REVIEW : Wardah C-Defense Serum

Wardah C-Defense ini udah keluar lama dan aku juga udah repurchase yang kedua kalinya, tapi baru sempet review sekarang. Hehe. Kalian semua pasti udah pernah dengar, lihat, dan coba produk ini kan? Atau belum? Nah, untuk yang belum, di bawah ini adalah penampakannya :



Wardah C-Defense  Serum ini disebutkan memiliki antioksidan yang tinggi. Dengan kemampuan penetrasi yang lebih sempurna ke dalam lapisan kulit, serum ini bekerja melalui 5 langkah sinergis untuk menjaga agar kulit tampak lebih muda, cerah, dan tetap sehat. Apa sih 5 langkah sinergis nya?
  1. Mengurangi proses pembentukan melanin pada kulit
  2. Membantu merangkal radikal bebas
  3. Sebagai anti inflamasi, inflamasi merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya pigmentasi pada kulit
  4. Membantu sintesis kolagen yang berfungsi untuk menjaga elastisitas kulit
  5. Meresap ke laposa kulit dengan lebih optimal sehingga aktif bekerja dengan lebih efektif

Harga
Aku beli dengan harga 78.500, karena di Griya diskon 5% maka harganya 75.000. Tapi denger-denger banyak juga yang dapet harga 65.000 an. Jadi tergantung di mana kalian belinya. Harganya cukup terjangkau dengan netto sebanyak 17 ml.

Kemasan



Kemasannya botol pipet seperti ini, layaknya serum. Tapi yang disayangkan adalah setiap aku udah pakai, saat aku tutup botolnya, si sisa cairan serum yang ada di pinggiran jadi luber-luber, seperti foto di bawah ini :



 Jadi emang harus apik dan pelan-pelan pakenya.

Komposisi


Tekstur
Serum ini bertekstur  cairan bening tapi agak kental, seperti vitamin rambut teksturnya. Serum ini ada sedikit wanginya, tapi agak sulit deskripsiinnya, aku sih kurang suka dengan wanginya walaupun untuk beberapa orang mungkin gak masalah. Lalu, satu lagi kekurangan yang aku temukan, teksturnya yang agak lengket bikin si serum ini jadi sulit nyerap. Jadi kalau udah ngantuk banget, tetep harus nunggu kering dan menyerap, supaya gak nempel-nempel ke bantal.

Hasil
Untuk satu botol aku habis selama sebulan lebih, karena aku pakai serum ini tipis-tipis biar cepet nyerap dan gak lengket. Selama sebulan sebelumnya kulitku lagi super sensitif. Bukan jerawatan, tapi apa ya.. gak enak aja kalau dipegang. Nah aku pakai ini sampai habis, hasilnya super duper memuaskan. Bukan efek mencerahkannya sih, tapi efek kenyalisasinya (?). Jadi kullit lebih enak dipegang, kenyal gitu. 

Nah tapiiii, setelah kulitku udah enak banget, serum ini jadi gak ngaruh lagi. Sebaliknya, malah muncul beruntusan di bagian rahang. Aku gak ngerti kenapa, waktu itu kupikir mungkin aku salah pakai make up. Jadi setelah itu, aku stop make upan dan tetap pakai serum ini. Eeeeh bruntusan masih ada. Akhirnya aku coba stop pakai serum ini, dan bruntuspun menghilang dalam beberapa hari. 

Terus, beberapa minggu lalu setelah PMS wajahku mulai sensitif dan bermasalah lagi, aku iseng pakein si sereum ini ke daerah-daerah yang bermasalah dan ternyataaaa it totally works! Jadi buat aku si serum ini cocoknya dipakai saat kulit lagi bermasalah, tapi saat kulit udah oke, dia gak ngaruh lagi. Eh tapi tapi.. Hasil di kulitku dan kulitmu belum tentu sama lho ya.

Jadi menurutku,

+ Harga terjangkau
+ Memberikan efek kulit sehat (kenyal dan lembab)

- Lengket, lama menyerap
- Wanginya agak menyengat
- Bentuk ulirnya bikin produknya kadang keluar keluar di pinggiran botol
- Di kulitku timbul beruntusan kalau dipakai dalam jangka waktu yang lama

Nilai : 2/5

Beli lagi? I think No.

Anyway, di antara kalian ada yang pernah pakai serum ini? Apa kalian ngerasain juga efek yang aku rasain? atau mungkin kalian cocok? Let me know ya dengan memberikan komentarmu di kolom comment di bawah. :D


REVIEW : Fanbo Eyebrow Pencil

Aku termasuk salah satu yang beruntung bisa cobain produk pensil alisnya Fanbo. Sebenarnya, pensil alis ini udah dateng dari Agustus kemarin, tepatnya saat lamaran aku. Makanya orang-orang mikirnya Fanbo sengaja ngasih hadiah di hari lamaranku. Haha. Box cantik berwarna putih ini berisi 2 pensil alis, yaitu warna hitam dan coklat dan dilengkapi dengan serutannya.


Aku bukan pecinta pensil alis, tapi aku setuju kalau ada yang bilang pensil alis itu penting banget di dunia permakeupan. Hanya saja untuk sehari-hari, biasanya aku selalu gak keburu untuk bikin alis. 

Oke, balik lagi ke pensil alisnya Fanbo.

Untuk bentuknya ya... pensil alis pada umumnya. Di belakangnya ada warna untuk membedakan warna coklat atau hitam. Walaupun di ruang yang minim cahaya, terlihat mirip.


Tekstur
Aku pecinta pensil alis yang bertekstur agak creamy, karena lebih mudah diaplikasikan. Sayangnya, pensil Fanbo ini keras. Jadi sulit untuk membingkai alis dan mengisinya dengan rapi. Rasanya kaya pakai pensil HB. :'(

Pigmentasi
Warnanyapun gak terlalu keluar. Tipis banget dan harus ditekan agar warnanya lebih keluar. Tapi kan malah bikin alis sakit yak -_-




Jadi, menurut aku

+ Warna coklatnya masuk ke rambut alis aku, tidak terlalu terang maupun gelap. Coklatnya pas
+ Harga terjangkau, kalau gak salah sih 20.000 an
+ Karena teksturnya keras, jadi gak mudah patah saat diraut

- Keras, sulit dipakai
- Warnanya kurang keluar
- Sulit diblend warnanya

Nilai : 2/5

Beli lagi : Kayanya sih nggak. Sorry, Fanbo :(

Kalian ada yang ngerasain hal yang sama kaya aku nggak tentang pensil alis Fanbo ini?

Never Underestimate the Power of Evian Natural Mineral Water (Review)

Selama beberapa tahun ngeblog, baru sekarang aku review produk yang udah jadi sahabat para beauty blogger. Yap! Evian Natural Mineral Water.

Pada saat ini booming, yang mana udah lama banget, aku sama sekali gak tertarik buat beli, "ah itu mah air doang.." (karena dulu aku taunya Evian ini emang merk air mineral) Tapi sekarang, aku tau alasan kenapa para beauty blogger sangat memuja-muja produk ini.

Jadi, Evian Natural Mineral Water ini adalah produk facial spray. Fungsinya? Seperti yang ditulis pada kemasan di botolnya, yaitu melembapkan dan menyegarkan kulit, serta membuat make up menjadi tahan lama. Ini penampakannya :



