Sponsored Review : Garnier Light Complete White Speed Series Program 3 Hari

Beberapa waktu yang lalu, mungkin hampir sebulan yang lalu, aku dapat kiriman paket dari Garnier. Beauty box kali ini mempromosikan produk Garnier yang menjanjikan kulitmu cerah hanya dalam 3 hari saja!

Well, sebenernya kuliku sawo matang, tapi aku gak ada pikiran untuk mengubah warna kulitku. Jadi di sini tujuanku memakainya hanyalah untuk meratakan warna wajah, menyamarkan noda-noda gelap bekas jerawat, gigitan nyamuk, dan sebagainya karena kulitku termasuk yang susah dalam penyembuhan noda bekas jerawat atau apapun itu.

Oke, lanjut lagi. Beauty box ini warnanya kuning lemon yang cerah banget. Kupikir dengan ukuran yang cukup besar ini, di dalamnya akan ada banyak produk, ternyata hanya 2 saja. Eh, bukannya bersyukur! Oh iya, dan satu lagi, ada pouch berbentuk lemon yang cute banget!

Tadi aku sudah bilang bahwa beauty box ini berisi 2 produk. Ada yang tau apa aja?
Yap! Di sini aku dapat  Ligh Complete Multi Action Whitening Serum Cream dan Light Complete Super Essence.

Simak terus ya untuk tahu gimana kesan kesanku terhadap Garnier ini selama kurang lebih 2 minggu pemakaian.

HARGA
Cream : 53.000
Essence : 29.000

KEMASAN
Cream

Packagingnya terbuat dari kaca, jadi lumayan berat. Kemasannya ini gak murahan, menurutku karena dilapis kaca, malah membuat produknya terlihat lebih lux, berkelas, gak ringkih. Cuma ya aku memang kurang suka pakai krim krim yang model colek gini, kurang higienis dan kurang praktis.

Essence
Kemasannya tube dengan lubang kcecil yang memudahkan kita dalam pemakaian. Apalagi serum ini teksturnya cair, jadi kita bisa mengatur seberapa banyak serum yang akan kita pakai.

TEKSTUR
Cream
Sesuai namanya ya, teksturnya creamy tapi mudah dibaurkan kok. Kurang lebih butuh waktu 1 menit untuk membuatnya menyerap dengan sempurna.

Essence
Untuk yang essence teksturnya watery, seperti essence pada umumnya. Karena teksturnya yang cair, essence ini tentunya lebih cepat menyerap dibandingkan dengan yang cream.

AROMA
Cream : Khas produknya Garnier, wanginya lemon segar. Aku suka sih wanginya, gak mengganggu.
Essence : Untuk yang essence, wanginya agak berbeda. Lebih kerasa asamnya. Kalau kalian tau peyeum, nah wanginya agak mirip kaya gitu. Haha.

HASIL 
Oke, walaupun beauty box ini menjanjikan bahwa rangkaian ini mampu membuat kulit cerah selama 3 hari, namun untukku 3 hari terlalu singkat untuk menyimpulkan hasil dari pemakaiannya, karena aku belum melihat perubahan apa-apa. Jadi di bawah ini adalah hasil selama 2 minggu pemakaian.

Cream : Karena tipe kulitku oily, jadi untuk yang cream ini malah bikin kulitku semakin berminyak. Cream ini kurang efektif jadinya untuk kulitku yang oily. Cream ini meninggalkan efek white cast di wajah yang mana aku kurang suka. Lalu untuk efek mencerahkannya, ini gak terlalu kelihatan. Mungkin butuh waktu lebih dari 2 minggu ya.

Essence : Untuk essence ini, walaupun teksturnya cair, namun dia sedikit meninggalkan sensasi lengket-lengket gitu. Tapi setelah beberapa menit, sensasi itu menghilang sih. Aku punya cerita. Waktu itu leher aku ada sedikit kering dan kasar, lalu aku iseng pakai serum ini di bagian yang bermasalah tersebut, Eh besoknya, leherku kembali haluuuusss. Untuk efek mencerahkannya, ini juga sama dengan yang cream. Aku kurang merasakan efek mencerahkannya. Tapi aku tetep suka sama yang essence ini karena membuat kulit menjadi lebih halus.

