balon tiup zaman SD, yang ditiup pakai sedotan kecil terus balonnya kita pletol-pletokin gitu loh. Namanya balon apa sih, anyway? Seenggaknya sih, gak semenusuk hidung seperti lem bulu mata latex yang pernah kucoba sebelumnya (tapi bukan brand X-Pert)

KLAIM

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)
  • Bening, gak terlihat saat diaplikasikan
  • Gak pedih di mata
  • Mudah dibersihkan
  • Non-latex (cocok untuk yang gak suka/ alergi dengan latex)
  • Non-waterproof 
CARA PAKAI

Oleskan pada kelopak mata dan bulu mata. Segera rekatkan, tahan beberapa detik.

HASIL PEMAKAIAN

Seperti yang tadi saya bilang, saya bukan pemakai bulu mata yang "serius". Pakai bulu mata hanya untuk foto-foto saja, bukan memang untuk dipakai secara regular. Meskipun begitu, saya juga pilih-pilih dong. Banyak bulu mata dengan merk antah berantah yang gak jelas bahan-bahannya, dan aromanya kenceng juga bikin pusing. Makanya saya pilih X-Pert, karena yaa saya gak asing dengan brand ini, dan tentunya sudah pernah menggunakan beberapa produknya. Ternyata produk lem bulu mata dari X-Pert ini juga ada jenisnya. Ada yang latex dan non latex. Bedanya selain harganya, yang latex memang dikhususkan buat pecinta bulu mata, kuat dan tahan lama (oh yes, we're still talkin about lem bulu mata, pfft). Tapi, latex biasanya punya aroma yang kurang enak, dan beberapa orang ada yang punya alergi terhadap bahan ini. Sedangkan non latex kebalikannya, dia gak beraroma aneh dan minim alergi, hanya saja daya tahannya biasa-biasa saja. Nah, karena keperluan saya hanya sebatas untuk foto-foto saja, dan saya juga menghindar dari bahan-bahan yang punya potensi alergi, saya memutuskan untuk pilih yang non latex. Ada 2 warna yang ditawarkan, yaitu bening dan hitam. Buat saya yang clumsy, lem yang bening lebih aman saat dipakai. Gak jadi belepotan kemana-mana, seperti yang biasanya terjadi.

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)

Tekstur bulu mata ini sangat mempermudah pengaplikasian, pas. Gak terlalu kental juga gak terlalu encer. Aplikatornya juga enak, gak bikin lem menggumpal di kuasnya. Produk ini gak terlalu cepat kering, tapi gak masalah kalau kamu gak sedang buru-buru (lagian, kalau lagi buru-buru, ngapain pakai bulu mata segala ya?). Saat kering, bulu mata langsung menempel tanpa ada sensasi ketarik atau mengganjal (ini juga diperngaruhi oleh teknik memasang bulu mata ya!). Lem bulu mata ini gak bikin sensasi cekit-cekit, gatal, ataupun perih di mata, poin bagus tentunya buat saya yang juga pengguna softlens.

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)

Review yang saya tulis, hanya berdasarkan dari pemakaian beberapa jam saja, mungkin sekitar 3 jam. Dalam 3 jam ini, bulu mata terasa enteng, gak mengganjal, dan menempel dengan sempurna, gak ada ujung-ujung yang copot duluan. Yang saya suka lagi, ketika bulu mata dilepas, effortless banget. Gak bikin kelopak mata ketarik-tarik. Saya sempat penasaran dengan tekstur lem ini saat kering. Akhirnya saya coba oleskan di tangan, dan hasilnya seperti lem kertas, dan bisa dicopot juga dengan mudah.

KESIMPULAN

+ Brand lokal
+ Harga terjangkau
+ Gak ada aroma menyengat
+ Non latex, minim alergi
+ Punya 2 varian warna, hitam dan bening
+ Aplikatornya enak
+ Kemasan slim, gak berisik dan gak makan banyak tempat
- Bukan untuk pemakaian lama (sepertinya gak tahan lama)
- Sulit dicari, harus online atau di toko-toko peralatan salon

Harga : IDR 30.000 di shopee
Nilai : 3.5/5

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement