3 Alasan Krim Wajah Abal-Abal Masih Diminati

by - June 20, 2019

Masih ingat gak, dulu saya pernah cerita kalau suatu hari saya belanja di pasar lalu menemukan ibu-ibu paruh baya yang membeli krim gajebo (gak jelas, bo!) seharga 7.500 per pot nya? Krim dalam pot transparan dengan warna kuning dan putih, yang pasti salah satunya adalah krim pagi/siang, dan yang satunya lagi adalah krim malamnya. Padahal, kejadian itu rasanya sudah lebih dari 4 tahun lalu. Tapi sedihnya, sampai saat ini, krim-krim setipe dengan merk jual dan harga yang variatif, masih saja berbedar, dan laku di pasaran.

Alasan Krim Wajah ABal Bermerkuri Banyak Diminati

Kenapa krim ini bisa seberbahaya itu? Jelas karena bahan-bahan yang digunakan bukanlah bahan-bahan yang sewajarnya dipakai dalam membuat skincare. Dua kandungan berbahaya yang seringkali digunakan pada krim abal tersebut adalah merkuri dan hydroquinone. Merkuri memang memiliki kemampuan menghambat pembentukan melamin sehingga kulit tampak lebih cerah dalam waktu yang singkat. Padahal di balik itu, banyak efek negatif yang ditimbulkan dari senyawa ini. Bukan cuma permasalahan kulit, merkuri juga beresiko mengganggu berbagai organ tubuh seperti otak, ginjal, jantung, dan organ lainnya.

Hydroquinone sebetulnya sering digunakan pada obat kulit yang dikeluarkan oleh dokter. Jadi jelas ya, ini adalah obat, bukan skincare pemutih meskipun hydroquinone sendiri berfungsi dalam mengatasi hiperpigmentasi atau flek hitam yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari. Penggunaan hydroquinone harus berada di bawah pengawasan dokter dengan dosis yang sudah ditentukan. Biasanya dokter juga menghindari penggunaan obat ini pada ibu hamil dan anak-anak di bawah umur. Penggunaan hydroquinone bukan untuk penggunaan jangka panjang. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kulit iritasi, kemerahan, terbakar, kemerahan, atau bahkan kehitaman yang permanen.

Melihat banyaknya masyarakat yang masih tertarik dengan krim-krim berbahaya ini bikin saya penasaran mencari tau apa sebetulnya yang melatarbelakangi kenekatan orang-orang ini untuk memakai krim yang berembel-embel "krim dokter". Padahal, logikanya saja, dokter kulit adalah dokter. Gimana caranya seorang dokter bisa merekomendasikan suatu produk/ obat tanpa melihat secara langsung permasalahan yang dialami oleh pasiennya. Bahkan dokter online di aplikasi berbayar pun gak pernah memberikan resep obat tanpa melakukan tatap muka. Tapi ya tetap saja, masih banyak yang percaya kalau ada dokter yang bisa membuat skincare yang cocok dengan semua orang, apapun permasalahan kulitnya.

Memang susah sih, menyadarkan orang tentang betapa berbahayanya krim yang mereka pakai. Saya sendiri pernah menegur ibu yang pernah menggunakan krim semacam ini, padahal sebetulnya gak punya permasalahan serius dengan kulit wajahnya. Bahkan, untuk usia lebih dari setengah abad, ibu sering disangka  masih berusia 40an. Sedikit flek hitam karena keras kepala gak pernah mau pakai sunscreen adalah satu-satunya permasalahan kulitnya. Tapi, sebetulnya itupun gak terlalu kelihatan kecuali dilihat di bawah sinar matahari. Cuma ya, namanya ibu-ibu, gampang banget tergoda opini-opini tetangga. 