So kesimpulannya

CREAM
+ Kemasannya lux
+ Harga terjangkau dengan isi yang banyak
+ Wangi segar tidak mengganggu
+ Melembabkan kulit

- Untuk kulit berminyak, bikin semakin berminyak
- Memberikan efek white cast pada wajah
- Efek mencerahkan belum terasa

ESSENCE
+ Tekstur watery, mudah menyerap
+  HargaTerjangkau
+ Kemasan higienis
+ Melembabkan kulit
+ Menyembuhkan kondisi kulit yang bermasalah

- Agak menyengat baunya
- Ada sensasi lengket di awal pemakaian
- Efek mencerahkan belum terasa

Nilai
Cream : 2/5
Essence : 3,5/5

Beli lagi?
Cream : Engga
Essence : Dipertimbangkan dulu ya. Bisa jadi ya, ataupun ngga (tergoda sama serum lain).

Kalian ada yang pernah pakai ini? Share yuk gimana efeknya di kamu!
XOXO!

REVIEW : Just Miss Eyebrow (Brown)

Hai Pejuang Ngalis!
Baru baru ini aku merasa kalau pensil alis juga dibutuhkan. Selama ini aku gak pernah pakai pensil alis. Selain karena alisku sudah cukup terlihat dan tumbuhnya kemana mana, sehingga sulit untuk membingkai alis tanpa concealer, dan satu lagi, aku gak mau cukur alis! Bukannya apa-apa, aku tergolong orang yang praktis, males ini itu. Sedangkan kalau aku cukur alis, rambut alis yang baru tumbuhpun harus kita cukur kembali secara rutin. Aku gak bisa bayanginnya kalau harus rutin cukur alis begitu. Jadi, biasanya aku hanya menyisir rambut alisku agar rapi.

Tapi, setiap ke undangan, aku sebisa mungkin membingkai alisku menyesuaikan dengan makeup mata yang udah cetar. Kalau gak dibingkai, rasanya jomplang aja gitu. Nah, dulu aku pakai pensil alis andalan sejuta umat, yaitu VIVA! Itu adalah satu-satunya pensil alis yang aku pakai jaman dulu, karena aku jarang pakai jadi habisnya sampai berbulan-bulan.

Lalu kemarin saat pensil Viva habis, aku ke Borma buat repurchase. Ternyata lagi out of stock, padahal waktu itu aku lagi urgent mau ada undangan nikah. Mau beli yang lain takut gak cocok warnanya. Akhirnya aku lihat si Just Miss ini, harganya Cuma empat rebu aja. Jadi ya dengan bertimbangan kalau warnanya gak cocok ya gak akan rugi-rugi amat, dan akhirnya malah jatuh cinta sampai sekarang. Yippie!

Ada yang pernah tau Just Miss? Biasanya produk ini ada di Stroberi, Borma, Bunga, yaaa.. tempat-tempat belanjaan anak remaja gitulah. Dulu aku juga berpikir ini barang abal-abal, ternyata dia sudah terdaftar di BPOM loh, jadi aman! Mungkin karena brand nya belum terkenal, jadi ya masih murah.

Kemasan

Si pensil alis ini ada dua warna, coklat dan hitam. Tapi yang aku heran adalah kemasannya. Banyak dan beda-beda gitu. Ada yang ujungnya rautan, ada yang ujungnya hanya tutup plastic, ada yang ujugnya sikat alis. Dulu aku beli yang ujungnya rautan, waktu mau repurchase adanya yang sikat alis. Tapi yang penting isinya ya.


Tesktur
Teksturnya lunak. Agak mirip dengan eyeliner Wardah yang sekali coret itu tebal, kaya nulis pakai pensil 2B. Haha. Ini sih masalah selera ya. Ada orang yang suka pensil alis dengan tekstur keras, ada yang suka tekstur lunak seperti aku. Kalau aku lebih suka pakai yang lunak karena lebih mudah buat aku mengontrolnya. Kalau aku hanya ingin merapikan alis aku pakainya pelan-pelan aja. Tapi kalau aku perlu membingkai alis, seperti saat ke acara formal, tinggal ditekan sedikit saja agar lebih tebal. Beda dengan yang keras, walaupun lebih mudah menggambar alis dengan yang keras seperti ini, tapi saat mengisi alisnya itu harus ditekan dan kadang sakit. L

Jadi untuk pensil alis ini penggunaannya agak tricky. Jangan nepsong nanti beleberan, dan karena ini tebal, kalau ada salah ya ngehapusnya lebih butuh effort dibandingkan dengan pensil yang keras dan hasilnya tipis itu.

1x swatch

2x swatch

Warna coklatnya seperti ini. Aku suka warnanya karena warna coklatnya gelap. Bukan coklat kemerahan.

