REVIEW: Sapulidi Resort Lembang, Bermalam Di Tengah Danau

Dalam rangka ingin menghilangkan penat akibat tumpukan kerjaan sebelumnya, Mas Suami mengajak saya untuk main-main di daerah Lembang. Tipikal Mas Suami, kalau ingin melepas stres, doi pasti cari destinasi yang jauh dari keramaian, lebih senang melihat alam, pohon-pohon hijau dan menikmati udara segar. Singkat cerita, kami akhirnya memutuskan untuk liburan di daerah Lembang selama 4 hari 3 malam. 

Ada beberapa pilihan saat kita mencari tempat menginap, yaitu Sapulidi Resort, Imah Seniman Resort, dan Gunung Putri Hotel. Tapi, karena kami berdua senang eksperimen, akhirnya kami memutuskan untuk menginap semalam di Sapulidi, semalam di Imah Seniman, dan malam terakhir di Gunung Putri Hotel. Sayangnya yang terakhir gak terwujud karena kami harus cepat-cepat pulang ke Bandung.

Pertama kali saya tahu Sapulidi ini sewaktu SMP. Kala itu, teman saya merayakan ulang tahunnya di sana, tepatnya di restorannya. Makanya, selama ini saya selalu berpikir kalau Sapulidi adalah tempat makan, bukan resort atau semacamnya. Sampai akhirnya 2 orang teman saya sempat cerita kalau mereka pernah honeymoon di Sapulidi, menginap di sana, dan memiliki kesan yang positif. Karena penasaran, akhirnya saya booking 1 kamar tipe Suite Lake View dengan harga 670.000 via Traveloka.

Informasi Resort :

Nama : Sapulidi Cafe,Resort & Gallery
Alamat : Kompleks Graha Puspa, Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Lembang, Cihideung, Parongpong, Bandung, Jawa Barat 40559 
Telepon : (022) 2786915
Website :   www.sapulidisawah.com  

Sapulidi Resort ini terletak di lereng hijau yang subur di Lembang dengan konsep menyatu dengan alam. Resort ini mempunyai 23 kamar dengan 4 tipe. Setiap kamar didesain dengan gaya Joglo-Jawa. Tipe Suite Lake View yang saya pilih termasuk tipe yang banyak jadi favorit orang. Kamar berukuran sekitar 63 m2 ini berada di pinggir danau. Balkon yang terbuat dari kayu, menjadi pembatas antara kamar dan danau, dan tempat ini jadi spot favorit kami untuk ngadem, nyemil, dan ngobrol santai, ataupun serius.


Begitu masuk ke dalam kamar, terdapat ruang tengah yang cukup luas. Terdapat kursi dan meja pijat, kalau-kalau kalian minat untuk dipijat. Lantainya dari kayu, bikin udara terasa semakin sejuk. Di kamar ini gak ada AC, tentu saja, dengan udara sesejuk ini, siapa yang butuh AC?
 


Fasilitas kamarnya sendiri sih standar, kasur tipe king, TV, meja, kursi, pembuat teh/kopi, air mineral, dan wi-fi, walaupun jangan berharap banyak sama wi-finya, masih kalah sama sinyal three. Lalu untuk fasilitas kamar mandinya, kebetulan saya dapat kamar yang ada bathtubnya. Bathtubnya ini bukan bathtub pada umumnya. Kalau bisa dibilang, ini semacam bathtub DIY, terbuat dari keramik-keramik biasa yang dibentuk menyerupai bak. Kalau gak ada shower dan gorden penutupnya, mungkin saya juga akan berpikir itu bak mandi. Bathtub DIY ini sebenarnya bersih, tapi warna cat dan keramik yang sudah lama, bikin bathtub ini kelihatan kotor.


Saya punya pengalaman lucu dengan bathtub ini, bathtub yang menurut saya useless. Ukurannya cukup besar, mungkin muat sampai 2/3 orang. Tapi, air yang keluar dari kerannya, pelan dan kecil banget. Ya kira-kira aja, bak segede gitu, dengan aliran air keran yang semenel, kapan penuhnya? Setelah saya cobapun, 2 jam juga gak nyampai setengahnya penuh. Kan males juga ya. Air panasnya pun gak begitu panas, jadi ya bathtub ini saya masih bingung fungsinya buat apa. Teruntuk pihak Sapulidi, kalau-kalau ada yang baca tulisan saya ini, mbo ya kalau bikin bathtub ya jangan setengah-setengah gitu loh. Jadinya kemarin saya cuma rendem-rendem telapak kaki doang. Lumayan lah buat ngilangin pegal-pegal kaki. Atau jangan-jangan memang itu tujuannya?

Beralih dari bathtub yang gak ada fungsinya, sedih saya terobati saat saya makan malam di restorannya. Suasananya tenang, lagu yang diputapun bikin suasana makin adem, salah satunya mereka memutar albumnya Yiruma, pianis favorit saya. Selain itu, makanannya termasuk 'niat' untuk ukuran resort dan resto. Saya pikir, harganya bakal mahal dengan kualitas seadanya, tapi ternyata enggak. Harganya standar, untuk cemilan mulai dari 10.000an, gak bikin bangkrut-bangkrut amat. Cuma memang untuk masakan yang bahan dasarnya ikan, hitungannya per ons, bukan per ekor, jadi sudah pasti mahal. Seperti misalnya menu Ikan Goreng Sambel Hejo yang harganya 15.000 per ons ya, dan kata pelayannya, berat 1 ekor paling kecil itu 8 ons, jadi kira-kira untuk 1 ekor Ikan Goreng Sambel Hejo, harganya sekitar 120.000. Tapi kan 1 ekor itu besar, jadi kalau kalian ke sini ramai-ramai, mungkin bisa coba. Kalau saya kemarin, karena sudah kenyang, hanya pesan cemilan-cemilan, seperti jagung bakar, ketan bakar, lumpia besar, mie tek tek, skoteng, dan teh hangat. Alhamdulillah dari semua yang saya pesan, gak ada yang mengecewakan, kecuali jagungnya yang kurang dibumbui saus.


