Keseruan Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Beberapa waktu lalu saya diundang untuk menghadiri salah satu festival yang diselenggarakan oleh SGM Bunda. Siapa sih yang gak tau SGM Bunda, susu khusus ibu hamil itu lho. Begitu saya diinformasikan mengenai rundown acaranya, saya langsung mengiyakan untuk hadir di acara tersebut, tepatnya pada 28 Juli 2019 lalu di Taman Tegallega Bandung. Festival Bunda Generasi Maju, namanya. Keren yah? Acara ini memang mengangkat tema betapa pentingnya kesehatan bunda sebagai langkah awal mendukung generasi maju. Karena temanya memang dispesialkan untuk ibu hamil, festival ini menyediakan area-area yang bertujuan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi ibu hamil.

Saya datang tepat pukul 08.00. Saat itu acaranya belum dimulai, tapi pengunjung yang datang sudah membludak. Antusias masyarakat yang begitu besarnya membuat saya terharu, bahwa ternyata masyarakat kita peduli betapa pentingnya kesehatan Bunda di masa kehamilan. Antrian pendaftaran gak cuma dipenuhi oleh Bunda-Bunda saja, tapi juga Bapak-Bapaknya. Huhu, seandainya Pak Suami ada di Bandung, pasti sudah saya bawa juga. 

Setelah acara resmi dibuka, talkshow bersama Obgyn ada pada urutan pertama. Buat saya yang masih banyak bingung tentang masa-masa kehamilan, paparan dari DR. dr. H. Ridwan Abdullah Putra, SpOG (K FM) CH benar-benar mencerahkan dan meluruskan persepsi saya selama ini. Rasanya seperti sedang konsultasi langsung dengan dokter kandungan, hanya saja durasinya lebih lama daripada di rumah sakit yang kadang gak pernah lebih dari 15 menit.

dr. Ridwan menjelaskan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan dan dipastikan jangan sampai ada yang dilewatkan, yaitu :
1. Nutrisi
2. Pemeriksaan Kehamilan
3. Pengelolaan Stress
4. Olahraga

Keempat hal tersebut sebetulnya bukan hal yang baru, tapi seringkali kita sepelekan, terutama no 3. Sayapun kadang masih sering menghadapi stress yang muncul tiba-tiba dan mengalami kesulitan untuk mengendalikannya. Berbeda dengan no 1, 2, dan 3 yang sebetulnya lebih mudah dipenuhi, karena kita punya kontrol penuh untuk melakukannya. Padahal, stress pada kehamilan dapat memberikan risiko-risiko terhadap janin dalam kandungan, di antaranya risiko alergi, risiko abortus, dan menyebabkan sistem kekebalan bayi berkurang.

Talkshow Obgyn Festival Bunda Generasi Maju Taman Tegallega Bandung

Untuk masalah nutrisi, Bunda hamil perlu lebih aware dengan segala sesuatu yang dikonsumsi. Pastikan apapun yang dikonsumsi adalah makanan atau minuman yang memang memiliki kandungan yang bermanfaat, yang mengandung zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi makro biasa kita temukan pada makanan yang kita makan sehari-hari, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan zat gizi mikro adalah vitamin dan mineral. Susu SGM Bunda sendiri termasuk pada zat gizi mikro karena SGM Bunda ini merupakan susu yang complinutri, mengandung minyak ikan, tinggi zat besi, tinggi asam folat, kalsium, dan vitamin D.  Nutrisi-nutrisi tersebut sangat diperlukan Bunda selama hamil untuk menunjang tumbuh kembang janin di dalam rahim. Tujuannya tentu untuk menghasilkan generasi maju dengan karakteristik berpikir kreatif, supel, percaya diri, mandiri, dan kuat.

dr. Ridwan juga menganjurkan beberapa olahraga yang dapat dilakukan oleh bumil, karena tentunya gak semua olahraga bisa dilakukan oleh bumil. Gak ribet kok, beliau merekomendasikan olahraga-olahraga sederhana dan beberapa bisa kita lakukan kapan saja dan di mana saja, misalnya jalan kaki, senam hamil, sepeda statis, yoga, berenang, dan yang paling sering kita lakukan (bagi muslim) adalah shalat.

