6 Tips Memilih Skincare yang Tepat


Siapa di sini yang sering bosan dengan skincare yang itu-itu aja dan sering ingin coba produk-produk baru? Pasti banyak deh. Apalagi dengan banyak bermunculannya produk-produk baru yang direkomendasikan oleh para beauty enthusiast. Sah-sah aja kok kalau ingin ganti produk skincare, sayapun sering mengalaminya. Kadang saya suka ngerasa suatu produk yang jadi andalan saya, punya masanya. Produk A yang biasanya cocok banget di kulit saya, tiba-tiba di botol ketiga, kok malah bikin kusam, atau beruntusan. Biasanya kalau sudah seperti itu, saya langsung cari penggantinya. Bukankah gak baik lama-lama ada di dalam toxic relationship? Tapi tentu saja, kita gak boleh asal beli produk. Ada beberapa hal yang harus kita pahami sebelum memutuskan untuk membeli suatu skincare. Apa aja sih? Simak terus ya!

1. Kenali Jenis Kulitmu


Tak kenal maka tak sayang, orang bilang. Ini juga berlaku di dunia skincare. Apakah kamu punya kulit sensitif, kering, berminyak, atau malah gabungan dari beberapa jenis kulit tersebut. Kalau belum yakin, kamu bisa datang ke klinik kecantikan, atau ke counter skincare, untuk cari tahu jenis kulitmu. Biasanya mereka punya alat yang bisa mendeteksi jenis kulit, termasuk kelembapan kulit. Mengetahui jenis kulit adalah poin utama yang harus dipahami supaya kita lebih bijak untuk pakai skincare. Pakailah skincare yang kulit kita butuhkan, bukan sekedar yang kita inginkan. Tentu saja yang dibutuhkan oleh kulit kering akan berbeda dengan kebutuhan kulit berminyak. Makanya kita juga perlu tau bahan-bahan apa saja yang cocok dengan jenis kulit kita, yang akan saya ulas di poin kedua.

2. Jatuh Cintalah Pada Kandungannya, Bukan Pada Labelnya!


Siapa di sini yang suka bingung waktu di counter skincare? Bingung antara pilih seri anti aging, seri brightening, seri anti acne, dan seri-seri lainnya. Jangan terkecoh dengan label yang diberikan oleh perusahaan. Bagi saya, label/klaim yang dituliskan pada kemasan produk hanya sebagai informasi tambahan, bukan informasi utama yang dapat saya percaya begitu saja. 

Sebelum memutuskan untuk membeli skincare, kamu harus perhatikan kandungannya. Kandungan apa yang cocok di kulitmu, juga kandungan apa yang bereaksi negatif di kulitmu. Seperti misalnya saya gak bisa pakai produk-produk skincare yang mengandung mineral oil, padahal mineral oil ini umum digunakan pada skincare yang berfungsi memberikan kelembapan seperti moisturizer. Tapi akan beda ceritanya kalau saya yang pakai, kulit saya bisa mendadak merah-merah dan muncul pimples

Cerita lainnya, saat memilih sunscreen. Saya punya banyak pengalaman gak enak pakai chemical sunscreen. Setelah saya baca banyak referensi, memang chemical sunscreen ini banyak menimbulkan reaksi negatif di kulit-kulit sensitif yang mudah berjerawat. Oleh karena itu, kalau sekarang saya liat sunscreen dengan embel-embel "non comedogenic", "for sensitive skin", "for acne prone skin", tapi masih mengandung bahan-bahan chemical sunscreen, tetap saja gak akan saya lirik. Saya akan tetap pilih sunscreen dengan zinc oxide dan titanium dioxide di dalamnya, walaupun dia gak menuliskan embel-embel seperti sunscreen sebelumnya.

3. Perbanyak Referensi

"Duh kayaknya serum X ini bagus, tapi serum Y ini kandungannya juga mirip, lebih murah lagi. Duh pilih yang mana ya, bingung..."

Terpujilah para beauty vlogger dan blogger yang meluangkan waktunya untuk memberikan review produk skincare. Walaupun gak 100% sesuai, karena jenis kulit tiap orang berbeda, kita bisa sedikit tercerahkan oleh pendapat mereka. Kamu juga bisa cari beauty enthusiast yang punya jenis kulit mirip-mirip denganmu. Saya beberapa kali bisa menyelamatkan dompet saya karena banyak membaca referensi sebelum memutuskan untuk beli skincare. Yang tadinya saya sudah semenit menuju MBanking untuk transfer, tiba-tiba saya baca review yang menjelaskan bahwa facial wash yang akan saya beli ini ternyata mengandung SLS di bahan utamanya, yang lagi-lagi, gak cocok di kulit saya.

