REVIEW : Aloha Deodorant, Bebas Bau Badan dengan Bahan Alami

Sebelumnya saya pernah cerita, kalau selama hamil, saya agak mengurangi penggunaan skincare, baik perawatan wajah maupun perawatan tubuh. Produk-produk yang saya gunakan hanya yang essential, itupun membutuhkan waktu agak lama untuk menyeleksi produk yang saya rasa aman bagi saya dan janin.  Produk yang saya ulas kali inipun termasuk salah satu di antaranya. Salah satu produk essential perawatan tubuh, yaitu deodoran. 

Sebetulnya, sebelum hamilpun saya belum pernah menemukan deodoran yang cocok. Bukan berarti produk tersebut gagal menahan bau badan, tapi karena produknya membuat kulit ketiak saya menjadi lebih kering dan sering gatal. Padahal, saya hampir mencoba semua produk deodoran yang dijual di supermarket ataupun di drug store, dari mulai yang roll on,  krim oles, spray, semuanya sama, bikin kulit kering dan gatal. Akhirnya, saya gak sengaja lihat review seorang beauty vlogger tentang brand lokal dari Malang yang menjual body care organik, yaitu The Natural Story. The Natural Story, ini punya beberapa produk organik yang berfungsi untuk merawat ketiak, dari mulai scrub, night cream underarm, dan terakhir deodorannya.

Review Aloha Deodorant, Deodorant Organik Untuk Ibu Hamil

KEMASAN

Kemasan Aloha Deodorant ini berbentuk jar ulir dari bahan alumunium. Tentunya pemilihan kemasan ini bukan tanpa alasan. Melihat dari tekstur produk ini, rasanya kemasan berupa jar adalah yang terbaik dibanding tipe kemasan lainnya.

KLAIM

Aloha Deodorant menjaga kesegaran tubuh selama beraktivitas seharian. Deodorant natural antiperspirant yang cocok digunakan segala jenis kulit termasuk kulit sensitif.

KANDUNGAN

Review Aloha Deodorant, Deodorant Organik Untuk Ibu Hamil


Bisa dilihat pada kemasannya bahwa semua kandungannya berasal dari bahan-bahan natural dan didominasi oleh virgin coconut oil. Ini alasannya produk Aloha Deodorant berani mengklaim dirinya cocok untuk semua jenis kulit termasuk yang sensitif, bahkan aman juga untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA

Review Aloha Deodorant, Deodorant Organik Untuk Ibu Hamil

Teksturnya cukup unik. Sangat padat seperti lilin. Saking padatnya, butuh tekanan yang cukup kuat untuk mengambil produknya. Tapi uniknya, meskipun teksturnya sangat padat dan keras, produk ini mudah dibaurkan di kulit, dan yang lebih penting adalah, gak menggumpal dan mudah menyerap. Warnanya putih dengan aroma yang agak aneh. Bukan aroma yang mengganggu, tapi tipe-tipe aroma produk organik yang memang gak menggunakan parfum.

HASIL PEMAKAIAN

Hal pertama yang saya notice dalam menggunakan produk ini adalah produk ini gak sepraktis produk deodorant roll on yang biasanya saya pakai. Yang biasanya saya tinggal oles-oles, sekarang saya harus colek produknya, baru mengaplikasikan dan memastikan kalau produknya sudah merata dan juga menyerap ke dalam kulit. Gak ada sensasi perih atau apapun, dan tentunya gak ada rasa gatal seperti yang biasa saya rasakan saat memakai deodoran. Deodoran ini juga cukup cepat menyerap dan gak meninggalkan kesan lengket sama sekali.

Review Aloha Deodorant, Deodorant Organik Untuk Ibu Hamil

Setelah saya menggunakannya selama 2 minggu, ada beberapa hal yang bisa saya ulas di sini. Yang pertama, meskipun Aloha Deodorant ini mampu menahan bau badan, tapi dia gak menahan keringat. Saat saya hanya melakukan aktivitas ringan sih, semuanya aman-aman aja. Keringat masih bisa terkontrol. Tapi ketika saya beraktivitas di luar ruangan dalam waktu yang lama, saya merasakan ketiak saya basah oleh keringat. Eits jangan khawatir, meskipun basah, tapi anehnya gak bau sama sekali, netral aja gitu baunya. Kalaupun merasa gak nyaman dengan ketiak yang basah, saya tinggal lap pakai tissue dan voila beres. Saya juga bisa reapply dengan mudah, ketiakpun kering kembali. Jadi, buat saya bukan masalah besar. Produk natural pasti punya kelemahan di beberapa poin, dan mungkin ini adalah poin dari deodoran organik.