Paparan dr. Ridwan ini sangat lengkap sampai gak terasa sudah di akhir materi. Sayangnya, beliau hanya memberikan 3 kesempatan bagi Bunda-Bunda yang hadir untuk bertanya, dan sedihnya saya gak termasuk di antaranya. Tapi ternyata, pertanyaan-pertanyaan 3 Bunda yang lainpun sudah mewakili pertanyaan-pertanyaan yang saya miliki. Nah, ini adalah keuntungan hadir di acara ini, saya merasa gak sendirian. Di kelilingi Bunda-Bunda lainnya yang juga sedang hamil, saya merasa punya banyak teman seperjuangan. 

Setelah dr. Ridwan menutup talkshownya, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari marketing brand SGM Bunda. Saya cukup terkejut dengan apa yang disampaikan, bahwa kampanye SGM Bunda ini gak cuma berbentuk temu Bunda seperti Festival Generasi Maju ini saja, tapi juga dalam bentuk lain, yaitu mini mobi dan edukasi online. Mini mobi sendiri adalah fasilitas yang disediakan SGM Bunda untuk memberikan edukasi terhadap bumil-bumil yang berada di area-area yang tersebar di Indonesia. Sedangkan edukasi online bisa Bunda dapatkan di media-media sosial yang dikelola oleh SGM Bunda, baik di halaman Facebooknya, maupun di akun instagram @sgmbunda. Di dalam akun-akunnya, SGM Bunda banyak memberikan informasi-informasi yang tentunya berguna bagi bumil seputar kehamilan.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Prenatal Couple Yoga. Tadinya ini adalah sesi yang saya tunggu-tunggu, tapi karena ternyata suami gak bisa stay di Bandung, saya terpaksa skip sesi ini dan memilih untuk menonton Bunda lain dengan suami-suaminya yang mempraktekkan prenatal couple yoga. Hanya dengan menonton saja, saya merasa rileks dan santai, apalagi yang melakukannya, ya?

Prenatal Couple Yoga Festival Bunda Generasi Maju Taman Tegallega Bandung

Sambil menunggu acara selanjutnya, saya berkeliling di Festival Bunda Generasi Maju dan menemukan 4 area yang menarik, yaitu :

1. Area Bunda Sehat

Di area ini, Bunda bisa melakukan pemeriksaan kemahilan. Dari mulai pemeriksaan berat badan, tensi darah, hingga USG. Saya sudah berniat untuk antri, tapi tiba-tiba saya ingat kalau outfit yang saya gunakan hari itu agak ribet kalau untuk periksa USG. Agak nyesal juga sih kenapa gak pake baju yang simple aja, tapi ya sudahlah, masih banyak bumil yang mengantri juga.
 
2. Area Bunda Jajan

Area Bunda Jajan Festival Bunda Generasi Maju Taman Tegallega Bandung 

Kalau masalah makanan sih siapa yang gak semangat. Area Bunda Jajan ini menyediakan berbagai macam snack dan kue yang lezat, gak lupa dengan susu SGM Bundanya.  

3. Area Bunda Santai
 
 Area Bunda Santai Festival Bunda Generasi Maju Taman Tegallega Bandung

Ini adalah area paling menyenangkan buat saya. Gak usah jauh-jauh dan mahal-mahal ke salon atau tempat spa. Di sini, Bunda-Bunda bisa menikmati foot massage dan totok wajah. Massage emang salah satu hiburan yang paling menyenangkan bagi saya selama hamil. Kalau suami sedang di Bandung, saya seringkali gak minta apa-apa selain minta dipijat. Efek massage tuh ya subhanallah, rileks sampai ke sanubari~

4. Area Bunda Cerdas

Area ini berisi game seputar kehamilan dan mitos-mitos yang banyak beredar. Di sini Bunda bisa mengukur seberapa jauh pengetahuan Bunda seputar kehamilan, apakah masih dipengaruhi oleh mitos dan hoax-hoax yang sering beredar di grup WA keluarga? :p

Setelah saya puas mengelilingi area-area tersebut, saya kembali mengikuti rundown acara, yaitu sesi cooking class. Bukan hanya sekedar cooking class biasa, cooking class kali ini menggunakan resep yang bermanfaat bagi bumil. Jadi gak sekedar masak masakan biasa, Chef Ricky Sulaiman sengaja menciptakan dessert-dessert yang menggiurkan dengan menggunakan SGM Bunda sebagai salah satu bahan utamanya. Kebayang kan? Selain rasanya lezat, juga kaya akan nutrisi. 

