CORETAN MAMANIS : Kencan 9 Bulan dengan Baby Al

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, sehingga saya akhirnya bisa menulis lagi. Tentu, terima kasih juga untuk babyku Arsy, Baby Al, yang mengerti kerinduan mamanya untuk nulis, sehingga memilih untuk tidur nyenyak di malam hari ini. Sungguh suatu hal yang gak biasa untuk bayi 2 bulan ini. Atau mungkin, dia memang sedikit narsis sehingga sengaja memberikan saya waktu untuk menulis tentang dirinya, tepatnya pada saat menghabiskan hari-harinya selama 9 bulan lebih di dalam perut saya.


Ya, tulisan ini, selain karena kolaborasi dengan teman-teman Bandung Hijab Blogger, juga karena saya ingin meninggalkan jejak cerita perjalanan saya di 2019 kemarin, mengingat beberapa minggu lagi kita akan menyambut 2020. Tulisan ini juga merupakan lanjutan cerita saya tempo hari, Tentang PCOS dan 2 Garis Pink.

Setelah pada akhirnya saya dikatakan hamil, bahagia bukanlah respon awal saya. Justru perasaan bingung dan cemas yang datang. Pasalnya, saat itu saya masih berada di Pringsewu, Lampung. Jauh dari orang tua dan sahabat. Saya takut dengan minimnya pengetahuan saya soal kehamilan, saya gak bisa memberikan yang terbaik bagi janin saya saat itu.


TRIMESTER I

Orang bilang, trimester I adalah masa-masa yang menyulitkan. Badan yang baru menyesuaikan diri dengan "benda asing" di dalam rahim ini, dan hormon-hormon yang diproduksi, membuat segalanya menjadi aneh. Banyak orang mengalami morning sickness, mual dan muntah, yang ternyata gak cuma muncul di pagi hari, tapi juga malam hari. Untungnya, saat itu saya gak mengalami yang namanya muntah. Kalau mual, jangan ditanya. Saya masih ingat gimana eneknya saya saat mencium bau ayam, apalagi waktu saya harus masak ayam, sungguh menyiksa rasanya.

Saya sempat baca-baca bahwa trimester I adalah masa-masa kehamilan yang riskan, dikarenakan janin masih lemah. Oleh karena itu, butuh perhatian ekstra agar selalu berhati-hati dalam berakivitas, dan tentu saja, memperhatikan asupan gizi yang baik. Tadinya saya ingin pulang ke Bandung, karena merasa masakan-masakan saya masih kurang bergizi, tapi mengingat suami baru saja memperpanjang kontrak rumah di sana, gak tega rasanya kalau harus meninggalkan suami sendirian di rumah itu. Padahal, kalau tau saya akan hamil, suami kan bisa cari kosan saja. Tapi ya namanya juga cerita Tuhan, kita mana tau kejutan-kejutan yang Dia kasih. Daaann... Luar biasa memang, selang 2 bulan setelah berita kehamilan, Mas Suami mendapat mutasi ke Sleman, Jogja. Hamdallah.

Yang menjadi perhatian khusus pada trimester awal ini adalah pencarian obgyn. Buat saya, obgyn bagaikan ibu kedua yang bakal mendampingi saya menghadapi masa-masa kehamilan. Selama di Pringsewu Lampung, saya gak bisa milih obgyn karena hanya ada 1 obgyn wanita di sana. Sedikit kecewa karena pasien beliau super duper banyak, sehingga konsultasi dengannya pun terasa kurang berkualitas. Saya seperti dibatasi waktu, karena antriannya panjang. Gak leluasa untuk bertanya segala macam hal seputar kehamilan. Tapi, saya pikir, ya sudahlah, ini hanya obgyn sementara. Saya akan mencari obgyn yang cocok dengan saya nanti di Bandung.

Setelah saya pindah ke Bandung, saya banyak mencari informasi obgyn favorit di Bandung. Banyak sekali info yang saya dapatkan, baik dari teman, saudara, ibu-ibu tetangga, juga dari mbah google. Tapi, kebanyakan dari mereka merekomendasikan obgyn cowok, sedangkan saya merasa kurang sreg dengan obgyn cowok. Sampai akhirnya saya dapat info tentang obgyn cewek favorit di RSIA Grha Bunda, namanya dr. Leri Septiani. Wah, kebetulan banget prakteknya dekat dengan rumah saya.

Kesan pertama saya kontrol dengan dr. Leri adalah, antriannya panjang banget. Kalau mau bikin appointment pun minimal 2 minggu sebelumnya. Tapi, setelah saya merasakan kontrol dengan dr. Leri, saya gak heran kenapa dokter ini jadi favorit banyak orang. Pembawaannya positif, ramah, menenangkan, dan super detail. Tiap saya bertanya, meskipun tentang hal-hal remeh, pasti dijawab dengan detail. Biasanya saya paling degdegan kalau kontrol kandungan, tapi dengan dr. Leri, entah kenapa cemasnya tiba-tiba hilang gitu aja. Setelah kontrol pertama, saya sudah memutuskan kalau dr. Leri akan jadi obgyn saya yang nanti akan mengantar Baby Al ke dunia.

Kontrol pertama dengan dr. Leri menghasilkan HPL yaitu Hari Perkiraan Lahir. Hanya saja kendalanya, karena menstruasi saya yang gak teratur, dokter gak bisa menilai usia janin melalui hari terakhir saya menstruasi. Jadi, penilaian didasarkan pada ukuran janin saat itu. Dan ternyata benar saja, jika dibandingkan, usia janin berbeda 3 minggu dari perkiraan usia menurut perhitungan hari terakhir menstruasi. Makanya, tadinya dr. Leri sempat komentar kalau berat baby Al terlalu kecil, tapi ketika mengetahui bahwa menstruasi saya gak pernah teratur, beliau langsung paham dengan usia baby Al yang ternyata gak bisa dinilai berdasarlan hari terakhir menstruasi. Dan menurut perhitungan beliau, HPL nya adalah 24 Oktober 2019.

TRIMESTER II

Ini adalah masa-masa indah selama kehamilan. Meskipun perut sudah mulai kelihatan sedikit membesar, tapi sama sekali gak mengganggu aktivitas. Beberapa kali saya menyempatkan diri untuk berlibur, bertemu teman-teman, dan mendatangi event blogger. Bahkan, suami sempat merayakan ulang tahun saya di salah satu hotel di Bandung. Yaa.. anggap saja babymoon versi dekat. Bisa dibilang trimester ini adalah masa-masa janin sudah mulai kuat, jadi saya punya kesempatan untuk berlibur.

Baby Al 16 minggu

Baby Al 22 minggu

Pada trimester ini, akhirnya saya tahu kalau Baby Al ini perempuan. Saya sempat terkecoh dan percaya omongan orang dan mitos yang beredar, yaitu jika hamil perutnya besar ke samping tandanya perempuan, tapi kalau perutnya membesar ke depan tandanya laki-laki. Entah karena saya yang terlampau kurus atau memang itu hanya sekedar mitos, perut saya membesar ke depan, itupun gak terlalu terlihat. Makaya saya pikir, Baby Al ini laki-laki. Tapi ya saya gak kecewa swdikitpun. Laki atau perempuan, sama-sama menakjubkan.

Tapi, jusru awal trimester 2 ini saya mengalami pengalaman yang gak enak. Suatu hari saya merasa gak enak badan. Menghindari minum obat, saya hanya mengistirahatkan diri di kasur dengan berselimut tebal. Tapi, tiba-tiba setelah isya, badan saya menggigil parah. Gigi bergemelatuk sangat kencang, seperti orang step. Saya merasa dinginnya menusuk ke tulang, saya sampai gak bisa bergerak. Ibu yang melihat kondisi saya langsung panik. Baru saja mau diangkut ke IGD, badan saya tiba-tiba membaik.

Besoknya, badan saya kembali menggigil. Makanan gak ada yang bisa masuk perut, bolak balik muntah tiap kali diisi. Sampai suami langsung ambil cuti ke Bandung beberapa hari karena khawatir. Akhirnya, karena saya takut demam ini berakibat buruk pada Baby Al, saya konsultasi ke dr. Marissa Tasya, karena saat itu dr. Leri lagi gak praktek. Karena demamnya sudah sampai 3 hari, dr. Tasya menyuruh saya untuk cek lab. Dari hasil lab ternyata saya mengalami infeksi saluran kemih. Agak kaget karena saya merasa gak makan yang aneh-aneh dan gak pernah tahan pipis, juga saya gak ngerasain sakit saat pipis, seperti yang biasa dirasakan penderita ISK. Tapi memang, saya merasa pegal di sekujur pinggang yang saya pikir itu karena kehamilan yang semakin besar.