Banyak sekali beauty enthusiast yang sering membahas/ mengulas tentang jenis-jenis skincare di blog ataupun di youtube. Skincare untuk kulit berjerawat, untuk kulit kering, bahkan untuk kulit sensitif. Referensi-referensi ini akan mempermudah dalam pemilihan skincare yang tepat.

4. Jangan Termakan Tren


"5 step skincare, 7 step skincare, 10 step skincare, I have no time for that." 

Lagi-lagi, saya salut dengan mereka yang punya kulit wajah yang gak rewel. Tipe kulit saya, gak bisa terima kalau saya pakai terlalu banyak skincare. Buat saya gak masalah, justru merasa beruntung karena bisa lebih irit uang dan irit waktu. Pernah sekali waktu (atau dua atau tiga kali, saya lupa), saya ikut tren 7 step skincare di malam hari. Gak nyampai sejam, saya cuci muka lagi karena ngerasa muka saya berminyak dan berat banget, yang bahkan saat saya tidur aja saya bisa ngerasa lengket-lengketnya, dan jadi parno kuman dan debu di kasur bakal pindah bermukim ke muka saya.

Tapi balik lagi, kalau kamu merasa nyaman dengan skincare tumpuk-tumpukkan, ya go for it. Mungkin itu yang cocok di kamu. Tapi buat kalian yang merasa sudah cukup dengan 3 step saja,ya gak papa juga. Jangan memaksakan diri untuk mengikuti tren. Tiap orang punya cara sendiri dalam memakai skincare, pilih yang paling cocok di kulitmu.

5. Jauh-Jauh dari Krim Abal-Abal !


Kalian mungkin sudah sering dengar krim abal-abal. Krim racikan (entah apa yang diracik dan siapa yang ngeracik), yang disediakan dalam bentuk jar. Biasanya 1 paket terdiri dari facial wash, toner, krim pagi, krim malam, dan tentunya dengan embel-embel "krim racikan dr.xxx". Kayaknya saya pernah cerita deh di blog ini, kalau saya pernah mendapati orang beli krim siang dokter di toko kosmetik pasar, seharga 7.000 aja. Bentuknya sama dengan krim yang saya lihat banyak beredar di sosmed, yang warnanya kuning dan putih. Setelah saya browsing, ternyata itu krim kiloan. Saya gak bakal bahas banyak tentang krim kiloan ini, kalian bisa baca pengalaman-pengalaman orang yang pernah menggunakan krim kiloan, dan saya yakin kalian gak mau mengalami hal yang sama dengan mereka.

Makanya, cek BPOM di setiap produk itu penting. Kecuali produk-produk yang kamu beli dari brand-brand yang sudah terkenal, kamu bisa tenang.

6. Selalu Berikan Penilaian Pada Produk Yang Dipakai 



Jangan mudah percaya dengan iklan skincare yang menjanjikan iming-iming kulitmu akan semulus kulit Song Hye-kyo hanya dalam 2 minggu. Ngaku deh, sebenarnya kamu juga gak percaya kan? Ya jelas sulit dipercaya! Manusia saja butuh adaptasi, apalagi skincare. Kalau ada pun, kamu harus curiga, bahan apa yang ada di dalamnya? Menguji kemampuan suatu produk memang perlu, tapi buatlah indikator yang realistis. Misalnya, saya bisa bilang cocok dengan suatu skincare, kalau skincare tersebut bisa memberikan kelembapan tanpa mengundang masalah baru seperti komedo atau jerawat, cukup itu. Saya gak berharap kalau skincare yang saya beli mampu mengecilkan pori-pori, menghilangkan kerutan, menghilangkan flek hitam, karena hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa didapat hanya dengan penggunaan skincare dalam jangka waktu pendek.

Penilaian kalian terhadap produk yang dipakai akan membantu kalian dalam membeli skincare di kemudian hari, entah kalian mau ganti produk atau mau repurchase produk yang sama. Kalau saya, karena sulit untuk cari skincare yang cocok di kulit saya yang super sensitif, biasanya saya akan tetap setia dengan produk lama. Kecuali seperti yang tadi saya bilang, kalau tiba-tiba produknya sudah gak kerja secara maksimal di kulit saya, berarti waktunya untuk ganti produk.

