CORETAN MAMANIS : Kencan 9 Bulan dengan Baby Al

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, sehingga saya akhirnya bisa menulis lagi. Tentu, terima kasih juga untuk babyku Arsy, Baby Al, yang mengerti kerinduan mamanya untuk nulis, sehingga memilih untuk tidur nyenyak di malam hari ini. Sungguh suatu hal yang gak biasa untuk bayi 2 bulan ini. Atau mungkin, dia memang sedikit narsis sehingga sengaja memberikan saya waktu untuk menulis tentang dirinya, tepatnya pada saat menghabiskan hari-harinya selama 9 bulan lebih di dalam perut saya.


Ya, tulisan ini, selain karena kolaborasi dengan teman-teman Bandung Hijab Blogger, juga karena saya ingin meninggalkan jejak cerita perjalanan saya di 2019 kemarin, mengingat beberapa minggu lagi kita akan menyambut 2020. Tulisan ini juga merupakan lanjutan cerita saya tempo hari, Tentang PCOS dan 2 Garis Pink.

Setelah pada akhirnya saya dikatakan hamil, bahagia bukanlah respon awal saya. Justru perasaan bingung dan cemas yang datang. Pasalnya, saat itu saya masih berada di Pringsewu, Lampung. Jauh dari orang tua dan sahabat. Saya takut dengan minimnya pengetahuan saya soal kehamilan, saya gak bisa memberikan yang terbaik bagi janin saya saat itu.


TRIMESTER I

Orang bilang, trimester I adalah masa-masa yang menyulitkan. Badan yang baru menyesuaikan diri dengan "benda asing" di dalam rahim ini, dan hormon-hormon yang diproduksi, membuat segalanya menjadi aneh. Banyak orang mengalami morning sickness, mual dan muntah, yang ternyata gak cuma muncul di pagi hari, tapi juga malam hari. Untungnya, saat itu saya gak mengalami yang namanya muntah. Kalau mual, jangan ditanya. Saya masih ingat gimana eneknya saya saat mencium bau ayam, apalagi waktu saya harus masak ayam, sungguh menyiksa rasanya.

Saya sempat baca-baca bahwa trimester I adalah masa-masa kehamilan yang riskan, dikarenakan janin masih lemah. Oleh karena itu, butuh perhatian ekstra agar selalu berhati-hati dalam berakivitas, dan tentu saja, memperhatikan asupan gizi yang baik. Tadinya saya ingin pulang ke Bandung, karena merasa masakan-masakan saya masih kurang bergizi, tapi mengingat suami baru saja memperpanjang kontrak rumah di sana, gak tega rasanya kalau harus meninggalkan suami sendirian di rumah itu. Padahal, kalau tau saya akan hamil, suami kan bisa cari kosan saja. Tapi ya namanya juga cerita Tuhan, kita mana tau kejutan-kejutan yang Dia kasih. Daaann... Luar biasa memang, selang 2 bulan setelah berita kehamilan, Mas Suami mendapat mutasi ke Sleman, Jogja. Hamdallah.

Yang menjadi perhatian khusus pada trimester awal ini adalah pencarian obgyn. Buat saya, obgyn bagaikan ibu kedua yang bakal mendampingi saya menghadapi masa-masa kehamilan. Selama di Pringsewu Lampung, saya gak bisa milih obgyn karena hanya ada 1 obgyn wanita di sana. Sedikit kecewa karena pasien beliau super duper banyak, sehingga konsultasi dengannya pun terasa kurang berkualitas. Saya seperti dibatasi waktu, karena antriannya panjang. Gak leluasa untuk bertanya segala macam hal seputar kehamilan. Tapi, saya pikir, ya sudahlah, ini hanya obgyn sementara. Saya akan mencari obgyn yang cocok dengan saya nanti di Bandung.

Setelah saya pindah ke Bandung, saya banyak mencari informasi obgyn favorit di Bandung. Banyak sekali info yang saya dapatkan, baik dari teman, saudara, ibu-ibu tetangga, juga dari mbah google. Tapi, kebanyakan dari mereka merekomendasikan obgyn cowok, sedangkan saya merasa kurang sreg dengan obgyn cowok. Sampai akhirnya saya dapat info tentang obgyn cewek favorit di RSIA Grha Bunda, namanya dr. Leri Septiani. Wah, kebetulan banget prakteknya dekat dengan rumah saya.