Setelah kami makan malam, tentu saja kami balik lagi ke spot favorit, balkon! Kalau berdua sama pasangan kerasa romantis, apalagi pemandangan danau di malam hari dengan lampu-lampu kamar lainnya, bikin suasana semakin romantis. Tapi, setelah dipikir-pikir, sebenarnya antara romantis dan seram jadi beda tipis. Saking sunyinya, saya cuma bisa dengar suara air danau yang keciprak-keciprak dan suara pohon-pohon yang kena angin.


Besok paginya, saya memang sudah berencana untuk naik perahu. Di Sapulidi ini disediakan perahu, boleh naik sendiri, ataupun dinaikin (?), maksudnya didayungin sama timnya Sapulidi. Karena didayungin orang itu kurang menantang, akhirnya kami memutuskan untuk mendayung sendiri, yang berakhir dengan muter-muter di satu tempat, nyeruduk pohon-pohon, dan kesulitan untuk menepi. Ya gitu deh, pelajaran bagi kamu, bahwa untuk mendayung gak bisa cuma modal sotoy. Tapi, seru kok! Asal jangan sampai oleng dan nyebur ke danau aja. Btw, saya lupa bilang, kalau danaunya ini dipenuhi ikan-ikan, dan ikannya guede-guede!


Overall, saya menikmati bermalam di Sapulidi Resort, karena suasananya yang tenang dan udaranya sejuk. Makanannya enak dan gak begitu mahal. Hanya mungkin akan lebih baik jika bathtubnya difungsikan sebagaimana mestinya, kan abis dingin-dinginan di Lembang enaknya langsung berendam, ya gak?

2019, Berhenti Menjadi Manusia Sotoy

Happy New Year! Selamat datang 2019! *Anggap saja kamu baca ini di tanggal 1 Januari 2019*
1 tahun lagi terlewati. Setelah saya merasa tahun 2017 berlalu sangat cepat, ternyata saya merasakan hal yang sama di tahun 2018. Padahal jika dihitung, saya sudah menghabiskan 365 hari untuk bermultitasking. Ya, biasalah, mengerjakan hal-hal penting sekaligus memang sangat melelahkan, seperti bernapas sambil sarapan, sambil mikirin nanti siang makan apa, sambil mengeluh kenapa hari ini hujan padahal saya baru saja jemur baju. 

Sebenarnya saya bukan orang yang antusias dalam menyambut tahun baru. Selama lebih dari seperempat abad hidup di bumi ini, 80% malam pergantian tahun selalu saya rayakan di rumah, tepatnya di dalam mimpi. Saya selalu merasa tahun baru bukanlah sesuatu yang patut dirayakan, tapi justru sebaliknya. Malam pergantian tahun ibarat pembagian raport, bagaimana kita melihat ke belakang, evaluasi tentang apa saja yang sudah dilewati di tahun sebelumnya, dan berharap gak ada angka merah di dalamnya.

Di tahun 2018, raport saya biasa saja. Mungkin nilai rata-ratanya 75. Bukan berarti hidup saya rata-rata, atau normal-normal saja, yang mana itu sangatlah membosankan. Tapi justru karena hidup yang sangat dinamis, sempat dapat nilai 90, tapi gak jarang juga dapat nilai 60. Tapi bukankah hidup memang seperti itu?

Membuat resolusi bagi saya bukan hal yang menyenangkan, tapi juga gak pernah saya lewati. Dilakukan atau gak, urusan nanti. Toh, orang bilang yang penting niatnya. Walaupun saya gak percaya kalau orang bisa kenyang hanya dengan niatnya untuk makan. Tapi ternyata, seperti biasa, teman-teman dari Bandung Hijab Blogger selalu memberikan semangat dan motivasi untuk berkolaborasi dalam menulis, dan kali ini tentang resolusi di tahun 2019.



Tadinya saya mau bikin list panjang tentang resolusi saya di tahun 2019, tapi gak jadi. Itu semua terlalu banyak! Lagipula siapa yang betah baca artikel yang isinya cuma harapan-harapan orang lain yang gak ada hubungannya dengan dirinya sendiri?

Di antara puluhan resolusi yang saya buat di tahun ini, saya  masih menyisipkan 1 harapan yang selalu saya tulis di setiap resolusi pergantian tahun, yaitu untuk berhenti menjadi manusia yang sotoy, terutama di hadapan Tuhan. Gak sekali dua kali saya mengeluh karena doa yang tak kunjung dikabulkan. Merasa ada yang salah dengan jalan Tuhan, gak jarang juga menuduh Tuhan yang pilih kasih.

Selama ini, saya selalu berusaha untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, walaupun saat sedang "berbincang" denganNya, saya masih suka kepikiran, "rumah udah dikunci belum ya?", "tadi kompor udah dimatiin belum ya?", atau sering juga, "ini udah rakaat yang keberapa ya?". Padahal kita sama-sama tau, gak ada yang suka diperlakukan seperti itu. Makanya, lagi-lagi saya sering minta maaf sesudahnya.