Dulu aku ngerasa gak butuh karena kulitku udah kaya kilang minyak, ngapain mesti dilembapin. Kalau ingin menyegarkan kulit, aku tinggal cuci muka aja. Pokoknya banyak banget pertimbangan buat beli si Evian ini, termasuk harganya yang lumayan. Lalu suatu hari, sahabatku yang sama skeptisnya denganku, beli si Evian ini dan langsung jatuh cinta. Karena penasaran, besoknya aku coba Evian punya dia. Pertama semprot ya emang adem sih, tapi air biasa juga bikin adem. Lalu setelah beberapa menit, setelah airnya menyerap, aku baru amaze. Minyak di kulit wajah jadi gak terlalu kelihatan. Bedak yang tadinya udah mulai geser-geser karena keringetan, eeeh di nyatu lagi di wajah. Setelah itu, tanpa ba bi bu lagi, besoknya langsung kubeli si Evian ini. Yiipiiie!

Harga
Aku beli di Mahmud seharga 126.000 untuk yang  kalau gak salah, kalau kamu beli di Guardian biasanya diskonnya lumayan.

Kemasan
Botol spraynya biasa aja gak ada yang istimewa, cuma emang si semprotannya ini sekilas kaya Nano Spray, air yang keluar butirannya haluuuuuuuuus banget.


Hasil
Nah ini yang bakal dibahas panjang. Buat kalian yang masih meragukan kualitas Evian, kalian harus baca ini! *maksa*
Jadi, kulitku ini tipe kombinasi dan sensitif. Jadi emang agak sulit cari skincare ataupun makeup yang cocok. Sekalinya pake makeup yang oil controlnya payah, muka jadi kayak kilang minyak. Tapi kalau pake make up yang matte, malah kering banget. Oh, God..

Nah, setelah aku coba Evian ini (aku pake tiap abis cuci muka), kulitku jadi lebih tenang dan adem. Semua skincare dan makeup berasa cocok cocok aja di wajah. Kulit jadi jarang bermasalah, lebih segar, dan ini beneran bisa bikin make up tahan lama.

Pokoknya aku jatuh cinta sama Evian ini! Satu-satunya penyesalanku adalah kenapa aku baru beli sekarang? T.T

Di bawah ini fotoku saat menggunakan Evian. Hanya satu kali semprotan bisa kena ke seluruh wajah. Adeeem! Minyak gak parah seperti sebelumnya. Make up yang tadinya mulai cakey, setelah disemrot Evian jadi 'ngeset' lagi.

Thank God this Evian thing just saved my life! Haha.

                              
Jadi, menurut aku...

+ Butiran air yang dikeluarkan sangat halus, seperti Nano spray
+ Membuat kulit lebih segar, dingin, dan ringan (bebas minyak)
+ Membuat make up tahan lama
+ Membuat kondisi kulit wajah lebih baik (termasuk untuk kalian yang memiliki kulit sensitif seperti aku
+ Dapat menyelamatkan kondisi makeup yang mulai cakey ahaha

- Nyesel kenapa gak beli dari dulu, haha. Belum nemu sih minusnya

Nilai : 5/5

Beli lagi? PASTIII!

Btw, katanya yang dari Bioderma juga endeus ya. Ada yang pernah coba?

REVIEW : Wardah Longlastick Lipstick No 09

Kalau kalian pernah baca postingan aku DISINI, kalian bakal tau banget aku udah jatuh cinta dengan Wardah Longlasting Lipstick terkecuali untuk bagian yang mudah patahnya itu. Nah, sekarang banyak beauty blogger yang mulai review produk lipstik Wardah yang baru yang seri Insentive Matte Lipstick. Hebat ya sekarang Wardah terus-terusan ngeluarin produk baru. Tapi sayangnya, designnya benar-benar sama dengan Wardah Longlasting Lipstik.




Sekarang aku bukan mau bahas tentang Wardah Intensive Lipsticknya, karena kemarin aku coba yang punya teman dan di aku jadi kering, jadi aku belum berniat untuk mencobanya lagi. Tapi mungkin nanti aku akan beli beberapa warna untuk koleksi haha, abis warnanya cakep-cakeeeep!