Review Aloha Deodorant, Deodorant Organik Untuk Ibu Hamil

Yang kedua, kalau biasanya saya perlu menggosok-gosok bagian ketiak dengan keras saat mandi (karena residu deodorant roll on yang cukup tebal), setelah menggunakan Aloha Deodorant, ketiak jauh lebih lembut dan lebih mudah dibersihkan. Gak perlu digosok terlalu kencang, ketiak sudah bersih dan halus dengan sendirinya.

Lalu poin terakhir, awalnya saya masih ragu apakah hanya perasaan saya atau memang benar adanya. Saya merasa ketiak lebih lembut dan pertumbuhan bulupun lebih jarang dibandingkan saat saya menggunakan deodorant yang roll on. Tapi ternyata, waktu saya iseng lihat review orang-orang yang pakai Aloha Deodorant ini, hampir semua merasakan hal yang sama. Frekuensi wax/shaving jadi lebih jarang.

KESIMPULAN

+ Menggunakan bahan-bahan alami
+ Aman untuk kulit sensitif, ibu hamil, ibu menyusui
+ Brand lokal
+ Gak mengandung fragrance
+ Membuat aroma ketiak menjadi netral
+ Ketiak lebih halus dan lembut
+ Ketiak menjadi lebih mudah dibersihkan
+ Menghambat pertumbuhan bulu ketiak

- Kurang praktis untuk pengaplikasian (jika dibandingkan dengan roll on)
- Gak menahan keringat
- Belum banyak tersedia, hanya online dari 1 toko

Harga : IDR 75.000 untuk 30 gram
Nilai : 3.5/5
Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement.

Tentang Menikmati Waktu Sendiri Agar Tetap Waras

Ini sudah masuk minggu keempat di Bulan Agustus, tapi tulisan-tulisan di bulan ini hanya 2 yang naik, sisanya masih belum terjamah di draft. Entahlah, akhir-akhir ini agak sulit mengatur waktu, padahal saya sama sekali gak kekurangan waktu luang. Ternyata terlalu banyak waktu luang malah membuat saya mendadak sibuk. Makanya, waktu Bandung Hijab Blogger mengajak untuk kolaborasi lagi, seperti biasa, saya memaksa diri untuk selalu berkontribusi. Kolaborasi bareng BHB adalah salah satu cara saya untuk menjaga komitmen dalam menulis. Rasanya sayang kalau harus melewatkan kesempatan untuk menantang diri menulis sesuai dengan tema yang ditentukan. Ya, menulis mengikuti tema adalah satu tantangan bagi saya, karena bisa dilihat, tulisan-tulisan saya kebanyakan acak, gak beraturan dan semau saya.

Tema yang diangkat di kolaborasi Bulan Agustus ini adalah "How To Enjoy My Me-Time", bagaimana cara saya menikmati waktu saya seorang diri. Tema yang menarik bagi saya. Mengingat bahwa saya seorang introvert, yang lebih menyukai aktivitas yang gak melibatkan banyak orang, banyak hal yang biasa saya kerjakan sendirian dalam rangka menikmati waktu-waktu sendiri.

Kolaborasi Bandung Hijab Blogger - How To Enjoy Me Time

Menikmati waktu-waktu sendiri bukanlah hal yang sulit, sebab bagi saya, sendirian selalu menyenangkan. Saya nyaris gak pernah merasa kesepian dengan waktu-waktu sendiri, bahkan saat saya berada dalam suasana sedih sekalipun. Menghabiskan waktu seorang diri bukan hanya bercerita tentang bagaimana bersenang-senang, memanjakan diri, apapun itu yang berbau menyenangkan. Tapi, mengkritik diri ataupun evaluasi diri kadang termasuk di dalamnya.