Ada satu waktu di mana saya merasa sangat sotoy di hadapan Tuhan, merasa bahwa skenario yang Tuhan tulis terlalu klise. Kisah yang sudah disusun sejak lama, dengan segampang itu Ia pilihkan akhir yang sedih. Saat itu, saya pikir Tuhan hendak mengajak saya bercanda, tapi menurut saya gak lucu. Mungkin selera humor kami berbeda. Namun ternyata, saya yang bodoh ini salah tangkap. Tuhan bukan melucu, Ia sedang mengajak saya bernegosiasi. Ia menawarkan sesuatu yang lebih besar, dengan syarat saya harus mampu melalui rintanganNya.

Suatu ketika, Tuhan membuat satu kisah lagi, dan saya kembali digiring ke dalam kisahNya. Tentu awalnya saya sempat menolak, saya bilang kalau kisah inipun pasti berakhir dengan air mata. Tapi, saya sadar kalau saya hanyalah manusia yang terlalu banyak makan micin, apa yang menurut saya benar, kemungkinan besar salah. Maka akhirnya saya mencoba berdamai dengan Tuhan, menarik kembali kata-kata buruk yang saya tujukan padaNya.

Tuhanpun melanjutkan kembali kisah itu. Saya pikir, dengan hubungan saya denganNya yang lebih baik, Tuhan akan memberikan kisah yang indah, tanpa cela, tanpa air mata. Ternyata saya salah, Ia masih menyelipkan kerikil dan paku-paku payung di perjalanan saya. Tapi bedanya, di pinggir-pinggir jalan, Tuhan membuat lampu taman yang indah yang dikelilingi oleh kunang-kunang, sehingga membuat saya mampu menghindari kerikil dan paku dengan mudah.

Pada saat saya menulis artikel ini, saya sudah berada di jalan yang lebih tenang. Sudah sedikit kerikil dan paku-paku di jalan. Kalaupun ada, saya akan melihat sekeliling. Mencari lampu, ataupun kunang-kunang yang terkadang Tuhan sembunyikan agar saya bisa lebih jeli dalam mencari cahaya. Saya pernah baca, bahwa "jalan Tuhan belum tentu yang tercepat, bukan juga yang termudah, tapi pasti yang terbaik". Jadi, kalau saya sudah mulai sotoy dan merasa kalau jalan yang dibuat Tuhan itu salah, saya gak segan-segan noyor kepala sendiri, dan bilang, "Berhenti makan micin, makanya!"

REVIEW : Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

Sebagai seorang yang berusaha untuk menepati janji, akhirnya tulisan ini selesai juga. Ya, apalagi kalau bukan ulasan tentang salah satu produk Pixy dari seri Make It Glow, yaitu Silky Powdery Cake. Produk ini juga saya dapatkan dari tampilcantik.com , so lucky!

Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

INFORMASI PRODUK

Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake (Netto : 10 gram)
Manufactured by PT. Mandom Indonesia, Tbk
Jl. Irian, MM 2100 Industrial Town, Bekasi - Indonesia

KEMASAN

Kemasan Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

Dengan warna seperti seri Pixy Make It Glow lainnya, lagi-lagi saya suka. Kalau bentuknya dan sponsnya sih gak spesial, cuma warna si seri Make It Glow ini aja yang gemesin banget.

KLAIM

Two way cake dengan tekstur halus dan ringan, memberikan daya tutup yang natural, kulit tampak halus bercahaya, serta tata rias yang tahan lama. Formulanya sangat mudah diratakan di kulit tanpa perlu menggunakan teknik khusus, cocok untuk pemakaian sehari-hari. Dilengkapi dengan:
  • Moisturizing Botanical Extract (Olive Oil, Jojoba Oil, Yuzu Extreact) yang menyebabkan dan membuat kulit tampak sehat berseri
  • Smooth Polished Powder yang membuat formula menyatu di kulit serta membuat kulit halus dan lembut
  • SPF 23 & PA++ sebagai perlindungan optimal terhadap sinar UVB dan UV
Ternyata klaimnya mirip-mirip dengan cushionnya, karena kandungan yang menjadi highlightnya pun sama. Perbedaannya ada pada daya coverage dan glowy finishnya. Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake ini hanya memiliki coverage 3/5 dan glowy finish 3/5 pula. Saya sih senang, pada dasarnya kan bedak memang untuk mengunci makeup. Kalau bedaknya juga terlalu glowy, saya yakin muka saya bakal lengket dan jadi perangkap kuman dan debu.

KANDUNGAN 

Kandungan / Ingridients Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

Talc, Mica, Titanium Dioxide, Ethylhexyl, Methoxycinnamate, Silica, Synthetic Fluorphlogopite, Vinyl Dimethicone/ Methicone Silsesquioxane Crosspolymer, Dimethicone, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Disodium Stearoyl Glutamate, Methicone, Phenoxyethanol, Alumunium Hydroxide, Fragrance, Butylparaben, Methylparaben, Squalane, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Polymethylsilsesquioxane, Hydrogen Dimethicone, BHT, Alumina, Citrus Junos Seed Oil, Butylene Glycol, Water, Tocopherol, Citrus Junos Fruit Extract.

May Contain : Cl 77492, Cl 77491, Cl 77499

TEKSTUR

Tekstur Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

Seperti two way cake pada umumnya, lumayan halus.