Nah di postingan sebelumnya aku jatuh cinta dengan Wardah Longlipstik terutama seri yang 03. Nah, kemarin (udah lama banget sebenernya) aku coba swatch no 09 dan ternyata warnanya seperti 03 tapi versi lebih gelapnya, dan akuuu jatuh cintaaaa!




Cakep kan yak? Yang aku suka dari lipstick ini adalah aku gak perlu pakai make up berlebih untuk terlihat kece. Warna merah ini bikin wajah lebih fresh, tanpa membuat aku terlihat menor ataupun tua. Merahnya gak terlalu gonjreng jadi masih masuk untuk penggunaan sebelumnya.

Untuk tekstur staying power dan sebagainya kalian bisa lihat postinganku sebelumnya. Intinya sih Longlasting Matte Lipstick ini adalah lipstik matte lokal favoritku karena sama sekali gak bikin bibir kering. 

Banyak banget produk-produk Wardah yang belum aku coba dan rasanya pengen borong aja gitu. Apalagi Wardah termasuk brand yang punya kualitas oke dengan harga terjangkau. Pssstt. Tips nih, kalau kalian pengen tau produk-produknya Wardah apa aja kalian bisa cek di Zalora. Di sini kalian bisa bebas lihat-lihat produknya tanpa diteror oleh BA nya. Hahaha. Kalian bisa langsung tau harga, macam-macamnya, dan enaknya lagi kalian bisa pilih-pilih dulu mana yang lebih oke untuk dibeli tanpa merasa 'gak enak diliatin BA' --> it happened on me everytime! lol. Nah, kalian bisa cek di https://www.zalora.co.id/wardah untuk koleksi lengkapnya.


See you on my next post, pretties!

REVIEW : Emina Oh So Kissable Lipstick 08 (Fantasti - Cho)

Emina adalah salah satu produk lokal yang jadi favoritku. Selain kemasannya super cute, beberapa produknya sampai saat ini menjadi andalanku, seperti bedak taburnya dan scrub sugar rush nya. Kali ini aku juga bakl review tentang produk Emina lainnya yang baru aja aku beli, yaitu Lipsticknya Oh So Kissable shade 08 (Fantasti-Cho).


Harga
Harganya terjangkau, hanya 25.000 sebanyak 3,4 gr. Aku beli langsung di counter Emina.

Kemasan
Ini agak aneh sih kemasannya, agak geli gitu bentuknya *you know what I mean*. Tapi bentuknya yang mini ini aku suka karena gak menuhin make up pouch aku.



Tekstur
Creamy dan mudah diaplikasikan karena mengandung pelembab. Kandungan lainnya tertera di box kemasan.


Warna 
Warna yang aku pilih adah Fantasti-Cho, warnanya nude campur pink.






Daya Tahan
Ini salah satu kelemahannya. Lipstick ini gak akan bertahan lama. Walaupun cuma minum doang bisa ilang gitu. Apalagi kalau makan, hilang total. 

Hasil




Hasilnya satin finish. Bikin bibir kelihatan sehat karena sama sekali gak bikin bibir kering atau bahkan pecah-pecah, mungkin ini efek dari pelembab yang ada di dalamnya. Coveragenya sheer, sehingga untuk kalian yang punya garis bibir hitam, lebih baik menggunakan concealer terlebih dahulu karena lipstick ini tidak mampu untuk menutupi garis hitam bibir dengan maksimal.

Untuk warnanya, ini terlalu pucat untuk skintoneku. Lebih cocok untuk kalian yang punya kulit putih atau kuning langsat. Untuk kalian yang berkulit putih, lipstick ini bisa dipakai sehari-hari, walaupun kalian gak pakai makeup. Tapi untuk skintone sawo matang sepertiku, kalian harus pakai makeup, terutama eye make up yang dramatis, agar hasilnya tidak seperti orang sakit. 

