5 Tips Menghadapi Bullying, Agar Kamu Tetap Bisa Berprestasi


Lagi-lagi tentang bullying. Ya, bullying memang selalu menarik perhatianku, terlepas karena aku pernah jadi korban maupun hanya sebagai penonton (yang selalu aku sesali). Mengutip dari berbagai artikel, kasus bullying kembali muncul di tahun 2017, setelah sebelumnya sudah mereda di tahun 2015-2016. Berkaca dari banyaknya korban yang tersakiti, bahkan sampai yang meninggal, jelas bahwa bullying bukan hal sepele. Racun ini punya dampak serius terhadap korbannya, pelakunya, bahkan penontonnya sekalipun!

Image result for bully
Source : www.statisticbrain.com
Diejek, diremehkan, bahkan sampai dipukuli. Perilaku-perilaku bullying tersebut biasanya sering ditemukan di sekolah, meskipun ada beberapa kasus yang ditemui di luar itu. Dengan bekal pengalaman dan survey di berbagai artikel, aku akan mencoba mengulas hal-hal apa saja yang dapat kita lakukan jika kita menjadi korban bully.
  •  It's not your fault
Jika kamu adalah salah satu korban bullying, kamu perlu paham bahwa ini bukan salahmu.
"Iya aku dibully, soalnya aku aneh."
"Aku dibully soalnya aku suka Kpop."
"Aku dibully soalnya aku  pemalu."
Hilangkan semua pikiran-pikiran itu! Jangan pernah berpikir kamu memiliki karakter yang memang layak untuk dibully! Bagaimanapun, tindakan bullying adalah kejahatan, tidak bisa dibenarkan atau ditoleransi. Jangan menyalahkan dirimu dan berkecil hati dengan dirimu sendiri.
  • Be better than them
Source : https://me.me/t/princess-diaries
Semakin kita terlihat tersiksa atau terganggu, pelaku bullying akan semakin senang, karena tujuan mereka tercapai. Tetap fokus dengan hidupmu, jangan menjadi seperti mereka. Jadilah seseorang yang jauh berguna dan lebih baik dari mereka. Jika kamu masih sekolah, belajar dengan giat dan fokus pada cita-citamu. Kelak kamu akan menjadi pribadi yang membanggakan dan penuh prestasi, tapi apa yang pembully dapatkan? Gak ada, kecuali perasaan menyesal dan waktu yang terbuang sia-sia.
  •  Ignore them as much as you can

Image result for invisible people
Source : yokoonoofficial
Anggaplah tukang bully ini adalah makhluk halus tembus pandang yang sama sekali tidak terlihat olehmu. Yang diinginkan oleh mereka adalah perhatianmu, dan tentu kamu gak akan memberikan perhatianmu terhadap orang semacam itu kan?
  • Berteman dengan banyak orang
Image result for friends book club
Source : www.brit.co
Two is better than one. Berhadapan dengan tukang bully memang tidak semudah teorinya. Tapi, semua akan lebih mudah jika kita memiliki teman. Bergaul dan berteman dengan orang-orang yang memiliki aura positif, akan sangat membantumu. Kalau kamu pemalu atau pendiam, kamu bisa ikut komunitas-komunitas yang sesuai dengan hobimu. Biasanya, akan lebih mudah untuk bergaul dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap sesuatu. Tujuannya bukan untuk melawan pembully, tapi untuk meyakinkan dirimu bahwa dunia ini bukan hanya milik si pembully. Pembully bukan orang hebat yang pantas kamu pedulikan. Mereka hanya satu atau sekumpulan orang dengan karakter negatif. Masih banyak orang-orang baik di luaran sana, yang lebih pantas mendapatkan perhatian dan waktumu yang berharga.

  • Kumpulkan bukti, ceritakan pada orang dewasa atau pihak berwajib

Why Go to Counseling
Source : centerfornew.com
Jika pembully ini tetap menyakitimu dan kamu sudah tidak kuat lagi untuk menghadapinya, jangan ragu untuk melapor pada orang dewasa. Bisa jadi gurumu, orang tuamu, psikolog, atau jika semuanya sudah kelewat batas, kamu bahkan bisa kok lapor polisi. Kumpulkan bukti untuk memperkuat laporanmu, misalnya rekam diam-diam aksi bully yang kamu alami. Tidak perlu malu atau dianggap tukang ngadu. Bukankah pantas pelaku kejahatan ditangkap? Selain itu, pembully bisa jadi memiliki suatu permasalahan yang menjadi alasannya dalam membully orang lain?. Dengan kamu melapor, bisa jadi kamu juga menyelamatkan masa depan si pembully.
  • Berkaca dari Pengalaman Korban Lain

Image result for you are not alone pict
Source : drugfreemanatee.org
 Menjadi korban bullying memang sulit. Pengalaman-pengalaman buruk itu pasti sering membayangi hidup kita. Tapi percayalah bahwa kamu gak sendiri. Kamu bisa simak pengalaman orang lain yang pernah jadi korban bully. Mungkin kamu pernah baca juga artikel yang bilang bahwa banyak korban bullying yang sekarang sukses dan diidamkan orang lain. Contohnya si cantik Megan Fox. Siapa yang menyangka bahwa semasa kecilnya ia kerap dibully karena obsesinya yang ingin menjadi artis. Ada lagi Meghan Trainor yang dibully karena terlalu gemuk, atau malah Rihanna yang dibully karena terlalu kurus. Lucu kan? We can never please everyone.

Beberapa waktu yang lalu, aku juga membaca artikel tentang Kheris Rogerds, anak 10 tahun yang menjadi korban bullying karena kulitnya yang hitam, namun sekarang sukses dengan bisnis kaosnya yang terinspirasi dari pengalaman bullying yang dia alami. Bersama sang kakak, Taylor Polard, ia berhasil membangun bisnis kaos bertuliskan "Flexin in My Complexion", ungkapan yang digunakan agar seorang gadis merasa cantik dengan dirinya sendiri. Hebatnya lagi, kaos ini terjual lebih dari 10 ribu dalam waktu sekejap saja.