Setelah diberikan obat oleh dr. Tasya, demam tetap ada, sakit pinggangpun tak kunjung membaik. Akhirnya, kembali saya masuk IGD dan diambil darah. Kali ini hasil tes darahnya langsung dikonsultasikan dengan spesialis penyakit dalam atas rekomendasi dr. Leri. Akhirnya, setelah mendapat obat dari dokter spesialis penyakit dalam, semua rasa sakit itu hilang dalam 3 hari. Hamdallah.

Setelah itu, saya mulai memperbanyak informasi seputar kehamilan. Dari mulai makanan dan minuman yang dianjurkan selama hamil, olahraga yang disarankan untuk ibu hamil, sampai hal-hal yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Saya biasanya cukup disiplin untuk menjaga makanan, tapi kalau sudah ketemu makanan sebangsa aci-acian, biasanya langsung luluh. Jadi, ya sekali dua kali biasanya saya masih suka nyemil cireng, cilok, cilor, dan teman-temannya.

Orang bilang, banyak-banyak minum air kelapa dan makan bubur kacang hijau. Gak masalah buat saya, karena air kelapa termasuk minuman favorit saya. Makanya, saya sering minum air kelapa walaupun gak rutin. Alasannya? Tentu saja karena malas pergi ke tukang kelapanya. Selain bubur kacang hijau dan air kelapa, teman saya, Ulfi, menyarankan saya untuk mengonsumsi minyak zaitun 2 sendok sehari. Tujuannya katanya untuk memperlancar proses persalinan.

Apapun yang bertujuan memperlancar persalinan, akan saya coba, termasuk si minyak zaitun ini. Tapi, teman-teman, tau rasanya minyak zaitun itu kayak apa? Ewwwww 10000x. Saya menyerah di hari kelima. Ya Tuhan, saya ngerasanya kaya minum minyak jelantah. Saya ralat, saya akan coba apapun yang bisa memperlancar persalinan, kecuali minyak zaitun.

Memasuki akhir trimester 2, berat badan Baby Al selalu kurang sedikit, sekitar 100 - 200 gram. Tapi, dr. Leri gak mempersalahkannya karena beliau gak melihat ada kelainan apapun pada kandungan saya. Tapi, beliau bilang akan lebih baik jika saya menaikkan berat badan juga, karena tentu akan lebih baik dan lebih aman bagi Baby Al. Oleh karena itu, beliau menyarankan saya untuk minum susu, susu khusus yang biasa diminum sama orang sakit (saya lupa namanya apa). Tapi, karena saya gak nemu susu itu, akhirnya saya perbanyak minum susu UHT dan es krim (yang juga atas rekomendasi orang-orang).

Oh ya, di sini saya mulai merasakan lincahnya Baby Al. Pertama kali ngerasain gerakannya, rasanya terharu dan gak percaya kalau ada makhluk hidup yang dititipkan di dalam perut ini. Saya sering ngajak Baby Al ngomong, karena rasanya menyenangkan. Sulit dijelaskan seperti apa rasanya, tapi Maha Besar Allah atas segala kekuasaanNya.

TRIMESTER III

Memasuki trimester 3, perut saya semakin membesar, tapi masih saja dibilang kalau gak kelihatan sedang hamil. Mungkin sebagian perempuan ngerasa seneng dibilang gitu, tapi buat saya malah jadi beban. Seringkali saudara dan tetangga ngomentarin badan saya yang "dipikir mereka" gak gede-gede, padahal awal trimester 3 ini berat badan saya sudah naik hingga 12 kg! Tapi masiiiih aja ada yang nyuruh saya makan ina inu biar makin gede. Maksud saya, kan yang penting itu berat janinnya, bukan berat ibunya. Heran deh!

Baby Al 33 minggu :)

Saya juga jadi lebih sering olahraga, jalan kaki di lapang depan rumah. Kalau biasanya dulu saya nunggu suami pulang, biar jalannya gak sendirian, di trimester ini saya menyemangati diri untuk tetap jalan kaki seminggu 3x, meski sendirian. Sebetulnya, banya orang merekomendasikan yoga. Tapi, bagi yang kenal saya pasti tau saya gak cocok dengan yoga. Gak usah tanya kenapa, tapi ya menurut saya yoga termasuk olahraga yang sulit.

Dibandingkan dengan trimester sebelumnya, trimester 3 ini adalah masa-masa tersulit saya. Selain beban badan yang semakin besar bikin saya sulit cari posisi tidur yang enak, beser dan gatal-gatal di seluruh badan adalah 2 hal yang sering bikin saya terjaga tiap malam. Masalah beser memang gak bisa dihindari, udah biasa bagi bumil. Tapi, masalah gatal ini yang bikin saya banyak banyak istighfar. Gatal yang saya rasakan justru bukan di perut, tapi di tangan dan kaki. Tiap malam sebelum tidur saya biasa banjur tangan kaki pake minyak kayu putih untuk meredakan rasa gatalnya, meskipun gak terlalu ampuh. Saking saya gak bisa nahan rasa gatal yang luar biasa ini, saya sempat berpikir jangan-jangan ini adalah kondisi medis yang disebut kolestasis obstetrik. Tapi, mengingat itu adalah kondisi yang serius dan cukup menyeramkan ketika saya baca lebih lanjut, akhirnya saya tanyakan pada dr. Leri di kontrol selanjutnya. Seperti biasa, dr. Leri gak mempermasalahkan itu. Gatal yang saya rasakan menurutnya masih wajar, masih diakibatkan oleh peregangan pada kulit.

LDM juga seringkali jadi alasan saya sulit tidur. Pikiran-pikiran aneh sering datang, apalagi saya selalu tidur sendirian di kamar atas, karena kakak dan adik saya pun di Jakarta. Selama ini saya khawatir kalau-kalau air ketuban pecah di saat saya sendirian, pada tengah malam, dan semua orang sedang tidur. Selama ini saya sering berdoa, agar kelak saat melahirkan, suami saya sedang di Bandung. Kan saya juga penasaran, apa benar waktu melahirkan, rasanya ingin jambak-jambak suami? Tapi, akhirnya saya pasrah. Lillahitaala. Keinginan saya hanyalah agar Baby Al selalu sehat dan bahagia semenjak di dalam perut ibunya.

Kencan 9 bulan tanpa tatap muka dengan Baby Al di tahun 2019 ini bikin saya terenyuh bahwa ternyata cinta ibu pada anaknya, memang tak bersyarat, tanpa alasan. Mudah-mudahan Baby Al pun merasakan cinta ini, meski nyatanya masih jauh dari sempurna. 

REVIEW : Maybelline Super Stay Matte Ink, 6 Warna Favorit Ini Bakal Bikin Bibirmu Jatuh Cinta!

Berapa banyak produk lippen yang kamu punya di pouch? di meja rias? di tas kerja? Coba hitung. Pasti jumlahnya bikin kamu sedikit kaget dan berpikir bisa-bisanya punya produk sebanyak itu, dan masih saja merasa gak cukup puas dengan koleksi yang udah bejibun itu, iya kan? Wajar saja. Apalagi sekarang makin banyak brand baru yang mengeluarkan produk lippen, bikin kita makin bingung untuk milih.

Koleksi lippen orang beda-beda. Ada yang ngoleksi karena warnanya, ada yang ngoleksi karena brandnya, ada yang ngoleksi karena formulanya, ada juga yang koleksinya random, gak sadar cuma bikin meja rias makin "meriah" aja. Saya termasuk kelompok ketiga, yang memilih untuk mengoleksi lippen karena formulanya. Meskipun warnanya adalah warna kesukaan saya, kalau formulanya gak oke,  saya gak tertarik.

Sejauh ini, koleksi lip cream menduduki peringkat 1 sebagai produk lippen terbanyak dalam koleksi saya. Formulanya yang gak mudah hilang seperti lipstick pada umumnya, membuat saya nyaman untuk menggunakannya seharian. Tapi, sejago-jagonya lip cream andalan saya, paling lama tahan setengah hari. Kalau mau tahan seharian, ya gak makan dan minum sama sekali. Tapi, ya masa?

Sampai pada akhirnya, lagi-lagi, saya diracun oleh sahabat saya si Markonah alias Ken Paramitha Aryana (ya, silahkan google orang aneh ini), yang selama seharian jalan sama saya, bibirnya tetap fresh tanpa touch up.  Padahal, seharian itu, kami kerjanya makan mulu, dan bukan makan makanan cantik ala restoran, sebutlah cimin, seblak, baso aci, ya.. makanan-makanan penuh 'gizi' itu loh. Belum sempat nanya produk lippen apa yang dia pakai, seperti biasa, doi selalu lebih dulu menyombongkan bibirnya. "Liat dong bibir gue tetep on kan, keren kan?". Saya bilang "nggak, biasa aja", biar dia gak gede kepala. Padahal dalam hati saya penasaran juga. Seperti bisa membaca hati saya, doi langsung mengeluarkan produk lippen yang dia pakai saat itu. Maybelline Super Stay Matte Ink dengan shade 210 Versatile.


REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Maybelline Super Stay Matte Ink ini memang sedang jadi "bintang" di dunia per-lippen-an. Bukan saja karena staying powernya yang oke, karena bisa tahan 16 jam, tapi juga warna yang ditawarkanpun banyak dan cantik-cantik. Sempat bingung untuk pilih warnanya, tapi akhirnya saya nemuin 6 warna terbaik yang seringkali jadi favorit banyak orang. Mau tau apa aja?
Tunggu dulu.
Seperti biasa, saya akan review satu-satu, supaya kalian juga enak bacanya.

KEMASAN

Sebelum saya bicara lebih jauh mengenai kualitas produk ini, saya akan sedikit mengulas tentang kemasannya. Berbentuk kotak yang kokoh dengan warna yang menunjukkan shade produk tersebut, memudahkan kita untuk mengambil produknya tanpa melihat nama shade di bagian bawahnya.

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Gak ada komentar apapun untuk kemasannya, selain aplikatornya yang menjadi favorit banyak orang. Saya gak tau ide darimana, tapi bentuk aplikator seperti ini enak banget dipakai. Beda dengan lip cream lain, aplikator ini lebih lembut, lalu bentuknya yang lancip dan pipih memudahkan saya untuk mengaplikasikan produk di bibir saya yang tipis ini. Jadi gak bleberan keluar garis bibir seperti yang seringkali terjadi.

KANDUNGAN

Kalau biasanya kebanyakan produk lippen menulis kandungan-kandungannya di plastik yang membungkus produknya sehingga seringkali terbuang dan kita gak bisa ngecek lagi, kandungan Maybelline Super Stay Matte Ink ini ditulis pada stiker yang menempel langsung di kemasannya. Adapun kandungan dari produk ini adalah :

Dimethicone, Trimethylsiloxysilicate, Isododecane, Nylon-611 (Dimethicone Copolymer), Dimethicone Crosspolymer, C30-45 Alkyldimethylsilyl Polypropylsilsesquioxane, Lauroyl Lysine, Alumina, Silica Silylate, Disodium Stearoyl Glutamate, Phenoxyethanol, Caprylyl Glycol, Limonene, Aluminum Hydroxide, Paraffin, Benzyl Benzoate, Benzyl Alcohol, Citronellol, Parfum/​Fragrance

CARA PAKAI

Sebetulnya, cara pakai itu kan gimana orangnya ya. Bebas bebas aja. Cuma menurut pengalaman saya, cara terbaik menggunakan produk ini adalah dengan menggunakan lip balm terlebih dahulu, lalu blot dengan tissue, baru ditimpa dengan Maybelline Super Stay Matte Ink. Dengan begitu, produk ini akan tahan lama di bibir tanpa membuat bibir menjadi kering.

PILIHAN WARNA

Nah, bagian ini pasti yang ditunggu-tunggu. Dari 24 warna yang super cantik ini, berat rasanya kalau harus milih warna-warna favorit. Inginnya sih koleksi semua warnanya. Tapi, saya juga paham kalau kita masih banyak cicilan lain, belum buat makan, buat SPP anak, buat arisan, ina inu, mau gak mau terpaksa pilih hanya beberapa di antaranya, ya khaaan? Di bawah ini ada 6 warna favorit yang bisa jadi referensi kalau kamu bingung pilih warna.

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 80 RULER

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 80 Ruler
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 80 Ruler

Maybelline Super Stay Matte Ink 80 Ruler ini punya warna mauve, merah dengan hint pink ini bisa jadi pilihan buat kamu yang suka warna bold, tapi gak mau kelihatan menor. Dalam satu kali oles saja, warnanya mampu menutupi bibir dengan sempurna, bahkan garis bibir hitam sayapun langsung tertutup. Warnanya masih termasuk warm tone sehingga cocok untuk dipakai segala jenis kulit, dari mulai kulit putih, kuning langsat, sawo matang, sampai tan.

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 115 FOUNDER

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 115 Founder
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 115 Founder

Maybelline Super Stay Matte Ink 115 Founder ini punya warna yang biasa disebut warna wine. Merah keunguan, yang cocok banget dipakai di acara glam. Untuk sehari-hari, buat saya ini bukan jadi warna favorit. Tapi kalau untuk di acara-acara khusus, terutama di malam hari, I will definetely choose this one.

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 125 INSPIRER

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 125 Inspirer
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 125 Inspirer

Maybelline Super Stay Matte Ink 125 Inspirer ini sering saya bilang warna barbie, warna cantik. Meskipun warna pink, pinknya masih termasuk warm tone, bukan pink moronyoy yang bikin kulit muka jadi abu-abu (pasti kalian yang punya kulit sawo matang seperti saya paham maksudnya).

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 205 ASSERTIVE

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 205 Assertive
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 205 Assertive

Maybelline Super Stay Matte Ink 205 Assertive ini awalnya saya pikir warna orange. Tapi setelah diperhatikan lebih jelas, masih ada hint coklat di dalamnya, seperti merah bata, jadi masih cocok untuk dipakai sehari-hari. Kalau sekilas dilihat warnanya seperti menyala, tapi tunggu hingga produknya menyerap di bibir, warnanya malah jadi bibir terlihat cantik natural.

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 210 VERSATILE

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 210 Versatile
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 210 Versatile

Maybelline Super Stay Matte Ink 210 Versatile ini adalah produk yang bikin saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Tipe warna kesukaan saya (dan saya yakin jadi favorit kebanyakan orang juga). Warnanya peachy warm tone, cantik dan kalem, bisa banget untuk dipakai sehari-hari. Kalau saya bilang, ini adalah on the go lippen saya, karena pasti akan cocok dipakai dalam situasi apapun.

MAYBELLINE SUPER STAY MATTE INK NO 225 DELICATE

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 225 Delicate
REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink 225 Delicate

Maybelline Super Stay Matte Ink 225 Delicate ini juga saya pastikan akan jadi favorit banyak orang. Warnanya secantik itu! Sepakat kan? Pertama saya pikir agak mirip dengan Versatile, tapi ternyata delicate ini warna mauve yang lebih kalem. Sama seperti yang lainnya, dalam 1 kali oles, produknya langsung menutup warna bibir dengan sempurna.

HASIL PEMAKAIAN

Pertama kali yang saya rasakan saat menggunakan produk ini adalah tekstur dan konsistensinya. Teksturnya creamy, tapi sangat mudah diaplikasikan, "ngegeleser" gitu loh, gak menggumpal apalagi dibantu dengan aplikator yang benar-benar enak dipakai. Banyak yang bilang kalau pemakaian Maybelline Super Stay Matte Ink ini agak sedikit tricky. Memang ada sedikit rasa lengket dan gak nyaman saat mengatupkan kedua bibir di awal pemakaian. Akan tetapi, rasa lengket itu akan hilang seiring dengan keringnya produk.

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Setelah beberapa lama menggunakan produk ini, Maybelline Super Stay Matte Ink ini memang punya kelebihan di daya tahannya yang mampu bertahan selama 16 jam. Untuk definisi produknya sendiri, saya rasa Maybelline menggunakan kata "ink" pun mengacu pada daya tahan tinta yang memang tahan lama dan sulit hilang. Seperti yang saya bilang sebelumnya tentang pengalaman teman saya yang bibirnya tetap on setelah makan berbagai macam jajanan, Maybelline Super Stay Matte Ink adalah produk yang sejauh ini punya daya tahan yang super keren. Tahan air, tahan gesekan, cukup tahan minyak. Kenapa saya hanya bilang cukup tahan minyak? Karena memang ada produk yang terambil saat saya makan gorengan, tapi itupun hanya sedikit dan gak begitu saja bikin produk di bibir jadi hilang atau bikin jadi belepotan.

Di sini saya coba uji ketahananan Maybelline Super Stay Matte Ink, untuk membuktikan staying power produk ini. Apa betul sebagus itu?

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Saya mencoba ketahanan produk ini dengan minum teh dan memblotnya dengan tissue. Hasilnya, gak ada cap bibir saya di gelas, seperti yang biasanya terjadi, hanya titik-titik samar dari produk ini. Lalu setelahnya, saya blot dengan tissue, produk yang ter-transfer hanya sedikit, seperti yang terlihat di foto. Saya jamin kalian juga akan takjub dengan ketahanan produk ini. Oh iya, dengan catatan produknya sudah kering di bibir ya, kalau masih basah ya pasti dia akan transfer dengan  mudah.