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Awalnya saya sempat skeptis "memangnya gak enek ya mencampur susu hamil sebagai bahan dessert?" . Tapi ternyata, saat saya berkesempatan mencoba, rasanya ingin saya bungkus dessertnya, buat dibawa pulang ke rumah. *Naluri ibu-ibu*

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Selanjutnya, acara terakhir adalah sesi beauty class yang diisi oleh salah satu brand kecantikan lokal yang terkenal dengan produk-produk halalnya. Ya, Wardah! Materi seputar tips cantik selama kehamilan memang banyak menjadi perhatian para bumil. Perubahan hormon dan kadar minyak yang berlebih selama hamil memberikan dampak yang cukup besar terhadap kondisi kulit bumil. Contoh masalah kulit yang sering dialami oleh bumil adalah jerawat dan bercak hitam. Saya sendiri mengalami keduanya, yang kadang bikin saya ngerasa kusam dan kucel banget selama hamil ini. Wardah memahami kondisi-kondisi seperti itu, sehingga memberikan tips-tips untuk merawat kulit wajah selama hamil agar Bunda hamil tetap merasa cantik selama hamil.

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Beauty class dari Wardah ini merupakan acara terakhir dari Festival Generasi Maju kali ini. Sebagai penutup, tim SGM Bunda mengumumkan pemenang bagi pengunjung yang berfoto dan update di Instagram seputar keseruan hari ini. Cukup terkejut saat saya dipanggil sebagai pemenang, karena foto yang saya upload sebetulnya gak istimewa, masih banyak Bunda-Bunda dengan foto yang gak kalah kecenya. 

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Acara akhirnya ditutup pada pkl 12.30. Gak langsung pulang, saya sempat ngobrol ina inu dengan Bumil lainnya. Sharing seputar kehamilan, tentunya. Padahal banyak Bumil yang gak saya kenal, tapi gak menghalangi kami untuk saling bertukar informasi dan pengalaman yang kami lewati selama masa kehamilan. Terima kasih SGM Bunda, sudah memfasilitasi Bumil-Bumil Indonesia dengan berbagai aktivitas yang seru dan menyenangkan. Semoga dengan adanya festival ini, menjadi langkah awal dalam mendukung generasi maju, ya. Aamiin.

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Staycation di Grand Tjokro Hotel Cihampelas Bandung (A REVIEW)

Semenjak memasuki trimester 3, suami berkali-kali menawarkan babymoon, tapi belum juga diiyakan oleh saya. Bukannya gak mau, tapi mengingat kesibukannya dan jatah cutinya yang tinggal sedikit, saya selalu mengingatkan untuk menghemat jatah cutinya, apalagi ini masih Bulan Juli, perjalanan masih panjang. Lagipula, saya gak ngebet-ngebet banget, mengingat kondisi badan yang udah mulai sering pegal dan terasa berat kalau dipakai aktivitas terlalu berat.

Akhirnya, minggu kemarin suami mengusulkan untuk staycation aja di hotel tengah kota. Selain gak makan banyak waktu, sehingga doi gak perlu cuti banyak-banyak, sayapun bisa bersantai ataupun berleha-leha dengan suasana baru, yang tentunya lebih menyenangkan. Kebetulan juga, tanggal yang dipilih kami untuk staycation adalah tanggal ulang tahun saya. Suami bilang, biar sekalian, killing two birds with one stone.

Suami akhirnya merencanakan semuanya. Pilihan hotel tertuju pada Grand Tjokro Bandung. Selain karena suami sudah pernah merasakan bermalam di sana saat gathering kantor (dan tentunya reviewnyapun positif), lokasinya yang di tengah kota memberikan pilihan bagi kami untuk jalan-jalan kalau-kalau nanti kami bosan di hotel.