Source: www.liputan6.com
Kheris dan Taylorpun menarik perhatian Alicia Keys yang langsung memberikan dukungannya kepada kedua kakak beradik ini dalam postingan Instagram pribadinya. Tidak hanya itu, Kheris dan Taylorpun berpartisipasi dalam acara New York's Harlem Fashion Week, juga mendapat kesempatan berjalan di runway America's Top Model. Dengan usianya yang masih 10 tahun, ia sudah mampu mencapai prestasi yang sangat membanggakan ini. Lalu apa yang terjadi dengan orang-orang yang membully mereka? Oh honey, nobody knows (and nobody seems to care).

Bagaimana dengan kalian? Apa kalian pernah mengalami tindakan bullying juga? Lantas langkah apa yang kalian untuk bisa survive? Sharing yuk!

REVIEW : Glamglow Gravity Mud for Firming Treatment [in Bahasa]

Glamglow, produk yang selama ini dinobatkan sebagai the best mask in the world, sebenarnya sudah lama masuk di Indonesia. Tapi, berhubung harganya yang bikin sakit kepala, aku belum pernah coba sama sekali. Sampai akhirnya, setelah masker peel off Freeman kuhibahkan, aku penasaran untuk coba travel size masker peel off keluaran Glamglow ini. Selain penasaran, sekaligus ingin membuktikan sebagus apakah masker yang katanya biasa dipakai artis-artis Hollywood, seperti Natalie Portman, Lady Gaga, dan Beyonce ini? Selain itu, aku banyak dengar kalau hasil pemakaian masker ini akan terlihat dari pemakaian pertama.


Glamglow ini punya beberapa varian masker, dikategorikan sesuai dengan fungsinya. Sebenarnya dari dulu aku selalu penasaran dengan Glamglow yang putih, si supermud yang katanya bagus untuk kulit bermasalah. Tapi karena, lagi-lagi, aku sedang mencari masker yang tipe peel off, pilihan jatuh di Gravity Mud.


KEMASAN

Kemasan Glamglow ini sebenarnya di dalam jar. Tapi karena lumayan pricey, dan mungkin pihak Glamglowpun sadar betul akan banyaknya kaum-kaum ogah rugi seperti aku (yang ingin coba produk ini sebelum memutuskan untuk membeli yang full sizenya), mereka menyediakan sample size dan travel sizenya. Glamglow yang aku punya dalam ukuran travel size berisi 15 gram, sedangkan untuk yang sample sachet berisi sekitar 3 gram. Walaupun ukuran 15 gram ini terlihat kecil, panjangnya saja hanya seukuran telunjuk, tapi tampaknya bisa dipakai lebih dari 5x. Selama ini aku sudah pakai 3x, tapi isinya masih lumayan banyak.



KLAIM


Seperti yang kubilang tadi, tiap varian punya fungsi khususnya. Untuk varian Gravity Mud ini ditujukan sebagai Firming Treatment, yaitu guna membuat kulit lebih kencang dan lebih kenyal. Varian ini memang lebih ditujukan untuk perawatan anti aging. Tapi beberapa orang menggunakan masker ini sebelum penggunaan make up untuk memberikan tekstur wajah yang lebih plumpy dan make up terlihat lebih menempel.

KANDUNGAN

Water\Aqua\Eau, Polyvinyl Alcohol, Alcohol Denat., Butylene Glycol, Glycerin, Ethylhexyl Hydroxystearate, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Water, Montmorillonite, Pentylene Glycol, Illite, Polysorbate 20, Canadian Colloidal Clay, Caprylyl Glycol, Althaea Officinalis Leaf Extract, Tapioca Starch, Chondrus Crispus (Carrageenan), Colloidal Platinum, Dipotassium Glycyrrhizate, Alcohol, Ascophyllum Nodosum Powder, Polysorbate 80, Polymethylsilsesquioxane, Hydroxypropyl Methylcellulose, Citric Acid, Lecithin, Pullulan, Porphyridium Cruentum Extract, Soy Isoflavones, Sodium Hyaluronate, Xanthan Gum, Fragrance (Parfum), Coumarin, Disodium Edta, Phenoxyethanol, Sorbic Acid, Potassium Sorbate, Bismuth Oxychloride (Ci 77163).

AROMA

Glamglow seri Gravity Mud ini punya wangi yang manis. Wanginya ini mengingatkan aku akan campuran susu dan coconut, yang jelas wanginya enak.

TEKSTUR

Teksturnya kental dan lengket, berwarna silver. Menurut penilaian orang-orangpun, varian Gravity Mud ini lebih seret saat diaplikasikan dibanding varian lainnya. 


HASIL PEMAKAIAN

Karena varian gravity mud ini model peel off mask, maka pengaplikasiannya harus tebal, untuk mempermudah pengelupasannya. Saat diaplikasikan, tidak ada sensasi ketarik saat sudah kering atau apapun itu, jadi untuk memastikan maskernya sudah kering, memang harus dipegang-pegang langsung.

Pertama kali aku pakai, aku kesulitan mengelupasnya karena pengaplikasian terlalu tipis. Tapi pemakaian kedua, belajar dari pengalaman, aku aplikasikan lebih tebal sehingga mudah saat dikelupas. Masker ini menurutku agak lama keringnya. Jadi, suatu hari aku berniat pakai masker ini sebelum pakai make up, mengikuti tips orang-orang. Tapi karena lama keringnya, dan waktu sudah mepet, alhasil aku langsung cuci muka. Jelas, masker peel off begini lebih sulit dihapus saat dicuci dalam keadaan belum kering.


