The Visit (2015), Lebih dari Sekedar Berlibur Ke Rumah Nenek

by - October 04, 2018

Cerita tentang berlibur di rumah nenek bukanlah suatu kisah yang spesial, bahkan saya sering mengambil topik ini sebagai inspirasi tugas mengarang sewaktu saya SD. Makanya, waktu pertama kali saya lihat cover film ini, bayangan saya tidak jauh dari cerita anak-anak yang berlibur di pedesaan, menikmati udara segar, bermain di peternakan atau di kebun, dan berbagai aktivitas "kembali ke alam" lainnya. Tapi lain halnya dengan The Visit (2015)


The Visit (2015), adalah salah satu film garapan M. Night Shyamalan. Kalau kalian masih merasa asing dengan namanya, Shyamalan ini juga yang membuat beberapa film misteri. Salah satu yang populer adalah The Sixth Sense. Setelah tau bahwa film The Visit (2015) inipun hasil karyanya, saya langsung menebak bahwa film ini bukan hanya sekedar cerita berlibur ke rumah nenek.
Premis ceritanya adalah tentang Becca (Olivia deJonge) dan adik laki-lakinya, Tyler (Ed Oxenbound), yang berencana untuk mengunjungi kakek dan neneknya, dan memberikan ibunya waktu untuk berlibur bersama pacar barunya. Ini adalah pertama kalinya Becca dan Tyler mengunjungi Kakek dan Neneknya, karena di masa lalu, ibu dan ayah mereka kawin lari tanpa restu nenek dan kakek. Konflik ini membuat hubungan antara anak dan orang tua tersebut menjadi renggang. Di samping ingin mengunjungi nenek dan kakeknya, Becca yang memiliki hobi membuat film, tertarik untuk mendokumentasikan cerita tentang ibu, neneknya, serta ingin memperbaiki hubungan keduanya yang sudah retak. 
 

Sesampainya Becca dan Tyler di Pennsylvania, kakek dan nenek mereka menyambut dengan gembira. Mereka berdua terlihat ramah dan antusias terhadap kedatangan kedua cucunya untuk pertama kalinya.

Tidak ada yang ganjil dari sikap Nana dan Pop Pop, begitulah Becca dan Tyler memanggil mereka. Selain bekerja sebagai konselor, Nana dan Pop Pop menghabiskan waktu di rumah. Nana pandai membuat cookies, sedangkan Pop Pop biasanya memotong kayu di belakang rumah. Tapi kejanggalan dimulai saat Pop Pop melarang Becca dan Tyler untuk keluar kamar mereka di atas jam 21:30.

Jam menunjukkan pukul 22.00, Becca merasa lapar dan ingin pergi ke dapur untuk mengambil cookies buatan Nana. Belum sampai ke dapur, baru beberapa langkah keluar kamarnya, ia melihat Nana berjalan pelan sambil muntah-muntah. Boro-boro keingetan cookies, si Becca langsung lari ke kamarnya. Shock? Jelas.

Esoknya, ia sampaikan apa yang ia lihat semalam pada Pop Pop. Pop Pop menanggapinya dengan santai. Ia bilang bahwa Nana memiliki masalah dengan pencernaannya, dan itu sudah biasa. Lagi-lagi, Pop Pop mengingatkan Becca agar tidak keluar kamar lagi di atas pukul 21.30. Tapi ternyata saat malam tiba, Becca dan Tyler terbangun dan penasaran oleh suara-suara aneh. Mengabaikan pesan Pop Pop, mereka membuka pintu kamarnya dan menyaksikan Nana berlari dan melompat kesana kemari, merangkak dengan cepat ke arah mereka (sumpah adegan ini malesin banget).

Setelah kejadian-kejadian tersebut, Tyler lebih dulu merasa ada yang gak beres dengan perilaku Pop Pop dan Nana, namun Becca selalu menyangkalnya. Becca bilang bahwa Nana mengidap penyakit sundowning, yaitu penyakit yang membuat penderitanya berubah setelah matahari terbenam. Penyakit ini memang umum diderita oleh orang tua.

Selain seramnya Nana di malam hari, keanehan-keanehan lainpun terjadi di siang hari. Misalnya, saat Becca dan Tyler sedang bermain petak umpat di lorong bawah, tiba-tiba Nana muncul merangkak dan mengejar-ngejar mereka dengan barbar. Lain lagi, pada saat mereka pergi ke kota bersama Pop Pop, tiba-tiba Pop Pop memukul orang asing di jalan karena merasa orang tersebut memperhatikannya dan memiliki niat jahat terhadapnya.

Suatu kali laptop Becca, yang biasa ia pakai untuk berskype ria dengan Ibunya, tiba-tiba bagian kameranya tertupi oleh noda yang sulit dihapus. Nana bilang bahwa ia tidak sengaja melakukannya. Jadi mau gak mau tiap skypean dengan Ibunya, Ibunya gak bisa melihat mereka berdua. Dan yang paling aneh, Becca sering diminta Nana untuk membersihkan oven dari dalam. Iya, jadi si Becca disuruh masuk ke dalam oven buat bersihin bagian dalam oven. Udah gitu, Nana nutup ovennya dan bersihin oven bagian luarnya. Creepy gak sih. Saya awalnya ngira si Becca ini bakal dipanggang sama Nana, tapi untungnya nggak.


Mereka berdua beberapa kali menghubungi ibunya melalui skype dan menceritakan soal keganjilan yang mereka lihat dari Pop Pop dan Nana. Ibu mereka menganggap sepele, bahwa terkadang orang dapat berperilaku aneh di masa tua, jadi mohon dimaklumi.

Karena Tyler udah gak tahan dengan keanehan Pop Pop dan Nana, ia menyarankan untuk menyimpan kamera di ruang tengah secara diam-diam. Tujuannya jelas supaya mereka bisa melihat aktivitas kedua orang tua tersebut dengan jelas. Awalnya Becca sempat menolak, namun karena pada akhirnya dia merasakan hal yang sama, akhirnya ia setuju.


Saat malam tiba, muncullah Nana di ruang tengah. Jalan-jalan mencari sesuatu (oh, dia juga bawa pisau!). Dia mendekati tempat kamera itu berada, dan tiba-tiba mukanya udah ada di depan kamera. Gila sih ini saya lumayan kaget juga.

Warning!!! Tulisan selanjutnya mengandung spoiler!


Sampai akhirnya suatu hari, ada seorang perempuan yang datang ke rumah membawa kue pada saat Pop pop dan Nana tidak ada di rumah. Dia bawa kue sebagai tanda terima kasih untuk Pop Pop dan Nana yang telah menjadi konselornya dan membuat dia menjadi sembuh dan sehat kembali. Oh ya, sebelumnya juga ada perempuan yang ke rumah dan mencari Nana dan Pop Pop juga, karena sudah beberapa hari mereka berdua gak masuk kerja, dan banyak yang merindukan mereka.
 
Setelah bilang bahwa Pop Pop dan Nana gak ada di rumah, si perempuan ini keluar rumah, dan kebetulan berpapasan dengan Pop Pop dan Nana. Becca dan Tyler melihat mereka dari jendela dalam rumah. Tidak terdengar apa yang mereka obrolkan, tapi raut wajah perempuan itu seperti sedang marah. Saat itu mereka sedang terhubung dengan sang ibu via skype (kebetulan kamera laptop Becca sudah kembali berfungsi) lalu mereka minta untuk segera dijemput karena tingkah Nana dan Pop Pop semakin aneh, dan mereka sudah mulai takut
Ibunya menenangkan mereka sambil bertanya apa yang dilakukan Nana dan Pop Pop saat ini. Tyler mengangkat laptop dan menghadapkan kamera ke arah jendela, menunjukkan Pop Pop dan Nana yang sedang berbicara dengan perempuan pembawa kue tadi. Seketika raut wajah ibunya berubah, dan tau gak doi bilang apa?

"Who are they? They are not your grandparents."  
Hening...
Ibunya panik dan meminta mereka untuk menjauh dari kedua orang tua asing yang menyamar jadi Pop Pop dan Nana.

Endingnya adalah, ternyata Pop Pop dan Nana mereka yang asli bekerja di suatu Rumah Sakit Jiwa sebagai konselor, sedangkan dua orang asing itu adalah pasiennya. Jadi, si Nana dan Pop Pop ini dibunuh oleh dua pasien tadi setelah pasien-pasien ini mendengar cerita bahwa si Pop Pop dan Nana ini akan dikunjungi oleh cucu mereka untuk pertama kalinya.

Menurut saya, walaupun plot twistnya gak terlalu bikin saya kaget alias masih bisa ditebak, saya menikmati adegan-adegan seram si Nana. Creepy banget. Tapi memang ada beberapa hal yang mengganjal, misalnya:
  1. Kok bisa-bisanya si ibu ini gak ngasih liat foto Nana dan Pop Pop yang asli? Jadinya 2 anak ini gak punya gambaran sama sekali bentuk kakek neneknya kaya apa.
  2. Si Ibu ini dari awal skypean kok gak minta diliatin muka Nana dan Pop Pop? Atau pas pertama mereka sampai dan ketemu sama kakek neneknya, mbok ya minta foto bareng tanda kalau ini anak-anaknya udah selamat sampai tujuan gitu loh. Apalagi ini anak-anaknya belum pernah ketemu sama kakek neneknya.
  3. Ceritanya kan si Pop Pop dan Nana ini konselor, dan dua orang asing itu pasien RSJ. Ada 2 orang pasien RSJ hilang, dan 2 orang konselor gak masuk-masuk kerja. Kok gak ngerasa itu mencurigakan?
Tapi walaupun saya nemuin kejanggalan-kejanggalan di atas, saya masih bisa nikmatin ceritanya. The fake Nana is totally creepy. Si Tyler kocak, dia mengganti umpatan kasar dengan nama selebriti. Jadi seketika dia ketakutan, alih-alih mengumpat "holy****", dia malah teriak "Katy Perry!".

Kalau saya diminta untuk menilai film ini, mungkin saya bisa kasih nilai 7/10, dan apresiasi terbesar jelas untuk Nana, yang bikin saya nonton sambil melukin bantal (karena suami lagi lembur :p).



All The Image Source: www.google.com

You May Also Like

15 comments

  1. Hahahha saya sih seneng baca spoiler soalnya biar ntar nonton gabkaget bgt secara borangan hihi tfs yabtehh

    ReplyDelete
  2. Hihi... Tadi setelah peringatan ragu-ragu mau nerusin baca, karena spoiler. Tapi kepo juga 😁

    ReplyDelete
  3. urusan film horor mah paling doyan baca spoilernya, biar ntar pas nonton bisa sedikit kalem haha. tapi kayaknya teteup aku tak shanggup nonton sendiri haha

    ReplyDelete
  4. Keren review nya. Cara nyeritain nya bikin aku seolah-olah ikut nonton film nya.

    Btw mungkin jaman dulu kakek nenek nya ga punya kamera, jadi orangtua tyler dan becca ga punya foto hehe

    ReplyDelete
  5. Baca spoilernya semangaaat biar nanti pas nonton hehehhe

    ReplyDelete
  6. dulu aku sempet ragu mau download ini film, tapi skrg mau download aaah hihih

    ReplyDelete
  7. Waw waw waw wajib nonton dehh..mumpung ngidam film horor hehe

    ReplyDelete
  8. Waaa berasa nonton filmnya nih hehehe

    ReplyDelete
  9. Baca review nya aja udah deg deg an aku. Skip skip di bagian fotonya... Bakal gabisa tidur seminggu kalo habis nonton horor

    ReplyDelete
  10. teh seru banget reviewnya, bikin penasaran pengen baca terus sampe akhir. Jadi pengen nonton filmnya juga ihh

    ReplyDelete
  11. aku serem ah liat fotonya mau sih nonton ini tapi ramean ah haha

    ReplyDelete
  12. seru niy filmnya mbak,tp kudu nonton rame2 secara takut film2 yg banyak adegan mengagetkan gini

    ReplyDelete
  13. Jadi bukan horror hantu-hantuan ya ini. Tapi tetep seram juga sih kalo tentang saiko gini. Udah lama nggak nonton film, mungkin aku mau nonton ini dan bikin review versi sendiri 😁

    ReplyDelete
  14. Sumpah seru banget baca review nya. Jadi mauuu download tehh

    ReplyDelete