Mudahnya Mengatasi Anyang-Anyangan Menggunakan Ekstrak Cranberry Dari Prive Uri-Cran

by - October 12, 2019

Cerita soal anyang-anyangan bikin saya teringat dengan Mahadewi. Lah kok? Oh maaf, itu ayang-ayangku (krik!). Anyang-anyangan ini sebetulnya sering saya alami dari semenjak saya SMA, tapi dulu saya gak tau kalau itu namanya anyang-anyangan. Kok bisa sampai sering ngalamin sih? Jadi teman-teman, saya ini termasuk orang yang banyak sekali mengonsumsi air putih dikarenakan mudah haus, dan tentunya dalam hal ini, seharusnya pemasukkan berbanding lurus dengan pengeluaran, semakin banyak saya minum, semakin sering saya harus buang air kecil. Seharusnya begitu, bukan? Tapi, saya ini termasuk orang yang malas untuk pergi ke toilet umum. Alasannya macam-macam, bisa jadi karena kebanyakan toilet umum kurang terawat, gak ada tissue, atau yang paling sering terjadi adalah saya gak menemukan toilet jongkok. Betul, saya adalah tim  toilet jongkok. Saya sering sekali menahan buang air kecil hanya karena toilet umum yang tersedia adalah toilet duduk. Biasanya, saya bela-belain nunggu sampai di rumah, barulah menyelesaikan urusan pembuangan ini.

 

Dan ya.. Menahan untuk buang air kecil adalah satu hal yang gak patut dicontoh, karena membahayakan, mengundang berbagai macam penyakit, dan anyang-anyangan hanyalah satu di antaranya. Lalu, bagaimana sih asal mula munculnya anyang-anyangan? Apa hubungannya dengan menahan buang air kecil?

Dikutip dari tribunnews.com, dr. Sudung O.Pardede, Sp.A(K) mengatakan, "Sekali dua kali menahan (BAK) masih biasa. Tapi, kalau ditahan secara terus menerus air yang seharusnya keluar dan air dari atas yang selalu masuk, maka air yang terdapat di kandung kemih akan naik ke atas kembali menuju ginjal. Ini berbahaya karena urin mengandung bakteri,". Jadi intinya, terjadinya anyang-anyangan ini 80% disebabkan oleh adanya Infeksi Saluran Kemih oleh bakteri, tepatnya bakteri E-Coli.

Ada beberapa gejala anyang-anyangan yang diakibatkan karena Infeksi Saluran Kemih, yaitu:
  • Hasrat berlebih untuk buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering, tapi dengan volume sedikit-sedikit
  • Nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita
  • Jika terjadi pada pria, akan menimbulkan gejala nyeri pada anus
  • Rasa perih ketika buang air kecil
  • Urine berbau menyengat, lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah
  • Merasa lelah dan kurang sehat
  • Demam
 

Kembali lagi ke pengalaman anyang-anyangan yang saya alami, kalau saya harus jujur, selama 28 tahun ini saya cukup sering mengalami anyang-anyangan, yang saya ingat sih 4x, karena saat itu saya sampai harus ke dokter saking gak bisa menahan sakitnya. Gejala umum dari anyang-anyangan yang paling sering mengganggu adalah rasa sakit ketika buang air kecil. Rasanya sangat menyebalkan, panas dan perih,  bikin saya semakin malas untuk buang air kecil. Ini sih seperti lingkaran setan jadinya.

Anyang-anyangan sebetulnya bukan penyakit yang berbahaya, gak sedikit orang yang pernah mengalaminya, tapi juga bukan penyakit yang bisa kita abaikan begitu saja.  Dari berbagai artikel yang saya baca, sebetulnya 5 dari 10 wanita pernah mengalami anyang-anyangan, setidaknya 1x dalam hidupnya. Bukan berarti pria gak punya resiko mengalami anyang-anyangan, hanya saja wanita memiliki resiko yang lebih besar, karena saluran kencingnya lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.

Terakhir saya mengalami anyang-anyangan adalah beberapa bulan kemarin. Kala itu, beda seperti biasanya. Bukan hanya sakit saat buang air kecil yang saya rasakan, tapi saya juga mengalami demam dan sakit pinggang yang betul-betul menyiksa. Belum lagi, saat itu saya sedang hamil. Rasanya lebih cemas dibanding pengalaman anyang-anyangan saya sebelumnya. Bisa saja saya mengonsumsi antibiotik untuk menanganinya seperti yang biasa saya lakukan, tapi karena saya sedang meminimalisir penggunaan obat selama hamil, sebisa mungkin saya menghindari konsumsi antibiotik, meskipun dokter pasti akan memberikan antibiotik yang aman bagi ibu hamil. Sebetulnya, antibiotik memang sangat ampuh dan cepat dalam membunuh bakteri. Tapi, buat saya yang sering lupa minum obat, minum obat antibiotik yang punya jadwal rutin adalah sebuah pekerjaan dengan tanggung jawab yang super tinggi. Takut-takut kelewat, bukannya sembuh, malah muncul masalah baru. Maka dari itu, saya mencoba informasi terkait alternatif dalam mengatasi anyang-anyangan tersebut, dan yang saya dapatkan adalah :

1. Minum air putih yang banyak (dan dibarengi dengan rutin membuangnya!)

Pada saat anyang-anyangan, bakteri E-Coli ini sedang nongkrong di saluran kemih kita, tugas kita adalah melenyapkannya. Asupan air putih yang banyak, akan membantu kita "membersihkan" saluran kemih kita, dengan catatan kita juga harus rutin membuangnya. Cara ini sangat membantu, meskipun butuh waktu yang cukup lama dibanding dengan mengonsumsi antibiotik.