Setelah pemakaian, aku sebenarnya gak notice apa-apa, selain kulitku yang lebih lembap. Tapi karena keperluan blog, aku foto before afer, dan aku baru sadar kalau tone kulitku menjadi lebih bersih dan lebih pinkish. Memang gak signifikan, tapi senang juga sih hasilnya langsung kelihatan.

Atas (Sebelum), Bawah (Sesudah)

KESIMPULAN 

+ Melembapkan kulit
+ Mencerahkan warna kulit
+ Wanginya enak
+ Membuat make up lebih menempel
+ Mudah diaplikasikan dan dikelupas

- Lama keringnya
- Pricey

Harga : untuk travel size ini, harganya sekitar 180.000 untuk 15 gram, full sizenya sekitar 800.000 an
Nilai : 3/5
Beli lagi? Nggak. Mungkin bakal coba varian lain. Masih penasaran yang supermud.

REVIEW : Purbasari Foundation Kuning Gading

Sebenarnya aku gak ada niat untuk bikin postingan ini, karena udah banyak orang yang review tentang produk ini, dan udah lama juga boomingnya. Jadi, tampaknya agak telat kalau aku bahas sekarang. Tapi, karena kemarin aku lagi iseng mainan produk make up yang udah lama disimpan di dalam box, sekalian aja aku bikin review produk ini. Produk keluaran brand lokal ini sekarang banyak mengeluarkan inovasi-inovasi yang menurutku patut diacungi jempol. Dari mulai lipstick matte, lip cream matte, bb cream, dan yang sekarang akan kubahas adalah foundationnya. Dengan harga 9.000, aku salah satu yang penasaran ingin coba!


Produk keluaran brand lokal ini sudah sering direview oleh para beauty enthusiast karena teksturnya yang ringan dan harganya yang super terjangkau. Mostly mereka cocok dan takjub dengan hasilnya, tapi ada juga yang merasa produk ini gak sebagus yang dikatakan orang-orang. Kalau menurutku?

KEMASAN

Terbuat dari plastik dengan tutup botol ulir, membuatku berpikir kalau produk ini akan aman. Gak akan bleberan karena tutup ulir cenderumg rapat. Tapi ternyata, aku gak tau kenapa si tutup botol dan botolnya kurang pas.



Kalian bisa lihat, tutupnya seperti kurang rapat dengan botolnya. Alhasil, foundation ini sering luber kemana-mana. Entah kemasannya memang seperti itu, atau aku sedang sial dapat kemasan yang seperti ini.


Kalau saja tutupnya rapat, aku gak ada masalah dengan kemasannya. Apalagi lubang botolnya kecil, jadi mempermudah untuk menakar jumlah foundation yang ingin dipakai.

KLAIM

Dalam kemasannya, diterangkan bahwa foundation ini memiliki formula ringan dan tahan lama yang menjadikan kulit halus, terawat, dan terlihat natural. Mengandung UV Filter untuk melindungi wajah dari efek buruk sinar matahari.

KANDUNGAN



Ternyata foundation ini masih mengandung alkohol dan fragrance. Sudah mengandung UV Filter, tapi tetap menurutku penggunaan sunscreen itu wajib hukumnya!

AROMA

Aku agak sulit mendeskripsikan wanginya. Yang jelas wanginya masih bisa ditolerir, karena gak sampai mengganggu. Lagipula menurutku wanginya masih seperti foundation lokal kebanyakan.

TEKSTUR DAN WARNA

Teksturnya creamy dan agak sedikit powdery. Hasil akhirnya matte. Penggunaan menggunakan sponge atau tangan lebih mudah diblend bagiku dibanding menggunakan brush. Sebenarnya foundation ini buildable. Coveragenya light to medium. Mampu meratakan warna wajah, tapi belum secanggih itu sampai menghilangkan noda kehitaman di wajah. Akan tetapi, penggunaan 2 layer dapat menghasilkan coverage medium to full.



Warna kuning gading ini benar-benar kuning! Walaupun undertone kulitku kuning, tapi tetap saja ini terlalu kuning buatku. Sebenarnya warna kuning ini bikin kulit terlihat lebih cerah. Tapi kalau gak di set dengan bedak dan bronzer, aku merasa kayak Winnie The Pooh.

HASIL PEMAKAIAN

Pada saat pemakaian, kondisi kulitku yang biasanya berminyak, saat itu sedang kering di bagian hidung dan sekitar mulut. Foundation yang aku aplikasikan di bagian tersebut sangat sulit untuk diblend. Hasilnya jadi patchy dan tidak rata.  Tapi, untuk bagian T-zone yang berminyak, pengaplikasian foundation tersasa sedikit lebih mudah.

Penggunaan Foundation Purbasari Tanpa Bedak
Untuk warnanya yang terlalu kuning, masih bisa diakali dengan penggunaan loose powder yang lebih gelap, atau penggunaan bronzer. Bronzer yang biasa kugunakan adalah Rimmel London, kalian bisa cek reviewnya DI SINI.

Setelah Penggunaan Bedak, dan Blush On
Baru 2 jam penggunaan, foundation ini sudah terlihat cakey dan berminyak. Untuk tone kulit menjadi lebih gelap, tanda bahwa foundation ini oxidize. Jika dilihat dari dekatpun, pori-pori di wajah bahkan terlihat lebih besar dari biasanya.


Tapi, karena harga foundation ini emang super duper murah banget, aku juga gak expect bakal sebagus foundation ratusan ribu. Mungkin buat yang kulitnya berminyak dan normal-normal aja, kamu bakal suka foundation ini.