AROMA

Ini minus pertama yang saya temukan di produk ini. Wanginya lebih menyengat dibanding cushionnya. Sebenarnya gak ada yang salah dengan produk berparfum, tapi saya suka sugesti kalau produk-produk yang wangi-wangi tuh suka bikin gatel, padahal sih belum tentu.

WARNA

Walaupun nomor dan nama shadenya sama, 301 Medium Beige, tapi aslinya beda. Untungnya, Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake no ini punya undertone kuning. Pas banget untuk menetralkan warna cushionnya, biar gak abu-abu.

CARA PAKAI

Cara Pakai Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

Sama dengan cushionnya, cara pakainya tinggal sapukan dengan spons secara merata ke seluruh wajah. Lipat spons menjadi dua bagian untuk meratakan di daerah bawah mata dan bawah hidung.

HASIL PEMAKAIAN 

Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake ini saya pakai setelah memakai Dewy Cushionnya Pixy. Seperti yang saya bilang sebelumnya, gak mungkin kalau saya gak set cushionnya tanpa bedak sama sekali. Nah, bedak inilah yang biasa saya pakai untuk set cushionnya Pixy.

Saya suka dengan undertone yellownya yang menyelamatkan keabu-abuan cushion Pixy. Uniknya Pixy seri Make It Glow ini, produknya memang memberikan hasil glowy yang membuat kulit terlihat lebih sehat. Bahkan saya sebagai pemilik kulit berminyak, jadi ketagihan pakai produk-produk yang glowy.

Bedanya dengan two way cake yang saya pernah coba, Silky Powdery Cake ini menghilangkan rasa lengket cushion, tanpa membuatnya menjadi matte. Jadi masih terasa lembap dan glowy, tapi ya gak lengket. Gimana ya, ya gitu pokoknya, kalian pasti paham. Mungkin inikah yang dinamakan glass skin?


Review Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

Silky powdery cake ini juga bisa digunakan sendirian, tanpa cushion. Tapi ya hasilnya gak maksimal, coveragenya gak setinggi cushion. Jadi biasanya saya cuma pakai ini untuk touch up. Nah, masalah oil control, baik cushion dan silky powdery cakenya, saya emang gak bahas. Ya wong ini produk untuk bikin hinyay, kok malah ngarep ke oil controlnya? Tapi untuk ketahanannya, ini tahan seharian. Paling kalau kena air dan keringat ya menipis aja, gak sampai hilang total.


Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)
KESIMPULAN

+ Shadenya masuk ke skintone orang Indonesia, undertone yellow
+ Teksturnya halus
+ Hasilnya glowy tapi gak lengket
+ Mengandung SPF 35 & PA +++
+ Cukup tahan lama
- Wanginya menyengat
- Coveragenya so so

Harga : 60.000
Nilai : 3.5/5
Rekomendasi : Ya, kalau kamu suka tampilan yang glowy tapi gak mau terlalu hinyay.

REVIEW : Pixy Make It Glow Dewy Cushion Medium Beige (301), Cushion dengan Coverage Juara!

Produk yang akan saya ulas sekarang adalah produk yang udah jadi wishlist saya dari mulai pertama kali muncul. Untungnya Tuhan Maha Baik, biar saya bisa tetap ngehits dan gak kudet, melalui tampilcantik.com, Dia kirim saya 2 produk keluaran Pixy seri Make It Glow. Sebenarnya, Pixy Make It Glow ini punya 3 produk, Beauty Skin Primer, Dewy Cushion, dan Silky Powdery Cake. Saya dikirim Cushion dan Powdery Cakenya, lagi-lagi saya bersyukur, because I'm not really a fan of primer, selalu skeptis sama fungsinya primer, kecuali punyanya Benefit. 

Sebenarnya agak lucu saya mengulas 2 produk seri Make It Glow ini. Sudah jelas ini produk yang diformulakan untuk kulit kering atau normal agar mendapatkan hasil makeup yang dewy. Lalu apa ceritanya, saya yang punya kulit dengan seliter minyak cadangan di bawah kulit, pakai produk ini? Mudah-mudahan saya gak dibilang gak tau diri. Gak papa toh, sempat dibikin kecewa dengan produk matte powder keluarannya Make Over yang kemarin, bikin saya kangen dengan makeup yang lembap dan dewy. Gak bohong juga sih kalau bilang makeup dewy kelihatan lebih fresh dan sehat. Setuju gak?

Tadinya saya mau gabungin ulasan 2 produk ini, tapi kayaknya bakal gak sistematis dan takutnya jadi kurang informatif. Walaupun akan saya pisah, reviewnya bakal berderet kok. Saya janji gak akan lama-lama ngepostnya. Tentunya saya akan mulai dengan Cushionnya dulu, baru dilanjut dengan Silky Powdery Cake.

 
 INFORMASI PRODUK




Pixy Make It Glow Dewy Cushion (Netto: 15 gr)
Manufactured by PT. Cosmax Indonesia
Jl. Raya Bogor Km 26,4, Jakarta 13740, Indonesia
Manufactured for PT. Mandom Indonesia, Tbk
Jl. Irian, MM 2100 Industrial Town Bekasi - Indonesia. www.pixy.co.id
Licensed by Mandom Corporation Japan

KEMASAN



 Ah, gak usah banyak-banyak saya cerita tentang kemasannya. Warna dan designnya bagus! Untuk sisanya ya kayak cushion pada umumnya. Tapi untuk sponsya, menurut saya agak keras hmm.