Berbeda dengan saya, ibu saya yang seorang extrovert terkadang bingung dengan cara saya menghabiskan waktu liburan. Bagi beliau, hang out dengan teman-teman adalah aktivitas yang sangat menyenangkan dan sangat menghibur. Jadi, kadang beliau suka protes, atau lebih tepatnya heran dengan cara saya memanjakan diri sendiri. Nah, di bawah ini adalah beberapa kegiatan yang saya biasa saya lakukan saat sendirian, dalam rangka memanjakan diri sendiri agar lahir batin tetap waras.

1. Bermain Gitar

Kolaborasi Bandung Hijab Blogger - How To Enjoy Me Time

Di rumah, saya memiliki beberapa alat musik. Dari mulai suling, harmonika, pianika, biola, gitar akustik, gitar listrik, dan piano yang seharga motor baru. Di antara alat musik yang tadi saya sebutkan, hanya gitar yang bisa saya mainkan. Oh, tunggu dulu. Jangan berpikir bahwa saya ini keren karena bisa main gitar. Percayalah, yang saya bisa hanya memainkan kunci-kunci dasar. Dengan ingatan yang pendek, saya hanya bisa menghapal chord beberapa lagu saja.  Thank God berkat internet, permainan lagu saya bisa sedikit variatif. Meskipun berbeda dengan kakak dan adik saya yang jago ngulik gitar, bagi saya menyanyikan lagu Peterpan atau Taylor Swift yang chordnya itu-itu saja, sudah cukup menghibur hati saya. Namanya juga musik, siapa sih yang gak terhibur?

2. Baca Buku

Kolaborasi Bandung Hijab Blogger - How To Enjoy Me Time

Saya yakin, ini sudah menjadi aktivitas favorit orang-orang di kala sendiri, termasuk saya. Dari jaman SMP, saya menjadi member tempat penyewaan buku. Kala itu, sehari saya bisa menyelesaikan 2 buku novel remaja. Tapi sayangnya, semenjak kehadiran smartphone dan berbagai social media, kecepatan membaca saya rasanya agak turun. Saya perlu menghabiskan 2 hari untuk novel yang ukurannya sedang-sedang saja. Dan untuk novel tebal, kadang berujung tak pernah saya selesaikan. Seringnya sih karena jeda waktu saya membaca terlalu lama, sehingga saya lupa alur ceritanya yang membuat saya mengulang baca dari awal. Itupun gak terjadi sekali, dua kali. Makanya, bukunya gak tamat-tamat. Sekarang, buku masih menjadi pacar saya. Bedanya, kali ini saya butuh effort agar lebih fokus menyelesaikannya. Biasanya, saya berkomitmen dalam sehari untuk gak bermain social media, demi menyelesaikan 1 buah buku.

3. Menggambar

 Kolaborasi Bandung Hijab Blogger - How To Enjoy Me Time

Saya pernah cerita sebelumnya, bahwa menggambar adalah salah satu hobi saya semenjak SD. Sempat berhenti karena selalu dikritik nenek bahwa menggambar orang itu pamali. Tapi, semakin dewasa, saya makin bodo amat. Meskipun hanya sekedar sketsa kasar, saya menikmatinya. Sebetulnya, saya juga sangat senang melukis. Tapi, yang saya gak suka adalah aktivitas setelah selesai melukis, yaitu beresin perlengkapannya. Dari mulai kuas dan palette yang kotor, dan gak jarang cat yang tumpah kemana-mana. Jadi, kalau disuruh milih antara menggambar atau melukis, jelas saya akan pilih menggambar. Seenggaknya, setelah saya selesai menggambar, saya hanya bertanggung jawab untuk merapikan pensil dan buku sketsa. Ya, mentok-mentok paling beresin 'daki-daki' penghapus.

4. Binge Watching alias Nonton Maraton

Ini adalah aktivitas paling menyenangkan, pun paling sulit dihentikan. Nonton maraton memang bikin ketagihan. Dulu, agar saya semangat kuliah, dari rumah saya sudah merencanakan TV Series apa saja yang akan saya tonton sepulangnya saya ke rumah. Makanya, waktu kuliah ada masanya saya menjadi kupu-kupu, kuliah langsung pulang. Entah bagaimana saya lebih cinta dengan How I Met Your Mother, Pretty Little Liars, The Mentalist, Psych, Lost, The IT Crowd, Lie To Me, Criminal Minds dibanding nongkrong dengan teman-teman saat itu. Kebiasaan itu masih berlanjut sampai sekarang. Hanya bedanya, akhir-akhir ini saya lebih tertarik menonton film yang sekali tamat dibanding maraton TV series. Karena ya itu dia... terlalu banyak aktivitas yang saya ingin kerjakan saat sendirian, sedangkan menonton TV series butuh komitmen untuk mengikuti tiap episodenya. 