KESIMPULAN

+ Harga terjangkau
+ Mengandung UV Filter
+ Shadenya banyak
+ Isinya banyak
+ Aroma tidak mengganggu
+ Coverage bisa dibuild up dari light to medium atau bahkan ke full coverage

- Oxidize
- Tutup kemasan tidak rapat, bikin bleberan
- Sulit diblend untuk bagian kulit yang kering
- Di bagian yang kering bikin patchy, di bagian yang berminyak bikin pori-pori besar.

Harga : Tergantug beli di mana. Aku titip beli di Borma, 9.000 aja.
Nilai : 2/5
Beli Lagi? Enggak.

REVIEW : Rimmel London Natural Bronzer 022 Sun Bronze

Bronzer bukanlah produk yang penting buatku selama aku memiliki produk-produk kompleksion dengan shade yang sesuai dengan tone kulitku. Sampai akhirnya aku merasa butuh produk ini karena foundation Maybelline Fit Me yang kupunya ternyata jauh lebih terang dari warna kulitku. Selama ini, aku hanya pernah menggunakan 2 produk bronzer, dari NYX dan city color, pun hanya menggunakannya 1 atau 2 kali. Kenapa? Tentu karena aku belum mahir menggunakan bronzer. Pengalamanku memakai bronzer pasti berakhir dengan wajahku yang cemang cemong dan sangat terlihat tidak natural. :))


Kemarin, aku sempat browsing mengenai produk Bronzer yang sudah banyak digunakan orang dan akhirnya aku menemukan Rimmel London. Ya, bronzer keluaran Rimmel London ini sudah banyak digunakan beauty enthusiast karena kualitasnya yang oke dengan harga yang terjangkau. Sebenarnya, masih banyak produk bronzer yang dibilang cukup bagus dan juga terjangkau, tapi entah kenapa dari dulu aku memang penasaran dengan si Rimmel ini. Karena Rimmel ini banyak dijual di online shop, harganya beragam kisaran 100.000 sampai 150.000  untuk tergantung di mana kamu beli.

KEMASAN


Produk ini berbentuk bulat, dengan tutup dari plastik yang menurutku agak ringkih. Dengan kemasan yang seperti itu, memang harus hati-hati banget, sekalinya jatuh kurasa ini akan langsung pecah. Punyaku kegencet-gencet dikitpun retak. Hmm :)


KLAIM

Di bagian kacanya, hanya tertulis "Rimmel London Natural Bronzer", lalu ada keterangan "Waterproof Bronzing Powder". Lalu untuk bagian belakangnya dituliskan keterangan detail tentang produk ini, termasuk klaim bahwa bronzer ini akan memberikan kesan natural, long lasting, dan waterproof.

KANDUNGAN

Talc, Titanium Dioxide, Isostearyl, Neopentanoate, Polybutylene Terephthalate, Magnesium Stearate, Acrylates Copolymer, Phenyl Trimethicone, Polybutene, Methylparaben, Alumunium Hydroxide, Stearic Acid, Ethylene/va Copolymer, Tocopheryl Acetate, Propylparaben, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Paraffinum Liquidium/ Mineral Oil/ Huile Minerale, Parfum/ Fragrance, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Butylphenyl, Methylpropional, Benzyl Salicylate, Citronellol, Hexyl Cinnamal, Hydroxisohexyl 3-Cycolohexene Carboxaldehyde, Linalool.
[May Contain: Mica, Iron Oxides (Cl 77491, Cl 77492, Cl 77499), Ultramarines (Cl 77007)]

Sebenarnya aku gak paham kenapa mesti ditulis "May Contain" di tengah-tengah. Ada yang tau? Karena produk ini masih mengandung fragrance, paraben, dan mineral oil, mungkin teman-teman yang punya kulit sensitif perlu mempertimbangkan untuk mencoba produk ini.

AROMA

Tidak ada aroma sama sekali untuk produk ini, tentunya aku suka.

TEKSTUR



Ternyata teksturnya Rimmel ini jauh dari yang kubayangkan. Teksturnya powder yang agak kasar.


PIGMENTASI DAN HASIL


Satu hal yang paling aku sadari akan produk ini adalah pigmentasinya yang biasa aja. Sebenarnya ini masalah selera, beberapa orang ada yang memang suka dengan bronzer yang pigmentasinya biasa aja, tapi ada juga yang lebih suka kalau warnanya lebih keluar. Untuk produk ini aku tampaknya salah pilih shade. Shade yang kupilih tidak jauh berbeda dengan tone kulitku sehingga warnanya menjadi kurang nyata. 

Menurutku ada keuntungan yang kudapat dari bronzer yang pigmentasinya kurang, yaitu aku dapat mengontrolnya dengan mudah. Bronzer yang tidak terlalu nyata akan memberikan kesan natural dan gak dempul, tapi kalau misalkan aku memang butuh pigmentasi yang lebih untuk acara-acara formal, bronzer ini bisa dibuild up sehingga warnanya lebih nyata.


Kemarin kebetulan aku nyobain lagi Foundation Purbasari yang Kuning Gading (kalian bisa cek reviewnya DI SINI) , yang bikin mukaku seperti Winnie The Pooh karena kuning banget. Bronzer ini lumayan membantu menetralkan warna wajahku. Jadi gak kuning-kuning banget.

Atas (Tanpa Penggunaan Bronzer), Bawah (dengan Menggunakan Bronzer)

Klaimnya produk ini long lasting dan waterproof. Yang aku rasakan setelah beberapa jam memakai produk ini, bronzernya menyatu ke kulit dan tidak segelap di awal. Dan waktu aku wudhu, hilang sudah bronzernya. Jadi untuk klaim produk ini yang katanya longlasting dan waterproof, sayangnya tidak terbukti.

Setelah 3 jam pemakaian
Selain itu, yang kusuka dari bronzer ini adalah masa pakainya. Produk ini dapat dipakai selama 30 bulan, yang mana ini lama banget. Mostly produk kecantikan hanya memiliki masa pakai selama 12 bulan, atau paling lama 24 bulan. Buatku yang jarang banget pakai bronzer, ini menguntungkan banget.