Kesan pertama saya kontrol dengan dr. Leri adalah, antriannya panjang banget. Kalau mau bikin appointment pun minimal 2 minggu sebelumnya. Tapi, setelah saya merasakan kontrol dengan dr. Leri, saya gak heran kenapa dokter ini jadi favorit banyak orang. Pembawaannya positif, ramah, menenangkan, dan super detail. Tiap saya bertanya, meskipun tentang hal-hal remeh, pasti dijawab dengan detail. Biasanya saya paling degdegan kalau kontrol kandungan, tapi dengan dr. Leri, entah kenapa cemasnya tiba-tiba hilang gitu aja. Setelah kontrol pertama, saya sudah memutuskan kalau dr. Leri akan jadi obgyn saya yang nanti akan mengantar Baby Al ke dunia.

Kontrol pertama dengan dr. Leri menghasilkan HPL yaitu Hari Perkiraan Lahir. Hanya saja kendalanya, karena menstruasi saya yang gak teratur, dokter gak bisa menilai usia janin melalui hari terakhir saya menstruasi. Jadi, penilaian didasarkan pada ukuran janin saat itu. Dan ternyata benar saja, jika dibandingkan, usia janin berbeda 3 minggu dari perkiraan usia menurut perhitungan hari terakhir menstruasi. Makanya, tadinya dr. Leri sempat komentar kalau berat baby Al terlalu kecil, tapi ketika mengetahui bahwa menstruasi saya gak pernah teratur, beliau langsung paham dengan usia baby Al yang ternyata gak bisa dinilai berdasarlan hari terakhir menstruasi. Dan menurut perhitungan beliau, HPL nya adalah 24 Oktober 2019.

TRIMESTER II

Ini adalah masa-masa indah selama kehamilan. Meskipun perut sudah mulai kelihatan sedikit membesar, tapi sama sekali gak mengganggu aktivitas. Beberapa kali saya menyempatkan diri untuk berlibur, bertemu teman-teman, dan mendatangi event blogger. Bahkan, suami sempat merayakan ulang tahun saya di salah satu hotel di Bandung. Yaa.. anggap saja babymoon versi dekat. Bisa dibilang trimester ini adalah masa-masa janin sudah mulai kuat, jadi saya punya kesempatan untuk berlibur.

Baby Al 16 minggu

Baby Al 22 minggu

Pada trimester ini, akhirnya saya tahu kalau Baby Al ini perempuan. Saya sempat terkecoh dan percaya omongan orang dan mitos yang beredar, yaitu jika hamil perutnya besar ke samping tandanya perempuan, tapi kalau perutnya membesar ke depan tandanya laki-laki. Entah karena saya yang terlampau kurus atau memang itu hanya sekedar mitos, perut saya membesar ke depan, itupun gak terlalu terlihat. Makaya saya pikir, Baby Al ini laki-laki. Tapi ya saya gak kecewa swdikitpun. Laki atau perempuan, sama-sama menakjubkan.

Tapi, jusru awal trimester 2 ini saya mengalami pengalaman yang gak enak. Suatu hari saya merasa gak enak badan. Menghindari minum obat, saya hanya mengistirahatkan diri di kasur dengan berselimut tebal. Tapi, tiba-tiba setelah isya, badan saya menggigil parah. Gigi bergemelatuk sangat kencang, seperti orang step. Saya merasa dinginnya menusuk ke tulang, saya sampai gak bisa bergerak. Ibu yang melihat kondisi saya langsung panik. Baru saja mau diangkut ke IGD, badan saya tiba-tiba membaik.