Ceritanya suatu hari, temannya menawarkan paketan krim wajah degan bahan-bahan "alami" yang selama ini ia pakai, dan sukses menghilangkan flek-flek hitam di wajahnya. Memang betul, wajahnya menjadi lebih bersih dan putih (putih ya, bukan cerah). Setelahnya, ibu ikut serta menggunakan produk tersebut. Bukannya saya membiarkan, tapi butuh waktu untuk menjelaskan betapa berbahanya krim krim gak jelas tersebut. Kira-kira, kenapa sih begitu sulitnya menghilangkan krim berbahaya ini dari pasar? Kenapa krim-krim ini masih punya banyak peminatnya?

Hasil pengamatan saya selama ini, ternyata ada beberapa poin yang saya rasa merupakan alasan-alasan kenapa krim gajebo ini bisa bertahan lama di pasaran, di antaranya :

1. Efek Pemutih Instan

Bagi saya yang sering skeptis dengan janji-janji manis suatu produk, bakal langsung curiga kalau ada satu produk yang menjanjikan dan membuktikan bahwa produk tersebut dapat membuat kulit putih secara instan hanya dalam 2 minggu. Rasanya too good to be true. Terlalu mustahil dan gak masuk akal. Tapi sebaliknya, ada juga yang menganggap produk ini adalah penemuan cerdas dan menggiurkan, apalagi dengan harga yang terjangkau dibanding harus pergi ke klinik kecantikan dan harus mengeluarkan biaya dokter.

Alasan Krim Wajah ABal Bermerkuri Banyak Diminati
Sumber gambar : hipwee.com
Padahal, kalau mau berpikir secara logis, jika sebegitu mudahnya mendapatkan krim yang bisa membuat wajah licin, mulus hanya dalam 2 minggu, lalu kenapa SK II yang harganya jutaan saja butuh waktu beberapa bulan untuk menunjukkan efeknya? Kalau memang ada bahan "alami" yang murah dan bisa menghilangkan jerawat dan cocok di segala jenis kulit, kenapa brand brand drugstore gak ikut mencobanya? Semua pasti ada alasannya, dan untuk ini alasannya ya karena bahan-bahan yang digunakan adalah bahan yang berbahaya dan gak aman untuk kulit! Brand-brand besar, brand-brand legal, gak akan mau mengambil resiko menggunakan bahan-bahan seperti itu.

2. Efek Samping Gak Langsung Terasa

Memang lebih mudah untuk berhenti menggunakan produk yang langsung memberikan reaksi negatif pada tubuh kita. Tapi gimana ceritanya kalau efek negatif itu baru kita rasakan beberapa tahun ke depan?

Waktu saya menegur teman yang juga menggunakan krim abal ini, reaksinya sama seperti ibu saya, "ah aman-aman aja kok, aku pakai ini gak kenapa-kenapa". Padahal, kalau mau baca, banyak kok informasi seputar krim krim abal, betapa berbahayanya krim ini hingga dapat menyebabkan kanker kulit. Memang bukan sekarang, tapi resiko-resiko berbahaya sudah menanti di tahun-tahun ke depan. Hiii..

3. Maraknya Promosi Oleh Artis

Yang ini juga gak bisa dipungkiri. Beberapa artis berkulit mulus banyak yang masih mempromosikan krim-krim yang gak jelas kandungannya. Ya jelas, masyarakat, terutama yang awam dengan dunia kecantikan, bakal tergiur dan percaya bahwa kemulusan dan kecantikan si artis ini adalah hasil dari penggunaan krim tersebut. Padahal, ya moso aja? Biaya perawatan mereka aslinya mungkin seratus kali lebih mahal dari biaya krim yang mereka promosikan.

Masih ingat kasus artis-artis yang terjerat hukum karena mempromosikan krim kulit yang berbahaya? Ingat apa yang polisi bilang? "Proses promosinya seolah-olah artis itu memakai produk kecantiknya itu, padahal tidak."

Yo lagian kalau mau mikir sih ya, masa artis-artis itu cuma pakai krim senilai 300ribu aja, masa kalah sama saya yang pakai skincare jutaan (padahal nyicil).