KLAIM


Cushion dengan tekstur ringan dan daya tutup tinggi, menyamarkan noda dengan hasil tampak natural dan tahan lama hingga 10 jam. Memberikan hasil tata rias wajah yang tampak bercahaya, tanpa minyak berlebih. Dilengkapi dengan :
  • Moisturizing Botanical Extract (Olive Oil, Jojoba Oil, Yuzu Extreact) yang menyebabkan dan membuat kulit tampak sehat berseri
  • Smooth Polished Powder yang membuat formula menyatu di kulit serta membuat kulit halus dan lembut
  • SPF 23 & PA++ sebagai perlindungan optimal terhadap sinar UVB dan UV
Pixy seri Make It Glow ini punya keterangan daya coverage dan glowy finish di setiap produknya. Untuk cushion ini coveragenya 4/5, sedangkan glowy finishnya 5/5. Waktu saya baca ini, saya sudah terbayang bagaimana wajah saya akan bersinar. Hmm. 

KANDUNGAN



Water, Titanium Dioxide, Cyclopentasiloxane, Diphenylsiloxy Phenyl Trimethicone, Butylene Glycol, Ethylhxyl Methoxycinnamate, Dicaprylyl Carbonate, Lauryl PEG-9 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone, Cyclohexasiloxane, Glycerin, Caprylic/Capric Triglyceride, Trimethylsiloxysilicate, Phenyl Trimethicone, Pentylene Glycol, Polypropylsilsesquioxane, PEG-10 Dimethicone, Phenoxyethanol, Magnesium Sulfate, Dipentaerythrityl Hexa C5-9 Acid Esters, Dimethicone, Triethoxycaprylylsilane, Dimethicone Crosspolymer, Polyhydroxystearic Acid, Aluminum Hydroxide, Disteardimonium Hectorite, Stearic Acid, Fragrance (Parfum), Ethylhexylglycerin, Lecithin, Ethylhexyl Palmitate, Isostearic Acid, Isopropyl Myristate, Hydrogenated Castor Oil Isostearate, Polyglyceryl-3 Polyricinoleate, Disodium EDTA, Synthetic Fluorphlogopite, BHT, Tocopherol, Olea Europaea (Olive) Fruit Oil, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Citrus Junos Fruit Extract.

May Contain : CI 77492, CI 77947, CI 77491, CI 77499.

TEKSTUR


Karena ini adalah cushion pertama seumur hidup saya, saya gak bisa ngukur seberapa bagus teksturnya. Sepengamatan saya, cushion ini teksturnya ya kayak foundation aja, foundation yang kental.

AROMA
 
Saya mencium wangi parfum yang agak menyengat. Sebagai pecinta produk kosmetik tak berparfum, saya ya kurang suka sama baunya.

WARNA



Pixy Make It Glow Dewy Cushion ini  punya 3 shade, 101 (light beige), 201 (natural beige), 301 (medium beige). Saya dapat yang no 301, warna yang paling gelap. Walaupun saya salut Pixy yang bisa ngeluarin cushion dengan warna yang lumayan gelap, tapi saya masih merasa undertonenya masih peach. Mudah-mudahan, selanjutnya Pixy ngeluarin warna-warna lain yang lebih masuk ke skintone perempuan Indonesia, yang undertonenya yellow. Tapi, dengan adanya shade medium beige pun udah prestasi banget sih. Coba lah tengok cushion lain dengan harga yang sama, saya udah pesimis duluan liat warna-warnanya.

CARA PAKAI


Sapukan dengan spons secara merata ke seluruh wajah. Lipat spons menjadi dua bagian untuk meratakan di daerah bawah mata dan bawah hidung.
HASIL PEMAKAIAN

Saya sudah menggunakan Pixy Make It Glow Dewy Cushion ini selama kurang lebih 2 minggu. Jadi rasanya sudah bisa memutuskan apakah saya suka atau enggak dengan cushion ini.

Kali pertama saya coba cushion ini, saya langsung notice sponsnya yang gak terlalu enak dipakai. Saya merasa sponsnya ini bahannya gak terlalu lembut dan terlalu menyerap produk. Jadi saat pemakaian, produknya sulit diratakan, malah jadi kegeser-geser gitu, you know what I mean? Jadi yang tadinya saya mau meratakan produknya, eh sponsnya malah ngangkat cushionnya.

Makanya kebanyakan beauty enthusiast menggunakan beauty blendernya untuk pengaplikasian cushion ini, begitupun saya. Saya pakai miracle sponge Real Technique yang saya punya, dan waktu saya coba, gampang banget buat ngeratainnya!

Pertama kali saya pakai, saya takjub dengan coveragenya, nutup pisan! Bahkan lebih nutup dari liquid foundation yang saya punya. Hasil akhirnya, sesuai namanya, glowy banget! Tapi anehnya saya suka, kulit saya kelihatan lebih sehat dan segar. Shadenya menurut saya pas (walaupun entah kenapa di kamera terlihat lebih putih, mungkin karena ada kandungan sunblocknya), tapi undertonenya masih agak peach sehingga masih sedikit terlihat abu-abu.


Karena saya suka dengan hasil glowynya ini yang bikin kulit lebih cerah dan sehat, akhirnya sekali waktu saya pernah nyoba cuhion ini tanpa diset dengan bedak.