Walaupun shade yang kupilih ini kurang gelap untuk dikatakan sebagai bronzer, tapi ini masih bisa menjadi penyelamat foundation yang terlalu putih di wajahku. Jadi tetap, buatku produk ini sangat membantu.

+ Hasil natural
+ Mudah diblend dan menyatu dengan kulit
+ Tidak terlalu pop out, bisa dibuild up
+ Masa pakai 30 bulan

- Kemasan ringkih, mudah retak dan pecah
- Tekstur sedikit kasar
- Sulit dicari, harus online
- Mengandung mineral oil
- Tidak waterproof

Harga : tergantung di mana kamu beli, sekitar 100.000
Nilai : 3/5
Beli lagi? Nggak. Kalau habis, ingin coba brand lain aja.

Membahas Sisi Gelap Teknologi Melalui TV Series Black Mirror

Entah kenapa belakangan aku banyak mencari referensi series barat. Setelah berkali-kali menonton How I Met Your Mother, Psych, House MD, Pretty Little Liars (karena file nya masih ada di hard disk, tampaknya butuh series baru untuk penyegaran. Alih-alih dapat series dengan cerita yang refreshing, Mas suami malah membawa series gelap berjudul Black Mirror ini.

See the source image
source: google.com
Black Mirror ini sebenarnya sudah muncul dari tahun 2011 yang sekarang sudah mencapai season 5 (on going). TV series yang dilahirkan oleh Charlie Brooker ini hanya berisi 3-4 episode di tiap seasonnya. Tiap episode memiliki cerita dan diperankan oleh tokoh yang berbeda.

Seperti judulnya, Black Mirror hadir membawa tema gelap dan satire tentang manusia modern dan kecanggihan teknologi masa kini, layaknya kaca hitam yang berada di layar gadget kita. Stephen King, The Master of Horror ini pun sempat berkicau tentang betapa ia tertarik dengan Black Mirror, yang kemudian ditanggapi oleh Charlie Brooker.

source: google.com
Aku terkesan dengan ide Black Mirror yang gak cuma bercerita tentang cerahnya dan majunya kehidupan modern di masa mendatang, tapi justru sebaliknya. Dampak-dampak yang menurutku sangat mungkin bisa terjadi di kehidupan mendatang. Bahkan beberapa episode,secara tidak sadar, sudah mulai terjadi di masyarakat kita. Contohnya episode "Nosedive" di season 3. 

Episode ini bercerita tentang suatu keadaan di mana setiap orang memiliki rating/angka. Iya, persis seperti kita memberikan nilai terhadap aplikasi-aplikasi di Playstore, tapi dalam skala yang lebih besar lagi. Semua orang membawa handphone dan memberikan penilaian langsung terhadap orang menggunakan handphonenya, secepat itu.


source: google.com
source: google.com
Kualitas tiap orang dilihat dari besaran ratingnya, termasuk Lacie, seorang cewek yang saat itu memiliki rating 4.2. Ia sedang berusaha untuk meningkatkan ratingnya menjadi 4.5, tapi di sini, hal itu tidak mudah. 

See the source image
source: google.com
Bagaimana cara mendapatkan rating yang tinggi? Lacie harus menjadi seseorang yang menyenangkan dan dicintai oleh orang sekitarnya, harus memiliki karakter yang menyenangkan, kehidupan yang menonjol, agar orang lain memberikan nilai tinggi terhadapnya. Dan kalau mau lebih efektif, Lacie harus bergaul dengan orang-orang yang memiliki lingkaran sosial lebih besar dengan rating yang juga lebih tinggi. Kebayang kan seperti apa dampaknya? Ya, everyone is faking around, include her. She'll do anything for the sake of her number. Dan dia juga sadar, orang lain pun seperti itu. Terkadang ia sengaja memberikan nilai tinggi kepada orang lain hanya agar orang lain membalasnya dengan nilai yang sama.

source: google.com
source: google.com
Kenapa sih mesti capek-capek ratingnya tinggi? Karena rating ini menunjukkan seberapa bernilai diri mereka. Di samping itu, dengan rating yang tinggi, mereka akan memiliki kemudahan dalam mengakses fasilitas-fasilitas umum. Beberapa fasilitas umum diprioritaskan terhadap orang-orang yang memiliki rating tinggi, sehingga semuanya serba mudah, layaknya VIP. Pelayanan khusus lainnya, seperti diskon barang dan properti pun tersedia bagi orang-orang yang memiliki rating di atas 4.5. Yang ratingnya jelek? Perlakuan orang lain menjadi buruk, bahkan saat Lacie terpuruk di rating yang rendah, ia tidak boleh menggunakan pesawat dan diusir dari bandara. 

Keterpurukan Lacie berawal dari niatannya yang ingin mencapai rating 4.5 karena ia ingin membeli rumah dengan harga khusus yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang memiliki rating 4.5 ke atas. Long story short, akhirnya dia memutuskan untuk berteman kembali dengan teman masa kecilnya, Naomi yang memiliki rating 4.8. Ia berniat untuk memperluas lingkaran sosialnya dengan orang-orang ber rating tinggi, dengan maksud meningkatkan ratingnya sendiri.
See the source image
source: google.com
Menurutku episode ini memberikan kritikan tajam terhadap dunia social media, di mana kita selalu mencoba menunjukkan seberapa bahagia kita. Bagaimana masyarakat kita sangat tergila-gila dengan "pujian/like/love" atau "nilai" yang diberikan orang lain. Kita takut untuk jujur, karena takut tidak diterima orang lain. Menarik kan?