5. Main Game

Saya harusnya menyimpan poin ini di nomor 1. Saking cintanya saya sama game, saya jadi bingung kenapa ada orang yang gak suka main game? Makanya waktu suami saya pernah bilang kalau dia gak begitu tertarik main game karena hanya akan membuang waktu, saya bilang kalau dia hanya belum mencobanya saja. Dan betul saja, setelah saya mengenalkannya pada beberapa game, sekarang dia bisa lebih asik dengan gamenya dibanding piano yang selama ini jadi pacarnya.  Makanya, sekarang saya nyesel udah ngenalin game ke suami.

Kecintaan saya pada game kayaknya dimulai dari SD. Dari mulai main tetris, sampai akhirnya beli nintendo, sega, PS 1, PS 2, dan seterusnya. Hampir semua game saya suka, tapi sejauh ini RPG adalah favorit saya.

6. Belajar Hal Baru

Saya ini orangnya gampang kabita dan sirik sama orang yang punya kelebihan. Mudah-mudahan ini masuknya sebagai hal positif ya, bukan iri dengki yang mengotori hati. Berkecimpung di dunia blogging ini mengenalkan saya pada blogger-blogger hebat di luar sana. Dari mulai cara menulisnya, infografisnya, komitmennya dalam menulis, yang kadang bikin saya minder dan ragu untuk melanjutkan perbloggingan ini. Tapi, untungnya, perasaan pesimis itu segera berganti menjadi ambisi yang sampai saat ini saya kejar. Perasaan gak mau ketinggalan dari orang lain ini semacam motivasi saya untuk selalu belajar hal baru.

Kolaborasi Bandung Hijab Blogger - How To Enjoy Me Time

Contohnya, belajar foto flatlay. Percayalah, meskipun foto flatlay terkesan mudah, semacam "lo tinggal taro barang secara acak terus foto", ternyata prosesnya cukup rumit. Dari mulai sudut pengambilan gambar yang kadang bikin encok-encok, cahaya matahari yang gak konsisten, dan sekalinya merasa dapat foto yang oke, sewaktu dicek, ada jempol kaki yang masuk ke dalam frame. Awalnya, saya nyerah belajar ini. Tapi melihat feed Instagram beauty blogger yang makin sini makin keren-keren, ya moso saya cemen banget mau nyerah.

Nah, itu adalah 6 poin di atas adalah aktivitas-aktivitas yang biasanya saya nikmati sewaktu sendirian di rumah, tepatnya di kamar. Kalau ada yang bertanya, "memangnya gak bisa menikmati waktu sendiri di luar rumah? Ke salon kek? Ke mall kek?". Oh tentu itu juga menyenangkan, tapi selama saya gak perlu mengeluarkan uang, kadang saya merasa lebih senang. *Istri Pelit*

Kalau kamu? Gimana caramu menikmati waktumu sendiri? Share dong! Siapa tau saya bisa nyontek, biar aktivitas saya bisa lebih variatif lagi.

Sinopsis Film Indonesia : Orang Kaya Baru (2019)

Sebetulnya, saya bukan pengikut film-film bioskop Indonesia. Hmm.. sebetulnya bukan hanya film Indonesia saja, film-film box office pun jarang saya ikuti, kecuali ada aktor favorit saya yang ikut bermain di dalamnya. Dengan alasan yang sama juga, saya tiba-tiba tertarik dengan film Indonesia yang dibintangi oleh dua aktor yang saya sukai, Lukman Sardi dan Cut Mini, yaitu film Orang Kaya Baru (2019). Selain penampilan Cut Mini dan Lukman Sardi, yang bikin saya tertarik adalah keunikan antara plot cerita dengan aktor-aktor yang memainkannya, karena di sini saya bisa melihat si cantik Raline Shah yang berperan sebagai orang miskin.