Jadi, kesimpulannya :

+ Packaging imut
+ Harga terjangkau, mudah didapat di counter
+ Tekstur creamy, mudah diaplikasikan
+ Bibir tetap lembab
+ Gak berbau apapun

- Coverage sheer
- Cepat hilang, apalagi kalau makan
- Warnanya terlalu pucat di kulitku, jadi kaya orang sakit

Nilai : 2/5

Beli lagi? Kayanya enggak, masih banyak lipsick yang pengen aku coba.

REVIEW : Etude House Beauty Shot Face Blur

Setelah primer Baviphat ku habis (kalian bisa cek DISINI untuk review tentang primer Baviphat yang kupakai selama ini), aku mencari primer keluaran brand lain. Sempat bingung karena banyak banget jenis primer dengan brand-brandnya. Mungkin sekarang hampir semua brand sudah punya ini. Gak aneh sih, karena menurutku primer adalah salah satu item yang penting dalam urusan make up.

Banyak banget jenis primer, dan dengan beberapa pertimbangan aku memilih ini, yaitu Etude House Beauty Shot Face Blur (selanjutnya kutulis FB).


Harga
170.000 - 250.000 , tergantung beli di mana

Kemasan





Etude emang punya khas dalam segi packagingnya. Warna-warna pastel dengan design yang imut pasti yang pertama dikomentari saat melihat produknya Etude. Botol berbentuk pump, jelas ini favoritku, higienis dan mudah untuk mengeluarkan isinya. Tapi ada beberapa blogger yang merasa kalau model pump ini gak efisien terutama kalau produknya sudah mau habis. Ya itu mah selera lah ya.

Kandungan




Di botol pumpnya tidak dituliskan kandungannya, tapi di kardusnya ada. Tulisannya warna putih sehingga gak terlalu kelihatan ya.



Tekstur
Tekstur dari FB ini encer, warnanya soft pink, tidak terlalu kental dan mudah untuk dibaurkan. Ringan dan mudah meresap, jadi gak ada kesan berat di wajah saat memakainya. Dengan tekstur yang tidak terlalu pekat ini, aku gak butuh terlalu banyak produk yang dikeluarkan untuk dipakai ke seluruh wajah. Aku hanya butuh FB ini sebesar biji kedelai untuk membaurkannya ke seluruh wajah. Love it!

Wangi
Ini yang aku gak suka. Ini juga masalah selera sih. Ibuku bilang wanginya enak. Tapi sebagai pecinta produk tanpa wewangian, FB ini wanginya haruuuuum banget dan terlalu wangi menurutku, jadi rasanya seperti pakai hand/body lotion ke muka.

Hasil
Di packagingnya, sudah tertera fungsi dari Face Blur ini, yaitu smoothing, pore hiding, tone up. Nah, apa benar Face Blur ini bisa menghaluskan, meringkas pori, dan mencerahkan wajah? Yuk kita coba!

Ini adalah foto before after penggunaannya. Mungkin di kamera gak terlalu kelihatan, tapi aku sendiri melihat perbedaannya secara langsung.


SMOOTHING. Yay!

FB ini memang membuat kulit lebih halus dan membuat permukaan kulit menjadi lebih rata, sehingga memudahkanku untuk mengaplikasikan make up setelahnya, salah satunya foundation.
Aku selalu menggunakan FB ini sebelum pakai foundation. Hasilnya foundation lebih mudah dibaurkan dan tidak menggumpal. (Eits! Jangan pakai foundation sebelum FBnya benar-benar menyerap ya. Nanti foundationmu malah geser-geser berantakan.)

PORE HIDING. Not bad.
Mungkin ini berkaitan dengan efek smoothing sebelumnya. Kulit wajah lebih halus dan poripun memang agak sedikit tersamarkan. Permukaan kulit lebih terlihat rata sehingga pori-pori wajah tidak terlalu terlihat.