Daya Tahan
Yaaaa namanya juga alis empat rebuan. Digosok bleber. Tapi kalau aku jarang ya gosok-gosok alis (ya ngapain juga), jadi ya gak masalah. Kalau wudhu pun masih aman kok. Cuma kalau digosok-gosok kenceng yaiya beleber.

Hasil
Di bawah ini adalah foto-fotoku saat menggunakan pensil alis Just Miss. Agak berantakan karena alisku gak pernah dicukur, jadi dibingkai sebisanya.



Kesimpulan
+ Mudah dicari di Borma, Stroberi, Bunga, dan lainnya
+ Murah! Tapi variatif. Mungkin dari 4.000 – 6.000
+ Tekstur lunak (ini sih selera ya!)
+ Warna coklatnya oke

 Tidak waterproof dan smudgeproof
      - Kalau pakainya terlalu neken bakal ketebelan 


       Harga : 4.000 (tergantung di mana beli)
       : 3,5/5
       Beli lagi? IYA!

       Kalau kalian gimana? Pernah nyoba?

REVIEW: Emina Face Mask Greentea Latte

Aku adalah penggila DIY masker. Entah kenapa aku lebih percaya dengan masker yang menggunakan bahan-bahan dapur. Selain lebih hemat, aku gak perlu takut ada kandungan-kandungan kimia yang membahayakan kulitku. Tapi, karena kesibukan kerja yang tidak bisa dihindari (ceilah), aku butuh sesuatu yang lebih praktis, gak ribet, tapi juga tetep.. yang aman.

Nah, kali ini aku mau review tentang masker yang mulai menjadi favoritku, yaitu Emina Face Mask Greentea Latte.



Masker keluaran Emina ini kubeli di counter Emina langsung, seharga 30.000 an kalau gak salah. Yuk kita mulai reviewnya!

Kemasan


Kemasan masker ini mirip dengan kemasan scrub sugar rushnya Emina, hanya saja untuk face mask ini tidak dikemas kembali oleh dus seperti si sugar rush. Perbedaan lainnya ada di warnanya, kalau kemarin scrub sugar rush dominan warna kuning kecoklatan, face mask ini lebih dominan hijau, mungkin karena green tea kali ya.

Kandungan
Bisa dilihat ya di sini...



Aroma
Wanginya seperti greentea sih. Memang wangim tapi gak mengganggu kok.

Tekstur




Teksturnya dia ini gel. Mudah dibaurkan. Aku suka dengan teksturnya, sangat mudah diaplikasikan. 

Hasil
Overall aku suka dengan face mask ini. Mulai dari teksturnya yang mudah dibaurkan, wangi green teanya yang bikin adem, dan juga efek yang dirasakan saat memakai dan sesudah memakainya. Oh ya, wanginya benar-benar seperti green tea, gak mengganggu sama sekali (buatku). Masker ini beda dengan masker pada umumnya yang kalau kering bakal narik-narik muka kamu. Ini enggak, maskernya bakal tetap seperti itu, hanya saja tidak sebasah waktu pertama diaplikasikan.

Ini foto pemakaiannya :


Sebelum Pemakaian


Saat Pemakaian


Setelah 15 menit pemakaian


Setelah dibilas

Setelah aku menggunakan masker ini, efek langsung yang kurasakan adalah kulit berasa adem dan minyak di wajah jadi lebih terkontrol. Selain itu aku belum nemu efeknya, maybe it takes time ya untuk hasil yang lebih baik.

Yang aku kurang suka, sebenernya sih bukan kurang suka, tapi karena aku pemalesan aja.. Si Face Mask ini sulit dibersihkan. Jadi licin banget waktu dibilas air. Butuh waktu untuk bener-bener bersih.

So, kesimpulannya

+ Harganya terjangkau dan mudah didapat
+ Wanginya tidak menyengat
+ Mudah dibaurkan
+ Ada sensasi adem saat diaplikasikan
+ Mengurangi minyak di wajah tanpa menjadi kering


- Butuh waktu untuk membersihkannya

Harga : sekitar 30.000
Nilai : 4/5
Beli lagi : Iya!

Anyway, kalian ada yang pernah coba? Gimana efeknya di kulit kalian? Yuk share si kolom komen bawah ini. Thank you!