Ada hal lain yang juga bikin saya takjub saat menggunakan Maybelline Super Stay Matte Ink. Kalau biasanya saya hanya mengandalkan Micellar Water untuk menghapus seluruh make up di wajah saya, dan biasanya semuanya terangkat dengan mudah. Menghapus Maybelline Super Stay Matte Ink ini gak akan hilang jika hanya dibersihkan dengan Micellar Water. Saya coba usap pakai Micellar Water, dari mulai usapan halus sampai gosokkan kasar, produk ini benar-benar gak keangkat. Akhirnya saya pakai lip&eye make up remover, yang memang mengandung minyak, barulah produknya dapat terangkat dalam beberapa kali usap. Memang ya, namanya juga "tinta yang tahan lama", butuh usaha lebih untuk menghapusnya.

REVIEW Maybelline Super Stay Matte Ink

Untuk warnanya, saya masih bingung untuk memutuskan warna favorit saya, karena semua warnanya cantik banget. Tapi, akhirnya saya putuskan berdasarkan warna yang sepertinya akan sering saya pakai, yaitu 125 Inspirer, 210 Versatile, dan 225 Delicate. Boleh kan ya pilih 3 warna sekaligus? Dari pilihan warna, ketahuan banget ya kalau saya anaknya cari aman. :D

KESIMPULAN

+ Pilihan warna banyak dan cantik cantik
+ Staying power terbukti oke
+ Tekstur creamy pas, gak menggumpal
+ Mudah ditemukan (offline/online)
+ Transferproof, waterproof
+ Hanya 1x oles sudah dapet mengcover bibir dengan sempurna
+ Aplikatornya oke
- Ada sensasi lengket pada saat awal digunakan
- Bibir terasa sedikit kering apabila penggunaan tidak diawali dengan penggunaan lip balm

Nah, setelah baca ulasan di atas, udah kebayang mau beli shade apa? Atau jangan-jangan, kalian udah koleksi produk ini juga? Kalau iya, let me know dong, warna favorit kalian apa.
Dan bagi kalian yang mau re-stock koleksi kalian atau malah baru pengen beli, langsung aja di beli di Shopee, Lazada, Sociolla, AyuBeautyHouse maupun offline store Maybelline dengan harga Rp 115.000 saja untuk ketahanan 16 jam di bibirmu!

CORETAN MAMANIS : Tentang PCOS dan Dua Garis Pink

Sebelum menikah, saya dan suami sepakat untuk melakukan premarital medical check up. Bukan untuk apa-apa selain hanya untuk kebaikan kami berdua. Entah untuk mengetahui riwayat penyakit, pencegahan penyakit, program hamil, dan berbagai manfaat lainnya. Sejujurnya, selama hidup, saya gak pernah periksa kesehatan sedetail ini, karena yaa..saya gak pernah nyaman berada di rumah sakit. Tapi, berkat dorongan dari Mas suami saat itu, dengan berat kaki, akhirnya saya mendaftarkan diri di Rumah Sakit Borrommeus Bandung. 

Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa premarital medical check up seharusnya dilakukan sebelum menikah. Tapi, karena pada saat itu banyak sekali halangan, dari mulai haid saya yang sering datang di jadwal MCU yang sudah saya tetapkan (karena pada saat MCU gak boleh dalam keadaan haid), sampai kesibukan persiapan pernikahan yang lain, sehingga saya baru melakukannya setelah menikah dengan catatan saya dan suami sepakat untuk gak merencanakan kehamilan sebelum saya melakukan MCU, menghindari terjadinya sesuatu yang gak diinginkan, mengingat saya belum tau kondisi tubuh sendiri. Berbeda dengan saya, suami sudah menyelesaikan MCU dari beberapa bulan sebelum pernikahan, dan alhamdulillah hasilnya baik-baik saja.


Bulan April 2018, saya baru punya kesempatan untuk melakukan MCU di Rumah Sakit Borromeus Bandung dengan biaya 3.X (saya lupa tepatnya), sedangkan biaya MCU suami lebih murah karena pemeriksaan yang dilakukan pun lebih sederhana. MCU dimulai dari pkl 08.00, dimulai dari pemeriksaan kesehatan secara umum, pemeriksaan gigi, tes darah, tes urin, rontgen, dan pemeriksaan kandungan. Selama ini saya gak punya riwayat penyakit yang aneh-aneh selain maag yang sering muncul. Saya juga gak punya penyakit turunan, tapi tetap saja, setiap diperiksa dokter, bawaannya parno. Parno kalau-kalau ditemukan penyakit yang selama ini gak pernah saya duga.

Pemeriksaan berlangsung cukup singkat dan gak terasa akhirnya saya sampai pada pemeriksaan akhir, pemeriksaan kandungan. Pemeriksaan kandungan ini memakan waktu cukup lama, karena ternyata saya harus bergabung dengan antrian umum, berbarengan dengan ibu-ibu hamil yang juga sudah punya jadwal sebelumnya. Meskipun pasien MCU lebih sering didahulukan, tapi karena antrian dokter kandungannya super membludak, tetap saja terasa sangat lama.

Begitu nama saya dipanggil, saya langsung diperiksa oleh dr. Indri. Dokternya cerewet dan menyenangkan. Entah beliau sedang mengalihkan pikiran saya yang terlihat tegang, atau beliau memang senang berbicara. Saat mulai melakukan USG, saya terus memperhatikan ekspresi wajah dokter, menebak-nebak apa yang ada dipikirannya. Hebatnya, kebanyakan dokter memang mampu mengendalikan ekspresi, sehingga saya gak bisa menebak apa yang sebetulnya dilihat oleh dr.Indri di rahim saya ini. Sampai akhirnya, beliau bilang, "Hmm... ini ada ya..."

DEGGG. Ada apa? Mendengar dokter baru berkata seperti itu saja, pikiran saya sudah kemana-mana. Memang selama ini menstruasi saya gak pernah lancar. Meskipun tiap bulan selalu ada waktunya saya haid, tapi polanya acak, gak bisa diprediksi. Selain itu, saya juga kerap kali mengalami keram perut yang luar biasa selama menstruasi, yang gak jarang bikin saya nangis guling-guling di kasur. Sebelumnya, saya pernah memeriksakan masalah menstruasi ini ke obgyn lain, tapi mereka gak menemukan sesuatu yang salah di rahim saya. Makanya, saat dr. Indri bilang seperti itu, bisa kebayang kan gimana paniknya saya.

Sekitar 5 menit memeriksa, akhirnya dr. Indri nyeletuk, "Kenapa zaman sekarang banyak yang kaya gini ya..". Lagi-lagi, dr. Indri berkomentar setengah-setengah, bikin saya jadi greget dan mendumel dalam hati "Sebenarnya ada apa?". Seperti membaca isi hati, dr. Indri langsung menjelaskan, bahwa beliau menemukan kista-kista kecil pada ovarium saya yang membuat sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur. Ini adalah penyebab mengapa menstruasi saya gak pernah teratur. Kondisi ini disebut polycystic ovarian syndrome (PCOS). Dari hasil USG terlihat bahwa tampak beberapa buah (minimal 8 buah) struktur kistik pada bagian perifer, berukuran terbesar 12,1 mm pada ovarium kanan, dan 9,1 pada ovarium kiri. Ini adalah hasil USGnya, meskipun saya sendiri gak bisa lihat "makhluk-makhluk" yang dimaksud oleh dokter Indri ini.

CORETAN MANIS : Tentang PCOS dan Kehamilan Pertama

Saya sempat bertanya mengenai intervensi yang akan dilakukan terhadap PCOS yang saya miliki, tapi dokter Indri menundanya dengan mengatakan bahwa nanti saya akan diberikan kesempatan konsultasi dengan dokter kandungan lain di hari lain, karena tampaknya dr. Indri saat itu hanya ditugaskan untuk melakukan USG saja.

Selang beberapa hari setelahnya, saya dijadwalkan untuk konsultasi dengan dokter kandungan (saya lupa namanya). Beliau membahas keseluruhan hasil medical check up, dan menyampaikan 3 masalah yang ditemukan di tubuh saya. Yang pertama adalah underweight karena memang sebelum saya hamil, berat badan saya gak pernah melebihi angka 45 kg. Beliau bilang, angka segitu terlalu kurus dengan tinggi badan 165 cm ini. Yang kedua adalah miopi atau rabun jauh yang saya miliki semenjak SMP. Dan yang terakhir, PCOS ini. Beliau menjelaskan lebih detail mengenai kondisi PCOS yang saya alami, dari mulai penyebab, gejala, dan pengobatannya. Dari yang saya tangkap, kondisi PCOS ini gak bisa disembuhkan, hanya bisa dikendalikan dengan cara pola hidup yang sehat.


