Mata Kering Menjelang Hari H, Untung Ada Insto Dry Eyes!

by - July 08, 2019

Menjadi anak perempuan satu-satunya dalam keluarga, membuat saya sedikit salah gaul. Bukan, bukan pergaulan yang menyimpang semacam itu. Tumbuh bersama 2 orang saudara laki-laki yang hobi bermain video games, membuat saya gak tertarik dengan permainan-permainan perempuan, seperti boneka, barbie, rumah-rumahan, dan yang lainnya. Bahkan hingga remaja dan dewasa, kalau saya ditawari bermain harvest moon atau pergi ke mall untuk shopping dengan teman-teman, saya gak ragu untuk lebih memilih macul-macul menanam jagung di Harvest Moon.

Buat saya, bermain video games itu semacam stress release, hiburan yang paling menyenangkan. Mungkin kebanyakan perempuan lebih suka shopping dan nongkrong-nongkrong untuk melepas stress, tentu saya pernah mencobanya. Bukannya menghilang, stress saya semakin menjadi setelah melihat bill yang harus dibayar. Tapi, ada kalanya kecintaan saya akan video game ini malah menjadi malapetaka, terutama di hari besar saya tahun lalu.

Tahun lalu, saya menikah. Tepatnya pada 28 Januari 2018, Ibu yang memilih tanggal, karena angka cantik, ujarnya. Semua orang, terutama yang sudah menikah, pasti pernah merasakan bagaimana stress dan gak karuannya perasaan menjelang hari H. Begitupun dengan saya. Ketakutan-ketakutan tentang hari pernikahan, dari mulai yang masuk akal seperti "bagaimana jika catering kurang", "bagaimana kalau hujan besar", sampai pikiran-pikiran ngawur seperti "bagaimana kalau mantan saya datang dan menghalangi jalannya pernikahan" datang menghantui di setiap malam. Dasar saya yang kurang iman, bukannya perbanyak ibadah supaya stress berkurang, malah mencari hiburan lain untuk menepis perasaan gelisah itu. Ke mana lagi kalau bukan bermain video games.

Kalau dulu saya masih bermain PS, sekarang saya lebih banyak bermain games di handphone. Tentu saja karena alasan praktis. Mobile legend adalah salah satu games yang gak pernah saya lewatkan setiap harinya untuk dimainkan. Menjelang hari-hari pernikahan, setiap harinya saya selalu bermain ML (mobile legends) dengan alasan pengalih stress dan ketagihan tentunya. Gak peduli pagi, siang, malam, di kantor, di vendor rias, vendor katering, pokoknya dimanapun ada kesempatan untuk bermain handphone, saya selalu bermain games. Selama itu juga saya gak pernah khawatir dengan kesehatan mata saya karena saya seringkali menggunakan kaca mata minus 3.75 yang juga memiliki fungsi anti radiasi pada lensanya. Jadi, saya PD aja berlama-lama bermain games

Review Insto Dry Eyes Indonesia Anisa Firdausi

Lalu muncullah hari itu, cara Tuhan menegur saya agar saya fokus memikirkan pernikahan saya, bukan mikirin gimana caranya naik level pada video games. 2 minggu sebelum hari pernikahan, saya terbangun dengan mata sebelah kanan yang luar biasa perih dan pegal. Rasanya seperti kemasukan sampo, tapi saya ingat betul saya gak pernah sampoan di kasur. Saking perihnya, saya hanya mampu membuka mata kanan selama 3 detik. Jika dipaksakan lebih dari itu, perihnya semakin menjadi, seperti dicolok gunting khusus bulu hidung, yang tipis itu. Akhirnya, seharian saya hanya mengandalkan mata kiri saya. Mata kanan saya gunakan seperlunya, saya buka dikit-dikit aja, seperti orang sedang ngintip. Saya juga menghindari penggunaan lensa kontak, karena hanya membuat mata saya pegal dan semakin kering. Sebetulnya saya memang jarang menggunakan lensa kontak, kecuali untuk acara-acara tertentu, acara-acara besar, dan tentu hari pernikahan termasuk salah satu di antaranya. Ya, bukannya gimana-gimana, bayar make up artist kan gak murah, masa make up mata saya mau ditutupin kaca mata.

Saya pikir, masalah mata ini hal sepele. Nanti juga bakal hilang dengan sendirinya. Tapi ternyata, makin hari perihnya bukan makin menghilang. Mata kanan saya semakin berat untuk dibuka, rasanya bukan hanya perih dan pegal, tapi juga sepet. Rasanya seperti ada yang menahan mata saya untuk tetap tertutup. Awal mula, saya sempat berpikiran mistis. Jangan-jangan ini semua adalah ulahnya mantan yang mengirim "sesuatu" untuk menganggu pernikahan saya. Tapi kemudian saya ditoyor oleh sahabat saya, "kalau mau suudzon mbo ya kira-kira aja!," katanya.