Ternyata gak nyampai setengah jam, bulu mata dan rambut aja nempel-nempel ke muka, apa kabar debu dan kuman yang berkeliaran di udara? Makanya, saya tetap pada kesimpulan kalau penggunaan bedak setelah cushion udah gak bisa ditawar-tawar lagi, seenggaknya buat saya dan kamu-kamu yang kulitnya super berminyak. Nah, bedak yang saya pakai masih dari keluaran Pixy Make It Glow juga, dan kalian bisa baca reviewnya di sini : REVIEW : Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Medium Beige (301)

 KESIMPULAN

+ High coverage
+ Membuat wajah terlihat lebih cerah dan sehat
+ Harga terjangkau, mudah didapat
+ Dibandingkan cushion lain, shadenya mendekati skintone orang Indonesia
+ Mengandung SPF 23 & PA ++
+ Staying power oke
- Sponsnya agak keras dan terlalu menyerap produk
- Undertonenya peach, sedikit bikin abu-abu

Harga : 125.000
Nilai : 4/5
Rekomendasi : Yes, for sure!

Random Thought : The Sims Shows Us!

Ini adalah copyan artikel di tumblr saya, ditulis kala semester 1 kuliah, so so an pake Bahasa Inggris. Sengaja saya copy ke sini. Jaga-jaga, kalau tumblr tiba-tiba menghilang. Walaupun tulisannya gak jelas, saya menginvestasikan waktu berjam-jam buat nulis ini. Jadi kan, sayang..

Recently, I’ve been playing the sims 3. Yeah I know that’s kinda lame game but I can’t help to try this game out since I don’t have anything to do now. and the other thing that made me curious about this game is I’ve never play the sims in full extension.

but hey.. I just discovered one thing about this game, it’s teaching me how to live a life. Wanna know why? Okay. Let me explain a bit, but just don’t take it seriously because it’s only my thoughts.

So first of all, every single Sims has a basic needs. (when I say Sims, I mean a human in this game) and so we are. We have lots of needs to be fulfilled. Whatever it takes, we have to fulfiil it to stay happy. What would happen if we just ignore the need? It depends on what kinda need that you ignore. Let just say that I ignore the hunger needs, I didn’t eat anything at all. What will happen to me?  Yes, I may be sick, and into the next level I may be die. Another example, what will happen when I start avoiding people and don’t socialize with people? I’d feel lonely, or maybe desperate.

image

Secondly, this game show me that we can’t treat people in the same way. Okay, in The Sims you have to socialize with people in your town. Having a lot of friends will make you live a life easier. But to be a friend with someone, you have to take your time. You always start with a stranger. So what would you do to make them to be a friend? Okay. Every single person has a different habit, trait, likes, and dislikes, so it’s no way you can treat them in the same way. What you need to do is : get to know what their like or dislike. It’ll help you a lot. When you know what their into, you’re gonna know what topic you could bring into your chitchat or what joke you could use, or maybe in next level you could know what will you give when their birthday. 

Another thing about treating person, it can be different when you treat a stranger and your best friend (yeah of course!). I could say that I tried “brag, hug,  ” to stranger and it made my relationship with her going worse. He thought that I’m creepy and do such an inappropriate thing. But I tried the same thing to my best friend, and it just made my relationship stronger. So, with your bestfriend you can do anything creepy, disgusting, annoying without made your relationship going worse (but of course, flirting with you boyfriend’s bestfriend doesn’t count!).

image

Thirdly, let’s talk about a career track! Yeah every Sims must have a job, especially men. In the first time, when you created your Sims, you chose what your dream or what your final goal. So, every little thing you do in your life must be a part of your step to reach your goal. There’s lot of goals you could choose. It depends on what kinda career you’re into, such as in a music or journalism, political, law enforcement, culinary, military, etc. 

For example, when you chose political to be your carreer, you’re start from being a Podium Polisher. You have to take 10 promotions to be in the top of your career. In political, level 10 would make you become a Leader of The Free World. But to have a promotions, you can’t just doing a job like everyone else. You have to show people that you have a high quality, that you have lot of skills. For example, in political career, you must have a “Charisma, Mood, Boss, and Funding” skills to have a promotion. Yeah righ? Just like in a real life. 

There’s lot of people out there, and the choice is stay same with them in the low level without having a pressure and effort to be better than them, or you could try harder over and over again no matter what it takes to be in the higher level of your career.

image 

image

Actually, there’s lot of another things that I wanna share you about Sims but I think you know that I’m kinda stuck in my worldly ways, so I’m gonna tell you another time. I gotta go, see ya!

REVIEW : Make Over Powerstay Matte Powder Foundation W42 (Warm Sand)

Saya termasuk orang yang antusias tiap Make Over ngeluarin produk baru, karena selama ini Make Over selalu memberikan kesan positif di setiap produk-produknya. Kualitas produknya udah gak perlu diragukan lagi. Begitu pula saat produk ini launching, Make Over Powerstay Matte Powder Foundation, secepat itu juga saya langsung coba produknya.