Besoknya, badan saya kembali menggigil. Makanan gak ada yang bisa masuk perut, bolak balik muntah tiap kali diisi. Sampai suami langsung ambil cuti ke Bandung beberapa hari karena khawatir. Akhirnya, karena saya takut demam ini berakibat buruk pada Baby Al, saya konsultasi ke dr. Marissa Tasya, karena saat itu dr. Leri lagi gak praktek. Karena demamnya sudah sampai 3 hari, dr. Tasya menyuruh saya untuk cek lab. Dari hasil lab ternyata saya mengalami infeksi saluran kemih. Agak kaget karena saya merasa gak makan yang aneh-aneh dan gak pernah tahan pipis, juga saya gak ngerasain sakit saat pipis, seperti yang biasa dirasakan penderita ISK. Tapi memang, saya merasa pegal di sekujur pinggang yang saya pikir itu karena kehamilan yang semakin besar.

Setelah diberikan obat oleh dr. Tasya, demam tetap ada, sakit pinggangpun tak kunjung membaik. Akhirnya, kembali saya masuk IGD dan diambil darah. Kali ini hasil tes darahnya langsung dikonsultasikan dengan spesialis penyakit dalam atas rekomendasi dr. Leri. Akhirnya, setelah mendapat obat dari dokter spesialis penyakit dalam, semua rasa sakit itu hilang dalam 3 hari. Hamdallah.

Setelah itu, saya mulai memperbanyak informasi seputar kehamilan. Dari mulai makanan dan minuman yang dianjurkan selama hamil, olahraga yang disarankan untuk ibu hamil, sampai hal-hal yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Saya biasanya cukup disiplin untuk menjaga makanan, tapi kalau sudah ketemu makanan sebangsa aci-acian, biasanya langsung luluh. Jadi, ya sekali dua kali biasanya saya masih suka nyemil cireng, cilok, cilor, dan teman-temannya.

Orang bilang, banyak-banyak minum air kelapa dan makan bubur kacang hijau. Gak masalah buat saya, karena air kelapa termasuk minuman favorit saya. Makanya, saya sering minum air kelapa walaupun gak rutin. Alasannya? Tentu saja karena malas pergi ke tukang kelapanya. Selain bubur kacang hijau dan air kelapa, teman saya, Ulfi, menyarankan saya untuk mengonsumsi minyak zaitun 2 sendok sehari. Tujuannya katanya untuk memperlancar proses persalinan.

Apapun yang bertujuan memperlancar persalinan, akan saya coba, termasuk si minyak zaitun ini. Tapi, teman-teman, tau rasanya minyak zaitun itu kayak apa? Ewwwww 10000x. Saya menyerah di hari kelima. Ya Tuhan, saya ngerasanya kaya minum minyak jelantah. Saya ralat, saya akan coba apapun yang bisa memperlancar persalinan, kecuali minyak zaitun.

Memasuki akhir trimester 2, berat badan Baby Al selalu kurang sedikit, sekitar 100 - 200 gram. Tapi, dr. Leri gak mempersalahkannya karena beliau gak melihat ada kelainan apapun pada kandungan saya. Tapi, beliau bilang akan lebih baik jika saya menaikkan berat badan juga, karena tentu akan lebih baik dan lebih aman bagi Baby Al. Oleh karena itu, beliau menyarankan saya untuk minum susu, susu khusus yang biasa diminum sama orang sakit (saya lupa namanya apa). Tapi, karena saya gak nemu susu itu, akhirnya saya perbanyak minum susu UHT dan es krim (yang juga atas rekomendasi orang-orang).

Oh ya, di sini saya mulai merasakan lincahnya Baby Al. Pertama kali ngerasain gerakannya, rasanya terharu dan gak percaya kalau ada makhluk hidup yang dititipkan di dalam perut ini. Saya sering ngajak Baby Al ngomong, karena rasanya menyenangkan. Sulit dijelaskan seperti apa rasanya, tapi Maha Besar Allah atas segala kekuasaanNya.

TRIMESTER III

Memasuki trimester 3, perut saya semakin membesar, tapi masih saja dibilang kalau gak kelihatan sedang hamil. Mungkin sebagian perempuan ngerasa seneng dibilang gitu, tapi buat saya malah jadi beban. Seringkali saudara dan tetangga ngomentarin badan saya yang "dipikir mereka" gak gede-gede, padahal awal trimester 3 ini berat badan saya sudah naik hingga 12 kg! Tapi masiiiih aja ada yang nyuruh saya makan ina inu biar makin gede. Maksud saya, kan yang penting itu berat janinnya, bukan berat ibunya. Heran deh!