INFORMASI HOTEL


Nama : Hotel Grand Tjokro Bandung
Alamat : Jl. Cihampelas No.211-217, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
Telepon : (022) 82021220
Website : www.grandtjokro.com

Untuk ukuran hotel sebesar Grand Tjokro Bandung ini, menurut saya lahan parkirnya terbilang kecil, karena saat itupun saya sempat gak dapat parkir. Tapi untungnya, crew dan petugas parkir Grand Tjokro Bandung sangat kooperatif sehingga gak ada masalah dengan masalah parkir memarkir ini. Begitu memasuki lobby, suami langsung check in ke bagian resepsionisnya. Proses check in ini entah mengapa memakan waktu cukup lama, sekitar 15 menit sampai akhirnya kami dikasih kunci kamar. Resepsionisnya, meskipun ramah, terlihat kewalahan dengan pengunjung-pengunjung yang datang. Tapi, ya sudahlah.

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Saya mendapat kamar di lantai 5. Suami ternyata memesan kamar dengan tipe Premiere Room, kamar yang di dalamnya terdapat bathtub. Tadinya, maksud suami memesan tipe kamar ini adalah supaya saya bisa relaksasi berendam di bathtub, dia gak tau kalau beberapa orang kurang menyarankan ibu hamil berendam air hangat meskipun beberapa orang bilang gak masalah. Akhirnya, better safe than sorry, bathtub hanya saya gunakan untuk merendam kaki saja. Dan biar gak mubadzir, suami saya yang berendam, lengkap menggunakan bubble bath milik saya. Saya jadi bingung ini sebenarnya yang mau relaksasi itu saya apa dia. Tapi dipikir-pikir lagi, selama saya hamilpun dia sudah banyak kerja keras juga. Jadi ya tentu doi layak dapat me time juga.

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Kalau saya lihat di aplikasi traveloka, fasilitas di Premiere Room ini sebetulnya gak jauh berbeda dengan tipe deluxe. Yang membedakan hanyalah ukuran kamar dan fasilitas bathtubnya. Luas kamar Premiere ini 34 m2 dengan fasilitas kulkas, pembuat teh/kopi, AC, setrikaan, hair dryer, brankas kamar, toiletries, dan bathtub tentunya.

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Fasilitas lainnya yang bisa ditemukan di Grand Tjokro Bandung cukup beragam, terutama buat kalian yang ingin bawa anak ke sini. Di sini ada fasilitas mini zoo, mini garden, dan kolam renang yang terletak di rooftopnya. Jadi, meskipun seharian hanya di hotel, banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini. Selain itu, Grand Tjokro Bandung ini juga punya relaxing room buat kalian yang ingin memanjakan diri. Tapi ya, namanya juga fasilitas hotel, harganya lumayan bikin gak rileks.

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Selanjutnya, saya ingin membahas tentang menu sarapan yang disediakan di sini. Saya gak bisa bilang banyak kecuali super memuaskan. Biasanya, saya gak pernah kalap buat sarapan di hotel. Cukup ambil 1 sampai 2 menu pun saya sudah puas. Tapi, Grand Tjokro Bandung ini punya buanyaaaak banget pilihan menu sarapan, sampai saya pusing. Rasanya kaya ada di kawinan pejabat, semuanya ada dari mulai appetizer sampai dessert, dari mulai masakan tradisional sampai internasional, bahkan berbagai macam kerupuk pun ada. Menu dan rasa yang disajikanpun bukan kaleng-kaleng, semuanya enak kok. Saking banyaknya pilihan, rasanya saya butuh seharipan penuh untuk mencicipi semua jenis makanannya.

 


Dengan semua fasilitas yang disediakan di Grand Tjokro Bandung ini, staycation saya jadi menyenangkan. Meskipun hanya di hotel, saya banyak menghabiskan waktu yang berkualitas dengan suami dan diri sendiri tentunya sebelum menyambut kakak bayi. Gak perlu mahal-mahal babymoon ke tempat yang jauh-jauh, staycation di Grand Tjokro Bandung ini sudah cukup membuat saya happy. Jadi, terima kasih, Mas Suami!


Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi 

Memahami Perjalanan Hidup dari Novel Rindu - Tere Liye


Akhirnya, setelah melewatkan beberapa kali kolaborasi dengan Bandung Hijab Blogger, kali ini saya bisa kembali lagi dengan rutinitas yang lebih senggang, lebih santai, dan lebih niat untuk menulis. Kali ini temanya adalah "My June Favorite", barang atau hal-hal yang menjadi favorit kami di Bulan Juni. Karena saya sedang dalam puasa skincare dan kosmetik, demi kesehatan kakak bayi, jadi saya akan sedikit bercerita tentang buku lokal yang sebetulnya bukan hanya di Bulan Juni saja, tapi akan menjadi salah satu buku favorit saya sepanjang hidup.


Sebenarnya saya gak familiar dengan pengarang buku Indonesia, hanya sedikit saja yang saya tau, itupun karena rekomendasi teman-teman. Lalu muncullah nama ini, Tere Liye, nama yang sering saya lihat di kutipan-kutipan tentang motivasi, cinta, ataupun kehidupan. Kutipan-kutipan Tere Liye yang bersileweran di social media cenderung relatable, masuk dan cocok pada tiap aspek kehidupan. Biasanya saya agak malas baca buku-buku mainstream yang sering dipajang di bagian Best Seller toko-toko buku. Tapi, lama-lama saya penasaran juga dengan buku-buku Tere Liye, apalagi saat saya membaca sinopsis buku ini.

Buku Tere Liye yang saya beli pertama kali adalah novelnya yang berjudul Pulang dan Pergi. Saya agak terkejut setelah selesai baca kedua novel tersebut. Sejujurnya, plot cerita kedua novel tersebut bukanlah tipe novel yang saya suka, tapi suprisingly, saya ketagihan. Hanya membutuhkan 3 hari untuk menyelasaikan 2 novel tersebut, saking serunya ceritanya. Tapi bukan novel Pulang dan Pergi yang akan saya bahas di sini, tapi novel lain yang mendapat penghargaan Buku Islam Terbaik tahun 2015, yaitu Rindu.

 

Wahai laut yang temaram,
Apalah arti memiliki?
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami

Wahai laut yang lengang,
Apalah arti kehilangan?
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya
Kehilangan banyak pula saat menemukan

Wahai laut yang sunyi,
Apalah arti cinta?
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?
Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai laut yang gelap,
Bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan?
Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.


Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.

Plot ceritanya adalah tentang perjalanan rombongan haji di tahun 1938, kala Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Perjalanan menggunakan kapal uap Belanda yang bernama  Holland  ini, diperkirakan memakan waktu beberapa bulan untuk dapat sampai di Jeddah. Novel ini menceritakan kisah-kisah para penumpang kapal selama perjalanan tersebut. Dimulai dari awal keberangkatan dari Pelabuhan Makassar, dan beberapa kali transit untuk menaikkan penumpang dari pulau lain, hingga akhirnya menuju ke laut lepas.

Fokus ceritanya bukan pada perjalanan itu sendiri, tapi pada permasalahan-permasalahan pribadi para penumpangnya. Dari sekian banyak penumpang Holland, ada 5 karakter yang menonjol dan punya peran khusus. Masing-masing mengantongi pertanyaan hidup yang selama ini tidak pernah mereka temukan jawabannya.

Pertanyaan pertama datang dari Bunda Upe. Bunda Upe memutuskan untuk menjadi mualaf di usianya yang tidak lagi muda. Kesehariannya di dek kapal adalah mengajar anak-anak mengaji selepas solat Ashar. Tidak ada satupun yang tahu, kecuali suaminya, mengenai masa lalu Bunda Upe. Masa lalu memilukan yang selalu ingin ia lupakan. Masa lalu yang terus membayangi hidupnya. Susah payah Bunda Upe pergi, tapi sejauh apapun ia berlari, bayang-bayang itu terus menghantui.