TONE UP




Yes, it does. Tapi gak bombastis juga. Efeknya pertama kurang lebih mirip kaya abis pake krim wajahnya Citra, jadi ada efek putih di awal. Tapi lama-lama setelah menyerap, warnanya lebih menyesuaikan kulit kita, jadi gak putih lagi, hanya membuat tekstur dan warna kulit wajah lebih merata.

Jadi kesimpulannya, FB ini memang benar dapat menghaluskan, meringkas pori, dan mencerahkan kulit wajah! 

+ Kemasan lucu
+ Teksturnya encer mudah dibaurkan
+ Cepat menyerap
+ Mengandung SPF 33 PA++
+ Harga terjangkau bila dibandingkan dengan isinya yang lumayan banyak (35 gr)
+ Hanya butuh sedikit untuk digunakan ke seluruh wajah, jadi bakal awet banget
+ Meratakan warna kulit wajah
+ Menghaluskan tekstur kulit wajah
+ Meringkas pori
+ Berasa pake efek blur di muka (lol)

- Wanginya terlalu wangiiiiii~

Nilai : 4/5

Beli lagi ? Kalau gak nemu yang lebih baik, pastiiii!

See you again on my next post, pretties!

REVIEW: The Body Shop Bronze Honey Brilliant Powder

Halo lagi beauties.
Postingan kali ini masih tentang review dari produk-produk yang baru aja aku beli selama beberapa minggu kemarin, dan produk yang akan aku review kali ini adalah keluaran The Body Shop, yaitu Bronze Honey Brilliant Powder.


Aku memutuskan untuk beli ini karena waktu itu TBS lagi diskon (teteuuup), dan aku memang lagi cari bronzer buat badan untuk dipakai ke acara-acara malam hari. Biar lebih nyala aja gitu ceritanya.

Nah, kita mulai aja reviewnya yuk!

Price



Harganya cukup mahal kalau gak diskon, yaitu 289.000 untuk 5 gram aja. Tapi waktu itu aku dapet diskon 50% jadi cuma 145.000 aja. Kalau gak diskon sih aku juga mikir-mikir lagi.

Packaging
Packagingnya simple dan easy to use. Kalau kamu tau kabuki brush yang buat dibawa kemana-mana, yang ada tempatnya itu, nah.. mirip mirip kaya gitu. Jadi nanti brushnya bisa kamu tarik ke dalam sebelum ditutup. Dari segi ukuran, bronzer ini juga gak memakan banyak tempat. Lalu, untuk brushnya sendiri sangat lembut dan nyaman digunakan.




Texture
Bronzer ini berbentuk bubuk, dan ingat, ini beda dengan bronzer buat muka yang warna-warna sunburnnya sangat keliatan. Brilliant powder ini lebih seperti glitter dengan tekstur yang lebih halus. Powder ini sebenernya juga punya beberapa shade, cuma gak terlalu keliatan jadi agak sulit membedakan tiap shade. Jadi, kamu jangan berharap akan mendapat efek-efek tanning dari briliant powder ini.

Staying Power
Nah ini adalah kesalahan terbesarnya. Produk ini sama sekali gak punya staying power yang oke. Jadi aku sempat pakai ini di tangan, leher dan area dada. Setelah beberapa jam, bronzer yang aku aplikasikan di tangan, hilaaaaang. Tinggal sisa beberapa titik yang nyala-nyala aja. Tapi, kalau untuk yang di leher dan dada, dia masih on. Jadi asumsiku adalah, si briliant powder ini gampang terbang. Maksudku, untuk bagian-bagian badan yang banyak melakukan gerakan, powder ini gak akan bertahan lama. Tapi untuk di leher atau di dada, powder ini tetep bertahan selama hampir seharian.
Oh iya, bronzer ini juga akan ilang setelah kamu bilas dengan air.

Result
Ini hasilnya. Untuk sekali pengaplikasian hanya terlihat seperti ini.


Nah untuk double use, dia akan lebih terlihat.