Baby Al 33 minggu :)

Saya juga jadi lebih sering olahraga, jalan kaki di lapang depan rumah. Kalau biasanya dulu saya nunggu suami pulang, biar jalannya gak sendirian, di trimester ini saya menyemangati diri untuk tetap jalan kaki seminggu 3x, meski sendirian. Sebetulnya, banya orang merekomendasikan yoga. Tapi, bagi yang kenal saya pasti tau saya gak cocok dengan yoga. Gak usah tanya kenapa, tapi ya menurut saya yoga termasuk olahraga yang sulit.

Dibandingkan dengan trimester sebelumnya, trimester 3 ini adalah masa-masa tersulit saya. Selain beban badan yang semakin besar bikin saya sulit cari posisi tidur yang enak, beser dan gatal-gatal di seluruh badan adalah 2 hal yang sering bikin saya terjaga tiap malam. Masalah beser memang gak bisa dihindari, udah biasa bagi bumil. Tapi, masalah gatal ini yang bikin saya banyak banyak istighfar. Gatal yang saya rasakan justru bukan di perut, tapi di tangan dan kaki. Tiap malam sebelum tidur saya biasa banjur tangan kaki pake minyak kayu putih untuk meredakan rasa gatalnya, meskipun gak terlalu ampuh. Saking saya gak bisa nahan rasa gatal yang luar biasa ini, saya sempat berpikir jangan-jangan ini adalah kondisi medis yang disebut kolestasis obstetrik. Tapi, mengingat itu adalah kondisi yang serius dan cukup menyeramkan ketika saya baca lebih lanjut, akhirnya saya tanyakan pada dr. Leri di kontrol selanjutnya. Seperti biasa, dr. Leri gak mempermasalahkan itu. Gatal yang saya rasakan menurutnya masih wajar, masih diakibatkan oleh peregangan pada kulit.

LDM juga seringkali jadi alasan saya sulit tidur. Pikiran-pikiran aneh sering datang, apalagi saya selalu tidur sendirian di kamar atas, karena kakak dan adik saya pun di Jakarta. Selama ini saya khawatir kalau-kalau air ketuban pecah di saat saya sendirian, pada tengah malam, dan semua orang sedang tidur. Selama ini saya sering berdoa, agar kelak saat melahirkan, suami saya sedang di Bandung. Kan saya juga penasaran, apa benar waktu melahirkan, rasanya ingin jambak-jambak suami? Tapi, akhirnya saya pasrah. Lillahitaala. Keinginan saya hanyalah agar Baby Al selalu sehat dan bahagia semenjak di dalam perut ibunya.

Kencan 9 bulan tanpa tatap muka dengan Baby Al di tahun 2019 ini bikin saya terenyuh bahwa ternyata cinta ibu pada anaknya, memang tak bersyarat, tanpa alasan. Mudah-mudahan Baby Al pun merasakan cinta ini, meski nyatanya masih jauh dari sempurna. 

REVIEW : Maybelline Super Stay Matte Ink, 6 Warna Favorit Ini Bakal Bikin Bibirmu Jatuh Cinta!

Berapa banyak produk lippen yang kamu punya di pouch? di meja rias? di tas kerja? Coba hitung. Pasti jumlahnya bikin kamu sedikit kaget dan berpikir bisa-bisanya punya produk sebanyak itu, dan masih saja merasa gak cukup puas dengan koleksi yang udah bejibun itu, iya kan? Wajar saja. Apalagi sekarang makin banyak brand baru yang mengeluarkan produk lippen, bikin kita makin bingung untuk milih.

Koleksi lippen orang beda-beda. Ada yang ngoleksi karena warnanya, ada yang ngoleksi karena brandnya, ada yang ngoleksi karena formulanya, ada juga yang koleksinya random, gak sadar cuma bikin meja rias makin "meriah" aja. Saya termasuk kelompok ketiga, yang memilih untuk mengoleksi lippen karena formulanya. Meskipun warnanya adalah warna kesukaan saya, kalau formulanya gak oke,  saya gak tertarik.