Episode ini termasuk episode yang ringan jika dibanding dengan episode-episode lain, yang mana aku perlu googling untuk cari penjelasannya. Masing-masing episode memiliki plot yang menarik, namun tetap memiliki tema yang sama.

Aku ingat pertama kalinya aku selesai menonton Black Mirror season 1 episode 1, aku speechless. Begitupun suamiku. Kok tiba-tiba merinding, ngerasa suram, padahal bukan film horror. Setelahnya kita sepakat untuk hanya menonton 1 episode saja kala itu. Nah, beberapa hari kemudian, aku sempat blog walking pengalaman orang-orang yang nonton black mirror ini. Ternyata gak cuma aku, mostly orang-orang yang nonton Black Mirror merasakan hal yang sama.

Aku juga sempat baca artikel yang dimuat di dailyherald.com, judulnya "You Should be Watching Black Mirror -- but Don't Binge It". Ya, menurutku pun lebih baik tidak menonton series ini secara maraton. Alasannya?

1. "It's So Dark"
Seperti yang tadi kubilang. Pengalaman pertama aku nonton aku merasa suram, depresi. Selesai aku nonton episode pertama, aku diam dan banyak menghela nafas.

2. "It Takes Time to Appreciate"
Selalu ada ide cerdas yang terselubung di setiap episode. Aku biasanya googling tentang persepsi orang di episode yang baru saja kutonton. Selain untuk menyamakan persepsi, aku banyak menemukan fakta dan ilmu lain yang sebelumnya tidak kusadari. Biasanya banyak membaca review dari orang-orang, akan banyak "oooh" dariku.

3. "There's No Reason To"
Karena tiap episodenya tidak saling berkaitan, buat apa buru-buru? Ini bukan series Korea yang bikin penasaran kalau gak nonton sekaligus maraton. Enjoy aja!

4. "It's Not About Destination" 
Di kebanyakan series, biasanya kita tidak sabar menunggu bagian di mana sebuah misteri terungkap, atau istilahnya menanti sebuah jawaban (cie). Tapi di black mirror kita hanya perlu mengikuti alurnya, karena Black Mirror tidak begitu saja memberikan jawaban, tapi kita sendiri lah yang mencari jawabannya.

Selain episode Nosedive tadi, masih banyak episode yang kusuka, malah mungkin semuanya! Ada beberapa episode yang ringan dicerna seperti episode Nosedive ini, tapi juga beberapa episode membuatku berpikir kalau tampaknya aku butuh teman untuk diskusi tentang Black Mirror ini. Makanya, aku merekomendasikan series ini ke beberapa temanku, agar aku punya teman untuk diskusi.

Betul kalau Stephen King bilang series ini mengingatkannya dengan The Twilight Zone, karena akupun merasa begitu, but in a good way ya! Kalian ada yang nonton Black Mirror juga? Episode mana yang kalian suka?

Innisfree Smart Drawing Blusher 03 (Review)

Cream blush adalah produk yang sering aku hindari karena menurutku produk semacam itu akan lengket di pipi dan menghasilkan lebih banyak minyak di pipi. Such a big no for me yang pada saat itu selalu suka dengan hasil make up matte. Tapi, makin kesini, entah kenapa aku mulai merasa make up yang bikin muka terlihat glowy ataupun berminyak, malah membuat kulit terlihat lebih sehat. Selain itu, menurut beberapa orang yang sudah sering menggunakan cream blush on, produk ini lebih long lasting dibanding dengan blush on yang berbentuk powder.

Ada beberapa produk cream blush on yang dapat ditemukan di pasaran, mulai dari brand lokal dan juga brand luar. Apalagi sekarang brand lokal sudah banyak yang mengeluarkan cream blush yang multi fungsi. Tapi, kali ini aku bakal review cream blush pertama yang aku punya yang berasal dari Brand Korea, yaitu Innisfree Smart Drawing Blusher no 03. Cream blush ini memiliki 3 shade, dan aku kebetulan dapat yang no 03, yang warna peach.


KEMASAN


Di dalam box nya, blusher ini dikemas dalam bentuk tube plastik yang berukuran panjang dan ramping, dan di ujungnya terdapat kuas sebagai aplikatornya. 


Aplikatornya mengingatkan aku dengan L.A Girl Pro Conceal. Ya semacam gitu lah. Sebenarnya aku lebih suka kalau gak ada kuasnya, karena aku gak pernah pakai kuasnya langsung ke wajah. Aku lebih suka keluarin produknya di tangan, baru di oles ke pipi. Tapi mungkin sengaja dibikin kuas biar lebih praktis, kan smart drawing blusher ya? hehe.

KANDUNGAN


Mostly keterangan di kemasannya ini berbahasa Korea, jadi aku kurang paham. Namun, di sini situlis bahwa blusher ini mengandung SPF 26 PA++.

AROMA

Ada sedikit wangi yang tercium. Aku kurang dapat mendeskripsikannya. Wanginya agak sedikit mirip wangi rempah-rempah. Setelah diblend sih aromanya akan menghilang. Jadi gak masalah buatku.

TEKSTUR

Teksturnya creamy yang mudah dibaurkan. Sedikit lengket di awal, tapi lama-lama akan kering. Menurutku untuk produk cream blush on ini lebih bagus yang lama keringnya, agar kita punya waktu untuk membaurkannya secara sempurna.

HASIL


Blusher ini memiliki hint warna peach, dan di antara 3 varian blusher ini, no 03 menurutku yang paling muda warnanya. Sebenarnya untuk warnanya sendiri aku suka banget, warna peach kaya gini bakal bikin wajah terlihat lebih fresh, tapi sayang..  pigmentasinya menurutku kurang oke. Tidak seperti saat menggunakan lipstick/ lipcream yang hanya mengoleskan 3 titik di pipi warnanya langsung keluar. Pada blusher ini aku harus mengeluarkan produk jauh lebih banyak dari itu untuk mendapatkan hasil yang nyata. Kemungkinan besar karena warnanya yang terlalu muda,blusher ini jadi kurang kelihatan di wajahku yang tone kulitnya sawo matang. Menurutku kalau kalian skintonenya kuning langsat/ putih, warna peach ini bakal lebih keliatan.
  