CORETAN MANIS : Tentang PCOS dan Kehamilan Pertama

Sepulangnya dari dokter, saya mulai mencari tau lebih banyak lagi tentang PCOS ini. Betul seperti yang dokter bilang, dari artikel-artikelyang saya bacapun, PCOS ini gak bisa disembuhkan, karena berkaitan dengan hormon. PCOS terjadi ketika ovarium wanita atau kelenjar adrenal memproduksi hormon laki-laki, seperti testoteron, lebih banyak dari normal. Akibatnya terjadi gangguan keseimbangan hormonal. Gejala yang biasanya muncul adalah haid yang gak teratur (atau bahkan gak haid sama sekali), kadar hormon pria lebih tinggi (salah satu tandanya adalah munculnya rambut di bagian tubuh yang semestinya, misalnya di wajah. Di kasus saya, saya pernah menemukan 1 helai rambut berukuran 0.5 cm di dagu. Sebelum tau tentang PCOS ini saya sempat panik, sempat terpikir mungkin saya gak sengaja ngoles krim wak doyok milik suami ke dagu), dan yang terakhir adalah adanya kista yang ditemukan pada saat pemeriksaan USG.


Source : mayoclinic.org

Resiko dari PCOS ini juga bermacam-macam, tapi yang paling sering terjadi adalah kesulitan untuk hamil pada penderitanya. Ini terjadi karena sel telur susah matang atau dilepaskan saat menstruasi. Saat saya tau bahwa PCOS ini kemungkinan akan membuat saya sulit hamil, saya langsung berdikusi dengan suami. Ya.. sebetulnya, punya anak bukanlah prioritas utama kami setelah menikah. Ingin menghabiskan waktu berdua dulu, pacaran dulu, mengingat usia PDKT kami yang terbilang singkat. Setelah berdiskusi dengan suami, dia cukup santai menanggapinya. Suami termasuk orang yang legowo, apapun yang sudah digariskan oleh Tuhan, sebisa mungkin ia terima. Tapi juga, gak bikin suami lantas gak bergerak dan nerima-nerima aja, doi selalu mengingatkan untuk tetap berusaha semampu kami.

6 bulan berlalu, perasaan ingin memiliki anak mulai muncul. Berbekal informasi dari dokter dan artikel-artikel yang saya baca, akhirnya saya mulai menerapkan pola hidup sehat di rumah sebagai ikhtiar kami dalam perencanaan kehamilan, yaitu:

1. Diet Makanan


Diet makanan bagi penderita PCOS ini mirip dengan diet pada penderita diabetes, yaitu mengurangi gula. Mengonsumsi makanan yang tinggi protein dan lemak, serta mengurangi karbohidrat dan perbanyak makanan berserat tinggi. 3 bulan pertama, saya mengganti beras putih menjadi beras merah, agar lebih sehat. Tapi, saya terbiasa melihat beras merah dipadukan dengan lauk-lauk sunda, jadi kadang saya ngerasa aneh waktu makan nasi merah dengan lauk chicken teriyaki. Alhasil, saya kembali menggunakan beras putih. Saya juga paling sulit menghindari makanan-makanan bertepung, padahal tepung-tepungan juga termasuk yang harus dikurangi oleh penderita PCOS. Tapi... siapa yang bisa menahan godaan goreng-gorengan?

2. Mengonsumsi vitamin E dan asam folat

Vitamin E ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan. Sebetulnya mengonsumsi vitamin E bukan termasuk pengobatan PCOS, tapi semacam mengoptimalkan fungsi rahim, membuat rahim lebih siap untuk "dihuni". Sedangkan asam folat diperlukan untuk pembentukan sel darah merah yang optimal untuk membantu pertumbuhan janin kelak dan melindungi sel tubuh.

3. Olahraga

Olahraga yang biasa saya lakukan bukan olahraga berat. Sekedar menari-nari sambil mendengarkan musik, atau kalau sedang niat menggelar matras, saya biasa yoga di rumah dengan mengandalkan youtube. Tapi karena yoga memang gak semudah itu, saya malah gak semangat. Paling mudah dan paling sering dilakukan sih jalan kaki ditemani suami.

4. Kelola Stress

Ini yang sebetulnya sulit dikendalikan. Saya termasuk orang yang banyak mikir. Gak cuma hal yang memang harus dipikirkan. Hal-hal kecilpun kadang bikin saya cemas dan gak bisa tidur. Kadang saya juga mikir kenapa saya ini banyak mikir, yang bikin saya makin pusing. Padahal stress berkaitan dengan hormon, dan PCOS adalah penyakit hormon. Untungnya, Mas suami banyak membantu dalam menjaga pikiran saya agar tetap jernih, meskipun sewaktu-waktu masih bisa keruh juga.

4 poin di atas yang saya terapkan selama promil, meskipun sebetulnya masih ada cara lain untuk mengatasi PCOS seperti mengonsumsi obat hormon atau bahkan ovarium drilling. Selama 6 bulan, saya mencoba menerapkan pola hidup yang sehat, lebih menjaga makanan, berolahraga lebih sering, dan mencoba menghindari stress, tapi tetap saja.. dua garis pink gak juga datang. Up and down, telat haid berhari-hari sampai berminggu-minggu seringkali bikin saya keGRan yang diiringi dengan rasa kecewa setelah melihat hasil testpack. Sampai akhirnya, karena seringnya saya telat haid, stok testpack di rumah jadi membludak, karena saya malas bolak balik ke minimarket.

Tibalah saat anniversary pernikahan kami yang pertama, kami merencanakan liburan di Bandung selama seminggu. Staycation di daerah Lembang dan mengunjungi tempat wisata di sekitarnya, Quality time dengan Mas Suami selama seminggu di Bandung adalah hal yang langka, jadi kami manfaatkan sebisa mungkin. Saat itu kami sudah mulai santai, sudah gak menggebu-gebu seperti sebelumnya. Lagipula, terakhir saya konsultasi ke Obgyn di Bandung, beliau mengatakan bahwa anak itu masalah rezeki, kehendak Tuhan, gak bisa dipaksa-paksakan. Kalaupun saya gak mengidap PCOS, jika Tuhan memang belum berkehendak untuk menitipkan anak, ya gak akan terjadi. Saya pikir, betul juga. Selama ini, memang saya menjauhi diri dari pikiran-pikiran stress agar bisa fokus dalam merencanakan kehamilan. Tapi, justru fokus merencanakan kehamilan ini malah menjadi sumber stres baru. Jadi, karena saya merasa sudah berusaha semampu saya, saya rasa tugas selanjutnya adalah bertawakal, menyerahkan semuanya pada Tuhan.

Selang sebulan kemudian, pertengahan Februari, saya terlambat haid selama seminggu, seperti yang biasa terjadi. Tapi kala itu, kok rasanya saya merasa gak enak badan. Terasa sangat lelah, padahal gak ada aktivitas berat yang saya lakukan. Akhirnya saya mencoba periksa lagi menggunakan testpack, tanpa banyak berharap. Dan muncullah 1 garis pink dengan jelas, lalu muncul 1 garis lagi dengan warna pink yang sangat samar. Karena merasa gak yakin, saya sempat googling dan tanya ke beberapa teman, dan semua jawabannya sama, kalau ternyata saya POSITIF HAMIL. Garis pink samar menandakan bahwa hormon HCG (hormon kehamilan) saya masih rendah, tanda bahwa usia kandungan saya masih sangat muda.

CORETAN MANIS : Tentang PCOS dan Kehamilan Pertama

Ingin memastikan lebih jelas, akhirnya saya coba datang ke dokter kandungan di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Setelah diperiksa menggunakan USG, dokter menemukan sebuah kantung dalam rahim saya, kantung janin. Sangat kecil sekali, sekitar 0,05 cm, sehingga sempat membuat dokter ragu. Hingga pada akhirnya beliau bilang kalau memang kemungkinan besar itu kantung janin. Akan tetapi, untuk lebih pastinya, saya diminta untuk kontrol kembali setelah 2 minggu, menunggu ukurannya menjadi sedikit lebih besar. Betul saja, 2 minggu kemudian saya kembali memeriksakan kandungan saya, dan ukurannya membesar sehingga lebih terlihat jelas kantung janin yang dokter maksud sebelumnya.

Dokter mengucapkan selamat berkali-kali atas kehamilan saya, mengingat betapa banyaknya kasus PCOS yang membuat penderitanya sulit hamil, termasuk pasien-pasien yang ia tangani. Saya juga heran, penantian selama 6 bulan justru membuahkan hasil ketika saya gak banyak berharap dan memasrahkan semuanya sama Tuhan. Lagipula, kalau dipikir-pikir, kehamilan saya datang di waktu yang tepat. Saya gak kebayang jika saya hamil secepat yang saya inginkan, dengan kondisi saya baru pindah ke Lampung. Adaptasi dengan lingkungan baru saja super memusingkan, gak kebayang kalau saya juga harus beradaptasi dengan kondisi badan yang baru juga.
Tulisan ini saya maksudkan untuk perempuan-perempuan di luar sana yang juga memiliki PCOS dan memiliki kekhawatiran mengenai kehamilan. Saya gak akan bilang sabar, karena kalian pasti sudah punya banyak. Tapi, penting untuk percaya bahwa memiliki PCOS memang memungkinkan kita sulit untuk hamil. Tapi, itu kan baru "mungkin", siapa yang tahu dengan rencana Tuhan?
Tetap semangat ya!