Sejauh ini, koleksi lip cream menduduki peringkat 1 sebagai produk lippen terbanyak dalam koleksi saya. Formulanya yang gak mudah hilang seperti lipstick pada umumnya, membuat saya nyaman untuk menggunakannya seharian. Tapi, sejago-jagonya lip cream andalan saya, paling lama tahan setengah hari. Kalau mau tahan seharian, ya gak makan dan minum sama sekali. Tapi, ya masa?

Sampai pada akhirnya, lagi-lagi, saya diracun oleh sahabat saya si Markonah alias Ken Paramitha Aryana (ya, silahkan google orang aneh ini), yang selama seharian jalan sama saya, bibirnya tetap fresh tanpa touch up.  Padahal, seharian itu, kami kerjanya makan mulu, dan bukan makan makanan cantik ala restoran, sebutlah cimin, seblak, baso aci, ya.. makanan-makanan penuh 'gizi' itu loh. Belum sempat nanya produk lippen apa yang dia pakai, seperti biasa, doi selalu lebih dulu menyombongkan bibirnya. "Liat dong bibir gue tetep on kan, keren kan?". Saya bilang "nggak, biasa aja", biar dia gak gede kepala. Padahal dalam hati saya penasaran juga. Seperti bisa membaca hati saya, doi langsung mengeluarkan produk lippen yang dia pakai saat itu. Maybelline Super Stay Matte Ink dengan shade 210 Versatile.


REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Maybelline Super Stay Matte Ink ini memang sedang jadi "bintang" di dunia per-lippen-an. Bukan saja karena staying powernya yang oke, karena bisa tahan 16 jam, tapi juga warna yang ditawarkanpun banyak dan cantik-cantik. Sempat bingung untuk pilih warnanya, tapi akhirnya saya nemuin 6 warna terbaik yang seringkali jadi favorit banyak orang. Mau tau apa aja?
Tunggu dulu.
Seperti biasa, saya akan review satu-satu, supaya kalian juga enak bacanya.

KEMASAN

Sebelum saya bicara lebih jauh mengenai kualitas produk ini, saya akan sedikit mengulas tentang kemasannya. Berbentuk kotak yang kokoh dengan warna yang menunjukkan shade produk tersebut, memudahkan kita untuk mengambil produknya tanpa melihat nama shade di bagian bawahnya.

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Gak ada komentar apapun untuk kemasannya, selain aplikatornya yang menjadi favorit banyak orang. Saya gak tau ide darimana, tapi bentuk aplikator seperti ini enak banget dipakai. Beda dengan lip cream lain, aplikator ini lebih lembut, lalu bentuknya yang lancip dan pipih memudahkan saya untuk mengaplikasikan produk di bibir saya yang tipis ini. Jadi gak bleberan keluar garis bibir seperti yang seringkali terjadi.

KANDUNGAN

Kalau biasanya kebanyakan produk lippen menulis kandungan-kandungannya di plastik yang membungkus produknya sehingga seringkali terbuang dan kita gak bisa ngecek lagi, kandungan Maybelline Super Stay Matte Ink ini ditulis pada stiker yang menempel langsung di kemasannya. Adapun kandungan dari produk ini adalah :

Dimethicone, Trimethylsiloxysilicate, Isododecane, Nylon-611 (Dimethicone Copolymer), Dimethicone Crosspolymer, C30-45 Alkyldimethylsilyl Polypropylsilsesquioxane, Lauroyl Lysine, Alumina, Silica Silylate, Disodium Stearoyl Glutamate, Phenoxyethanol, Caprylyl Glycol, Limonene, Aluminum Hydroxide, Paraffin, Benzyl Benzoate, Benzyl Alcohol, Citronellol, Parfum/​Fragrance

CARA PAKAI

Sebetulnya, cara pakai itu kan gimana orangnya ya. Bebas bebas aja. Cuma menurut pengalaman saya, cara terbaik menggunakan produk ini adalah dengan menggunakan lip balm terlebih dahulu, lalu blot dengan tissue, baru ditimpa dengan Maybelline Super Stay Matte Ink. Dengan begitu, produk ini akan tahan lama di bibir tanpa membuat bibir menjadi kering.

