3 Fakta Seputar Sinar Matahari Yang Harus Kamu Ketahui

by - December 04, 2018

Sewaktu kecil, tiap pagi, saya sering disuruh ibu berjemur di bawah sinar matahari. Beliau bilang, vitamin D yang diberikan sinar matahari sangat baik untuk pertumbuhan tulang saya. Tapi, semakin saya dewasa, matahari seakan menjadi musuh besar. Bukan karena sok sok an merasa sudah gak butuh vitamin D, tapi banyaknya informasi negatif seputar matahari yang bikin saya selalu reflek melindungi tubuh dari paparan sinarnya, menghalangi sinarnya dengan segala cara. Pakai buku, payung, jaket, dan gak lupa, sunscreen. Padahal matahari masih seperti dahulu, masih meberikan manfaat, masih menjadi alasan ibu-ibu menjemur anak bayinya di pagi hari. 

Jadi sebenarnya, matahari itu punya dampak baik atau buruk? Nah, di sini akan saya ulas beberapa fakta seputar matahari yang perlu kamu tahu. 

1. Manfaat sinar matahari tergantung waktunya

Sebenarnya kapan sih waktu yang tepat untuk menjemur diri agar mendapatkan vitamin D yang optimal? Dilansir dari hellosehat.com, sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah mulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore. Waktu ini dianggap waktu yang tepat untuk mendapatkan manfaat matahari dan mengurangi risiko bahaya paparan sinar ultraviolet. Menurut William B. Grant, seorang peneliti dari Pusat Penelitian Kesehatan di California, sinar UVA memiliki peran penting dalam meningkatkan risiko melanoma dibandingkan dengan UVB. 

Ketika matahari berada di bawah horizon atau langit bagian bawah yang berbatasan dengan permukaan bumi atau laut, seperti di awal pagi atau waktu sore menjelang malam sinar matahari yang dipancarkan hanya UVA, dan sangat sedikit sinar UVB. Hal ini yang menjadi alasan mengapa berjemur atau terpapar matahari di awal pagi atau sore menjelang malam sangat tidak dianjurkan. 

Tapi kan kalau siang hari panas banget?
Betul. Apalagi mengingat lapisan ozon yang semakin tipis, membuat sinar matahari tidak tersaring dengan baik.  Oleh karena itu, lebih baik pilih waktu yang lebih aman, dan persingkat durasinya.

2. Matahari membuat suasana hati positif

Image result for seasonal affective disorder

Pernah dengar gak tentang Seasonal Affective Disorder? Penyakit depresi ringan ini biasa muncul di negara dengan 4 musim, tepatnya pada akhir musim gugur dan saat musim dingin. Hal tersebut terjadi dikarenakan minimnya cahaya matahari yang menyebabkan berkurangnya hormon serotonin, melatonin, dan endorfin. Lantas apa hubungannya?

Penyebab spesifik dari Seasonal Affective Disorder sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun salah satu faktor yang punya andil pada penyakit ini adalah karena adanya penurunan serotonin dan endorfin.Serotonin adalah zat kimia otak (neurotransmitter) yang mempengaruhi suasana hati, sedangkan endorfin adalah anti depresan alami yang dimiliki oleh tubuh. Tingkat serotonin dan endorfin yang tinggi mampu membuat suasana hati lebih positif, bahagia, dan jauh dari perasaan cemas. Berkurangnya sinar matahari di musim dingin, menyebabkan penurunan serotonin dan endorfin yang diduga memicu timbulnya Seasonal Affective Disorder.

Saya jadi paham, kenapa cuaca mendung kerap disebut 'gloomy' oleh orang-orang. Ternyata memang ada alasannya.

3. Memiliki efek negatif dari UVA dan UVB

Seperti yang sebelumnya saya bilang, dulu, berjemur selama 20 menit masih terbilang cukup. Tapi sekarang, semakin tipisnya lapisan ozon, membuat sinar matahari tidak tersaring dengan baik. Sinar UVA dan UVB ini adalah alasan besar mengapa para beauty enthusiast selalu mengingatkan kita bahwa penggunaan sunscreen adalah wajib hukumnya.

Lalu apa bedanya UVA dan UVB? Agar lebih mudah, banyak orang memahami UVA(Aging) sebagai sinar ultraviolet yang menyebabkan efek-efek penuaan dini, misalnya kerutan/garis halus, flek hitam, dan bahkan bisa menyebabkan kanker kulit. Selanjutnya ada UVB(Burning). Pembentukan vitamin D pada tubuh adalah hasil paparan sinar matahari yang mengandung sinar UVB. Namun, terpapar sinar UVB terlalu lama akan membakar kulit dan merusak melanin. Ini yang menyebabkan kulitmu terbakar dan menggelap.
Tingkat serotonin yang cukup tinggi dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Keistimewaan Berjemur Pagi Hari ", https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.
Tingkat serotonin yang cukup tinggi dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Keistimewaan Berjemur Pagi Hari ", https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.
Tingkat serotonin yang cukup tinggi dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Keistimewaan Berjemur Pagi Hari ", https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.
Tingkat serotonin yang cukup tinggi dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Keistimewaan Berjemur Pagi Hari ", https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.
Tingkat serotonin yang cukup tinggi dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Keistimewaan Berjemur Pagi Hari ", https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.
Tingkat serotonin yang cukup tinggi dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Keistimewaan Berjemur Pagi Hari ", https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.
Tingkat serotonin yang cukup tinggi dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Keistimewaan Berjemur Pagi Hari ", https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.
Tingkat serotonin yang cukup tinggi dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Keistimewaan Berjemur Pagi Hari ", https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.
Tingkat serotonin yang cukup tinggi dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Keistimewaan Berjemur Pagi Hari ", https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.

You May Also Like

0 comments