2. Mengonsumsi buah-buahan anti anyang-anyangan

Ada beberapa buah-buahan yang dipercaya mampu meredakan gejala anyang-anyangan ini, di antaranya cranberry, blueberry, air rebusan parsley, air rebusan bawang putih, timun, cuka apel, dan teh jahe. Dari yang saya sebutkan tadi, cranberry menempati urutan paling pertama sebagai "penawar" paling ampuh dalam mengatasi anyang-anyangan.

Dikutip dari alodokter.com, buah cranberry dipercaya dapat melindungi saluran kemih dengan cara mengubah sifat urine menjadi lebih asam sehingga secara alami menghambat pertumbuhan bakteri E.Coli. Selain itu, para ahli menyatakan bahwa adanya zat proantocyanidin yang ada dalam Cranberry dapat mengubah struktur bakteri E.Coli sehingga mencegahnya menempel pada sel yang melapisi saluran kemih.


Yang jadi permasalahan adalah, cranberry bukanlah buah yang umum ada di supermarket atau minimarket dekat rumah. Agak sulit untuk mencarinya, terutama kalau kamu tinggal di wilayah yang jauh dari perkotaan. Tapi tenang teman-teman, berkat teknologi yang semakin canggih, kita gak perlu pusing-pusing cari buah cranberry, selama kita dapat menemukan ekstraknya saja. Thanks to Combiphar, yang berhasil mengeluarkan produk terbarunya, yaitu Prive Uri-cran dan Prive Uri-Cran Plus yang terbuat dari ekstrak cranberry, sehingga kita gak perlu lagi pusing-pusing mencarinya.


Seperti yang tadi saya sebutkan, Prive Uri-cran ini terdiri dari 2 jenis produk ekstrak cranberry, yaitu dalam bentuk serbuk (Prive Uri-Cran Plus) dan juga dalam bentuk kapsul (Prive Uri-Cran). Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu memelihara kesehatan saluran kemih kita.

1. Prive Uri-Cran Cranberry Extract

Prive Uri-Cran ini berisi 3 strip kapsul, di mana setiap stripnya berisi 10 kapsul. Jadi, kalau dihitung-hitung, 1 box Prive Uri-Cran ini berisi 30 kapsul. Tiap kapsulnya mengandung 250 mg Vaccinium Macrocarpon (ekstrak cranberry) dengan bahan tambahan yang aman, yaitu laktosa, magnesium stearat, dan silikon dioksida. Untuk memelihara kesehatan saluran kemih, disarankan untuk mengonsumsi Prive Uri-Cran ini sebanyak 1-2 kapsul tiap harinya.


Karena berbentuk kapsul, Prive Uri-Cran ini cocok dikonsumsi oleh kalian yang memiliki segudang aktivitas mobile. Meskipun sibuk, kalian juga harus memelihara kesehatan saluran kemih, kan?

2. Prive Uri-Cran Plus Cranberry Extract (Plus Vitamin C & Probiotic)

Prive Uri-Cran Plus ini berbentuk serbuk sachetan. Sama-sama mengandung ekstrak cranberry dalam jumlah besar, juga mengandung vitamin C dan probiotic, seperti yang tertulis pada kemasannya. Karena mengandung vitamin C dan probiotik, Prive Uri-Cran Plus ini gak cuma berfungsi memelihara kesehatan saluran kemih, tapi juga kesehatan seluruh tubuh. Makanya, tepat sekali jika Prive Uri-Cran Plus ini disebut sebagai suplemen makanan.



Berbeda dengan Prive Uri-Cran yang berbentuk kapsul, Prive Uri-Cran Plus ini berbentuk serbuk berwarna pink, yang saat diseduh berubah menjadi minuman yang terlihat sangat menyegarkan. Suplemen makanan seperti ini biasanya banyak dinikmati orang, karena gak terasa seperti minum obat. Rasanya ya memang betul menyegarkan, kamu gak akan merasa sedang mengonsumsi minuman kesehatan seperti yang kebanyakan beredar di pasaran, yang biasanya memiliki rasa yang aneh.


Saya sendiri mengonsumsi 2 jenis produk ini sesuka hati. Selain mudah ditemukan, produk ini juga aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Kalau memang sedang ingin mengonsumsi minuman kesehatan yang segar sekaligus menyehatkan, tentu saya akan menyeduh Prive Uri-Cran Plus. Tapi kalau saya sedang sibuk dan jauh dari rumah, Prive Uri-Cran kapsul akan menjadi pilihan saya. Baik yang kapsul dan serbuk, dua duanya punya khasiat yang baik dalam merawat saluran kemih, jadi gak perlu bingung pilih yang mana, kan?

Informasi yang lebih lengkap mengenai produk Prive Uri-Cran, atau bahkan informasi seputar kesehatan saluran kemih, bisa kamu dapatkan di www.uricran.id, akun instagram @uricran.id, atau di Facebook Page Prive Uri-Cran. Informasi yang tertuang di sana sangatlah lengkap, jadi kamu bisa lebih aware dengan kesehatan saluran kemihmu!

You May Also Like

0 comments