PILIHAN WARNA

Nah, bagian ini pasti yang ditunggu-tunggu. Dari 24 warna yang super cantik ini, berat rasanya kalau harus milih warna-warna favorit. Inginnya sih koleksi semua warnanya. Tapi, saya juga paham kalau kita masih banyak cicilan lain, belum buat makan, buat SPP anak, buat arisan, ina inu, mau gak mau terpaksa pilih hanya beberapa di antaranya, ya khaaan? Di bawah ini ada 6 warna favorit yang bisa jadi referensi kalau kamu bingung pilih warna.

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 80 RULER

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 80 Ruler
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 80 Ruler

Maybelline Super Stay Matte Ink 80 Ruler ini punya warna mauve, merah dengan hint pink ini bisa jadi pilihan buat kamu yang suka warna bold, tapi gak mau kelihatan menor. Dalam satu kali oles saja, warnanya mampu menutupi bibir dengan sempurna, bahkan garis bibir hitam sayapun langsung tertutup. Warnanya masih termasuk warm tone sehingga cocok untuk dipakai segala jenis kulit, dari mulai kulit putih, kuning langsat, sawo matang, sampai tan.

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 115 FOUNDER

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 115 Founder
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 115 Founder

Maybelline Super Stay Matte Ink 115 Founder ini punya warna yang biasa disebut warna wine. Merah keunguan, yang cocok banget dipakai di acara glam. Untuk sehari-hari, buat saya ini bukan jadi warna favorit. Tapi kalau untuk di acara-acara khusus, terutama di malam hari, I will definetely choose this one.

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 125 INSPIRER

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 125 Inspirer
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 125 Inspirer

Maybelline Super Stay Matte Ink 125 Inspirer ini sering saya bilang warna barbie, warna cantik. Meskipun warna pink, pinknya masih termasuk warm tone, bukan pink moronyoy yang bikin kulit muka jadi abu-abu (pasti kalian yang punya kulit sawo matang seperti saya paham maksudnya).

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 205 ASSERTIVE

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 205 Assertive
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 205 Assertive

Maybelline Super Stay Matte Ink 205 Assertive ini awalnya saya pikir warna orange. Tapi setelah diperhatikan lebih jelas, masih ada hint coklat di dalamnya, seperti merah bata, jadi masih cocok untuk dipakai sehari-hari. Kalau sekilas dilihat warnanya seperti menyala, tapi tunggu hingga produknya menyerap di bibir, warnanya malah jadi bibir terlihat cantik natural.

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 210 VERSATILE

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 210 Versatile
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 210 Versatile

Maybelline Super Stay Matte Ink 210 Versatile ini adalah produk yang bikin saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Tipe warna kesukaan saya (dan saya yakin jadi favorit kebanyakan orang juga). Warnanya peachy warm tone, cantik dan kalem, bisa banget untuk dipakai sehari-hari. Kalau saya bilang, ini adalah on the go lippen saya, karena pasti akan cocok dipakai dalam situasi apapun.

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 225 DELICATE

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 225 Delicate
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 225 Delicate

Maybelline Super Stay Matte Ink 225 Delicate ini juga saya pastikan akan jadi favorit banyak orang. Warnanya secantik itu! Sepakat kan? Pertama saya pikir agak mirip dengan Versatile, tapi ternyata delicate ini warna mauve yang lebih kalem. Sama seperti yang lainnya, dalam 1 kali oles, produknya langsung menutup warna bibir dengan sempurna.

HASIL PEMAKAIAN

Pertama kali yang saya rasakan saat menggunakan produk ini adalah tekstur dan konsistensinya. Teksturnya creamy, tapi sangat mudah diaplikasikan, "ngegeleser" gitu loh, gak menggumpal apalagi dibantu dengan aplikator yang benar-benar enak dipakai. Banyak yang bilang kalau pemakaian Maybelline Super Stay Matte Ink ini agak sedikit tricky. Memang ada sedikit rasa lengket dan gak nyaman saat mengatupkan kedua bibir di awal pemakaian. Akan tetapi, rasa lengket itu akan hilang seiring dengan keringnya produk.