Alasan Krim Wajah ABal Bermerkuri Banyak Diminati
Sumber gambar : winnetnews.com
Nah, itu adalah 3 poin yang menurut saya menjadi faktor utama kenapa krim abal-abal ini masih banyak beredar di pasaran. Memang, ada beberapa brand yang baru saja mengeluarkan produk dan kadang saya juga masih bingung keasliannya. Makanya, penting untuk banyak-banyak mencari informasi sebelum membeli suatu produk. Salah satunya dengan cara memastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM. Selain itu, sudah banyak informasi yang menjabarkan mengenai ciri-ciri krim bermerkuri, seperti warna yang mengkilat, aroma yang cukup menyengat, dan hal-hal lainnya. Intinya adalah, untuk menjadi cantik, kita perlu pintar juga, jangan malas untuk membaca, jangan mudah percaya dengan skincare yang serba instan. Biasanya, yang instan-instan memang patut dicurigai, ya gak sih?

You May Also Like

13 comments

  1. Duuuh serem ya masih banyak dijual juga kayaknya

    ReplyDelete
  2. Kalo aku sih takut buat beli krim kayak gitu lebih suka beli yang nama brandnya udah jelas dan udah tersedia di Guardian atau Watsons
    Serem yaa krim abal-abal kayak gitu

    ReplyDelete
  3. Aku sering liat cream model gini. Ngeri banget emang. Tapi emang artis-artis juga parah suka promosiin cream gajebo gini demi duit endorse-an belaka. Kasian aja sama followersnya yang nggak ngerti.
    Makanya Nis, beberapa kali ada yang mau endorse skincare yang merknya gajelas aku langsung skip karena wajahku begitu berharga wkwk

    ReplyDelete
  4. nah iya niy teh, efek dari promosi ini cepat banget nempel di masyarakat apalagi harganya yang murah, masyarakat langsung cepat nemplok deh..sedih ya

    ReplyDelete
  5. Harganya itu loh ya yang bikin orang masih aja pake. Apalagi hasilnya instan. Tapi efek sampingnya serem banget 😥

    ReplyDelete
  6. orang-orang tuh kadang suka pengen instan jd dicari yg cepet ngaruh pdhl blm tenti baik & sehat

    ReplyDelete
  7. serem banget makanya aku sama sekali ga tertarik sama krim begitu,

    ReplyDelete
  8. Pertama tau krim abal2 macem gini pas aku SMP. Bayangkan, masih SMP, waktu itu ada temen yg asalnya kulit nya item trus besok nya jadi putih (putih bukan cerah, ngikutin, hehehe). Trus heboh tuh cewek2 sekelas, akhirnya pada nanya kan pake krim apa, trus temenku itu ujung2nya jadi jualan krim abal2 itu. Emang bener sih besok nya langsung pada putih wkwk tapi putih nya ga banget, aneh dilihatnya. Untung aku ga ikut2an.

    ReplyDelete
  9. Aku takut deh kalau beli sembarangan emang efek sampingnya lama tapi bahaya ke kulitnya

    ReplyDelete
  10. Emang serem ya krim-krim kaya gitu masih aja byk peminatnya. Dulu ibuku jg hampir ikutan pake ginian, tp alhamdulillah masih bisa dicegah 😅 Keburu liat efek samping di temennya (yg nawarin produknya) Kulitnya jd tipis & kemerahan 🙈

    ReplyDelete
  11. Ak jg sedih banget kenapa krim gituan masih aja beredar hadeee. Dan yg jd korban ya ibu2 gitu bahkan semakin gencar marketingnya nyasar k anak2 muda yg ingin kulitnya cerah secara instan

    ReplyDelete
  12. Serem ya Allah krim abal². Alhmdulillah punya muka sensitif jd ga prnh kepikiran mau beli ataupun nyobA² hehehe

    ReplyDelete
  13. Aku gahabis fikir deh teh krim abal-abal ini masih aja hype d kalangan kosmetik. Padahal udah jelas2 ga jelas gitu yaaah. Duh semoga segera putus rantai distribusinya

    ReplyDelete