INFORMASI PRODUK


Make Over Powerstay Matte Powder Foundation 12 gr
Produced by:
PT. Paragon Technology and Innovation
Industri Road IV Blok AG No. 4
Jatake Industrial Area, Tangerang-Indonesia

KEMASAN


Sebenarnya saya bosan kalau harus mendeskripsikan kemasannya Make Over, karena kemasannya sudah pasti saya suka. Warna hitam yang gak berisik, terbuat dari plastik yang cukup kokoh, lalu disertai dengan cermin dan juga puffnya. Tapi kadang saya suka sedih sama kemasannya ini, plek plekan mirip banget sama kemasan tetangga. Tapi, beberapa orang memang bilang kalai ini adalah dupenya. Tapi, apa harus kemasannya juga dimiripin banget? (Lalu saya baru sadar terlalu banyak bilang "tapi")

KLAIM


Diciptakan dengan pigmen warna berteknologi tinggi, formula powder ini memberikan coverage sedang hingga tinggi yang dapat meratakan warna kulit, menghasilkan tampilan kulit mulus. Mengandung mikropartikel, soft focus agent, dan oil absorber, memberikan hasil yang matte, halus, dan tahan lama, yang menyatu dengan baik dengan kulit, juga menyamarkan pori dan garis halus. Cocok untuk kulit normal sampai berminyak.

KANDUNGAN

Talc, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Silica, Isopropyl Myristate, Nylon-12, Octyldodecanol, Dipentaerythrityl, Hexahydroxystearate/ Hexastearate/ Hexarosinate, Zinc Oxide, Phenoxyethanol, Triethoxycaprylylsilane, PCA Dimethicone, Hydrogen Dimethicone, Aluminum Hydroxide, HDI/ Trimethylol Hexyllactone Crosspolymer, Dimethicone,Polymethyl Methacrylate, Ethylhexylglycerin, Methicone, Fragrance, Tocopheryl Acetate, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Tocopherol.

May Contain: Cl 77891, Cl 77492, Cl 77491, Cl 77499, Cl 42090

TEKSTUR

Teksturnya halus, seperti yang dibilang, produk ini mengangdung mikropartikel. Jadi ya gak heran.

AROMA

Aromanya seperti bedak pada umumnya, tapi samar banget. Kalau diaplikasiin sih gak akan kecium wangi apa-apa, jadi gak ada masalah.

WARNA


Warnanya cukup banyak, ada 8 warna. Saya pilih no W42 (Warm Sand) yang memang sesuai dengan warna kulit saya. Biasanya saya pilih warna yang setingkat lebih terang, takut-takut produknya oxidize, tapi BA nya bilang produk ini gak oxidize, jadi saya pilih warna yang benar-benar sesuai dengan warna kulit saya. Tapi saya lupa perhatiin undertonenya, yang ternyata adalah peach. :(

HASIL PEMAKAIAN

Karena saya ingin tahu betul kualitas produk ini, saya gak pakai foundation ataupun primer sebelumnya. Saya pakai langsung setelah menggunakan sunblock, menggunakan puffnya untuk mendapatkan coverage yang tinggi. Setelah beberapa kali pakai dengan cara tersebut, akhirnya saya punya kesimpulan tentang performa Make Over Powerstay Matte Powder Foundation.
Pertama, saya ingin komentar tentang warnanya. Sebenarnya saya gak bisa komentar banyak karena salah pilih shade.
1. Produk ini oxidizenya lumayan ganggu, sejam setelah saya pakai, muka saya kucel banget, menggelap. Bahkan jauh lebih gelap dari warna asli kulit saya. Jadi saya agak bete waktu BA nya bilang kalau produk ini gak oxidize.
2. Karena saya salah pilih shade yang undertonenya peach, jatohnya di muka ya abu-abu. Lagi-lagi, saya gak nyalahin produknya, karena ini akibat salah pilih shade.

Make Over Powerstay Matte Powder Foundation ini mengklaim kalau formula powder ini memberikan coverage sedang hingga tinggi yang dapat meratakan warna kulit, menghasilkan tampilan kulit mulus. Untuk ini saya setuju, coveragenya memang lumayan untuk menutupi kemerahan dan bekas jerawat. Tapi saya agak kesulitan untuk melayer produk ini tanpa membuat makeup menjadi pecah/ patchy.


Make Over Powerstay Matte Powder Foundation ini juga mengklaim bahwa kandungan soft focus agent, dan oil absorbernya dapat memberikan hasil yang matte, halus, dan tahan lama, yang menyatu dengan baik dengan kulit, juga menyamarkan pori dan garis halus. Untuk oil absorbernya memang sukses membuat wajah saya jauh dari minyak, tapi... saking keringnya, malah bikin pori-pori dan garis halus di kulit saya terlihat. Intinya, powder ini terlalu matte, bahkan di kulit saya yang berminyak.

Jadi saya menyimpulkan kalau powder ini lebih baik dipakai sebagai finishing, setelah menggunakan foundation. Lalu, penggunaannya pun tidak perlu terlalu banyak, cukup pakai brush saja, supaya gak over matte, dan bikin makeup jadi patchy.


KESIMPULAN

+ Pilihan warna cukup banyak
+ Teksturnya halus
+ Oil controlnya juara
+ Coverage lumayan, dapat menutup kemerahan dan bekas jerawat
+ Mudah dicari
- Oxidize
- Terlalu matte, membuat pori-pori dan garis halus terlihat lebih jelas
Harga : sekitar 150.000
Nilai : 2/5

5 Produk Bibir Lokal Favorit Di Bawah 100rb

Waktu saya nulis artikel ini, pilihan kata "produk bibir" agak sedikit menggelitik. Rasanya aneh dibaca. Tapi saya sengaja, karena artikel ini gak hanya memuat 1 jenis produk saja, gak cuma bercerita tentang lip cream saja, atau lipstick saja, tapi semuanya. Saya sengaja, mempublish artikel ini di awal tahun, karena sesungguhnya produk-produk ini sudah saya gunakan bertahun-tahun, melintasi zaman, dan belum bisa tergantikan. Untungnya lagi, sebagai istri tahu diri yang sayang suami, produk dengan kualitas sepuluh jempol ini, gak ada yang lebih dari 100.000. Mantap kan!