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Setelah beberapa lama menggunakan produk ini, Maybelline Super Stay Matte Ink ini memang punya kelebihan di daya tahannya yang mampu bertahan selama 16 jam. Untuk definisi produknya sendiri, saya rasa Maybelline menggunakan kata "ink" pun mengacu pada daya tahan tinta yang memang tahan lama dan sulit hilang. Seperti yang saya bilang sebelumnya tentang pengalaman teman saya yang bibirnya tetap on setelah makan berbagai macam jajanan, Maybelline Super Stay Matte Ink adalah produk yang sejauh ini punya daya tahan yang super keren. Tahan air, tahan gesekan, cukup tahan minyak. Kenapa saya hanya bilang cukup tahan minyak? Karena memang ada produk yang terambil saat saya makan gorengan, tapi itupun hanya sedikit dan gak begitu saja bikin produk di bibir jadi hilang atau bikin jadi belepotan.

Di sini saya coba uji ketahananan Maybelline Super Stay Matte Ink, untuk membuktikan staying power produk ini. Apa betul sebagus itu?

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Saya mencoba ketahanan produk ini dengan minum teh dan memblotnya dengan tissue. Hasilnya, gak ada cap bibir saya di gelas, seperti yang biasanya terjadi, hanya titik-titik samar dari produk ini. Lalu setelahnya, saya blot dengan tissue, produk yang ter-transfer hanya sedikit, seperti yang terlihat di foto. Saya jamin kalian juga akan takjub dengan ketahanan produk ini. Oh iya, dengan catatan produknya sudah kering di bibir ya, kalau masih basah ya pasti dia akan transfer dengan  mudah.

Ada hal lain yang juga bikin saya takjub saat menggunakan Maybelline Super Stay Matte Ink. Kalau biasanya saya hanya mengandalkan Micellar Water untuk menghapus seluruh make up di wajah saya, dan biasanya semuanya terangkat dengan mudah. Menghapus Maybelline Super Stay Matte Ink ini gak akan hilang jika hanya dibersihkan dengan Micellar Water. Saya coba usap pakai Micellar Water, dari mulai usapan halus sampai gosokkan kasar, produk ini benar-benar gak keangkat. Akhirnya saya pakai lip&eye make up remover, yang memang mengandung minyak, barulah produknya dapat terangkat dalam beberapa kali usap. Memang ya, namanya juga "tinta yang tahan lama", butuh usaha lebih untuk menghapusnya.

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Untuk warnanya, saya masih bingung untuk memutuskan warna favorit saya, karena semua warnanya cantik banget. Tapi, akhirnya saya putuskan berdasarkan warna yang sepertinya akan sering saya pakai, yaitu 125 Inspirer, 210 Versatile, dan 225 Delicate. Boleh kan ya pilih 3 warna sekaligus? Dari pilihan warna, ketahuan banget ya kalau saya anaknya cari aman. :D

KESIMPULAN

+ Pilihan warna banyak dan cantik cantik
+ Staying power terbukti oke
+ Tekstur creamy pas, gak menggumpal
+ Mudah ditemukan (offline/online)
+ Transferproof, waterproof
+ Hanya 1x oles sudah dapet mengcover bibir dengan sempurna
+ Aplikatornya oke
- Ada sensasi lengket pada saat awal digunakan
- Bibir terasa sedikit kering apabila penggunaan tidak diawali dengan penggunaan lip balm

Nah, setelah baca ulasan di atas, udah kebayang mau beli shade apa? Atau jangan-jangan, kalian udah koleksi produk ini juga? Kalau iya, let me know dong, warna favorit kalian apa.
Dan bagi kalian yang mau re-stock koleksi kalian atau malah baru pengen beli, langsung aja di beli di Shopee, Lazada, Sociolla, AyuBeautyHouse maupun offline store Maybelline dengan harga Rp 115.000 saja untuk ketahanan 16 jam di bibirmu!