Mengenal Exfoliator : Physical Exfoliator, Chemical Exfoliator, AHA, BHA? Apa Bedanya?

by - June 14, 2019

Eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati adalah salah satu step penting dalam perawatan wajah. Penumpukan sel kulit mati dan kotoran, kerap kali menimbulkan permasalahan kulit wajah. Dari mulai komedo, tekstur dan warna kulit yang gak merata, sampai jerawat yang meradang. Sebetulnya, kulit kita punya kemampuan untuk meregenerasi kulit secara alami dalam periode waktu tertentu. Normalnya, di usia remaja, regenerasi kulit terjadi setiap 28 hari sekali. Tapi, tentu saja, semakin bertambah usia kita, kemampuan regenerasi ini menurun, semakin lama. Oleh karena itu, kita butuh exfoliator lain untuk mengoptimalkan regenerasi kulit ini.
 


Bagi yang sudah sering menggunakan produk-produk exfoliator, pasti paham kalau sebetulnya exfoliator ini terbagi menjadi 2, physical exfoliator dan chemical exfoliator. Physical exfoliator tampaknya booming lebih dulu dibanding dengan chemical exfoliator. Produk physical exfoliator memanfaatkan tekstur kasar pada produknya (yang biasa kita sebut scrub), dalam rangka mengangkat sel-sel kulit mati.  Bahannya cenderung sederhana dan mudah ditemukan, contohnya kopi, biji aprikot, gula, dan lain-lain. Produk-produknya pun cenderung mudah ditemukan, dari mulai brand lokal maupun brand luar. Bahkan rasanya, hampir 90% exfoliator yang dikeluarkan oleh brand lokal adalah tipe exfoliator ini. Berikut adalah contoh-contoh physical exfoliator:

 produk-produk physical exfoliator anisa firdausi

Tapi, kalian juga harus paham efek samping dari physical exfoliator ini. Dikarenakan mengandung butiran-butiran scrub, ada gesekan yang cukup intens antara butiran scrub dengan permukaan kulit. . Jadi, ingat untuk selalu menggunakannya secara gentle, pelan-pelan, untuk menghindari resiko kulit menjadi iritasi ataupun kulit kering. Lalu, ada baiknya, kalian pilih jenis scrub dengan butiran kecil-kecil, atau yang biasa disebut microbeads, agar kulitmu tetap aman.

Selanjutnya kita beralih ke chemical exfoliator yang saat ini sedang booming. Beda dengan physical exfoliator yang mengandalkan bentuk dan tekstur dari produknya, chemical exfoliator fokus pada kandungan kimia  (umumnya menggunakan acid), yang berfungsi untuk membantu kulit melakukan regenerasi. AHA dan BHA merupakan kandungan yang umum terkandung pada produk chemical exfoliator. Saya yakin kalian pernah dengar kan produk-produk yang sekarang lagi booming-boomingnya, yang seringkali menonjolkan kandungan AHA ataupun BHA, tapi sebenarnya apa sih bedanya?

AHA adalah singkatan dari Alpha Hydroxy Acids atau asam alfa hidroksi. Jenis asam ini sering terkandung dalam makanan, terutama buah-buahan. Dalam skincare, AHA bekerja memperbaiki kulit yang 'rusak' akibat paparan sinar matahari, seperti hiperpigmentasi, warna dan tekstur kulit yang gak rata, juga memperbaiki tingkat kolagen, serta menjaga kelembapan kulit. Oleh karena itu, biasanya AHA lebih direkomendasikan untuk orang-orang dengan kulit yang normal, sensitif, dan kering. Bagi kalian yang mengalami hiperpigmentasi karena paparan sinar matahari, kalian bisa menggunakan produk dengan kandungan AHA sebesar 5%-10%. Beberapa skincare memang ada yang menonjolkan kandungan AHA pada produknya, tapi ada juga yang hanya menuliskannya di bagian ingridients, dan biasanya dituliskan dalam bentuk lain seperti glycolic acid, lactic acid, atau citric acid. Di bawah ini adalah contoh produk-produk yang mengandung AHA :

produk-produk chemical exfoliant AHA

Meskipun AHA dan BHA terdengar mirip-mirip, tapi ternyata keduanya memiliki komponen yang berbeda, fungsinyapun berbeda. Jika tadi AHA lebih cocok digunakan untuk kulit kering, sebaliknya, penggunaan BHA disarankan bagi orang-orang dengan kulit berminyak, pori-pori besar, dan berjerawat. Bentuk lain BHA yang sering dicantumkan di dalam ingridients list suatu produk adalah salicylic acid. Jika batas aman AHA bisa sampai 10%, BHA akan lebh efektif jika konsentrat dalam produknya tidak lebih dari 4%. Berikut adalah contoh produk-produk yang mengandung BHA :

produk-produk chemical exfoliant BHA

Tidak hanya AHA dan BHA saja, sekarang banyak produk yang mengandung AHA dan BHA bahkan PHA sekaligus dalam 1 produk. Balik lagi, semuanya harus disesuaikan dengan jenis kulit kalian, apa yang sebetulnya dibutuhkan. Jangan hanya karena tergiur dengan banyaknya kandungan exfoliator dalam 1 produk, kalian menganggap produk tersebut akan lebih optimal bekerja di kulit kalian. Balik lagi, skincare itu cocok-cocokkan. Kadang yang terlalu berlebihanpun gak akan baik kan?

You May Also Like

0 comments