Nah, itu adalah 6 tips yang bisa membanti kamu dalam membeli skincare. Memang butuh waktu untuk paham skincare mana yang lebih cocok dengan kulit kita. Tapi seiring berjalan waktu, trial error, kalian pasti lebih paham kandungan apa yang cocok dengan kulit kalian, tren skincare seperti apa yang cocok, dan apa-apa saja yang harus kalian hindari. Afterall, beautiful skin requires commitment, not a miracle, right?

Pengaplikasian Foundation : Beauty Sponge VS Brush, Mana Yang Lebih Oke?

Gak semua orang butuh make up tools untuk mengaplikasikan foundation, bahkan masih banyak yang lebih suka menggunakan jari (jari tangan, FYI). Suhu panas tubuh akan membuat foundation lebih mudah menempel di kulit wajah saat kita menggunakan foundation dengan jari. Tapi, banyak juga yang sudah mulai meninggalkan teknik ini, termasuk saya, karena alasan malas ngotorin tangan.

Alat make up pertama yang saya punya dalam pengaplikasian foundation adalah beauty sponge, unbranded tentunya. Boro-boro tau beauty blender, Mahmud aja saya gak tau. Baru beberapa tahun ke belakang aja akhirnya saya jatuh cinta sama spongenya RT dan gak tertarik buat coba brand lain.

Sampai suatu masa, banyak orang yang pakai brush dalam pengaplikasian foundation. Sebagai wanita yang mudah teracuni, besoknya saya juga langsung beli. Gak belajar dari kesalahan masa lalu, saya beli yang unbranded. Lalu kesan pertama saya menggunakan foundation brush? Aneh. Brush ini malah meninggalkan jejak garis kesana kemari, ngingetin saya dengan kegiatan mewarnai, yang bikin saya ngerasa harus ngoles brush ke satu arah yang sama, biar rapi. Pokoknya saya sempat ilfil pakai brush.

Tapi karena tren foundation brush ini makin marak, saya akhirnya beli lagi foundation brushnya Real Technique, dan setelahnya, saya langsung jatuh cinta lagi pada Real Technique. Setelah sekian lama, akhirnya saya paham kenapa banyak orang yang senang menggunakan brush dalam pengaplikasian foundation. Ternyata make up tools untuk pengaplikasian foundation gak boleh main-main, ada harga ada rupa betul terbukti.

Setelah punya 2 alat make up kelahiran Real Technique ini, saya jadi bisa ngeliat perbedaan hasil make up yang dibuat dengan penggunaan brush dan sponge, yang menjadi alasan saya bikin postingan ini, yaitu membandingkan keduanya


DESKRIPSI PRODUK

1. Real Technique Miracle Complexion Sponge 


Harga Miracle Complexion Sponge ini beragam, tergantung paketnya. Normalnya, untuk 1 buah sponge harganya berkisar 70.000, termasuk terjangkau jika dibandingkan dengan beauty blend. Sponge berwarna orange -yang juga merupakan ciri khas Real Technique- sering menjadi andalan para beauty enthusiast. Miracle Complexion Sponge Real Technique ini juga bisa digunakan dalam kondisi basah, maupun kering. Bahannya empuk dan gak terasa latex sama sekali, sehingga sangat nyaman digunakan. Seperti sponge pada umumnya, Miracle Complexion Sponge Real Technique ini juga bisa digunakan dalam kondisi basah, maupun kering.

2. Real Technique Expert Face Brush


Kamu bisa dapatkan Expert Face Brush Real Technique dengan harga sekitar 130.000. Bulunya halus dan padat. Walaupun harganya lebih mahal, tapi saya rasa brush ini lebih awet. Selama ini saya sudah 2x ganti sponge, tapi belum pernah ganti brush. Jauh berbeda dengan brush unbranded yang pernah saya beli, brush ini gak menimbulkan garis-garis di wajah.

HASIL MAKE UP 

  
Walaupun semua produk make up yang saya gunakan sama, ada beberapa hal perbedaan yang saya rasakan saat mengaplikasin foundation dengan menggunakan tools yang berbeda di tiap sisi. 

2. Penggunaan  Real Technique Miracle Compexion Sponge

Untuk yang bagian kiri,  saya menggunakan setengah pump. Tapi seperti yang kita tau, kelemahan sponge ada di pori-porinya yang banyak menyerap produk. Setengah pump foundation menggunakan sponge terasa sangat kurang.  Banyak produk yang terserap di produk menghasilkan make up yang tipis dan terkadang lebih cepat luntur jika kita sering cuci muka/ wudhu. Tapi keunggulannya, sponge memberikan hasil make up yang halus dan gak dempul. Tipe make up sehari-hari. Meskipun di foto terlihat biasa aja, tapi di real life, hasilnya lebih enak dilihat. Warna kulit wajah terlihat lebih cerah dan rata tanpa terlihat dempulan.