Pros :
+ Packaging easy to use
+ Sekali pengaplikasian langsung terlihat
+ Tidak memberikan efek aneh-aneh (gatal atau apapun itu)
+ You'll feel that sexy moment when you use this

Cons :
- Serbuk berterbangan
- Harga cukup mahal
- Warnanya terlalu sheer, lebih seperti glitter/shimmering halus aja.

Rate : 2/5

Repurchase :
Sebenernya aku suka sih dengan hasilnya, terutama untuk acara-acara malam. Tapi kalau dibandingkan dengan harga dan kepuasan yang didapat, sepertinya No.

So, gimana dengan kalian? Pernah coba bronzer untuk badan? Merk apa yang pernah kalian pakai?

REVIEW : Revlon Colorstay Skinny Liquid Liner (Black)

Walaupun aku gak tiap hari pakai eyeliner, tapi punya eyeliner adalah wajib hukumnya. Sebenernya yang bikin aku gak pakai eyeliner untuk make up sehari - hari adalah eyelid ku yang oily kadang bikin eyelinernya bleberan. Kadang malah bikin lengket nempel nempel ke kelopak mata, sepeti eyeliner dari Aubeau. Tapi gak dipungkiri kalau eyeliner punya pengaruh yang besar untuk penampilan mata. Mata jadi lebih tegas dan menyala (tsah~)


Untuk kali ini aku akan review eyeliner yang lagi aku pakai sekarang yaitu Revlon Colorstay Skinny Liquid Liner. Sebenernya aku belum pernah baca review tentang Revlon ini. Alasan aku beli adalah karena waktu itu lagi promo dan harganya jauh di bawah normal dan kebetulan eyeliner ku dari La Tulipe habis.
Ini penampakannya :


Nah kita mulai aja yuk reviewnya!

Harga
Kemarin aku dapet promo jadi harganya 50.000 sebanyak 2.5 ml

Packaging
Imut. Langsing. Layaknya packaging eyeliner. Aku suka sih, gak ngabisin tempat di make up pouch.

Kuas
Kuasnya lancip, memudahkan untuk pengaplikasian, terutama untuk kalian yang gak suka eyeliner tebal-tebal. Tapi untuk kuasnya sendiri aku gak tau ini terbuat dari apa, karena beda dari kuas eyeliner pada umumnya. Ini kaya dari serabut atau apalah itu, jadi kalau diperhatikan si kuasnya ini gak mulus, ada sedikit serat atau bulu di kuasnya.





Aroma
Kalau kamu cium langsung ke botolnya, memang aroma kimianya menyengat. Tapi waktu diaplikasikan gak kerasa sih. Menurutku hampir semua eyeliner punya bau kimia, walupun cuma sedikit.

Ketebalan
Sekali oles warna hitam sudah pekat, jadi kamu hanya perlu 1 layer saat memakainya. Yeay!



Staying Power
Dia cukup waterproof dan oilproof, dari aku berangkat kerja sampai pulang masih tetep stay (kalau aku lagi gak solat) tapi kalau aku wudhu akan sedikit kehapus di bagian ujungnya aja. Saking oke staying powernya, agak sulit membersihkannya, dan sayangnya si eyeliner ini adalah eyeliner yang kalo diapus jadi bubuk dan bleberan nempel-nempel di bawah mata, bukan eyeliner yang kaya stiker l

Pros :
+ Packaging imut
+ Kuasnya memudahkan pengaplikasian
+ Ketebalan oke
+ Cukup tahan lama, staying power oke

Cons :
- Agak sulit diapus, kalau diapus jadi bubuk-bubuk dan menempel di bawah mata
- Kalau dicium langsung terasa aroma kimia nya

Rate : 3/5
Repurchase? Kayanya bakal cari yang lain yang saat dibersihkan gak bubuk-bubuk. Soalnya nempel-nempel di bawah mata dan sedikit mengganggu buatku.


See you on my next post!