REVIEW : Emina Sun Protection SPF 30 PA+++

Menurutku, sunscreen ataupun sunblock adalah skincare terpenting dalam dunia kecantikan. Kenapa? Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, ya kan? Tapi sayangnya, aku bukan penggemar Sunblock. Tipikal sunblok hampir semuanya memberikan efek white cast, lengket, dan setelahnya bikin break out. Ugh! Niatnya mau mencegah masalah kulit malah datengin masalah ini sih.

Akhirnya selama ini aku belum pernah menemukan sunblock yang cocok di kulitku yang berminyak ini, kecuali sunblock dari dokter. Makanya daridulu walaupun aku tidak pakai krim siang/malam dari dokter, aku selalu minta resep sunblocknya.

Aku sudah pernah pakai beberapa brand Sunblock dari mulai produk lokal seperti Wardah, Skin Aqua, sampai brand luar yaitu salah satunya Clinique City Block Anti Polution yang harganya cukup menguras kantong. Tapi tetap saja, ujung-ujungnya bikin kulit main terlihat berminyak dan lengket.

Beberapa waktu yang lalu aku iseng browsing dan menemukan review dari salah satu blogger mengenai sunblock yang kini jadi andalannya dengan harga murah meriah. Sunblock ini keluaran Emina. Setelah itu aku cari lebih banyak review mengenai sunblock ini dan hampir 90% reviewnya positif. Dari mulai teksturnya yang cepat menyerap, tidak bikin break out, dan tentunya dengan harga terjangkau!

Karena selama ini akupun selalu cocok dengan produk Emina, akhirnya aku memutuskan membelinya. Saat itu aku beli di counter Emina di Bandung Indah Plaza dengan harga HANYA 27.500 aja sebanyak 60 ml.

Ini adalah penampakannya :


Harga
Harganya 27.500, cukup murah untuk sunblock sebanyak 60 ml, karena sekali kamu pakai paling hanya sebesar biji kedelai. Gak tau kapan abisnya haha.

Kemasan 
Untuk kemasan, 11 12 banget sama Facial Scrub Sugar Rushnya Emina. Perbedaannya hanya pada tulisan dan warnanya, di mana si Facial Scrub warnanya lebih coklat sedangkan Sunblocknya lebih orange. Untuk bentuk dan ukuran benar-benar sama!

Kandungan
Berikut kandungannya :


Tekstur
Teksturnya light, ringan, dan betul cepat menyerap. Agak mirip dengan Wardah tapi kayanya lebih ringan Emina deh.

Aroma
Ini salah satu minusnya. Menurutku wanginya terlalu menyengat. Wanginya seperti wangi Stella Lemon, walaupun setelahnya aromanya juga akan menghilang. Tetap saja, aku bukan pecinta skincare/makeup beraroma.

Hasil
Too bad, aku gak cocok dengan Sunblock ini. Ada beberapa hal yang akhirnya aku memutuskan untuk gak lanjut pakai sunblock ini. Yang pertama, dia memang cepat menyerap, tapi kesan lengket masih ada di wajahku (karena wajahku super oily!).  Dia bikin wajahku semakin  berminyak. Yang kedua, it sadly breaks my skin out! Padahal aku selalu bersihin makeup berkali-kali, menghindari residu yang tertinggal. Tapi tetap saja, setiap habis pakai sunblock ini, di bagian dagu dan rahang muncul jerawat kecil dan komedo yang mengendap. Walaupun gak terlalu kelihatan, tapi saat dipegang, kerasa bedanya. Dan yang terakhir, tentu saja aromanya! 

Kalau untuk fungsinya sendiri, aku gak tau ya karena yang namanya sunblock baru terlihat hasilnya beberapa puluh tahun ke depan jadi aku gak bisa komen untuk itu.

Jadi, ini kesimpulannya untuk Emina Sun Protection :

+ Harga terjangkau dan mudah ditemukan
+ Tekstur light dan mudah menyerap
+ Sepertinya lebih cocok untuk kulit kering
+ Mengandung SPF 30 dengan PA+++

- Membuat kulit semakin berminyak
- Menyumbat pori sehingga mempertinggi resiko break out
- Wanginya terlalu strong buatku, kaya pake parfum lemon ke muka

Nilai : 2/5
Beli lagi? No. Sorry, Emina. I expected more than this.

Sekian review dari aku. Kalau kalian udah pernah coba sunblock ini? Atau kalian mungkin ada rekomendasi sunblock apa yang ringan dan gak bikin breakout untuk tipe kulit berminyak sepertiku? Komen di bawah ya!
XOXO.