Pertanyaan-pertanyaan hidup yang lain datang dari 4 penumpang istimewa lainnya, Mbah Kakung, Daeng Adipati, Ambo Uleng, Gurutta Ahmad Karaeng. Saya gak akan membahas permasalahan dari karakter-karakter lainnya, karena saya rasa kurang seru kalau gak baca bukunya langsung. Tapi justru, di sini saya ingin membagikan kutipan - kutipan atau mungkin lebih tepatnya nasihat Gurutta yang diberikan pada penumpang-penumpang kala mereka menghadapi kegundahan atau kegalauan hati.

1. Tentang Cinta

"Lepaskanlah. Maka esok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara yang mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Kisah-kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng-dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya. Tapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan?"
(Tere Liye - Rindu)


"Apakah cinta sejati itu? Maka jawabannya, dalam kasus kau ini, cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya. Aku tahu kau akan protes, bagaimana mungkin? Kita bilang cinta itu sejati, tapi kita justru melepaskannya? Tapi inilah rumus terbalik yang pernah dipahami oleh pecinta. Mereka tidak pernah mau memahami penjelasannya."
(Tere Liye - Rindu) 

2. Tentang Memaafkan

"Saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan persoalan apakah orang itu salah, dan kita benar. Apakah orang itu memang jahat atau aniaya, bukan! Kita memutuskan memaafkan karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati."
(Tere Liye - Rindu) 

"Maka ketahuilah, Andi. Kesalahan itu ibarat halaman kosong. Tiba-tiba ada yang mencoretnya dengan keliru. Kita bisa memaafkannya dengan menghapus tulisan tersebut, baik dengan penghapus biasa, dengan penghapus canggih, atau dengan apapun. Tapi tetap tersisa bekasnya. Tidak akan hilang. Agar semuanya benar-benar bersih, hanya satu jalan keluarnya, bukalah lembaran baru yang benar-benar kosong."
(Tere Liye - Rindu) 

3. Tentang Kekecewaan

"Perjalanan hidupmu boleh jadi jauh sekali, Nak. Hari demi hari, hanyalah pemberhentian kecil. Bulan demi bulan, itu pun sekedar pelabuhan sedang. Pun tahun demi tahun, mungkin itu bisa kita sebut dermaga transit besar. Tapi itu semua sifatnya adalah pemberhentian semua. Dengan segera kapal kita berangkat kembali, menuju tujuan paling hakiki."
 (Tere Liye - Rindu) 

"Maka jangan pernah merusak diri sendiri. Kita boleh benci atas kehidupan ini. Boleh kecewa. Boleh marah. Tapi ingatlah nasihat lama, tidak pernah ada pelaut yang merusak kapalnya sendiri. Akan dia rawat kapalnya, hingga dia bisa tiba di pelabuhan terakhir. Maka, jangan rusak kapal kehidupan milik kita, hingga dia tiba di pelabuhan terakhirnya.”
 (Tere Liye - Rindu) 
 
“Tidak mengapa kalau kau patah hati, tidak mengapa kalau kau kecewa, atau menangis tergugu karena harapan, keinginan memiliki, tapi jangan berlebihan. Jangan merusak diri sendiri. Selalu pahami, cinta yang baik selalu mengajari kau agar menjaga diri. Tidak melanggar batas, tidak melewati kaidah agama. Karena esok lusa, ada orang yang mengaku cinta, tapi dia melakukan begitu banyak maksiat, menginjak-injak semua peraturan dalam agama, menodai cinta itu sendiri.”
(Tere Liye - Rindu)  

Kutipan-kutipan di atas adalah nasihat-nasihat dari Gurutta yang paling mengena bagi saya. Ada satu hal yang saya suka dari buku ini selain nasihat-nasihat dari Gurutta, yaitu kenyataan bahwa seorang guru besar, panutan orang-orang yang seringkali menjadi tempat mereka berkeluh kesah dan mencari jawaban atas pertanyaan hidup, adalah seorang manusia juga, tidak sempurna. Bahwa sejatinya, Gurutta pun ternyata adalah seorang makhluk Tuhan yang memiliki pertanyaan dalam hidupnya yang masih ia kantongi sepanjang perjalanan tersebut.