Sebelum saya mulai, mungkin saya akan sedikit cerita tentag dasar-dasar yang membuat saya bisa jatuh cinta dengan produk bibir, alasan kenapa akhirnya saya bisa setia dengan 5 produk ini.

1. Tekstur ringan, gak menggumpal
Biasanya ini sering terjadi di lipcream. Banyak lipcream di luaran sana, yang punya hasil super matte dan powdery, namun menggumpal saat ditimpa / dilayer. Bahkan banyak lipcream di atas 100.000 yang memiliki tekstur seperti ini, yang jelas bukan favorit saya.

2. Gak bikin bibir kering
Katanya lipcream sering bikin bibir kering, padahal ada juga lipstick, lipgloss, lipbalm, yang bikin kering. Jadi menurut saya yang bikin bibir kering bukan jenisnya, tapi formula atau kandungannya. Buktinya ada lipbalm yang malah bikin bibir saya kering, dan ada juga lipcream yang gak bikin bibir saya kering.

3. Pilihan Warna
Saya selalu mencari produk  yang multifungsi, bisa dipakai di segala acara dan di segala tipe makeup. Natural atau bold, harus bisa dipakai.

Atas dasar 3 faktor di atas, akhirnya saya memilih 5 produk ini, dan kerennya lagi, semua produk ini produk lokal. Bangga banget gak sih punya produk lokal dengan kualitas sebagus ini, yang bahkan menurut saya lebih bagus dari brand luar, tentunya dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Di sini saya urutkan harganya dari yang termahal ke yang termurah.

1. Make Over Intense Matte Lip Cream


Harga : 89.000
Lipcream ini punya banyak pilihan warna yang kekinian. Saya yakin, kalianpun pasti gak asing dengan produk ini. Teksturnya yang gak menggumpal, dan punya daya cover yang oke, bisa menutupi garis hitam bibir hanya dalam 1 layer. Setelah kering, hasil mattenya gak seperti cat air atau cat tembok, menyatu di bibir dengan sempurna gitu deh. Warna favorit saya yang 004 dan 008, tapi semenjak muncul nude seriesnya, kayaknya saya bakal nambah koleksi lipcream ini.

2. Make Over Ultra Hi Matte Lipstick


Harga : 89.000
Lagi-lagi Make Over. Sebenarnya sih saya gak pernah ragu dengan produk-produk keluaran brand ini, salah satunya lipstick ini. Teksturnya buttery, meleleh di bibir. Mattenya masih "sopan", gak bikin bibir kering. Coveragenya baik, meskipun hanya 1 layer. Meskipun gak trasferproof dan waterproof apalagi oilproof, setiap retouch gak akan membuat gumpalan. Teksturnya tetap halus dan lembap.

3. LT Pro Long Lasting Lip Matte Cream


Harga : 79.000
Masih seputar lipcream, kali ini keluaran brand LT Pro. Dulu pilihan warnanya sangat terbatas dan gak begitu menarik, tapi untuk yang no 06, ini adalah lipcream andalanku. Warnanya orange kecoklatan, natural. Walaupun saya sudah repurchase sampai 3x saking cinta sama warnanya, lipcream ini membuat garis bibir terlihat jelas. Tapi tetep aja saya ga bisa move on, warnanya cantik banget!

4. Wardah Long Lasting Lipstick 


Harga : 43.000
Harganya gak nyampai 50.000! Teksturnya buttery banget dan pilihan warnanya banyak. Hasil akhirnya gak terlalu matte, sehingga bibirpun tetap lembab. Tapi gak seperti namanya, lipstick ini gak selong lasting itu. Justru mudah transfer,  ke gelas, sedotan, yah semudah itu. Tapi lipstick ini mampu menutup garis hitam bibir hanya dengan 1 layer. Warna favorit saya banyak, tapi yang sering saya pakai adalah no 03 (Simply Brown). Minusnya dari lipstick ini sama dengan Make Over Ultra Hi Matte Lipstick, saking butterynya, lipstick ini sering patah, lalu bentuknya pun gak pernah mulus, pasti benyek-benyek kayak di foto, apa kamu juga mengalami hal yang sama?
5. Khalisa Lip Care


Harga : 25.000
Yang terakhir ini sebenarnya hanyalah lipbalm atau tepatnya lip care. Tahukah kamu berapa pentingnya lipbalm? Saya baru sadar selama ini saya menganak tirikan kulit bibir. Sering sekali dipakaikan lipstick dan lipcream, tapi hanya sesekali dirawat, dengan scrub. Padahal kita juga tau kalau bibir gak luput dari paparan sinar UVA dan UVB. Ini yang membuat saya akhirnya menjadikan lipbalm ber SPF sebagai salah satu produk bibir yang penting dimiliki. Biasanya saya pakai banana boat, tapi karena sulit dicari akhirnya saya beralih ke Khalisa. SPF nya 25 dan memberikan sedikit warna merah di bibir yang bikin bibir terlihat lebih segar dan sehat.

Gimana? Di antara 5 produk di atas, ada yang jadi favoritmu? Atau kamu punya rekomendasi produk lainjuga yang di bawah 100rb? Sharing di kolom komentar ya!