2. Penggunaan Real Technique Expert Face Brush

Lanjut ke bagian kanan wajah, saya menggunakan brush dalam pengaplikasian foundation. Kebetulan saya punya beberapa jerawat kemerahan bekas PMS kemarin. Hanya dengan setengah pump foundation, semua flaw di kulit seketika hilang. Warna kulit benar-benar rata. Ini adalah salah satu keunggulan brush, irit produk! Semua produk benar-benar merata di kulit, gak ada produk yang terserap dalam brush. Meskipun terlihat flawless di foto, saya merasa hasilnya di real life terlihat kurang natural. Saya bisa lihat kalau di muka saya ada lapisan foundation. Apalagi untuk bagian-bagian yang kering, foundation terlihat lebih pecah.


KESIMPULAN

1.  Real Technique Miracle Complexion Sponge 
 Harga : 70.000
 
+ Hasil natural, gak dempul
+ Cocok untuk sehari-hari
+ Lebih bagus terlihat irl daripada di foto
+ Cocok untuk segala jenis kulit
- Boros, pori-pori sponge menyerap produk
- Lebih sulit dicuci
- Lebih mudah terkena jamur

2.  Real Technique Expert Face Brush
Harga : 130.000 

+ Hasil full coverage
+ Bagus untuk acara formal/ foto
+ Penggunaan foundation irit
+ Mudah dicuci dan lebih awet
- Irl kelihatan dempulan, kurang natural
- Kurang cocok untuk digunakan pada saat kulit kering, memperjelas bagian kering

Jadi kalau saya ditanya, lebih suka brush atau sponge, sejujurnya saya gak bisa memilih, karena dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan, tergantung make up yang ingin saya hasilkan. Untuk foto-foto, atau make up pesta, mungkin saya akan lebih mengandalkan brush, karena hasilnya akan terlihat bagus di foto, dan tahan lama. Tapi untuk sehari-hari, sponge selalu menjadi pilihan saya. Saya paling males kalau dempulan sehari-hari, rasanya gerah. Jadi kalau kalian bingung pilih salah satu di antara tools di atas, kamu tinggal putuskan yang kamu suka. Apakah make up natural, atau make up pesta?

 

Rutinitas Skincare di Pagi Hari Untuk Kulit Sensitif dan Acne Prone


Impian saya sedari dulu adalah punya kulit wajah yang ekonomis, yang cukup dengan air wudhu aja udah kinclong. Tapi nyatanya tidak semudah itu Fulgoso. Siapa di sini yang kaya gitu? I envy you dan please gak usah pakai skincare macam-macam! 

Beberapa tahun lalu, saya pernah cerita kalau saya sempat struggling karena ketergantungan dengan krim dokter *r*a. Jungkir balik buat cari skincare drugstore yang bisa mengganti peran si krim dokter ini. Pada akhirnya saya mendapat beberapa produk yang  dirasa cukup bekerja dengan baik di kulit saya, dan tentunya sudah pernah saya ulas. Kamu bisa baca di sini. Tapi namanya manusia kan ya, susah banget buat puas. Saya masih beberapa kali coba-coba skincare lain yang menawarkan lebih banyak janji dan manfaat untuk kulit. Dulu saya punya pola pikir, semakin mahal harganya, semakin bagus manfaatnya. Makanya saya pernah coba beberapa produk yang cukup menguras kantong, seperti SK II, Lancome, dan Clinique. Tapi ternyata saya salah. Produk-produk tersebut masih kalah dengan produk drugstore yang akan saya ulas sekarang.

Kali ini, bersama Bandung Hijab Blogger, saya akan berbagi tentang rutinitas perawatan kulit di pagi hari untuk kulit sensitif dan acne prone seperti saya. Bagi saya yang gak cocok dengan konsep 7 step skincare ala Korea atau konsep tumpuk-tumpukkan skincare lainnya, postingan ini rasanya gak akan terlalu panjang. Karena kulit saya yang oily, sensitif, dan acne prone, ekspektasi saya pada skincare gak muluk-muluk. Gak harus bikin cerah, atau mengecilkan pori-pori, atau menghilangkan kerutan. Bahkan sekarang saya punya prinsip less is more. Gak perlu banyak-banyak pakai skincare yang sebenarnya gak perlu. Asal gak menimbulkan masalah di kulit saja sudah jadi indikator utama sebagai skincare yang bakal saya repurchase, termasuk 5 produk perawatan kulit saya di pagi hari.