Mudahnya Mengatasi Anyang-Anyangan Menggunakan Ekstrak Cranberry Dari Prive Uri-Cran

Cerita soal anyang-anyangan bikin saya teringat dengan Mahadewi. Lah kok? Oh maaf, itu ayang-ayangku (krik!). Anyang-anyangan ini sebetulnya sering saya alami dari semenjak saya SMA, tapi dulu saya gak tau kalau itu namanya anyang-anyangan. Kok bisa sampai sering ngalamin sih? Jadi teman-teman, saya ini termasuk orang yang banyak sekali mengonsumsi air putih dikarenakan mudah haus, dan tentunya dalam hal ini, seharusnya pemasukkan berbanding lurus dengan pengeluaran, semakin banyak saya minum, semakin sering saya harus buang air kecil. Seharusnya begitu, bukan? Tapi, saya ini termasuk orang yang malas untuk pergi ke toilet umum. Alasannya macam-macam, bisa jadi karena kebanyakan toilet umum kurang terawat, gak ada tissue, atau yang paling sering terjadi adalah saya gak menemukan toilet jongkok. Betul, saya adalah tim  toilet jongkok. Saya sering sekali menahan buang air kecil hanya karena toilet umum yang tersedia adalah toilet duduk. Biasanya, saya bela-belain nunggu sampai di rumah, barulah menyelesaikan urusan pembuangan ini.

 

Dan ya.. Menahan untuk buang air kecil adalah satu hal yang gak patut dicontoh, karena membahayakan, mengundang berbagai macam penyakit, dan anyang-anyangan hanyalah satu di antaranya. Lalu, bagaimana sih asal mula munculnya anyang-anyangan? Apa hubungannya dengan menahan buang air kecil?

Dikutip dari tribunnews.com, dr. Sudung O.Pardede, Sp.A(K) mengatakan, "Sekali dua kali menahan (BAK) masih biasa. Tapi, kalau ditahan secara terus menerus air yang seharusnya keluar dan air dari atas yang selalu masuk, maka air yang terdapat di kandung kemih akan naik ke atas kembali menuju ginjal. Ini berbahaya karena urin mengandung bakteri,". Jadi intinya, terjadinya anyang-anyangan ini 80% disebabkan oleh adanya Infeksi Saluran Kemih oleh bakteri, tepatnya bakteri E-Coli.

Ada beberapa gejala anyang-anyangan yang diakibatkan karena Infeksi Saluran Kemih, yaitu:
  • Hasrat berlebih untuk buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering, tapi dengan volume sedikit-sedikit
  • Nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita
  • Jika terjadi pada pria, akan menimbulkan gejala nyeri pada anus
  • Rasa perih ketika buang air kecil
  • Urine berbau menyengat, lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah
  • Merasa lelah dan kurang sehat
  • Demam
 

Kembali lagi ke pengalaman anyang-anyangan yang saya alami, kalau saya harus jujur, selama 28 tahun ini saya cukup sering mengalami anyang-anyangan, yang saya ingat sih 4x, karena saat itu saya sampai harus ke dokter saking gak bisa menahan sakitnya. Gejala umum dari anyang-anyangan yang paling sering mengganggu adalah rasa sakit ketika buang air kecil. Rasanya sangat menyebalkan, panas dan perih,  bikin saya semakin malas untuk buang air kecil. Ini sih seperti lingkaran setan jadinya.

Anyang-anyangan sebetulnya bukan penyakit yang berbahaya, gak sedikit orang yang pernah mengalaminya, tapi juga bukan penyakit yang bisa kita abaikan begitu saja.  Dari berbagai artikel yang saya baca, sebetulnya 5 dari 10 wanita pernah mengalami anyang-anyangan, setidaknya 1x dalam hidupnya. Bukan berarti pria gak punya resiko mengalami anyang-anyangan, hanya saja wanita memiliki resiko yang lebih besar, karena saluran kencingnya lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.

Terakhir saya mengalami anyang-anyangan adalah beberapa bulan kemarin. Kala itu, beda seperti biasanya. Bukan hanya sakit saat buang air kecil yang saya rasakan, tapi saya juga mengalami demam dan sakit pinggang yang betul-betul menyiksa. Belum lagi, saat itu saya sedang hamil. Rasanya lebih cemas dibanding pengalaman anyang-anyangan saya sebelumnya. Bisa saja saya mengonsumsi antibiotik untuk menanganinya seperti yang biasa saya lakukan, tapi karena saya sedang meminimalisir penggunaan obat selama hamil, sebisa mungkin saya menghindari konsumsi antibiotik, meskipun dokter pasti akan memberikan antibiotik yang aman bagi ibu hamil. Sebetulnya, antibiotik memang sangat ampuh dan cepat dalam membunuh bakteri. Tapi, buat saya yang sering lupa minum obat, minum obat antibiotik yang punya jadwal rutin adalah sebuah pekerjaan dengan tanggung jawab yang super tinggi. Takut-takut kelewat, bukannya sembuh, malah muncul masalah baru. Maka dari itu, saya mencoba informasi terkait alternatif dalam mengatasi anyang-anyangan tersebut, dan yang saya dapatkan adalah :

1. Minum air putih yang banyak (dan dibarengi dengan rutin membuangnya!)

Pada saat anyang-anyangan, bakteri E-Coli ini sedang nongkrong di saluran kemih kita, tugas kita adalah melenyapkannya. Asupan air putih yang banyak, akan membantu kita "membersihkan" saluran kemih kita, dengan catatan kita juga harus rutin membuangnya. Cara ini sangat membantu, meskipun butuh waktu yang cukup lama dibanding dengan mengonsumsi antibiotik.

2. Mengonsumsi buah-buahan anti anyang-anyangan

Ada beberapa buah-buahan yang dipercaya mampu meredakan gejala anyang-anyangan ini, di antaranya cranberry, blueberry, air rebusan parsley, air rebusan bawang putih, timun, cuka apel, dan teh jahe. Dari yang saya sebutkan tadi, cranberry menempati urutan paling pertama sebagai "penawar" paling ampuh dalam mengatasi anyang-anyangan.

Dikutip dari alodokter.com, buah cranberry dipercaya dapat melindungi saluran kemih dengan cara mengubah sifat urine menjadi lebih asam sehingga secara alami menghambat pertumbuhan bakteri E.Coli. Selain itu, para ahli menyatakan bahwa adanya zat proantocyanidin yang ada dalam Cranberry dapat mengubah struktur bakteri E.Coli sehingga mencegahnya menempel pada sel yang melapisi saluran kemih.


Yang jadi permasalahan adalah, cranberry bukanlah buah yang umum ada di supermarket atau minimarket dekat rumah. Agak sulit untuk mencarinya, terutama kalau kamu tinggal di wilayah yang jauh dari perkotaan. Tapi tenang teman-teman, berkat teknologi yang semakin canggih, kita gak perlu pusing-pusing cari buah cranberry, selama kita dapat menemukan ekstraknya saja. Thanks to Combiphar, yang berhasil mengeluarkan produk terbarunya, yaitu Prive Uri-cran dan Prive Uri-Cran Plus yang terbuat dari ekstrak cranberry, sehingga kita gak perlu lagi pusing-pusing mencarinya.


Seperti yang tadi saya sebutkan, Prive Uri-cran ini terdiri dari 2 jenis produk ekstrak cranberry, yaitu dalam bentuk serbuk (Prive Uri-Cran Plus) dan juga dalam bentuk kapsul (Prive Uri-Cran). Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu memelihara kesehatan saluran kemih kita.

1. Prive Uri-Cran Cranberry Extract

Prive Uri-Cran ini berisi 3 strip kapsul, di mana setiap stripnya berisi 10 kapsul. Jadi, kalau dihitung-hitung, 1 box Prive Uri-Cran ini berisi 30 kapsul. Tiap kapsulnya mengandung 250 mg Vaccinium Macrocarpon (ekstrak cranberry) dengan bahan tambahan yang aman, yaitu laktosa, magnesium stearat, dan silikon dioksida. Untuk memelihara kesehatan saluran kemih, disarankan untuk mengonsumsi Prive Uri-Cran ini sebanyak 1-2 kapsul tiap harinya.