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Film OKB ini memiliki plot cerita yang sebetulnya gak baru-baru banget, bahkan mungkin sering diangkat di FTV siang hari. Tapi, tentu saja, dengan Joko Anwar sebagai penulis, cerita yang ringanpun bisa berubah menjadi lebih bermakna dan meninggalkan kesan yang dalam. 

Film ini diawali oleh narasi yang disampaikan oleh Tika (Raline Sah). Secara singkat, Tika menceritakan kondisi keluarganya. Keluarganya terdiri dari 5 orang, termasuk dirinya. Selain ada Bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini), ia memiliki seorang kakak yang bernama Duta (Derby Romero), dan seorang adik yang bernama Dodi (Fatih Unru). Meskipun kondisi keuangan keluarganya pas-pasan, dikarenakan Bapak hanya bekerja di bengkel, Bapak selalu menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang berkualitas, yang tentunya membutuhkan biaya yang besar. Tapi, Bapak tidak pernah mengeluh dengan keadaan, justru beliau selalu mengingatkan keluarganya untuk selalu bersyukur dan menikmati segala yang sudah dimiliki, contohnya kehangatan dan keharmonisan keluarga mereka, yang belum tentu dimiliki oleh setiap keluarga yang ada di dunia ini.

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Keterbatasan ekonomi gak membuat Tika, Duta, dan Dodi menjadi minder atau apapun itu namanya. Gak ada drama-drama menyalahkan orang tua karena terlahir miskin seperti yang umum ada di sinetron. Duta, Tika, dan Dodi memang banyak menemukan masalah di luar rumah, terlebih di sekolah mereka, sekolah-sekolah yang mayoritas berisi anak orang-orang kaya. Bahkan, dibully sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Tapi, ya itu tadi, ketiga anak ini cukup tangguh, bukan tipe menye-menye yang sekali dibully dan dikatain miskin, langsung nyalahin orang tua dan nangis-nangis meratapi nasib yang diberi Tuhan.

Lalu tibalah suatu malam, awal dari perubahan hidup mereka. Secara mendadak, Bapak meninggal di halaman rumah, tidak diawali sakit apapun. Kepergian Bapak secara mendadak membuat seisi rumah tergoncang. Apalagi dengan status ibu mereka yang hanya sekali-kali berjualan, sulit membayangkan bagaimana meneruskan hidup mereka. Duta dan Tika mengusulkan agar mereka berdua berhenti sekolah saja, dan mulai mencari pekerjaan. Tentu Ibu menolak, Ibu memilih untuk menjual rumah dan pindah ngontrak dibanding harus mengorbankan pendidikan anak-anak. 

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Esok paginya, seorang pengacara mengetuk rumah mereka. Sempat merasa ketakutan karena berpikir bahwa pengacara akan membawa kabar hutang Bapak, mereka berempat akhirnya mempersilahkan pengacara dan asistennya masuk. Di luar dugaan, pengacara ini ternyata ingin menyampaikan perihal harta warisan yang ditinggalkan oleh Bapak. Melalui video yang direkam sendiri oleh Bapak, Bapak menyampaikan rahasia terbesarnya, bahwa sebetulnya Bapak adalah orang kaya, bukanlah pekerja bengkel. Bapak sengaja berpura-pura menjadi orang miskin, agar istri dan anak-anaknya dapat selalu menghargai apa yang disebut sebagai kerja keras. Kendati demikian, Bapak ingin memberikan kebahagiaan terakhir kepada keluarganya, yaitu sejumlah uang yang akan terus menerus dicairkan kapanpun Ibu, Duta, Tika, dan Dodi butuh.

 Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Reaksi awal mereka mendengar pesan Bapak adalah bingung dan marah, terutama Ibu. Selama hidupnya Ibu mengalami kesulitan, membantu Bapak mencari uang dengan sedikit berjualan. Tapi, fase marah itu dapat dilewati dengan cepat. Mengetahui bahwa mereka bukan lagi orang miskin, membuat mereka kalap membeli segala sesuatu yang sejak dulu mereka inginkan. Rumah, motor, mobil mewah, perhiasan, apapun, you name it. Duta yang bermimpi menjadi sutradara, dapat dengan mudah menjadi produser drama teaternya sendiri, Tika yang daridulu memang pintar, dapat mengoptimalkan potensinya untuk menjadi arsitek, Dodi bisa mengganti sepatu bututnya dengan Adidas keluaran terbaru, Ibu gak ketinggalan, segala bentuk dan jenis perhiasan, ia beli. Gak takut uangnya habis? Ya kalau habis, tinggal minta lagi.