Karena tak kunjung membaik, saya pergi ke dokter spesialis mata atas saran Ken, sahabat saya. Begitu dokter memeriksa mata saya, beliau bilang mata saya lelah dan kering. Saya sempat ditanya apakah akhir-akhir ini sering berhadapan dengan komputer atau terlalu sering menggunakan handphone? Saya bilang tentu, itu bagian dari pekerjaan saya, berhadapan dengan komputer, tapi saya gak bilang kalau saya juga banyak menggunakan handphone untuk bermain games, malu. Dokter bilang bahwa sebetulnya handphone atau komputer tidak akan memberikan masalah pada kesehatan mata, yang bikin mata menjadi lelah dan kering adalah karena kedipan mata kita berkurang saat dipaksa untuk fokus menatap layar. Mata kita yang biasanya berkedip 10-15x setiap menitnya, bisa menjadi berkurang setengahnya karena terlalu fokus pada gadget. Mendengar penjelasan dokter, saya hanya ber'ooh' dan menjadi paham kenapa stress saya bisa hilang saat bermain video games. Ya gimana nggak, ngedip aja lupa, apalagi stress. Untung saya masih ingat untuk napas. Nah, di sinilah saya baru sadar, bahwa ternyata memakai kaca mata anti radiasi saat menggunakan gadget gak berarti bikin kita terhindar dari mata kering.



Setelah menghabiskan uang yang gak sedikit untuk membayar biaya konsultasi doker dan vitamin mata yang berupa kapsul, saya lumayan tenang, berharap besok mata saya kembali normal. 2 hari setelahnya, nah.. kalau tulisan ini masih berlanjut, pasti kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya, kan? Ya, mata saya tetap kering, gak ada perubahan. Uang melayang sia-sia. Bukannya skeptis dengan penjelasan dari dokter, tapi karena penasaran, saya banyak baca artikel-artikel seputar penyebab mata kering. Sampai akhirnya saya menemukan artikel dari alodokter.com yang menjelaskan 3 penyebab mata kering secara umum, yaitu :

1. Produksi Air Mata Berkurang
Biasanya kondisi ini timbul karena usia tua, penyakit, konsumsi obat-obatan tertentu, kerusakan kelenjar air mata karena radiasi atau akibat operasi laser mata.

2. Air Mata Lebih Cepat Menguap
Kondisi ini dapat diakibatkan oleh cuaca (angin, asap, atau udara kering), kondisi yang membuat mata jarang berkedip (membaca, bekerja depan komputer, bermain gadget), masalah pada kelopak mat ayang berbalik ke luar ataupun ke dalam.

3. Komposisi Air Mata Tidak Seimbang
Air mata terdiri dari minyak, air, dan lendir dengan komposisi tertentu. Ketika komposisi ini berubah, dapat mengakibatkan mata kering.

Sebetulnya isi artikel tersebut kurang lebih sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan oleh dokter. Intinya adalah tentang kurangnya kadar air pada mata. Seketika saya merasa kalau ini adalah permasalahan yang sederhana. Saya hanya perlu memproduksi lebih banyak air mata, agar mata saya lebih lembap. Terdengar masuk akal, bukan? Kalian tau apa yang saya lakukan selanjutnya? Saya memaksakan diri untuk menangis, berusaha memproduksi air mata sebanyak-banyaknya. Saya banyak menonton drama-drama sedih. Tapi bodohnya, saya menonton di handphone, dan boro-boro ingat nangis, ngedip aja saya lupa lagi karena terlalu asik mengikuti jalan ceritanya.

Sampai akhirnya gak kerasa sudah H-3. Saya mulai uring-uringan dengan masalah mata ini. Saya sampai berkali-kali curhat dengan calon suami saya saat itu. Dia cuma menenangkan bahwa gak masalah kalaupun nanti saat menikah saya harus menggunakan kaca mata, toh tetap cantik. Tapi jelas, kata-kata itu gak menenangkan sama sekali.

Pada akhirnya, Ibu datang sebagai penyelamat. Tadinya, saya gak niat untuk cerita perihal mata sakit ini karena takut dimarahi. Ibu selalu bilang jangan terlalu lama bermain handphone, tapi saya selalu mengabaikannya. Makanya, saya gak berani jujur, malu mendengar kata-kata, "Kan Ibu sudah bilang..." atau "Ibu bilang juga apa.."

Singkat cerita Ibu bilang, "Coba dipakein Insto Dry Eyes aja". Sebetulnya, Insto memang obat mata yang selalu ada di kotak P3K rumah. Tapi, karena harganya murah, saya agak skeptis kalau Insto bisa menyembuhkan mata ini. Saya pikir Insto hanya untuk menyembuhkan mata yang kemasukan pasir atau debu saja, gak sesuai dengan permasalahan mata yang saya alami. Cuma ya balik lagi, biasanya kalau Ibu yang bilang, selalu benar.