Karena berbentuk kapsul, Prive Uri-Cran ini cocok dikonsumsi oleh kalian yang memiliki segudang aktivitas mobile. Meskipun sibuk, kalian juga harus memelihara kesehatan saluran kemih, kan?

2. Prive Uri-Cran Plus Cranberry Extract (Plus Vitamin C & Probiotic)

Prive Uri-Cran Plus ini berbentuk serbuk sachetan. Sama-sama mengandung ekstrak cranberry dalam jumlah besar, juga mengandung vitamin C dan probiotic, seperti yang tertulis pada kemasannya. Karena mengandung vitamin C dan probiotik, Prive Uri-Cran Plus ini gak cuma berfungsi memelihara kesehatan saluran kemih, tapi juga kesehatan seluruh tubuh. Makanya, tepat sekali jika Prive Uri-Cran Plus ini disebut sebagai suplemen makanan.



Berbeda dengan Prive Uri-Cran yang berbentuk kapsul, Prive Uri-Cran Plus ini berbentuk serbuk berwarna pink, yang saat diseduh berubah menjadi minuman yang terlihat sangat menyegarkan. Suplemen makanan seperti ini biasanya banyak dinikmati orang, karena gak terasa seperti minum obat. Rasanya ya memang betul menyegarkan, kamu gak akan merasa sedang mengonsumsi minuman kesehatan seperti yang kebanyakan beredar di pasaran, yang biasanya memiliki rasa yang aneh.


Saya sendiri mengonsumsi 2 jenis produk ini sesuka hati. Selain mudah ditemukan, produk ini juga aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Kalau memang sedang ingin mengonsumsi minuman kesehatan yang segar sekaligus menyehatkan, tentu saya akan menyeduh Prive Uri-Cran Plus. Tapi kalau saya sedang sibuk dan jauh dari rumah, Prive Uri-Cran kapsul akan menjadi pilihan saya. Baik yang kapsul dan serbuk, dua duanya punya khasiat yang baik dalam merawat saluran kemih, jadi gak perlu bingung pilih yang mana, kan?

Informasi yang lebih lengkap mengenai produk Prive Uri-Cran, atau bahkan informasi seputar kesehatan saluran kemih, bisa kamu dapatkan di www.uricran.id, akun instagram @uricran.id, atau di Facebook Page Prive Uri-Cran. Informasi yang tertuang di sana sangatlah lengkap, jadi kamu bisa lebih aware dengan kesehatan saluran kemihmu!

Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo, Sejukkan Rambutmu, Sesejuk Hijrahmu

Permasalahan rambut saya sejak dulu ada 2, yaitu ketombe dan rambut yang kasar, bahkan kadang-kadang juga rontok. Sebetulnya, mudah saja mengatasinya seandainya hanya 1 masalah yang saya miliki. Tinggal beli rangkaian perawatan rambut khusus mengatasi masalah tersebut. Tapi sayangnya, selama ini saya selalu mengalami dilema terkait hal ini. Misalnya, ketika saya memakai rangkaian perawatan khusus rambut kusut dan kering, rambut saya bisa saja menjadi halus dan lembap. Tapi sedihnya, rambut yang lembap ini malah menambah permasalahan di kulit kepala saya, yaitu gatal dan ketombe yang bermunculan. Sebaliknya, ketika saya menggunakan rangkaian perawatan rambut untuk menghilangkan ketombe dan kulit kepala yang gatal, pasti berujung dengan helaian rambut yang kering dan kusut. Jadi, saya harus gimana coba?

Permasalahan yang saya alami ini ternyata juga sering dialami oleh teman-teman saya, terutama teman-teman saya yang juga #hijabers. Meskipun terhindar dari debu, #hijab gak lantas melindungi kita dari ketombe. Justru dengan perawatan yang salah, kulit kepala bisa jadi sering gatal dan menjadi sarang ketombe. Makanya, saya seneng banget waktu Rejoice mengeluarkan rangkaian produk terbarunya yang dipersembahkan untuk perempuan-perempuan berhijab yang memiliki permasalahan seperti yang saya rasakan ini, yaitu Rejoice Hijab Perfection Series

Rejoice Hijab Perfection Series ini terdiri dari 2 sampo, yaitu Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo dan  Rejoice 3in1 Perfect Perfume Shampoo serta 1 kondisioner, yaitu Rejoice 3in1 Perfect Conditioning. Dalam kesempatan kali ini, saya gak akan bahas semuanya. Saya pilih 1 produk dari rangkaian tersebut, shampoo hijab yang mampu mengatasi permasalahan rambut yang saya alami selama ini, yaitu Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo.


Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

KEMASAN

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

Produk ini dikemas dengan botol flip top berwarna hijau, yang tentunya menjadi ciri khas Rejoice sejak dulu. Design dari Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo ini juga mempresentasikan dengan jelas bahwa produk ini dipersembahkan untuk perempuan-perempuan berhijab yang ingin mengatasi permasalahan-permasalahan rambut untuk merasakan #KesempurnaanBerhijab.

KLAIM

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo ini concern menangani 3 masalah rambut yang umum dialami oleh perempuan yang berhijab, yaitu rambut lepek, kusut, dan ketombe. Maka dari itu, kandungan-kandungannyapun memiliki keunggulan dalam memberikan kesejukan, kelembutan, dan anti ketombe pada rambut. Diperkaya dengan keharuman dari esens bunga kasturi, serta memberikan kesejukan dari subuh hingga isya.

CARA PAKAI

Kocok sebelum digunakan. Basahi rambut. Pijatkan pada kulit kepala hingga berbuih, lalu bilas hingga bersih.

KANDUNGAN

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

HASIL PEMAKAIAN

Sebelum saya menggunakan Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo ini, saya sempat mencium aromanya, dan saya sempat berpikir kalau wanginya strong banget.  Tapi ternyata setelah diaplikasikan, wanginya super segar dan betul-betul menempel di rambut. Sejujurnya, saya gak pernah concern dengan wangi sampo karena  selalu menyemprot hijab menggunakan parfum. Tapi, saat saya berhijab setelah selesai menggunakan Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo, wanginya gak menghilang begitu saja, masih ada sedikit aroma-aroma segar samponya yang tercium.

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

Sensasi lain yang saya rasakan tentu saja mengenai kesegaran rambut. Dengan sensasi mentholnya, saya langsung merasakan sensasi sejuk dingin seketika. Kalau mandi dan keramas pakai produk ini, kerasa banget mandinya. Tadinya saya sih sempat suudzon, kalau sampo ini pasti ada kurang-kurangnya. Wanginya oke, segarnya oke, ketombe hilang, masa sih gak ada efek sampingnya? Semacam too good to be true gitu loh. Makanya saya pikir, produk ini kayaknya bakal ngasih efek rambut kering atau rontok, seperti pengalaman saya dulu. Tapi ternyata, justru rambut saya lebih mudah diatur dan lebih halus. What kind of sorcery is this??

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

Betul kalau produk ini mengklaim akan memberikan keharuman yang bertahan seharian dari subuh hingga isya, tapi ya hanya sehari saja, besoknya wanginya memudar, tapi bukan jadi bau ya, aroma netral rambut pada umumnya. Sebetulnya gak jadi masalah sih buat saya, kan tinggal keramas lagi. Tapi kalaupun misalnya saya gak sempat untuk keramas, saya masih bisa memakai hijab tanpa merasa gatal ataupun takut akan munculnya ketombe, apalagi rambut kusut. Jadi, buat saya Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo ini sudah menjadi solusi untuk permasalahan rambut saya selama ini. Bayangkan, 3 masalah bisa diatasi hanya dengan 1 sampo, kurang apalagi coba?

Seperti yang tadi saya bilang bahwa rangkaian #RejoiceHijabPerfection ini punya 3 produk. Selain Rejoice 3in1 Shampoo Perfect Cool , masih ada Rejoice 3in1 Shampoo Perfect Perfume yang punya keunggulan dalam membuat rambut harum, seharum bunga kasturi dan kesegaran menawan dari parfum mawar, serta Rejoice 2in1 Perfect Conditioning, yaitu satu-satunya kondisioner dalam rangkaian ini yang bisa digunakan untuk segala jenis rambut yang juga memberikan kesejukkan pada rambutmu, #sesejukhijrahmu. Jadi, kamu tertarik pilih yang mana?

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

 KESIMPULAN

+ 3 fungsi dalam 1 produk
+ Menghilangkan ketombe dan rasa gatal di kulit kepala
+ Memberikan sensasi sejuk dingin seketika
+ Mengharumkan rambut seharian
+ Rambut lebih halus dan mudah diatur
+ Harga terjangkau
+ Mudah dicari di mana-mana (traditional market, modern market, drugstore, e-commerce

Beberapa e-commerce yang bisa kalian kepoin sekarang :

 
Harga : IDR 23.900 untuk 170 ml


Mengulang Yogyakarta dengan Suasana Berbeda

"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat, 
Penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi, saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama, suasana Jogja"
 
(KLa Project - Yogyakarta)

Penggalan lirik lagu KLa Project ini selalu bikin saya rindu masa-masa kecil bersama keluarga. Saya bukan orang Jogja, begitupun Ibu dan Bapak. Tapi, masa kecil Bapak dihabiskan di Jogja, beliau tinggal di sana lama bersama Bu Lek dan Pak Lek nya, yang saya panggil Mbah. Jadi, bagi Bapak, Mbah sudah seperti orang tua sendiri

Sewaktu saya kecil sampai saya kuliah, kami sekeluarga sering menyempatkan diri untuk pergi ke Jogja, baik sekedar berkunjung ke Mbah ataupun memang berencana untuk liburan di sana. Dulu, semua serba mudah untuk direncanakan, karena kakak dan saya belum menikah, apalagi adik. Liburan ke Jogja hampir menjadi rutinitas kami tiap tahun. Biasanya kami berlima pergi menggunakan mobil, dan seringkali Bapak membawa supirnya, agar perjalanan gak terasa berat.

Tapi, beberapa tahun kebelakang, rutinitas ini menjadi berhenti. Aktivitas kami gak seperti dulu lagi. Kakak yang sudah menikah dan memiliki seorang putri, tinggal di Jakarta, adikpun baru saja diterima di salah satu perusahaan e-commerce di Jakarta. Saya menikah dan ikut suami ke Lampung, menyisakan hanya Ibu dan Bapak di Bandung. Waktu yang sempit untuk bertemu membuat kami sulit merencanakan liburan ke Jogja. Jangankan merencanakan liburan, untuk sekedar bertemu bertatap muka dengan formasi komplitpun sangat sulit. Sampai akhirnya, suatu hari, kami sepakat untuk mengambil waktu cuti di tanggal yang sama untuk merencanakan liburan di Jogja, tentu saja berkunjung ke Mbah masuk ke dalam agenda.

Ternyata merencanakan perjalanan kali ini gak semudah dulu. Dulu, dengan formasi 5-6 orang, kami dapat dengan mudah menggunakan mobil untuk pergi ke Jogja. Tapi sekarang, formasinya sudah menjadi 8-9 orang, gak memungkinkan bagi kami untuk menggunakan 1 mobil, kecuali kita bersedia dempet-dempetan macam ikan asin dijemur, selama 12 jam. Sempat terpikir untuk menggunakan 2 mobil, tapi rasanya kok ya garing banget gak bisa sama-sama. Mau nyewa mobil yang lebih besar, budgetnya gak cukup, apalagi kita harus menyewa supir dari luar. 

Melewati perdebatan panjang, akhirnya Bapak mengusulkan jika kami lebih baik menggunakan kereta. Selain kami bisa pergi bersama-sama, Bapak gak perlu nyetir, sehingga tenaganya bisa disimpan untuk menikmati liburan di sana. Saya sih gak banyak komentar. Sebetulnya, saya setuju dengan Bapak. Tapi, selama ini kami belum pernah liburan bersama menggunakan kereta. Kendala muncul pada saat pemesanan tiket.  Saya, kakak, dan adik, merasa gak enak jika mengandalkan Ibu dan Bapak untuk membeli tiket kereta api di stasiun Bandung. Saya takut Bapak dan Ibu bingung cara pesannya, bingung milih kursinya, yaah.. hal-hal teknis semacam itulah. 

Untungnya, zaman sekarang sudah serba canggih, serba digital. Saya bisa mengakses dan memesan tiket kereta api via online, yaitu melalui aplikasi Pegipegi. Jadi, dengan saya di Lampung, kakak dan adik di Jakarta, serta Ibu dan Bapak di Bandung, kami tetap bisa sama-sama mengakses jadwal kereta api, juga bisa melihat dan memilih kursi bersama-sama. Rasanya seperti berdiskusi tanpa bertatap muka. 

Meskipun via online, teknis pemesanan tiketnya sangat mudah dan gak bikin pusing. Fitur dari Pegipegi ini sangat user friendly, sehingga saya yang baru pertama kali menggunakannya pun gak merasa bingung. Caranya :
  1. Masuk ke Page Pegipegi atau bisa juga menggunakan aplikasinya di handphone
  2. Buat account dengan menggunakan email aktif (karena e-tiket akan dikirim melalui email)
  3. Setelah masuk ke aplikasi, pilih layanan yang ingin digunakan, yaitu kereta api
  4. Pesan tiket kereta api dengan mengisi asal dan tujuan kereta, tanggal keberangkatan, dan jumlah penumpang
  5. Setelahnya akan keluar pilihan kereta, lengkap dengan tipe kereta, jam keberangkatan, dan ketersediaan kursi 
  6. Jika sudah menemukan jadwal dan kereta yang sesuai, lanjutkan dengan mengisi data penumpang
  7. Setelah semua data penumpang sudah tercatat, kita bisa langsung pilih kursi yang kita inginkan
  8. Jika semua sudah terisi, kita tinggal melakukan pembayaran. Pembayaran bisa melalui transfer bank, transfer ATM, virtual account, kartu kredit, internet banking, bahkan bisa juga bayar melalui alfamart/ indomart
Nah, jika semua langkah di atas sudah dilakukan, cek emailmu. Kamu akan menerima e-tiket yang bisa kamu tukarkan dengan tiket fisik di stasiun nanti. Mudah kan? Saking mudahnya, kami akhirnya memesan tiket sendiri-sendiri khusus tiket pulangnya, karena kami akan pulang ke daerah-daerah yang berbeda, kakak dan keluarga kecilnya akan melanjutkan ke Surabaya, adik kembali ke Jakarta, dan saya ke Bandung bersama suami, Ibu, dan Bapak. Dan akhirnya, pemesanan tiket untuk berlibur ke Jogja, sukses tanpa ribet!

Sesampainya kami di Jogja, kami merental mobil pada kenalannya Bapak, sehingga mendapat potongan harga. Dempet-dempetan selama di Jogja sih gak masalah, jadi kami hanya menyewa 1 mobil saja. Setelah bersilaturahim dengan Mbah, kami mengunjungi objek-objek wisata yang gak asing, yang sebetulnya sudah sering kami kunjungi, tapi entah kenapa rasanya selalu ingin kembali. Candi Borobudur, Pantai di Gunung Kidul, dan tentunya Malioboro selalu ada di dalam agenda kami.



Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima, menjajakan sajian khas berselera 
Orang duduk bersila 
Musisi jalanan mulai beraksi
(KLa Project - Yogyakarta) 

Bisa dibilang, kami sebetulnya jarang belanja di Malioboro, kecuali di Mirota (ya, sama aja ya!). Hehe.. Maksudnya, yang bikin kami selalu kembali ke Malioboro bukanlah barang-barang yang dijual di sana, tapi justru suasananya. Agenda belanja pasti ditutup dengan makan gudeg lesehan di sepanjang jalan Malioboro yang sudah pasti bakal dikunjungi oleh musisi-musisi jalanan dengan suara yang merdu. 

Hari besoknya, kami mendatangi pantai-pantai di Gunung Kidul. Salah satu yang menjadi favorit kami adalah Pantai Indrayanti. Pantai ini masih bersih walaupun gak sejernih dulu ketika saya pertama kali ke sini. Bedanya lagi, kali ini saya gak berenang di pantai karena gak bawa baju ganti, hanya sekedar bermain-main air saja. Tapi, itupun sudah cukup menyenangkan, apalagi ditambah menikmati kelapa di pinggir pantai dengan angin yang sepoi-sepoi. Di sini kami menghabiskan waktu cukup lama, gak peduli teriknya matahari yang pastinya bikin kulit menggosong. Lucu rasanya mengingat dulu kami hanya berlima, foto kemana-mana berlima. Sekarang, kami sudah bertambah anggota keluarga, yang membuat liburan kali ini semakin seru dan ramai.


 

 

Hari terakhir, kami habiskan di rumah Mbah. Meskipun hanya di rumah, rumah Mbah yang luas kebunnya lebih luas dibanding dengan rumahnya, selalu membuat kita senang walau sekedar berjalan-jalan dan menonton Pak Dek yang memanjat dan memanen kelapa. Meskipun hanya sebentar, namun liburan kali ini terasa sangat bermakna, membuat saya bernostalgia dengan masa-masa kecil, masa-masa menghabiskan waktu dengan keluarga. Semoga kami masih diberikan kesempatan untuk dapat berkumpul bersama-sama seperti ini lagi. Semoga.

 
 
 Kotamu hadirkan senyummu abadi 
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
(KLa Project - Yogyakarta)