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Semuanya terasa menyenangkan. Mereka merasakan betapa mudahnya menjadi orang kaya. Namun, seperti yang kita tahu bahwa kesedihan gak mungkin bertahan lama, begitupun dengan kebahagiaan. Satu persatu masalah mulai muncul, membuat mereka sadar dan mengerti maksud dari Bapak selama ini. Penasaran bagaimana kelanjutannya? Kalian bisa tonton di Iflix sekarang juga.

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Plot cerita tentang orang tua yang pura-pura miskin selalu bikin orang mupeng. Kadang saya juga ngarep, apa jangan-jangan sebetulnya Ayah saya adalah turunan ningrat yang sedang berpura-pura hidup sederhana #ngarep. Seperti yang saya bilang, ceritanya ringan dan menarik untuk diikuti. Meskipun saya bisa menebak alur ceritanya, saya tetap bisa menikmatinya. Aksi Lukman Sardi dan Cut Mini memang menjadi maskotnya, tapi yang lainpun gak kalah kerennya. Raline Shah, meskipun saya masih melihat aura kaya di balik kaos oblong, celana pendek, dan muka polos tanpa make up, tapi kemampuan aktingnya semakin oke. Yang saya sayangkan justru Derby Romero, perannya gak bergitu menonjol, karakternya pun kurang menunjukkan bahwa ia ini adalah seorang laki-laki yang berambisi sebagai sutradara. Tapi, itu bisa jadi karena scene tentang kehidupan Duta ini memang hanya ditampilkan sedikit saja. 

Tapi overall saya terhibur banget! Film ini saya rekomendasikan buat kalian yang menyukai film drama keluarga yang berisi komedi dan cinta di dalamnya. Banyak pesan yang bisa diambil dari film ini, terutama pesan-pesan dari Bapak. Tentang betapa kita akan lebih menghargai hidup dengan keterbatasan yang dimiliki. Betul memang jika dibilang uang memudahkan kita untuk mendapatkan yang kita inginkan, tapi apakah uang dapat selalu memberikan segala yang kita butuhkan?

REVIEW : Sukin Certified Organic Rosehip Oil

Sebetulnya saya sudah merasa kalau kulit saya lebih bersahabat dengan skincare yang bentuknya oil untuk penggunaan malam hari. Awal mula saya menyadari itu adalah waktu saya menggunakan Farsali Rose Gold Elixir, yang sudah pernah saya ulas di sini. Tapi, karena saya agak ragu menggunakan Farsali selama hamil, karena belum pernah menemukan ulasan mengenai keamanan Farsali jika digunakan ibu hamil, maka saya beralih ke produk yang selama ini cukup populer di kalangan pecinta skincare organik, yaitu Sukin. Sukin adalah brand Australia yang mengusung produk-produk berbahan alami, yang aman digunakan semua jenis kulit, termasuk kulit ibu hamil. Sejauh ini saya sudah mencoba 2 produk Sukin, tapi untuk kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang pengalaman saya menggunakan Sukin Certified Organic Rosehip Oil.

Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

KEMASAN

Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

Setau saya, kemasan Sukin yang pink ini termasuk baru. Sebelumnya, warnanya hijau muda. Awalnya saya sempat ragu, saya pikir Sukin Certified Rosehip Oil ini sudah discontinue, tapi ternyata mereka hanya mengganti warna kemasannya saja. Box berwarna pink ini terlihat sederhana, seperti box skincare pada umumnya. Yang saya suka, tulisan-tulisan yang tertera di boxnya sangat informatif, sehingga memudahkan kaum-kaum awam yang belum banyak tau kegunaan Rosehip Oil.

Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

Kemasan Rosehip Oilnya sendiri berbentuk botol berpipet. Botolnya kokoh, bukan botol plastik yang kalengan. Pipetnya pun, meskipun gak sebagus pipet Farsali, termasuk yang nyaman digunakan karena ujungnya melengkung, memudahkan minyaknya untuk menetes ke arah yang kita mau, jadi gak bakal kececer-cecer.