Review Insto Dry Eyes Indonesia Anisa Firdausi

Sebelum saya pakai, saya sempat baca informasi yang tertera pada kemasan Insto Dry Eyes ini. Insto Dry Eyes merupakan tetes mata steril yang mengatasi gejala mata kering. Digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata (biasanya pada penderita rheumatoid arthritis, keratoconjunctivitis dan xerophthalmia), juga digunakan sebagai pelumas pada mata palsu.

Botol kecil dengan cairan seberat 7.5 ml ini mengandung 3.0 mg Hydroxypropyl Methylcellulose dan 0.1 mg Benzalkonium chloride di setiap ml nya. Seperti biasa, sebelum saya menggunakan suatu produk, saya selalu mengecek kandungan-kandungan yang ada di dalamnya. Ya jangankan obat mata, kandungan bedak aja biasa saya cek satu-satu kandungannya untuk menghindari timbulnya masalah baru dari kandungan yang ada. Nah, Hydroxypropyl Methylcellulose adalah kandungan utama Insto Dry Eyes. Dilansir dari honestdocs.id, Hydroxypropyl Methylcellulose merupakan agen semisintetis dan polimerik viskoelastik yang merupakan cairan koloid. Obat ini bekerja untuk menebalkan serta melapisi permukaan dan mengikat proses granulasi. Hydroxypropyl Methylcellulose juga dapat meningkatkan efek terapi pada beberapa jenis obat, juga memiliki karakteristik seperti air mata natural dan sebagai lubrikasi pada permukaan mata serta menjaga hidrasi kornea. 

 Review Insto Dry Eyes Indonesia Anisa Firdausi

Nah kan, membaca informasi yang ada pada box Insto Dry Eyes ini bikin saya jadi merasa bodoh kenapa gak cerita sama Ibu dari awal. Jelas-jelas di rumah ada tetes mata steril yang berfungsi seperti "air mata buatan" untuk melembapkan mata, kenapa saya harus repot-repot nonton drama sedih untuk memaksakan air mata saya keluar??

Review Insto Dry Eyes Indonesia Anisa Firdausi

Akhirnya saya menggunakan Insto Dry Eyes selama 3 hari berturut-turut sampai di hari H. Saya pakai 2x sehari, saat siang hari dan sebelum tidur. Tiap mata biasanya saya tetesi 1-2x. Efeknya mulai terasa dari mulai pemakaian kedua. Awalnya mata saya terasa lebih enteng, gak sepet walaupun masih terasa sedikit kering. Sudah mulai bisa bertahan untuk terbuka selama 5 detik di hari kedua. Lalu esoknya lagi, mata saya sembuh total, gak kering sama sekali, tepat di hari H. Untuk jaga-jaga, saya juga menggunakan tetes Insto ini di hari pernikahan, tentunya bukan pada saat saya menggunakan kontak lensa, tapi 20 menit sebelum memakainya. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa memamerkan eye make up mahal ini di depan suami tanpa terhalang kaca mata.


Acara pernikahan berlangsung dengan lancar tanpa kendala apapun, bikin saya ngerasa menyesal karena terlalu stress memikirkan ketakutan-ketakutan saya di hari pernikahan dan berujung dengan stress mengobati mata yang kering. Tapi kan everything happens for a reason, mungkin Tuhan negur saya biar saya bisa lebih mengontrol hobi saya main games setelah saya menikah, biar saya gak lebih memilih mabar (main bareng) dibanding membuat sarapan suami. Tapi ya meskipun saya sudah jarang main game lagi, masalah mata kering, mata sepet, mata pegel, mata perih, ataupun mata lelah, kadang emang gak bisa dihindari. Tentu saja karena saya masih suka nonton drama korea, masih suka baca e-book, dan tentunya blogging. Tapi gak masalah, selama ada Insto di rumah, I know I'm in good hands.

Review Insto Dry Eyes Indonesia Anisa Firdausi 

You May Also Like

4 comments

  1. Waah nice info nih untuk aku yang sering kerja depan monitor seharian. Thank you bebb

    ReplyDelete
  2. saya sendiri sering banget lama-lama di depan komputer, menatap layar hp, plus di ruang ber AC, lengkap deh keluh kesah terhadap mata,

    insto ini bisa jadi solusi buat mengatasi keluhan ringan si mata

    ReplyDelete
  3. Resiko bekerja di depan gawai pintar atau komputer sering mengalami mata lelah dan kering

    ReplyDelete
  4. Waah ko sama sis, di kotak P3K saya juga selalu ada insto.. nice share sis :)

    ReplyDelete