Foto di bawah ini pertama kali aku menggunakan Smart Drawing Blusher:


Walaupun pigmentasinya kurang oke, tapi produk ini bisa dibuild. Jadi kalau emang ingin lebih keliatan, bisa banget untuk ditambah lagi produknya. Tapi kalau kalian suka tampilan yang natural, semu-semu peach di pipi doang sih produk ini bakal bagus banget dan bikin wajah kelihatan lebih cerah.

Kalau orang bilang produk cream blush itu lebih long lasting, menurutku benar. Bahkan warnanya semakin nyata setelah bercampur keringat. Tapi untuk produk Innisfree ini tidak waterproof. Warnanya cepat hilang begitu wajahku terkena air. 

Foto di bawah ini setelah 2-3 jam pemakaian Smart Drawing Blusher :


Kalau ditanya aku suka gak sama produk ini, aku akan jawab cukup suka. Aku biasanya gak pernah pakai blush on sehari-hari karena gak PD. Tapi blusher ini warnanya soft dan warnanya gak terlalu pop out jadi malah keliatan lebih natural. Cuma kalau ditanya worth to buy gak? Menurutku enggak. Lebih baik menggunakan lipcream atau lipstick sebagai cream blush mu. Selain warnanya lebih pop out, irit juga kan! Hehe. Tapi kalau kalian tetep penasaran ingin coba produk ini, kusarankan untuk memilih shade 01 atau 02 yang warnanya lebih pop out.
KESIMPULAN 
+  Tekstur mudah dibaurkan
+ Ada 3 pilihan warna yang cantik-cantik
+ Cukup tahan lama, makin lama warna makin nyata
+ Mengandung SPF 26 PA ++
+ Bisa dibuild
- Aplikator (kuas) nya sulit dipakai 
- Butuh produk yang cukup banyak agar warna telihat nyata
- Tidak waterproof

Harga : tergantung di mana kamu beli, sekitar 90.000 - 150.000 untuk 12 ml
Nilai : 3/5
Beli lagi? Nggak. Kalau habis, ingin coba produk lokal aja :)

REVIEW : Farsali Rose Gold Elixir 24k Gold Infused Beauty Oil, Face Oil Untuk Kulit Acne Prone!

Tidak semua produk yang mengandung minyak, tidak dapat digunakan oleh kulit berminyak. Faktanya, kulit berminyak juga membutuhkan minyak di wajahnya untuk menjaga keseimbangan kelembapan kulit wajah, karena kulit yang kurang lembap, akan secara alami memproduksi minyak lebih banyak, sehingga wajah menjadi sangat berminyak. Itu adalah rangkuman dari artikel-artikel yang pernah kubaca. Pada intinya, kulit wajah yang berminyakpun butuh produk yang dapat melembapkan, termasuk yang mengandung minyak.

Dari intro tadi, aku sudah mengulang kata "minyak" berapa kali ya? Hehe. Ya, tentunya review inipun gak jauh-jauh dari minyak. Minyak yang aku bahas kali ini mengandung 24k serpihan emas yang dapat membantu kulit wajah menjadi tampak sehat bercahaya. Salah satu beauty oil yang sempat booming karena beberapa orang menjadikannya sebagai primer dan juga merupakan satu-satunya beauty oil yang kupunya dan kucinta saat ini, yaitu Farsali Rose Gold Elixir 24k Gold Infused Beauty Oil.

Farsali Beauty Oil ini hadir dengan 3 varian, Rose Gold Elixir (botol putih), Unicorn Essence (botol ungu), dan Volcanic Elixir (botol hitam). 

Masing-masing varian punya kegunaan yang berbeda dan gak akan aku bahas di sini karena pasti bakal panjang banget bahasannya. Kalian bisa cek website resminya www.farsali.com , mereka cukup detail untuk informasi produknya. Seperti judulnya, yang akan aku bahas adalah Rose Gold Elixirnya.

HARGA

Untuk ukuran 30 ml, harganya itu $54.00 yaitu sekitar 770 ribu. Tapi, yang aku punya adalah yang versi 10 ml, harganya sekitar 390 ribuan. Walaupun rasanya agak mahal, tapi karena 1 botol ukuran 10 ml ini menurutku cukup untuk berbulan-bulan, menurutku masih terjangkau.

KEMASAN



Botol putih ini dikemas di dalam box. So sorry, boxnya gak sempat aku baca tulisannya apa dan keburu dibuang sama suamiku. Untuk botolnya sendiri terbuat dari kaca berwarna putih. Informasi yang tertera dibotol hanya bertuliskan cara penggunaannya. Di sini tertera bahwa produk ini dibuat di USA, tapi penulisannya di sini ditulis dengan 2 bahasa, Bahasa Inggris dan Perancis. 


Botolnya kokoh dan terdapat pipet yang memudahkan kita untuk mengaplikasikan produknya. Pipetnya berujung agak runcing sehingga produk yang dikeluarkan sangat apik, gak bleberan dan pas takaran tiap tetesnya.