KLAIM

Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

Mengandung 70% essential fatty acids dan vitamin yang membantu menenangkan, melembutkan, dan melembapkan kulit. Kandungan nutrisinya membantu mengurangi tampilan luka dan melawan tanda-tanda penuaan.

Nutrisi yang terkandung di dalam minya ini dapat digunakan sehari-hari untuk membantu mengurangi kemerahan yang disebabkan oleh kulit kering dan gatal, sertta membantu merawat kulit untuk tetap sehat. Minyak ini mudah menyerap, membuat kulit menjadi tampak berseri dan sehat.

CARA PAKAI

Tuang 2-3 tetes minyak pada telapak tangan. Gunakan jari untuk memijat kulit yang sudah dibersihkan, baik pada wajah, leher, dan atau pada badan setiap pagi dan malam, atau saat diperlukan.

KANDUNGAN

Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

Sebetulnya produk ini hanya mencantumkan Rosehip Oil sebagai kandungan utamanya. Gak banyak informasi mengenai kandungan lainnya. Justru produk ini mengangkat informasi mengenai bahan-bahan yang mereka hindari dan tidak terkandung pada produknya, yaitu:
1. Petrolatum/ Mineral Oils
2. Synthetic Fragrance
3. Animal Derivatives
4. Artificial Colours
5. Harsh Detergents
6. Propylene Glycol
7. MEA/ DEA/ TEA
8. Phthalates
9. Triclosan
10. Sulphates
11. Parabens
12. Silicones
13. EDTA

Melihat informasi yang super jelas ini, saya merasa Sukin memang menjual produknya dengan label skincare yang super duper aman, karena gak menggunakan bahan-bahan skincare yang sering menjadi kontroversial seputar keamanannya.

TESKTUR, WARNA, DAN AROMA

Rosehip oil ini tentu berbentuk minyak. Warnanya kuning, ya kurang lebih seperti kebanyakan produk oil pada umumnya. Rosehip oil ini juga punya aroma yang samar, tapi yang jelas bukan aroma wewangian buatan. Aromanyapun langsung menghilang begitu diaplikasikan, jadi gak masalah.

HASIL PEMAKAIAN

Sebelumnya, saya ingin bercerita mengenai kondisi kulit saya selama hamil. Sebetulnya saya gak menemukan masalah besar di trimester pertama. Skincare yang saya gunakan masih seperti dulu, walaupun saya menghindari penggunaan exfoliator. Tapi, tiba-tiba saja di trimester ke 2, kulit wajah saya menjadi gak karuan. Antara kering dan berminyak tercampur jadi satu. Jadi tiap cuci muka, kulit wajah saya seperti ketarik dan super duper kering. Tapi, di siang hari, minyak wajah mulai keluar dan gak kekontrol seperti biasanya. Kalau dilihat sekilas sih seperti gak kenapa-kenapa, tapi begitu dipegang..rrr.. tekstur kulit super gradakan dengan gerombolan beruntusan di area dahi dan rahang.

Setelahnya, saya stop menggunakan semua skincare. Saya hanya menggunakan Evian Facial Spray untuk menenangkan kulit saya yang belum diketahui permasalahannya apa. Penggunaan Evian memang membantu meredakan gradakan, tapi hanya sedikit saja. Beberapa area wajah masih bertekstur gak rata. Akhirnya, setelah menelusuri artikel dan vlog orang lain mengenai penggunaan skincare selama hamil, saya mendapatkan beberapa referensi produk yang dikatakan aman dan mampu meredakan permasalahan-permasalahan kulit selama hamil. Banyak merk yang disebutkan, termasuk sensatia botanica, trilogy, cetaphil, dan yang lainnya. Tapi, karena saya punya pengalaman baik dengan dunia perminyakkan, maka saya memilih Sukin Organic Rosehip Oil ini untuk mengatasi permasalahan kulit gradakan saya, berharap kalau oil ini ampuh.

Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

Sebelum saya beli yang full size, saya coba beli yang share in bottle nya sebanyak 3 ml. Saya emang lagi malas menanggung resiko gak cocok terhadap suatu produk. Selain uangnya sayang, produknya juga sayang. Karena jikapun saya hibahkan ke orang lain, belum tentu cocok dengan kulit mereka. Maka dari itu, saya pesan 3 ml Sukin Certified Organic Rosehip Oil ini dengan harapan bisa meredakan beruntusan dan tekstur kulit yang gak jelas ini. 