1. Erha21 Acne Care Lab ACSBP


Harga : 89.000/ 60 g
Beli di : Erha Apthecary / E-Commerce

Erha21 Acne Care Lab ACSBP ini pernah saya ulas sebagai produk pembersih wajah favorit saya. Butiran scrubnya sedikit dan sangat halus, bahkan saat dipakai gak begitu kerasa. Kandungan Salicylic Acid dan Sulphurnya membantu saya mencegah minyak berlebih pencegah jerawat. Walaupun mengandung bahan-bahan pengontrol minyak, cleanser ini sama sekali gak bikin wajah kering. Wajah tetap lembap dan halus. Produk ini dijual bebas, gak mesti pakai resep dokter, jadi aman buat kamu pakai sehari-hari.

2. Evian Brumisateur Facial Spray


Harga : 65.000/ 50 ml
Beli di : Watson/ Century/ Guardian/ E-Commerce

Kalau di Bandung, Evian Brumisateur Facial Spray ini saya pakai untuk lebih melembapkan kulit. Kalau di Lampung, saya pakai untuk cuci muka. Sombong banget kan ya? Air di Lampung gak sebagus di Bandung. Tekstur wajah saya tiba-tiba berubah semenjak saya tinggal di Lampung. Semenjak itu, setiap saya selesai cuci muka, saya selalu pakai Evian ini sampai basah semuka-muka, lalu dikeringkan menggunakan kapas. Semacam pakai toner. Evian ini terbukti membantu menghilangkan whitehead akibat air Lampung yang kurang jernih.

3. Wardah Aloe Hydramild Moisturizer Cream


Harga : 18.000/ 40 ml
Beli di : Counter Wardah, Dept. Store, Drug Store, E-Commerce

Pertama kali saya pakai ini waktu kuliah, sekitar 8 tahun yang lalu. Sejak saat itu saya masih gonta-gant skincare, dan masih belum begitu paham tentang cara kerja skincare. Jadi waktu itu saya sempat break out, dan suudzon kalau si Wardah ini penyebabnya. Padahal ternyata penyebabnya adalah toner si Wardah. Harganya yang gak nyampai 20.000, bikin saya underestimate sama pelembab ini. Tapi ternyata teman-teman, pelembab ini bisa bikin minyak di kulit wajah saya lebih terkontrol. Bahagia gak sih si kecil 18.000 ini bisa ngalahin Lancome Genifique Serum? *Sujud syukur*

4. Wardah Sunscreen Gel SPF 30
 
 
Harga : 33.000
Beli di : Counter Wardah, Dept. Store, Drug Store, E-Commerce

Saya juga pernah mengulas tentang sunscreen ini. Bohong kalau saya bilang sunscreen ini yang terbaik. Sejujurnya, sunscreen ini menghasilkan whitecast, yang lama-lama menghilang seiring dengan menyatunya produk ke kulit, dan berganti dengan kekusaman. Iya, kalau pakai sunscreen ini muka saya jadi abu-abu. Tapi karena saya suka teksturnya, dan lagi-lagi, sunscreen ini gak bikin masalah, ya sudahlah. Toh keabu-abuan ini masih bisa saya tutupi dengan bedak toh.

5. Vaseline Lip Therapy Aloe Vera


Harga : 40.000/ 20 g
Beli di : Dept. Store, Drug Store, E-Commerce

Kalau sebelumnya saya pernah cerita tentang madu yang menjadi favorit lipbalm saya, vaseline ini lipbalm kedua yang saya sering pakai. Selain digunakan sebagai pelembap bibir, saya sering menghapus lipstick atau lipcream menggunakan ini.  Sebagai skincare, Lip therapy ini selalu saya pakai pertama setelah cuci muka, agar pada saat saya mengaplikasika lip cream, produknya sudah menyerap dan bibir sayapun sudah lembap.

Ya, perawatan kulit saya di pagi hari hanya 5 produk drugstore itu. Sisanya mungkin ada tambahan seperti masker, tapi itu kan saya gak pakai rutin tiap hari. Walaupun saya belum bisa dapetin wajah mulus hanya dengan air wudhu, untungnya semua produk tadi gak ada yang mencapai 100.000. Jadi masih termasuk wajah ekonomis gak?

Kalau kamu masih cari referensi produk-produk yang jadi favorit beauty blogger, teman saya, Teh Imanda Ayu, juga menulis tentang rutinitas perawatan kulitnya di pagi hari. Mau tau kan rahasia kenapa ibu dari (Insya Allah) 3 orang anak ini bisa tetap kinclong walaupun sibuk ngurus anak? Yuk cari tau di blognya Imanda Ayu.