KANDUNGAN

Nah karena boxnya kebuang, aku ambil informasinya dari web resminya aja ya. Mudah mudahan sama dengan yang tercantum di boxnya. .
  • Rosehip Seed Oil
  • Safflower Seed Oil
  • Pumpkin Seed Oil
  • 24k Gold
  • Vitamin E
  • Lemongrass Oil
  • Orange Peel Oil
MANFAAT

Farsali 24k Rose Gold Elixir Oil ini mengandung partikel emas 24 karat yang akan terserap kulit dan membuatnya tampak bercahaya. Bahan dasar dari Farsali Rose Gold Elixir ini adalah Rosehip seed oil. Rosehip seed ini mengandung 77% fatty acids yang terdiri dari kandungan linoleic dan linolenic acids, vitamin C dan Vitamin A (retinol). Semua bahan tersebut sangat penting dalam regenerasi kulit dan mengurangi tampilan kerutan halus, hyperpigmentasi dan stretch mark.

Untuk lebih spesifiknya, ada beberapa fungsi Rose Gold Elixir ini yang bisa kamu manfaatkan, yaitu:
  1. Sebagai pelembab wajah sehari-hari
  2. Sebagai pelembap bibir, baik digunakan sebelum menggunakan lip product
  3. Dicampurkan dengan foundation untuk menghasilkan makeup yang lembap dan glowy
  4. Memperbaiki produk makeup yang sudah kering dengan memberikan beberapa tetes Farsali ini ke produk yang sudah kering (cara pakainya seperti Inglot Duraline)
Tip : Farsali ini juga bisa diteteskan ke brush atau beauty sponge pada saat kalian menggunakan make up agar proses blending lebih mudah dan lebih rata.

Sejujurnya, dari manfaat-manfaat yang telah kusebutkan tadi, hanya 1 fungsi yang biasa kugunakan, yaitu sebagai pelembab, itupun hanya dipakai di malam hari.

CARA PENGGUNAAN



Karena mengandung partikel emas, dianjurkan untuk mengocok produknya sebelum memakai agar partikel emasnya tercampur. Setelah itu tuangkan 2 tetes untuk diaplikasikan ke seluruh wajah dan leher. Untukku 2 tetes yang paling pas. Kalian tinggal sesuaikan takarannya, yang penting tidak perlu terlalu banyak mengaplikasikannya. Kenapa? Nanti aku jelaskan.

TEKSTUR

Teksturnya seperti minyak pada umumnya. Tidak terlalu kental sehingga mudah diaplikasikan ke kulit.

AROMA
Ada aroma jeruk yang mengingatkan aku dengan Scott Emulsion rasa jeruk. Ada yang pernah minum Scott Emulsion waktu kecilnya?

HASIL

Nah di sini aku bakal cerita panjang kayaknya. Setelah aku menggunakan Farsali ini selama 3 bulan, dapat kusimpulkan bahwa cara aku menggunakan Farsali ini sangat berpengaruh terhadap hasil yang didapat. Yang perlu diketahui adalah, Farsali ini memiliki minyak yang sulit diserap kulit. It doesn't absorb into your skin, it's just like sit on top of your skin. Jadi dia gak akan benar-benar nyerap, makanya aku tidak merekomendasikan untuk menggunakan beauty oil ini di pagi atau siang hari kecuali emang kamu suka tampilan yang super dewy. 



Selama 3 bulan ini aku melakukan beberapa eksperimen penggunaan farsali dalam rutinitas skin care malamku untuk mencari tau bagaimana penggunaan Farsali yang tepat agar produk ini dapat bekerja secara optimal di kulit.

Eksperimen yang pertama :
Micellar water >  Facial Wash >  Exfo Toner > Hydrating Toner > Essence >  Farsali
Hasilnya : Terlalu lembap, saking lembapnya muncul beberapa whiteheads di sekitar pipi

Eksperimen kedua : 
Micellar water > Facial Wash > Exfo Toner > Essence > Farsali
Hasilnya : Kering di beberapa bagian dan whiteheads masih ada

Eksperimen terakhir : 
Micellar water > Facial wash > Evian Facial Spray > Essence > Farsali
Hasilnya : Lembap pas, tidak kering, whiteheads jauh berkurang.

Jadi menurutku, dalam penggunaan farsali ini akan lebih baik kalau kita tidak terlalu banyak menggunakan skin care lain sebelumnya. Apalagi untuk jenis kulit oily sepertiku. Dan lagi, takarannya harus pas. Jangan terlalu banyak, karena minyak ini tidak menyerap ke kulit. Kebayang kan jadinya kaya apa kalau terlalu banyak takarannya?

Lalu, selama 3 bulan, apa sih yang aku rasain? Aku ngerasa kulit lebih sehat. Kadar kelembapannya pas. Walaupun sangat berminyak, saat aku menggunakannya dengan tepat, farsali ini sangat membantuku dalam mengurangi whiteheads dan jerawat. Produk ini juga membuat kondisi wajahku lebih stabil, kadar minyak di kulit wajah lebih terkontrol sehingga jarang muncul masalah-masalah di kulit wajah seperti kulit kering ataupun jerawat. Tekstur kulit wajah lebih kenyal dan enak dipegang. Sejauh ini, Farsali adalah produk yang aku andalkan dalam mengatasi masalah kulit wajah, dari mulai melembapkan, sampai untuk mengurangi jerawat.

Jadi kesimpulannya :
+ Mengandung berbagai macam minyak dan partikel emas yang berfungsi baik dalam regenerasi sel kulit
+ Menjaga kelembapan kulit
+ Mengontrol kadar minyak
+ Mengurangi jerawat
+ Membuat kulit lebih halus dan kenyal
+ Kemasannya kokoh dengan kualitas pipet yang oke
+ Hanya 2-3 tetes cukup untuk seluruh bagian wajah

- Hanya direkomendasikan untuk pemakaian di malam hari
- Kurang cocok jika digabungkan dengan terlalu banyak skin care
- Tidak menyerap ke dalam kulit
- Agak mahal
- Sulit dicari, harus online
 
Harga : 390.000/ 10 ml
Beli di? Bisa di web resmi nya farsali.com atau di online shop terpercaya
Nilai : 4/5
Beli lagi? Ya!