Seperti biasa, saya hanya menggunakan Sukin Certified Organic Rosehip Oil ini di malam hari. Penggunaan di siang hari sebetulnya gak masalah bagi kalian yang berkulit normal, cuma mengingat kondisi kulit muka saya yang mudah berminyak dan banyaknya debu di siang hari, saya gak mau nambah resiko kulit wajah saya semakin gak karuan. Saat malam haripun, saya gak menggunakan skincare lain selain Evian Facial Spray (reviewnya di sini) dan Sukin Certified Organic Rosehip Oil, karena memang sengaja ingin melihat efek dari Sukin ini.

 Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

Tekstur yang lebih cair dari oil pada umumnya, membuat Rosehip Oil ini terasa mudah untuk dibaurkan ke seluruh wajah. Tapi, walaupun pada informasinya dikatakan bahwa minyak ini mudah menyerap, bagi saya sih nggak. Rasanya kurang lebih sama dengan Farsali, minyak yang terserap hanya berkisar 70%, sisanya masih terasa ada di atas permukaan wajah. Hanya saja, karena teksturnya yang gak terlalu berat, saya gak merasa terganggu dengan minyak yang gak menyerap ini. Apalagi, karena saya hanya menggunakannya di malam hari. Yang penting, saya harus pastikan bantal dan kasur saya bersih, meminimalisir pindahnya debu-debu ke wajah saya.

Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

Efek dari pemakaian Sukin Certified Rosehip Oil ini langsung terasa di pemakaian pertama. Pagi hari, tekstur kulit saya lebih enak dipegang, meskipun jika dilihat secara seksama, apalagi di bawah sinar matahari, beruntusan masih ada di sana. Hanya saja, tekstur kulit saya lebih lembap dan lembut. Ini adalah efek yang dulu saya rasakan pada saat menggunakan Farsali, jadi saya langsung menyimpulkan bahwa saya cocok dengan skincare ini. Meskipun saya pernah bilang bahwa menyimpulkan efek suatu skincare itu harus dalam beberapa minggu, tapi buat saya itu hanya berlaku untuk melihat ketidakcocokkan produk. Sedangkan untuk produk yang langsung memberikan efek positif dalam semalam, saya langsung simpulkan bahwa produk tersebut cocok. 

Setelah 2 minggu menghabiskan 3 ml Sukin Certified Rosehip Oil ini (cukup awet juga ternyata lho!), tanpa ragu saya membeli botol aslinya yang ukuran 25 ml. Sepengetahuan saya, ada ukuran lain di atas 25 ml ini, tapi mengingat produk ini lama habisnya, apalagi hanya saya gunakan di malam hari, dan masa pakainya hanya 6 bulan, saya rasa 25 ml ini sudah cukup kok.

Saat saya menulis review ini, saya sudah menggunakan produk ini selama 1 bulan, dan kulit jauh lebih halus. Beruntusan hilang total, yang tersisa hanya beka-bekas beruntusan dan jerawat yang terkadang masih muncul barang 1 atau 2 biji. Selain kulit terasa lebih halus karena bersih dari beruntusan, saya merasa kulit lebih kenyal dan lebih enak saat dipakaikan make up. Oh, jangan berharap efek memutihkan atau mencerahkan, karena produk ini memang gak berfungsi untuk itu. Tapi, bagi ibu hamil, sekedar bebas dari bruntusan dan jerawat saja sudah alhamdulillah.

KESIMPULAN

+ Menggunakan bahan-bahan alami
+ No paraben, fragrance, mineral oil, silicon, pewarna dan bahan-bahan kimia lainnya yang dianggap kurang cocok untuk kulit sensitif
+ Gak terasa berat di wajah
+ Mengurangi beruntusan dan tekstur yang tidak rata pada kulit wajah
+ Kulit lebih kenyal, kadar minyak lebih terkontrol
+ 2 tetes sudah cukup untuk seluruh wajah
+ Mudah dibaurkan
+ Aman bagi ibu hamil dan menyusui
- Sulit dicari, harus online
- Hanya bertahan 6 bulan setelah dibuka

Harga : IDR 160.000 untuk ukuran 25 ml
Nilai : 4.5/5
Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement.